Wednesday, July 18, 2018

Ruby Ring Ep 54 Part 1

Sebelumnya...


Roo Bi membasuh mukanya, lalu menghela nafas dan menatap ke cermin.

"Benar, tidak seorang pun tahu. Tidak satu pun tahu apa yang kurasakan. Jeong Roo Na, itulah kenapa aku membiarkanmu tahu. Meskipun dengan wajah yang kau curi dan kehidupanmu yang penuh kelicikan, aku akan membiarkanmu melihat seberapa jauh kau bisa jatuh. Tunggulah. Akan kubuat kau melihatnya." ucap Roo Bi, lalu kembali mencuci mukanya.


Di kantor, Roo Na dihubungi seseorang. Wajahnya seketika berubah kaget. Tak lama kemudian, Yeonho muncul di hadapannya. Ia pun langsung keluar.

Padahal Jin Hee sudah melarangnya pergi karena ada meeting. Tapi Roo Na minta Jin Hee menunda meetingnya sampai siang hari.

Setelah Roo Na pergi, Seokho langsung membahas Roo Na. Seokho yakin, ada sesuatu yang tidak beres. Hyeryeon pun menyahut, ia bilang saat Roo Na seperti itu, Roo Na langsung terlihat seperti orang berbeda.

"Hyeryeon-ssi." tegur Jin Hee.

Tak lama setelah Roo Na pergi, Roo Bi ikut pergi.


Di tangga darurat, Roo Na marah karena Yeonho minta uang lagi padanya. Tapi Yeonho tidak peduli. Ia bilang, ia butuh uangnya sekarang. Yeonho juga mengancam, akan memberitahu Gyeong Min jika Roo Na tak menuruti kemauannya. Roo Na pun meminta waktu dua hari. Tapi Yeonho hanya memberinya waktu sehari. Yeonho berkata, akan menunggu Roo Na di kafe samping kantor. Setelah itu, Yeonho beranjak pergi. Roo Na pun stress.


Tak lama kemudian, terdengar suara Roo Bi. Sontak, Roo Na kaget.

"Geu saram, Goo Yeonho machi? Kenapa kau bicara dengannya? Apa kau ada bisnis dengannya?" tanya Roo Bi.

"Ania, kami hanya kebetulan bertemu. Kau masih curiga, aku melakukan sesuatu pada pacarmu?" tanya Roo Na.

"Jika kau melakukannya, maka kau akan melakukannya. Jika tidak, kau tidak akan melakukannya. Tapi di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan. Aku merasa, ada sesuatu diantara kalian." jawab Roo Bi.

"Apa itu masuk akal? Jangan bersikap aneh." ucap Roo Na.

"Hidup ini selalu dipenuhi hal aneh." jawab Roo Bi, lalu beranjak pergi.

"Rubah nakal itu, kenapa dia selalu saja memprovokasiku." gerutu Roo Na.


In Soo yang tengah membahas sesuatu dengan rekannya, dihubungi Se Ra. Ia pun heran Se Ra mengajaknya makan siang tiba-tiba. Lalu,

In Soo cerita pada rekannya. Rekannya langsung memberitahunya soal gosip bahwa Se Ra menyukainya.

Tapi In Soo tidak percaya. Setelah itu, rekan In Soo membahas soal In Soo yang tidak kunjung menetapkan tanggal pernikahan.


Yeonho yang sedang bicara dengan seseorang di telepon, bertemu In Soo. In Soo penasaran, siapa lagi yang mau dihancurkan Yeonho kali ini. Yeonho lantas meminta maaf karena sudah menjebak In Soo dengan tuduhan penyuapan kemarin. Yeonho juga keceplosan, menyebut dirinya hanya menuruti perintah seseorang.


Se Ra yang sudah tiba di tempat makan siang duluan, berusaha menenangkan dirinya. Ia menghela nafas dan meyakinkan dirinya berulang kali kalau ia hanya mengajak In Soo makan siang, tidak ada motif lain.

"Motif lain apa?" tanya In Soo yang tiba-tiba nongol di depan pintu. In Soo tersenyum menatap Se Ra. Jantung Se Ra langsung lompat- lompat disenyumin In Soo seperti itu.

Se Ra lalu berkata, kalau In Soo harus membalas makan siangnya dengan meningkatkan penjualan.


Di restoran, Gilja heran karena Dongpal belum datang. Soyoung berkata, Dongpal akan datang nanti siang, tapi bisa juga dia tidak akan datang. Gilja bertanya alasannya. Soyoung pun bilang, karena uang 30 ribu dollar itu.

"Aku pikir dia akan mencari pinjaman." ucapan Soyoung. Soyoung juga berkata, mereka tidak bisa percaya sembarang orang di zaman sekarang.

Chorim pun kesal, karena harus Dongpal yang bertanggung jawab atas ulah Daepung.


Dongpal sendiri sudah datang. Ia duduk di depan pintu memikirkan uang sewa rumahnya serta uang Geum Hee yang hilang.


Tak lama kemudian, ia pun masuk ke dalam dan langsung bicara pada Gilja. Ia meminta Gilja, supaya tidak cemas. Dan setelah itu, ia masuk ke dapur.


Chorim menyusul Dongpal ke dapur. Setelah itu, ia mengajak Dongpal keluar.

Mereka bicara di taman. Chorim memeriksa wajah Dongpal dan ia sewot melihat wajah Dongpal yang kurusan.

"Kau seharian mencari pinjaman? Aku tahu, dia bukan orang baik saat aku melihatnya." sewot Chorim.

"Mianhae, noonim. Wang Daepung bukan orang yang jahat. Dia..."


Chorim tambah sewot karena Dongpal masih membela Daepung. Chorim lalu memberikan tabungannya. Chorim menyuruh Dongpal mengganti uang Geum Hee dengan uang tabungannya. Dongpal menolak. Mereka lantas berdebat.

"Dongpal-ssi, bukankah kita sudah dekat? Kau bilang, kita akan menikah. Kau bilang, kau mencintaiku. Jadi gunakan uang ini." pinta Chorim.

"Mianhae, noonim." jawab Dongpal.

"Melihatmu seperti ini, aku patah hati." ucap Chorim.

Chorim lantas menangis. Lalu setelah itu, ia bilang bahwa dirinya hanya mengambil 1 % dari bunga bulanan. Sontak, Dongpal kaget.


Gyeong Min dapat SMS tak dikenal yang menyuruhnya mengecek biaya anggaran yang dikelola tim pemasaran.

Tak lama kemudian, seketarisnya datang mengingatkannya sudah waktunya rapat.


Rapat pun dimulai. Jin Hee berkata, semua persiapan telah beres. Roo Na menyahut, bahwa dananya belum turun. Gyeong Min memeriksa proposalnya dan merasa ada yang aneh dengan laporannya. Roo Na beralasan, ada banyak perubahan dan variabel tidak terhitung di menit terakhir. Tapi Gyeong Min tetap kekeuh ingin melihat aliran dananya.

"Aku tahu maksudmu, tapi semua pesanan kami bisa dibatalkan jika dananya belum turun juga." ucap Roo Na.

"Kalau begitu, beri aku dokumen yang berkaitan dengan konser ini." jawab Gyeong Min.

Mendengar itu, Roo Na pun marah. Ia menuding Gyeong Min tidak mempercayai dirinya. Gyeong Min pun langsung memberikan tatapan tajamnya. Roo Na langsung gugup.


Di ruangannya, Gyeong Min minta penjelasan Roo Na atas sikap Roo Na tadi. Tapi Roo Na yang tak mampu menjelaskannya, menolak menjelaskannya. Gyeong Min terus meminta penjelasan Roo Na, kenapa Roo Na tidak bisa menjaga sikap di depan para staff.

"Lalu bagaimana denganmu? Apa harga diriku tidak penting? Melihatmu begini, membuatku merasa kau seperti sedang menjaga anakmu." jawab Roo Na.

Mereka berdebat lagi. Hingga akhirnya, Roo Na yang sudah tidak tahan lagi, memilih pergi dari ruangan Gyeong Min.


Di depan ruangan Gyeong Min, Roo Na bertanya-tanya kenapa Gyeong Min mendadak ingin melihat aliran dananya. Ia pun curiga, Gyeong Min sudah mencurigai sesuatu.

Bersambung ke part 2....

No comments:

Post a Comment