Sunday, January 29, 2017

I Have a Lover Ep 47 Part 2

Sebelumnya...


Hae Gang tampak sedang menenangkan seorang gadis kecil yang sedang sakit. Baju Hae Gan terkena muntahan gadis kecil itu. Hae Gang menepuk2 punggung gadis kecil itu sambil mensugesti gadis kecil itu dengan mengatakan bahwa gadis kecil itu baik2 saja. Hae Gang lantas membaringkan gadis kecil itu di kasurnya. Hae Gang kemudian tersenyum, menatap gadis kecil itu yang sudah mulai tertidur.

“Kau bisa berbaring di atas lenganku, sebagai bantal dan menggenggam tanganku dan tidur bersamaku dan memimpikan ibumu.” Ucap Hae Gang.

Seorang ajumma pun datang, ia ingin tahu apa kata dokter tentang penyakit gadis kecil itu. Hae Gang bilang, itu pneumonia tapi dia diperbolehkan pulang oleh dokter karena dianggap sudah sembuh. Ajumma itu lantas menanyakan apa hubungan Hae Gang dengan ibu gadis kecil itu.

“Kami satu sel. Napi 4288 memintaku datang ke sini. Kau tak punya cukup orang untuk menjaga anak ini. Pakaian Ha Na basah kuyub. Kalau boleh, aku ingin membelikannya pakaian juga.” jawab Hae Gang.

Seok menghubungi Jin Eon. Ia memberitahu Jin Eon bahwa Hae Gang sudah dibebaskan tengah malam tadi, tapi ia tak tahu Hae Gang ada dimana. Seok bilang sudah mencari ke rumah di Buamdong, tapi Hae Gang tak ada di sana. Jin Eon cemas. Seok lalu berkata, kalau ia memiliki nomor teman satu sel Hae Gang.

“Maaf sudah membuatmu mengkhawatirkan wanita yang tidak ada kaitannya denganmu.” Ucap Seok, sebelum menyudahi pembicaraan mereka.


Seol Ri diajak makan siang oleh rekannya, tapi Seol Ri bilang kalau dia membawa bekal makan siang. Pria itu pun kesal karena Seol Ri bicara tanpa menatapnya. Seol Ri menyuruh pria itu pergi karena pria itu hanya mengganggunya saja. Pria itu pun berkata, bahwa ia akan pergi membeli makan siang jadi Seol Ri harus menunggunya agar mereka bisa makan siang bersama. Terlihat jelas bahwa pria itu menyukai Seol Ri.


Lalu, pria pengantar air masuk dan menabrak pria yang menyukai Seol Ri tanpa sengaja. Pria yang menyukai Seol Ri pun marah dan langsung memaki si pria pengantar air. Pria pengantar air protes karena pria yang menyukai Seol Ri memanggilnya dengan sebutan pria pembawa air.


“Aku Geum Gang San. Aku ini bukan pembawa air, tapi Geum Gang San. Ayo kita pergi ke gunung Gang San, dengan 12 ribu puncak. Semakin kau memandangnya, semakin indah dan menakjubkan. Gunung yang bersalin pakaian warna warni setiap musimnya, namanya juga indah sehingga disebut Geum Gang. Saat kau bilang, disebut dengan Geum Gang, Geum Gang San yang indah itu, adalah namaku.” Ucap si pria pembawa air.

Seol Ri pun tersenyum geli mendengar ocehan pria pembawa air itu.  Sementara pria yang menyukai Seol Ri memanggil pria pembawa air dengan sebutan bodoh.

“Aku ini Geum Gang San, bukan bodoh.” Protes Gang San.


Seol Ri lantas melirik pria yang menyukainya itu, bukannya kau mau pergi membeli makan siang?


Pria yang menyukai Seol Ri pun bergegas pergi. Sementara Gang San, dia langsung tergagap saat melihat Seol Ri. Ia bahkan tidak sengaja menjatuhkan galon air yang sudah kosong saking gugupnya dan juga menjatuhkan galon yang berisi air sehingga membuat sepatu Seol Ri basah. Gang San pun bergegas meminjamkan sepatunya pada Seol Ri.


Di ruangannya, Jin Eon berusaha menghubungi Seok, tapi ponsel Seok sibuk terus. Itu membuat Jin Eon kesal.Tak lama kemudian, Hyun Woo datang dan ia langsung tanya kenapa Jin Eon memanggilnya.

“Baek Seok.” Jawab Jin Eon.

“Ada apa dengan Baek Seok?” tanya Hyun Woo.

“Singgahlah ke kantornya.” Suruh Jin Eon.

“Untuk melakukan apa?” tanya Hyun Woo.

“Tak seorang pun tahu keberadaannya. Dia terburu-buru keluar pada waktu tengah malam, tapi dia bahkan tidak pergi ke Buamdong.” Jawab Jin Eon.

“Siapa? Wanita itu? Wanita yang tidak ada kaitannya denganmu itu?” sindir Hyun Woo.


Jin Eon pun sewot,  Kau, singgahlah!

“Kau menyuruhku agar tidak menyebut-nyebut wanita itu, dengan mulutmu sendiri bahwa kau benar-benar tidak akan menemuinya, dengan mulut itu kau bilang dia tak ada kaitannya denganmu, dengan mulut itu kau tak mau menemuinya.” Ucap Hyun Woo

“Aku tidak berniat menemuinya. Aku tak akan pernah mau menemui wanita itu. Tapi? Aku berusaha menemukan keberadaannya dan apakah dia masih hidup atau mati. Di mana dia, apakah dia baik-baik saja dan mengapa dia menghilang? Aku hanya ingin memastikannya saja.” Kilah Jin Eon.

“Dasar kau ini.” ucap Hyun Woo.

“Aku tidak menemuinya. Aku tidak mau menemuinya. Aku tidak akan menemuinya!” jawab Jin Eon.


Hae Gang yang berada di teras sebuah restoran, berbicara dengan Seok di telepon. Ia menyuruh Seok mencari informasi tentang sebuah kasus kejahatan.Seok tak setuju dengan tindakan Hae Gang yang berencana masuk ke dalam restoran si pembunuh itu.

“Kalau begitu membiarkannya menjalani hukuman 12 tahun atas pembunuhan yang tidak dilakukannya? Aku harus membebaskannya dari perangkap itu. Anak perempuannya yang berusia 4 tahun sendirian di panti asuhan. Aku harus mengeluarkannya secepat mungkin. Jika dia semakin besar, sang ibu akan menjadi luka bagi si anak yang tak bisa dilenyapkan. Akan jadi selama-lamanya bagi sang anak dan ibu. Aku akan bekerja di sana selama 2 atau 3 hari, dan cepat-cepat keluar. Aku tidak akan tinggal lama.” Ucap Hae Gang.

“Berhati-hatilah.” Jawab Seok akhirnya.

“Aku tahu. Sudah dulu.” Ucap Hae Gang.


Selesai bicara dengan Hae Gang, Seok pun langsung menemui Hyun Woo yang sudah menunggunya. Hyun Woo menanyakan keberadaan Hae Gang pada Seok. Seok pun terpaksa memberitahu Hyun Woo rencana Hae Gang untuk menangkap si pembunuh dengan menyamar sebagai pelayan di restoran itu.


Hae Gang benar2 menjalankan niatnya menangkap si pembunuh. Ia menemui si pemilik restoran dan melamar pekerjaan di sana. Hae Gang berkata, jika si pemilik restoran bersedia mempekerjakannya selama 2 atau 3 hari dan merasa tidak puas, maka pria itu boleh memecatnya. Pria itu pun setuju.


Usai dari kantor Seok, Hyun Woo pun langsung menemui Jin Eon di kantor. Hyun Woo memberitahu Jin Eon bahwa Hae Gang ada di sebuah panti asuhan. Hyun Woo pun meminta Jin Eon mentraktirnya makan malam sebagai imbalan atas informasi Hae Gang.


Di restoran itu, Hae Gang tampak sibuk melayani para tamu. Tak lama kemudian, Jin Eon dan Hyun Woo datang. Namun Jin Eon sama sekali tidak menyadari keberadaan Hae Gang di sana. Hyun Woo mengedarkan pandangannya, mencari Hae Gang. Dan ia terdiam melihat Hae Gang yang lagi melayani tamu.


Pelayan lain mengantarkan Jin Eon dan Hyun Woo ke sebuah ruangan. Tak lama kemudian, Hae Gang pun masuk membawa teko teh. Hae Gang mematung melihat sosok Jin Eon di hadapannya. Jin Eon pun sama terkejutnya melihat Hae Gang yang bekerja sebagai pelayan di sana.

No comments:

Post a Comment