Wednesday, July 18, 2018

Ruby Ring Ep 53 Part 2

Sebelumnya...


"Jadi maksudmu temannya Chef Noh membawa kabur uangmu sebanyak 30 ribu dollar dan kau tidak bisa menghubunginya?" tanya Gilja.

Nenek mau bicara, tapi Geum Hee terus nyerocos mengatakan, kalau uang yang ia berikan adalah uang sewa untuk tokonya.

Gilja lantas bertanya mengenai surat kontraknya. Nenek hendak menjawab, tapi Geum Hee bicara duluan dan menunjukkan surat kontraknya.

Nenek pun kesal, Auto! Tidak bisakah kau diam! Chorim kaget mendengar teriakan nenek.


"Dalam kasus ini, aku minta maaf karena sudah membuatmu dalam masalah. Seharusnya aku datang membawa kabar baik." ucap nenek.

"Jangan berkata seperti itu, kami lah yang seharusnya meminta maaf." jawab Gilja.


"Aku minta maaf. Aku akan melakukan apapun untuk mengganti uangmu. Jang Geum Hee-ssi, tolong percaya padaku dan tunggulah." ucap Dongpal.

"Tentu saja, jika bukan dirimu, siapa lagi yang bisa kupercaya." jawab Geum Hee.

Mendengar itu, Chorim pun sewot.

"Hei, Ajumma! Kau tidak boleh mengatakan hal itu terhadap pria milik wanita lain!"

"Noonim!" sentak Dongpal, membuat Chorim langsung diam.

"Aku minta maaf. Aku pastikan aku akan mengembalikan uangmu. Jadi kumohon, bersabarlah." ucap Dongpal.

Dongpal lalu beranjak pergi. Chorim mengejar Dongpal.


Dongpal pulang ke rumah, ia mencari Daepung tapi Daepung sudah pergi. Ponsel Daepung juga tak aktif saat Dongpal berusaha menghubunginya.

"Harusnya aku tidak membiarkannya masuk dalam hidupku lagi!" sesal Dongpal.


Di kantor, Roo Bi masih meneliti berkas-berkas itu. Ia pun terkejut, karena itu bukan kali pertama. Ia juga ingat kata-kata manajer keuangan, kalau departemen pemasaran mengelola anggaran sendiri atas permintaan Roo Na.

"Roo Na menggunakan uang sebanyak itu untuk apa?" Roo Bi bertanya-tanya.

Tepat saat itu, Gyeong Min lewat. Ia tertegun melihat Roo Bi yang sibuk meneliti berkas-berkas itu.

Tak lama kemudian, Gyeong Min pun pergi. Tapi langkahnya tiba-tiba terhenti dan ia menoleh ke arah pintu kantor Roo Bi sembari memikirkan kata-kata Roo Na.

"Gomawo, Chagia. Tentang Roo Na, aku cemburu padanya karena aku sangat mencintaimu bahkan meskipun dia adikku. Wanita bisa cemburu, bahkan pada anaknya sendiri. Cintamu, aku ingin memilikinya seutuhnya." ucap Roo Na.

Ponsel Gyeong Min tiba-tiba berdering. Telepon dari In Soo. Dan Gyeong Min langsung pergi.


In Soo dan Gyeong Min ketemuan di klub. In Soo mengaku, ingin memberitahukan sesuatu pada Gyeong Min. In Soo ingin membicarakan soal Roo Bi dan Roo Na. Tapi belum sempat bicara, In Soo keburu dihubungi Roo Bi. Roo Bi meminta In Soo datang ke kantor. Ia mengaku, ingin membahas sesuatu karena hanya bisa mempercayai In Soo.

Gyeong Min pun memuji In Soo dan Roo Bi sebagai pasangan sempurna. In Soo balik bertanya, bagaimana dengan Roo Na dan Gyeong Min. Gyeong Min berkata, mereka masih harus banyak belajar.

Gyeong Min lalu menanyakan hal yang ingin dikatakan In Soo padanya. Tapi In Soo bilang, akan membutuhkan banyak waktu untuk membicarakannya jadi ia akan mengatakannya lain kali. In Soo kemudian beranjak pergi.


Begitu In Soo datang, Roo Bi langsung menceritakan temuannya. In Soo terkejut sekaligus penasaran untuk apa Roo Na melakukan itu. Roo Bi juga penasaran. In Soo lalu berkata, jika Roo Na menyuruh seseorang melakukan sesuatu yang licik, maka itu masuk akal.

Roo Bi pun mulai kepikiran seseorang.


Soyoung heran sendiri, kenapa Dongpal bisa berteman dengan penipu seperti Daepung. Gilja prihatin karena Dongpal yang tidak tahu apa-apa harus mengganti uangnya Geum Hee. Soyoung pun curiga, kalau Dongpal juga seorang penipu.

Chorim pun marah. Soyoung bergegas minta maaf.

"Komo, jangan cemas. Kita mengenal Dongpal dengan baik. Dia pria yang cerdas dan jujur." ucap Gilja.

"Aku tidak cemas." jawab Chorim. Tapi wajahnya jelas menyiratkan kalau ia cemas.


Roo Bi dan In Soo berdiri di atap gedung. Roo Bi berencana mengekspos penggelapan yang dilakukan Roo Na. In Soo tak setuju, ia takut Roo Bi terluka.

"Apa kau punya hak memberitahuku apa yang harus kulakukan sekarang? Kenapa kau terus berada di sisiku? Kenapa kau terus mengambil keuntungan untuk dirimu sendiri! Karena Roo Na menghancurkanmu? Aku juga merasakan kehancuran yang sama. Ani, 10 kali, 1000 kali lebih buruk. Bagaimana kau bertanggung jawab akan hal itu? Roo Na memanfaatkanku. Dia bukan hanya mencuri wajahku, tapi mencuri semua milikku. Dan kau memanfaatkanku juga." jawab Roo Bi.

"Roo Bi-ssi."

"Benar, aku Roo Bi. Bukan Roo Na. Setiap kali aku melihat cermin, aku melihat wajah licik Roo Na. Aku ingin merusak wajah ini. Kau tahu perasaanku! Setiap kali aku melihat kaca kemana pun aku pergi, aku ingin menghancurkan semuanya!"

"Aku akan mengatakan kebenarannya." ucap In Soo.

"Itu terlalu mudah." jawab Roo Bi.

"Roo Bi-ssi."


"Jangan katakan, kau akan melakukan yang terbaik semampumu. Karena aku tidak akan memaafkanmu. Aku tidak peduli walaupun aku harus menjadi monster atau iblis. Kau hanya perlu melihat bagaimana aku melakukannya. Aku lah satu-satunya orang yang berhak membuat keputusan." ucap Roo Bi, lalu beranjak pergi.

In Soo pun hanya bisa menghela nafas sambil menatap kepergian Roo Bi.

Bersambung........

No comments:

Post a Comment