Monday, November 19, 2018

Hide and Seek Ep 23 Part 2

Sebelumnya...


Pimpinan Moon berterima kasih karena Chae Rin sudah menyajikan makan malam yang lezat.

Chae Rin berkata, bahwa semua makanan itu dimasak oleh bibi dan ia hanya sedikit saja membantu bibi.

Chae Rin lalu melihat kumpulan pulpen yang ada di atas meja.

"Melihat kalian bersama, mengingatkanku pada masa lalu. Ini mengharukan." jawab Pimpinan Moon.


Chae Rin lantas menoleh ke arah lain. Melihat itu, Jae Sang curiga Chae Rin sedang mencari sesuatu. Chae Rin pun berdalih, bahwa ia sedang memikirkan makanan penutup.

Chae Rin kemudian bangkit dan mengaku akan mengambil makanan penutup. Jae Sang tampak curiga.


Di luar, Chae Rin bertemu bibi yang hendak membawakan makanan penutup. Ia lantas mengambil makanan penutup itu dari tangan bibi dan menyuruh bibi istirahat.


Setelah bibi pergi, Chae Rin pun mulai beraksi.

Ia membuka laci meja dan memeriksanya satu per satu.

Tapi Jae Sang mendadak muncul dan tidak sengaja melihat Chae Rin.

Jae Sang pun bertanya, apa yang sedang dicari Chae Rin. Ia yakin, Chae Rin tengah mencari sesuatu.

"Kurasa antingku terlepas." jawab Chae Rin.

"Keduanya ada di telingamu." ucap Jae Sang.

"Aneh sekali, tadi sepertinya hilang." jawab Chae Rin, lalu mengajak Jae Sang minum teh.

Chae Rin pun berjalan duluan ke kamar Pimpinan Moon.


Jae Sang mengantar Chae Rin ke apartemen Eun Hyuk.

Begitu Chae Rin turun dari mobil, Eun Hyuk langsung menghampirinya.

Jae Sang menatap kesal Eun Hyuk.

"Kita bertemu lagi, sudah kuduga. Kenapa tidak terpikir olehku kalian tinggal bersama. Sekarang dia pacarmu."

Eun Hyuk mengajak Chae Rin masuk. Ia memegang tangan Chae Rin, tapi Jae Sang langsung menahan Chae Rin dan memegang tangan Chae Rin juga.

"Aku akan sangat bermurah hati dan menghormati hubungan kalian. Aku tidak akan memintamu segera mengakhiri semuanya. Tapi tetap saja ini salah. Tidak bisakah kau lebih menghormatiku?" tanyanya pada Chae Rin.

Jae Sang lalu menyuruh Eun Hyuk melepaskan tangan Chae Rin.


Eun Hyuk pun berkata, akan melepaskannya setelah Jae Sang melepaskan tangan Chae Rin.

"Kau merasa lebih hebat sekarang?" tanya Jae Sang kesal.

Ia pun melepaskan tangan Chae Rin.

"Puas? Lepaskan tanganmu sekarang!"

Tapi Eun Hyuk tetap menggenggam Chae Rin.

Melihat itu, Jae Sang tambah marah dan mencengkram kerah Eun Hyuk.

"Kuperingatkan. Jika kulihat kau memunggungiku sambil memegang tangannya lagi, aku akan membunuhmu." ancamnya.

Jae Sang juga menyuruh Chae Rin berhati-hati jika tidak mau Eun Hyuk terluka. Terpaksalah, Chae Rin melepaskan tangannya.


Setelah itu, Jae Sang menyuruh Eun Hyuk masuk ke mobilnya dan mengajaknya bicara.

Jae Sang dan Eun Hyuk bicara di bar. Jae Sang mengatakan, bahwa ia tahu Chae Rin hanya berpura-pura berpaling darimu. Ia juga menuding Eun Hyuk dan Chae Rin ingin menguasai Makepacific bersama.

"Lalu kau tahu kenapa aku membuka kartuku? Apapun rencananya, dia datang menemuiku dengan karangan bunga dan memasak untukku di hari ulang tahunku. Luar biasa bisa melihatnya duduk di dekat Pimpinan Moon. Aku menyadari seperti itulah kebahagiaan." ucap Jae Sang.

Jae Sang lalu bertanya, apa Chae Rin pernah memasak untuk Eun Hyuk di hari ulang tahun Eun Hyuk.

Ia lantas memanasi Eun Hyuk dengan mengatakan, bahwa mereka pernah melakukan sesuatu walaupun pernikahan mereka palsu.

"Diam." suruh Eun Hyuk.

"Lihatlah, kau juga tidak tahan mendengarnya maka jangan berlagak lagi." jawab Jae Sang.

Kesal, Eun Hyuk pun mencengkram Jae Sang dan menyuruh Jae Sang diam.

"Cintailah dia sebisamu tapi wanita jaman sekarang mengejar hal praktis. Uang mengalahkan cinta." ucap Jae Sang, lalu menyingkirkan tangan Eun Hyuk darinya.


"Itu keinginan anda. Min Chae Rin berbeda. Dia pada akhirnya akan berada di sisiku." jawab Eun Hyuk, lalu beranjak pergi.

Jae Sang tersenyum kesal.

"Jangan bermimpi. Kita lihat saja nanti siapa yang pada akhirnya akan tertawa."


Paginya, Nyonya Park keluar dari kamarnya dengan buru-buru. Ia berniat mencari Soo A.

Tapi Nyonya Na melarangnya mencari Soo A dan menyuruhnya mengkhawatirkan perusahaan.

"Soo A lebih penting dari perusahaan." jawab Nyonya Park, lalu beranjak pergi.


Tak lama setelah Nyonya Park pergi, bibi juga pamit pada Nyonya Na untuk belanja.

Nyonya Na sontak khawatir. Ia takut kalau-kalau Bu Kim tiba-tiba muncul saat ia tengah sendirian.


Benar saja, Bu Kim memang muncul dan melihat Nyonya Park serta bibi pergi.

Setelah mereka pergi, Bu Kim pun menyusup ke dalam rumah.


Nyonya Na di ruang tengah. Seseorang datang dan memijit bahunya.

Nyonya Na pikir, yang memijitnya bibi tapi saay dia menoleh dia pun terkejut dan langsung berdiri begitu melihat sosok Bu Kim.

Bu Kim tersenyum menyeringai padanya.


Nyonya Na yang ketakutan, langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintu. Ia mengancam, akan memanggil semua orang jika Bu Kim tidak mau pergi.

"Tidak ada siapa-siapa disini. Nyonya Park pergi dan bibi pergi ke toserba." jawab Bu Kim.

Bu Kim lantas mengambil kunci dari dalam kantong mantelnya dan membuka pintu kamar Nyonya Na dengan kunci itu.

Nyonya Na sontak melangkah mundur. Ia bergegas mengambil ponselnya dan memanggil polisi. Tapi Bu Kim cepat-cepat merebut ponselnya.

Bu Kim pun berkata, bahwa Nyonya Na tidak bisa berlagak tidak tahu semuanya. Ia mengaku, terpaksa membawa putrinya masuk ke rumah itu dan membiarkan putrinya menderita untuk membalas Nyonya Na.

Nyonya Na pun bersumpah, tidak akan memberikan Makepacific selama ia masih hidup.


Mendengar itu, Bu Kim pun mengajak Nyonya Na mati. Tapi Nyonya Na menyuruh Bu Kim mati sendirian.

"Kau yang pendosa, bukan aku." ucap Nyonya Na.

"Kaulah yang memulai semuanya. Jika bukan karena kau, semua ini tidak akan terjadi!" jawab Bu Kim.

"Tamatlah riwayatmu. Aku sudah memanggil polisi." ucap Nyonya Na.

"Aku akan membunuhmu sebelum mereka datang." jawab Bu Kim.


Bu Kim lantas berusaha mencekik Nyonya Na.

Tapi tepat saat itu, terdengar sirine polisi. Bu Kim pun langsung kabur.


Seketaris Jae Sang menyajikan teh untuk Chae Rin.

Ya, Chae Rin sedang menunggu Jae Sang di ruangan Jae Sang.

Seketaris Jae Sang berkata, bahwa Jae Sang sedang rapat dan rapatnya agak lama.

"Jangan khawatirkan aku." jawab Chae Rin.


Begitu seketaris pergi, Chae Rin pun langsung memeriksa meja Jae Sang. Ia memeriksa laci serta kumpulan pulpen di atas meja tapi tidak menemukan alat perekam itu.

Chae Rin pun bingung.


Tak lama kemudian, Jae Sang datang dan kaget melihat Chae Rin.

Chae Rin beralasan, hendak meninggalkan pesan karena Jae Sang sangat lama.

"Memangnya kita punya janji hari ini?"

"Aku mampir hanya untuk menyapamu." jawab Chae Rin.


Chae Rin berniat pergi, tapi Jae Sang menahannya.

Jae Sang lantas menatap curiga Chae Rin dan memegang dagu Chae Rin.

"Min Chae Rin, apa yang kau lakukan? Ini tidak seperti kau yang biasanya." ucapnya.


Bersambung ke part 3............

No comments:

Post a Comment