Skip to main content

Ruby Ring Ep 60 Part 2

Sebelumnya...


Geum Hee membelikan Daepung makan siang. Daepung makan dengan lahap. Bahkan, ia sampai bersendawa dengan keras begitu selesai makan.

"Kuharap, kita akan bertemu lagi." ucap Geum Hee.

"Kau tidak akan menuntutku?" tanya Daepung.

"Dongpal sudah mengganti uangku." jawab Geum Hee.

"Dongpal? Darimana dia mendapatkan uang?" kaget Daepung.

"Kau yakin, kalian sekolah hukum bersama? Kau pasti tahu kan hukuman menipu seseorang. Di universitas mana?" tanya Geum Hee.

"Di universitas nasional." jawab Daepung.


Tuan Bae terkejut mengetahui salah satu dari produk terbaru mereka yang akan mereka rilis adalah idenya Roo Bi. Se Ra pun memuji skill Roo Bi. Se Ra lantas menyuruh ayahnya mengajak Roo Bi makan siang. Tuan Bae langsung setuju dan menyuruh Se Ra menghubungi Roo Bi.


"Roo Na-ssi, jangan terlalu gugup. Jangan menganggapnya sebagai Presdir, tapi anggap dia sebagai ayah mertua kakakmu." ucap Se Ra.

"Kudengar, produk baru yang akan segera kita rilis adalah idemu. Kau sangat hebat." puji Tuan Bae.

"Ini semua berkat anda, Presdir Bae. Aku juga mendapatkan kesehatanku kembali berkat anda." jawab Roo Bi.

"Aku mendengar selentingan, bahwa dulu kau adalah seorang reporter. Apakah kau diam-diam mempelajari pemasaran?" tanya Tuan Bae.

"Itu adalah sesuatu yang kupelajari sebagai minatku." jawab Roo Bi.


"Jadi karena itu Na In Soo PD menentang tawaranku mempekerjakanmu sebagai host menggantikan Roo Bi.  Roo Na sangat cocok dengan kamera, jadi aku memintanya menjadi host kita tapi saat aku bicara pada tunangannya, dia menentangnya." ucap Se Ra.

"Na PD pasti sudah memperkirakan hal ini." jawab Tuan Bae.

"Tapi aku bukan Jeong Roo Bi. Aku hanya putri kedua dari pemilik restoran ayam." ucap Roo Bi.

Sontak, Se Ra dan Gyeong Min terkejut mendengar jawaban Roo Bi.

"Roo Na-ssi, kenapa kau bicara seperti itu?" tanya Se Ra.

"Aku minta maaf." jawab Roo Bi. Roo Bi lalu menanyakan kabar Roo Na pada Gyeong Min.


Di kantor, Jin Hee, Seokho dan Hyeryeon sedang sibuk saat Roo Na datang membawakan kue dan kopi untuk mereka. Roo Na terkejut melihat Roo Bi tidak ada di sana.

"Jeong Roo Na-ssi masih rapat?" tanya Roo Na.

"Presdir Bae memanggilnya. Mereka pergi makan siang. Adikmu menjadi maskot departemen pemasaran kita." jawab Jin Hee.

"Kenapa?" tanya Roo Na.

"Aku tidak tahu. Dia ditelpon Wakil Presdir Bae dan langsung pergi." jawab Jin Hee.

Tak lama kemudian, Roo Bi datang dan Roo Na langsung mengajaknya bicara.


Mereka bicara di atap.

"Kudengar, kau makan siang dengan Presdir." tanya Roo Na.

"Dia ingin bertemu denganku." jawab Roo Bi.

"Kenapa ayah mertuaku ingin bertemu denganmu?" tanya Roo Na.

"Tanyakan saja padanya." jawab Roo Bi.

"Kudengar kau hamil. Itu benar?" tanya Roo Bi.

"Kau pikir aku bohong?" tanya Roo Na.

"Chukkae." jawab Roo Bi.

"Kedengarannya kau tidak tulus memberiku ucapan selamat." ucap Roo Na.

"Kau benar." jawab Roo Bi yang sontak membuat Roo Na kaget.


"Sebagian besar pasangan memiliki anak setelah menikah. Aku tidak melihat apa masalahnya." ucap Roo Bi lagi.

"Semalam, kau minum dengan suamiku?" tanya Roo Na.

"Kenapa? Dia bilang, semalam minum denganku? Ini aneh, aku tidak tahu apapun tentang dirimu tapi Gyeong Min sangat bersemangat karena akan menjadi ayah. Aku penasaran dengan siapa dia minum. Mungkin ada sesuatu yang diam-diam dia khawatirkan. Atau mungkin itu minuman perayaan. Bersikap baiklah dengannya. Berhentilah mencurigainya dan membuatnya tertekan sepanjang waktu. Pikirkan kesehatan bayimu." jawab Roo Bi.


"Jaga bicaramu." ucap Roo Na.

"Biar kuurus pekerjaanmu di kantor. Kau fokus saja pada Gyeong Min dan bayimu. Jika aku ada di posisimu, aku akan senang jadi kenapa kau begitu acuh?" jawab Roo Bi.


Roo Bi lalu beranjak pergi. Roo Na pun langsung merasa ada yang tidak beres dengan Roo Bi.

"Mungkinkah ingatannya sudah kembali?" tanya Roo Na.

"Tapi aku tidak perlu khawatir lagi sekarang. Aku memiliki anak Bae Gyeong Min, pewaris Group JM." ucapnya lagi.


Roo Na ke ruangan Gyeong Min. Ia mengaku, ingin menunjukkan sesuatu pada Gyeong Min.


Di kantornya, Roo Bi melamun sampai-sampai dia tidak mendengarkan panggilan Jin Hee. Jin Hee pun mengambil dokumen dan memberikannya pada Roo Bi.

"Jeong Roo Na-ssi, apa yang kau pikirkan?" tanya Jin Hee.

"Aku minta maaf." jawab Roo Bi.

"Hasil purwarupanya sudah keluar, jadi pergilah dan bahas ini dengan Wakil Presdir Bae." suruh Jin Hee.


"Apakah ada sesuatu yang mengganggu Roo Na belakangan ini?" tanya Jin Hee.

"Kau melihatnya juga? Dia tampak cemas dan stres." jawab Seokho.

"Kau sepertinya tertarik pada Roo Na." ucap Jin Hee.

"Hanya sebatas rekan kerja. Aku hanya tertarik pada satu rekan kerja saja." jawab Seokho sambil melirik

Hyeryeon yang diam saja.

Mengetahui Seokho meliriknya, Hyeryeon pun langsung berkata bahwa dirinya baik-baik saja. Jin Hee tertawa melihat tingkah mereka berdua.


Roo Bi masuk ke ruangan Gyeong Min tepat saat Roo Na hendak mendengarkan sesuatu pada Gyeong Min. Ia pun terkejut melihat ada Roo Na di sana. Begitupun dengan Roo Na.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Roo Na.

"Pekerjaan dan ini bukan urusanmu." jawab Roo Bi.

"Bukan urusanku? Aku masih atasanmu!" ucap Roo Na.

"Aku datang untuk menjelaskan hasil purwarupa pada anda, Wakil Presdir." jawab Roo Bi.

Roo Bi lalu menatap Roo Na.

"Kau disini sebagai atasanku atau istri Wakil Presdir? Seseorang memberitahuku, bahwa hal-hal pribadi dan pekerjaan harus dipisahkan." ucap Roo Bi.

"Roo Bi-ya, aku tidak tahu apa masalahnya tapi aku akan melihatnya setelah aku pulang." jawab Gyeong Min.

"Ini penting, Yeobo. Kau harus melihatnya sekarang. Kau juga mau melihatnya, Roo Na-ya? Ini akan sangat menyenangkan." ucap Roo Na.


"Apa yang coba kau lakukan Jeong Roo Na?" tanya Roo Bi dalam hatinya.

"Lihat baik-baik, Jeong Roo Bi. Lihat apa yang kudapatkan. Ini adalah sesuatu yang tidak akan pernah kau miliki. Lihatlah baik-baik." jawab Roo Na dalam hati.


Ternyata, Roo Na memperlihatkan hasil USGnya pada Gyeong Min.

"Ini uri agi. Lihatlah, ini rahimku dan ini jantung bayi kita." ucap Roo Na.

"Simjang uri agi?" tanya Gyeong Min kaget.

"Sebelum aku melihat ini, aku tidak percaya. Tapi ini benar, Gyeong Min-ssi. Ini uri agi. Kau akan segera menjadi ayah." jawab Roo Na.


Melihat itu, Roo Bi pun terluka.


Sekarang, Roo Na sudah keluar dari ruangan Gyeong Min. Ia berjalan di lorong sambil mengelus perutnya.

"Anak ini akan mewarisi sayapku yang hilang. Dan kemudian aku akan bisa terbang lagi. Karena semua ini bisa menjadi milikku. Tidak, semuanya sudah menjadi milikku. Dengan latar belakang ini, aku Jeong Roo Na, bisa dengan mudah masuk ke dunia politik." ucap Roo Na dalam hati.


Roo Bi sendiri sangat terpukul.

"Semuanya sudah selesai. Dia memiliki bayi Gyeong Min. Jeong Roo Na, bagaimana bisa kau mengandung bayi Gyeong Min. Berani-beraninya dirimu." ucap Roo Bi dalam hati.

Bersambung ke part 3.....

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...