Thursday, January 23, 2020

Selection : The War Between Women Ep 10 Part 2

Sebelumnya...


Man Chan kembali ke rumahnya bersama Hyung Chan dan Hong Sik.

Man Chan merasa, rumahnya terasa begitu sepi.


Begitu mereka tiba,, Song Yi keluar rumah dan menyambut mereka.

Song Yi : Anda sudah datang, Paman.

Masih kesal pada Song Yi, Man Chan pun pergi.


Hyung Chan mengomeli Song Yi.

Hyung Chan : Kenapa repot-repot keluar untuk menyambutnya? Kau itu telah membuatnya kesal. Masuklah ke dalam!

Hyung Chan menyusul Man Chan.


Hong Sik :  Astaga, lihat dirimu sekarang. Kau bertingkah sangat tinggi dan sok hebat. Untuk apa kau berdiri di sana? Cuci kaki kakak tersayangmu. Bawa air untuk mencucinya.

Song Yi kesal, apa katamu?

Hong Sik : Apa? Apa kau kesal? Apa yang akan kau lakukan selanjutnya? Kau bahkan tidak terpilih. Ah, Iya. Dapatkan air yang bagus dan panas, bukan air dingin.


Hong Sik masuk ke dalam.

Song Yi menatap kepergian Hong Sik sambil menghela nafas kesal.


Eun Bo murung di teras rumah Ki Ho.

Wal datang dan duduk disamping Eun Bo.

Wal : Astaga, lihat dirimu. Kau bahkan terlihat seperti akan mati. Kau pikir kau akan mati karena tidak menjadi ratu? Sadarkan dirimu! Ini sama sekali tidak cocok untukmu. Emangnya apa yang akan terjadi?

Eun Bo : Semuanya jadi sia-sia. Aku bahkan tidak dapat menemukan pelakunya atau membalas dendam!

Wal : Kenapa kau begitu cerewet padaku? Apakah aku yang mendiskualifikasimu?

Eun Bo : Mungkin aku sedang dihukum. Aku membodohi begitu banyak orang untuk membalaskan dendamku dan tergoda untuk berada di posisi yang tinggi.

Wal : Kenapa kau tiba-tiba merenungkan dirimu?  Ini tidak seperti dirimu.

Wal lalu tanya apa yang dikatakan Kyung.

Eun Bo diam saja.

Wal : Tidak ada kabar darinya?

Eun Bo : Apa yang akan dia katakan?

Wal : Biar gitu kan... tapi tetap saja, Bagaimana bisa dia tetap diam?


Wal menghela nafas.

Wal : Jangan-jangan yang dikatakan Pangeran itu benar.

Eun Bo : Apa yang kau katakan? Pangeran apanya?

Wal : Sebenarnya, Pangeran mengatakan kepadaku bahwa Raja membuang orang ketika dia tidak lagi membutuhkan mereka. Kau itu telah dibuang. Kau baru saja dibuang!

Eun Bo : Itu tidak benar!


Jae Hwa berdiri di depan pagar Ki Ho. Ia membawa bunga. Ia lalu mengetuk pagar.


Yeo Wool tiba2 datang, memberitahu kedatangan Jae Hwa.

Eun Bo kaget, siapa yang datang? Pangeran? Bagaimana dia tahu aku ada di sini?


Eun Bo lalu menatap galak Wal. Ia curiga Wal yang memberitahu Jae Hwa.

Wal : Aku tidak memberitahunya. Bukan aku!


Eun Bo lantas menyuruh Yeo Wool menyuruh Jae Hwa pergi.

Wal tak setuju.

Wal : Kau tidak bisa menyuruhnya pergi seperti itu.

Eun Bo : Aku memang ditolak, tetapi aku masih berhasil mencapai babak final.


Eun Bo kemudian menatap Yeo Wool lagi.

Eun Bo : Tolong jelaskan bahwa aku tidak dapat bertemu dengannya secara pribadi.

Yeo Wol : Baik.

Yeo Wool pergi.


Wal sewot, jika kau ditolak selama babak final, haruskah kau hidup sendiri selamanya?  Sampai kau layu dan mati? Kau tidak bisa bertemu dengan pria lainnya?


Jae Hwa kecewa saat Yeo Wool bilang, Eun Bo menyuruhnya pulang.

Jae Hwa : Katakan padanya bahwa aku akan kembali.


Jae Hwa lantas menitipkan bunganya ke Yeo Wool.

Jae Hwa pergi.


Yeo Wool mencium bunga dari Jae Hwa.

Wal datang mengagetkannya.

Wal : Woi!

Yeo Wool kaget setengah mati.

Wal : Hal rapuh apaan yang ada di tanganmu itu?

Yeo Wool : Ini untuk nona.

Wal :  Hei, aku hanya bertanya apa itu. Bukan untuk siapa bunga itu.


Wal pun pergi. Selama di jalan, ia mengoceh sendiri.

Wal : Seharusnya aku menyatukannya dengan Pangeran. Istri pangeran. Betapa bagusnya hal itu? Itu jauh lebih baik daripada menjadi lajang selamanya. Mungkin dia benar-benar dibuang. Lebih baik itu tidak benar. Aku tidak peduli apakah dia raja atau tidak. Aku hanya perlu menendang pantatnya...


Wal menendang batu.

Batu yang ditendang Wal menggelinding ke kaki Han Mo.


Wal kaget melihat Han Mo.

Wal : Aku tidak mengatakan apapun.


Han Mo mendekati Wal.

Han Mo : Kau disuruh mempercepat proses investigasi terkait petunjuk tersebut.

Wal : Dalam situasi seperti ini? Bukankah... kau tahu situasinya. Kenapa aku harus bahagia atas semuanya dan mau pergi setelah menemukan petunjuk?

Han Mo menatap sebal Wal.

Han Mo : Apa yang baru saja kau katakan?

Wal : Aku berkata aku akan bergegas dan pergi dengan petunjuk yang ada. Berhati-hatilah dijalan. Aku harus bergegas sekarang... Kemana dulu aku harus pergi?

Wal buru-buru pergi.

Wal : Menakutkan dan picik.


Wal kembali ke Biro Investigasi.

Yong Ho menghampiri Wal.

Yong Ho : Di mana saja kau selama ini?

Wal : Yah, aku ada di sini dan di sana... Mengapa? Apakah senior mencariku?

Yong Ho : Dia punya serangan tiba-tiba sebelumnya karena kau bermain tipuan lagi.

Wal : Ya ampun, ada apa dengan pekerjaan ini. Mari kita masuk sebelum dia memiliki masalah lainnya lagi.


Byul memapah Young Ji ke kamar barunya Young Ji. Young Ji berjalan terpincang-pincang lantaran kakinya sakit setelah mengikuti latihan ini itu sebagai Ratu.

Byul kasihan pada Young Ji.

Byul : Tidak mudah untuk mempelajari etika kerajaan, Yang Mulia.

Tak lama kemudian, terdengar suara diluar.

"Yang Mulia, aku Dayang Istana Lee."

"Silahkan masuk."


Asisten Nyonya Jung masuk.

Nyonya Lee memberikan buku sohak pada Young Ji.

Nyonya Lee : Ini adalah "Sohak" yang akan anda pelajari bersama ayah anda besok. Anda pasti lelah setelah latihan etiket, tapi tolong bacalah ini lebih dulu.

Young Ji : Baiklah. Aku akan melakukannya.

Nyonya Lee pergi.


Young Ji membuka buku Sohak.


Gae Pyeong menatap kamar Young Ji yg kini kosong dengan tatapan sendu.


Kyung jalan-jalan diluar istana.

Eunuch : Yang Mulia, aku baru saja menerima berita dari vila ratu. Ratu baru mulai dilatih ke dalam pembelajaran tentang etiket dan Sohak setiap hari. Setidaknya, tolong beri Ratu penghargaan atas kerja kerasnya dengan makanan khusus.

Kyung : Lakukan apa yang menurutmu baik.

Eunuch : Menteri dari Pernikahan Kerajaan Bureau akan menemui anda besok. Mereka akan dikirim ke kediaman ratu baru dan membahas sertifikat pernikahan kerajaan dan hadiah pernikahan.

Kyung : Mereka tidak perlu berdiskusi denganku. Katakan saja pada mereka untuk melakukan apa saja yang perlu.


Eunuch : Yang Mulia, bagaimana kalau anda membiarkan dia menjadi permaisuri bangsawan? Nona muda yang didiskualifikasi selama babak final sering tinggal di istana. Aku mendengar nona itu belum meninggalkan rumah itu belakangan ini.

Kyung terkejut dan langsung menatap Eunuch.

Eunuch : Maafkan aku, Yang Mulia. Aku tahu tentang keadaan dia tanpa izin anda. Meskipun dia mungkin berpura-pura seolah dia baik-baik saja, seperti anda. Dia didiskualifikasi tanpa mengetahui alasannya. Dia pasti hancur. Aku... berencana untuk tutup mulut tidak peduli ke mana anda pergi setidaknya untuk malam ini.

Kyung buru2 pergi. *Acieeee...


Di kamarnya, Eun Bo menatap ornamen Kyung.

Tak lama, terdengar suara Yeo Wool menyuruhnya keluar.


Eun Bo keluar dan terkejut melihat kedatangan Kyung bersama Han Mo.

Eun Bo bergegas menghampiri Kyung.


Han Mo menatap Yeo Wool, mengajaknya pergi agar Kyung dan Eun Bo bisa bicara.


Eun Bo : Anda tidak bisa datang ke sini.  Anda akan menikah.

Kyung : Akulah yang memilih Nona Jo sebagai Ratu.

Eun Bo kaget, apa yang baru saja anda katakan?

Kyung : Aku yang mendiskualifikasi dirimu dan sebagai gantinya memilihnya.

Kesal dan kecewa, Eun Bo menyuruh Kyung pergi.

Eun Bo : Itu adalah alasan anda tidak seharusnya berada disini. Aku tidak bisa menahan diri lagi! Apakah anda sekarang mempermainkan aku? Yang Mulia lah yang memilih wanita lain. Anda baru saja memberitahuku sendiri. Aku ingin anda pergi sekarang.


Kyung pun menjelaskan kenapa ia memilih Young Ji.

Kyung : Ini kulakukan untuk menyelamatkanmu. Aku tidak keberatan jika kau menyalahkanku, tetapi kumohon jangan berpaling dariku seperti ini.

Eun Bo : Apa maksud anda?  Aku bertanya, apa maksud dari perkataan anda?

Kyung : Ibumu diculik.

Eun Bo kaget, diculik? Ibuku? Siapa yang menculiknya?


Gae Pyeong menghadap Heung Gyeon.

Gae Pyeong : Seperti perintah terakhir anda, aku menemukan hal itu melalui mata-mata di Biro Investigasi Kerajaan. Dia mengatakan pemilik Badan Buyong menjadi seorang petugas kepolisian.

Heung Gyeon : Seorang petugas? Itu pasti perintah dari Raja. Aku punya firasat buruk tentang itu. Mungkinkah dia masih menyelidiki kasus itu?

Gae Pyeong : Jika demikian, kita harus menyingkirkannya...


Heung Gyeon : Biarkan saja dia untuk sekarang ini. Mungkin itu jebakan. Dia mungkin menempatkannya di Biro dan sedang menunggu kita untuk datang dan membunuhnya. Ngomong-ngomong, Raja juga mengatakan sesuatu yang aneh. Hanya kau, Young Ji, dan aku yang tahu rencana itu untuk mengungkapkan bahwa Nona Hong adalah penipu. Tetapi bagaimana dia bisa tahu tentang hal itu?

Heung Gyeon menatap curiga Gae Pyeong.

Heung Gyeon : Begitu Young Ji melahirkan ahli waris, mari kita membunuh raja. Kau juga akan segera diberi tanggung jawab besar. Jadi berhentilah mengunjungi kedai minuman.


Eun Bo kaget tahu Heung Gyeon yang menculik ibunya.

Kyung : Dia tahu bahwa kau adalah Eun Ki. Dia juga menjadikan Hong Yeon yang asli sebagai tawanannya.

Eun Bo : Bagaimana dengan ibuku? Apakah gadis itu baik-baik saja?

Kyung : Mereka berdua sudah aman. Jangan khawatir.

Eun Bo : Itukah alasan anda memilih Nona Jo sebagai Ratu? Dan membuat seseorang yang jahat seperti itu untuk menjadi ayah mertua anda?

Kyung : Aku tidak punya pilihan lain selain menyelamatkanmu.

Eun Bo : Tetapi tetap saja... bagaimana anda bisa sebodoh itu?

Kyung tertawa.

Kyung : Kaulah orang pertama yang melakukannya. Memanggil aku bodoh sepanjang hidupku.

Eun Bo : Bagaimana anda bisa tertawa sekarang?

Kyung : Aku juga tidak tahu. Aku tidak tahu, kalau aku masih bisa tertawa.

Eun Bo : Ini sudah larut malam. Sebaiknya anda kembali ke istana. Silakan pergi sekarang. Anda seharusnya tidak berada di sini sekarang.


Tapi meski Eun Bo mengatakan itu, matanya mengatakan bahwa ia tak ingin Kyung pergi.

Kyung yg tahu Eun Bo tak mau ia pergi berkata, bahwa ia tak bisa pergi begitu saja.

Kyung memegang tangan Eun Bo dan membawanya pergi.


Kyung dan Eun Bo berkuda bersama.

Eun Bo terlihat bahagia bersama Kyung.


Han Mo mengikutinya dari belakang.


Wal dan Jae Hwa minum bersama. Jae Hwa menanyakan kabar Eun Bo.

Wal : Ya begitulah.  Dia dalam situasi yang menyedihkan. Dia pasti hancur.

Jae Hwa : Selanjutnya, aku mendengar bahwa Raja adalah orang yang memilih putri menteri negara kiri.

Wal : Apakah itu benar? Kenapa dia bilang padaku untuk menemukan pelakunya?

Jae Hwa : Pelakunya?

Wal : Ya, pelakunya ... Aku telah mencari orang yang berada di balik pembunuhan itu selama prosesi akhir-akhir ini.

Jae Hwa : Apakah Yang Mulia telah mencari pelakunya?

Sadar keceplosan, Wal pun diam.

Wal lalu mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan bahwa Jae Hwa benar soal Raja. Wal yakin Eun Bo dicampakkan.


Eun Bo dan Kyung jalan-jalan di tepi sungai. Hari sudah pagi.

Eun Bo : Apakah anda di perbolehkan keluar begitu lama? Anda harus kembali.

Kyung : Apakah kau ingin meminjam perahu nelayan dan menyeberangi sungai?

Eun Bo : Aku takut air. Aku hampir tenggelam sekali ketika aku masih kecil.

Kyung : Tapi kau berada di kapal denganku terakhir kalinya.

Mendengar itu, Eun Bo kaget. Ia tahu yang dimaksud Kyung adalah kakaknya, Eun Ki.


Seorang nelayan di atas perahunya bertanya, apa mereka akan naik perahu?

"Jika tidak, mengapa kalian tidak mendapatkan ikan segar yang aku dapatkan pagi ini? Aku juga bisa menyalakan api untuk kalian panggang ikannya." ucap si nelayan.


Kyung menatap Eun Bo.

Kyung : Kau tidak lapar? Kau juga tidak makan malam.

Kyung lalu menatap si nelayan dan berkata, ia akan membeli beberapa ekor ikan.


Eun Bo mengambil satu tusuk ikan yang sudah matang dan memberikannya ke Kyung.

Kyung terlihat kaget karena baru pertama kali makan ikan dengan cara seperti itu.

Kyung : Pernahkah kau makan dengan cara seperti ini sebelumnya?

Eun Bo : Ayahku suka memancing. Aku biasa ikut dengannya saat masih bocah.

Kyung mencobanya.

Kyung : Ini enak.


Eun Bo mengambil satu tusuk lagi dan memberikannya ke Han Mo.

Han Mo menolak.

Han Mo : Tidak, terima kasih. Aku ...

Kyung : Ambillah. Kau juga belum makan.

Han Mo pun menerimanya.


Kyung lalu bercerita ttg Yi Soo.

Kyung : Tuan Kang Yi Soo pernah memberitahu padaku. Daripada membaca sendiri terjebak di dalam ruangan, dia lebih suka mengobrol dengan orang dan memakan ikan dengan mereka sebanyak mungkin. Dia mungkin menulis Teori Pencerahan untuk orang-orang itu juga.

Eun Bo kaget Kyung tahu soal buku itu.

Eun Bo : Apakah anda tahu tentang buku itu? Namun anda masih mencoba menyelamatkan ayahku?

Mata Eun Bo mulai berkaca-kaca.

Kyung : Aku tidak setuju dengan semua yang ada di buku itu, tapi itu berisi kebaikan dan ketulusan seperti karakternya.


Eun Bo buru2 memalingkan wajahnya karena tangisnya sudah mau jatuh.

Agar tak tangisnya tak jatuh, Eun Bo mengambil ikannya dan memakannya.

Kyung tersenyum menatap Eun Bo.


Kyung lalu mengulurkan tangannya dan membersihkan bibir Eun Bo.

Eun Bo kikuk, tidak apa-apa, Aku akan melakukannya.

Kyung : Kau bahkan tidak tahu di mana itu.

Tapi Kyung malah menyentuh pipi Eun Bo dan meninggalkan noda hitam disana.

Kyung lalu tertawa melihat pipi Eun Bo.

Eun Bo : Ada apa?


Eun Bo lalu memegang pipinya dan terkejut melihat noda hitam di jarinya.

Eun Bo : Yang Mulia.

Kyung tertawa.


Han Mo senang melihat Kyung tertawa.


Kyung lalu memuji Eun Bo. Ia bilang Eun Bo cantik.


Eun Bo tiba2 mengantuk. Ia tertidur dan menjatuhkan kepalanya ke bahu Kyung.

Kyung tersenyum melihatnya.


Kyung lalu berbisik pada Han Mo, meminta selimut.

Han Mo mengerti dan langsung pergi.


Kyung lalu memegang pipi Eun Bo.

Eun Bo terbangun.


Kyung lantas berniat mencium bibir Eun Bo. Namun saat bibir mereka hampir bersentuhan, Eun Bo pun menarik kepalanya dari bahu Kyung.

Keduanya salting.


Eun Bo : Yang Mulia, mungkinkah, anda pernah berpikir kalau aku telah berubah dari sebelumnya?

Kyung : Apa maksudmu?

Eun Bo : Jawab saja aku. Tidakkah anda berpikir kalau aku sudah berubah?

Kyung : Kalau dipikir-pikir soal itu, kau memang berubah. Kupikir kau baru saja menjadi seorang wanita, tetapi akhir-akhir ini, rasanya juga seperti kau masih bocah yang dulu. Kau tertembak dan mengalami pengalaman yang menyakitkan. Bagaimana kau bisa tetap sama?

Eun Bo : Jika demikian, apakah anda lebih menyukai aku yang sekarang lebih baik daripada ketika aku lebih feminin?

Kyung : Itu sesuatu hal yang konyol untuk dikatakan. Kau adalah orang yang sama seperti sebelumnya.

Eun Bo terdiam mendengarnya.

Kyung : Apakah ada yang salah?

Eun Bo : Tidak ada.


Eun Bo kemudian berdiri dan menyuruh Kyung kembali ke istana.

Eun Bo lalu beranjak pergi.

Kyung menatap Eun Bo.

Bersambung ke part 3....

Jadi begitulah gaes, rencana Heung Gyeon... Kasihan si Kyung,, dulu milih Eun Ki, eeh Eun Ki nya tewas ditembak Heung Gyeon. Skrng milih Eun Bo yg dikira Eun Ki, Heung Gyeon ngancem keselamatan Eun Bo. Milih Young Ji, dia bakal dibunuh kalo Young Ji udah melahirkan anaknya......

Tapi yakin sih, si Young Ji gk bakal punya anak dari Kyung.. Secara yg dicintai Kyung cuma Eun Bo.... Tp sy lebih pengen kalo si Young Ji dibuat mandul.

1 comment: