Wednesday, May 22, 2019

Different Dreams Ep 9-10 Part 3

Sebelumnya...


Fukuda dan Miki mampir ke kafe untuk minum teh dan makan kue.

Miki : Keluargamu yang lain di Gyeongseong?

Fukuda menjawab dengan kaku, tidak, di rumah, di Jepang.

Miki : Kau tahu kapan kue spons diperkenalkan di Jepang?

Fukuda : Tidak juga.

Miki : Di tahun 1600-an. Sudah lama sekali, bukan? Seorang Portugis membawanya ke Nagasaki.

Miki lantas meneguk tehnya dan berkata, Fukuda membosankan.

Fukuda : Maaf soal hari itu.

Miki : Siapa Young Jin?


Fukuda terkejut dengan pertanyaan Miki.

Miki : Tunanganmu?

Fukuda menyangkal, tidak.

Miki : Kalau begitu, wanita yang kau sukai?

Fukuda : Itu...

Miki : Tidak apa. Aku bisa memahaminya karena itu terjadi sebelum kita bertemu.

Fukuda bingung maksud ucapan Miki.


Matsuura dan Daiki menggeledah kelab tempat Hiroshi dan Taro minum2 semalam.

Mereka mencari botol minum yang diberikan Hiroshi kepada Taro.


Sementara Daiki sibuk mencari dibantu oleh para pelayan pria, Matsuura membuka pintu yang ada di depannya dan masuk ke dalam. Beberapa wanita mengintip Matsuura, tapi kemudian mereka lari histeris. Matsuura hanya tertawa melihat tingkah mereka.

Matsuura lantas melihat beberapa botol yang tergeletak di lantai. Ia langsung teriak, memanggil Daiki dan orang diluar dan menyuruh mereka memeriksa itu.

Tak lama, para pelayan itu menemukan kendi yang mereka cari.


Langsung saja, Matsuura menyerahkan kendi itu pada Ishida. Ia berkata, Taro meminum minuman di kendi itu sebelum meninggal dan yang memberikannya adalah Hiroshi. Ishida tegang. Matsuura menyuruh Ishida memeriksa kendi itu.

"Jasadnya sudah dikremasi." jawab Ishida, menolak.

"Botol ini buktinya. Botol ini belum dicuci, tapi pegawai akan membuktikan dari mana asalnya." ucap Matsuura.

"Jadi, maksudmu aku harus mencurigai atasanku sebagai pembunuh?" tanya Ishida.

"Kalau ditemukan racun di dalamnya, berarti bukan kecurigaan lagi. Masih bisakah kau  bekerja di bawah atasan seperti itu?" ucap Matsuura.


Matsuura kemudian pergi meninggalkannya.

Maru melihat Matsuura pergi bersama Daiki. Setelah itu, ia melihat Ishida yang galau.


Sampai diluar, Daiki tanya kenapa Matsuura terlalu mencurigai Hiroshi.

Matsuura : Aku punya firasat. Wakil Direktur Hiroshi tidak sebaik kelihatannya. Kau masih mengawasi istri Kim Seung Jin?

Daiki : Ya, dia masih diikuti.

Matsuura : Berarti sebentar lagi kita dapat kabar dari Manchuria.

Mereka beranjak pergi.


Dari kejauhan, Fukuda menatap keduanya dari mobilnya.


Majar tiba di Manchuria.

Saat melintasi pasar, ia ketakutan melihat beberapa Tentara Jepang.

Majar lalu mampir di sebuah warung. Pas lagi makan, Tentara2 Jepang itu nongol lagi. Sontak, Majar ketakutan dan langsung berhenti makan.

Majar terus menatap ke arah si Tentara Jepang. Melihat gerak gerik Majar yang mencurigakan, Tentara Jepang curiga.

Majar mau pergi, tapi dihentikan Tentara Jepang.


Gwang Sim melihat Majar ditangkap dari kejauhan. Ia pun langsung menyuruh rekannya menginformasikan pada Tae Joon.


Won Bong dan Nam Ok yang berdiri di luar, terkejut melihat rekan mereka kembali sendirian tanpa Gwang Sim dan Majar.

Pria itu memberitahu Tae Joon, bahwa Majar ditangkap Tentara Kwantung.

Won Bong yang mendengar itu langsung menatap Tae Joon.

Tae Joon : Majar-lah yang memindahkan dana Komintern. Teknisi bom dan dana Komintern.


Tae Joon, Won Bong dan Nam Ok langsung ke gudang senjata. Tae Joon memberikan senjata laras panjang pada Won Bong dan Nam Ok.

Young Jin melihatnya. Nam Ok pergi duluan. Won Bong mengambil dua senjata dan memberikannya pada Young Jin.

Young Jin diam saja.

Won Bong : Keduanya di tempat yang sama, jadi, kita harus pergi bersama.

Young Jin masih diam.

Won Bong : Kapalan di jari telunjukmu memberitahuku kalau kau bisa memakai pistol. Dokter biasa tidak akan memegang pisau seperti itu. Sekarang aku tidak peduli siapa kau.  Kau ikut atau tidak? Hanya itu yang aku mau tahu.


Young Jin terdiam, tapi berikutnya, ia menerima senjata itu.

Tae Joon tercengang melihat Young Jin.

Young Jin lalu menatap ke arah Tae Joon.


Sekarang, Tae Joon melihat Young Jin pergi bersama Won Bong, Nam Ok dan pasukannya untuk menolong Majar.

*Detik2 kematian Tae Joon ni gaes... Kim Tae Woo baru muncul padahal, udah dibikin koit aja...


Majar menjelaskan pada Tentara Kwantung kalau ia bukan orang yang mencurigakan. Ia bahkan mengaku sebagai orang Rusia dan berbicara menggunakan Bahasa Rusia. Tentara Kwantung itu menggeledah barang2 Majar dan mereka tidak menemukan apapun. Majar lega mengira dirinya akan lepas dari orang2 itu tapi kemudian ia terpengarah sama Tentara Kwantung berniat membawanya ke markas mereka.


Bersamaan dengan itu, Won Bong cs tiba di warung itu.

Won Bong melihat Majar dibawa oleh Tentara Kwantung dengan badan terikat.

Gwang Sim : Mereka akan membawanya kembali ke markas.

Won Bong : Ada tempat persembunyian di sekitar sana?

Gwang Sim mengangguk.


Won Bong lantas menatap ke arah Young Jin yang berdiri di belakangnya.

Young Jin menatap Won Bong dengan tegang.


Murai dan tentaranya menyerbu markas Tae Joon.

Para pemukim yang bermukim di sana, sontak berlarian menyelamatkan diri.

Istri Tae Joon langsung menggendong putri mereka dan lari ke belakang Tae Joon.


Tae Joon membeku, melihat Murai berjalan ke arahnya.

"Kau Yoo Tae Joon?" tanya Murai.

Tae Joon diam.


Seung Jin, Nam Ok, Young Jin, Gwang Sim bersembunyi di semak-semak, tempat tentara kwantung akan melintas. Tak lama, mereka melintas. Seung Jin dan Nam Ok mulai membidik. Tapi Young Jin diam saja. Nam Ok menatap Young Jin dan heran sendiri.


Para tentara Kwantung yang membawa Majar, berhenti sejenak ketika melihat Won Bong mendekati mereka sambil membawa senjata. Pemimpin mereka mengeluarkan tembakan peringatan. Won Bong mengabaikannya dan terus memacu kudanya ke arah mereka. Sontak, Tentara Kwantung itu langsung mengarahkan pistol mereka pada Won Bong. Tapi sebelum mereka menembak, Won Bong dan pasukannya sudah duluan menembaki mereka.


Won Bong turun dari kudanya dan mendekati Majar.

Won Bong : Majar-ah.

Majar bingung, kau siapa?


Salah satu Tentara Kwantung yang sudah terluka, ternyata masih hidup. Ia berdiri dan berniat menembak Won Bong tapi ia keburu ditembak oleh Young Jin.

Young Jin, Nam Ok dan Seung Jin kemudian beranjak mendekati Majar. Majar tambah bingung melihat mereka.


Gwang Sim dan rekannya juga berjalan ke arah Majar.

Gwang Sim dan Majar berpelukan.


Murai mengikat Tae Joon di sebuah kursi. Ia tanya, dimana uang itu disembunyikan Tae Joon.

Tae Joon : Tidak ada.


Karena Tae Joon tidak mau bicara, tentara Murai pun melepaskan tembakan ke arah orang2 Tae Joon.

Tae Joon marah, mereka tidak ada hubungannya.

Murai : Semakin kau keras kepala, semakin banyak yang tewas.

Murai lalu kembali menembaki orang2 Tae Joon yang tersisa.


Setelah itu, Murai mengancam akan membunuh istri dan anak Tae Joon jika Tae Joon tidak mau bicara.

Istri dan anak Tae Joon menangis menatap Tae Joon.


Tae Joon : Bunuh aku saja.

Murai : Rupanya uang itu lebih penting daripada anak istrimu. Inilah yang kau pilih. Yang kulihat kau sepertinya tidak mau bicara.


Sontak, istri Tae Joon langsung berdiri dan berusaha menyelamatkan putrinya.

Murai dan anak buahnya pun bergegas menghujani istri Tae Joon dengan tembakan.

Istri Tae Joon tewas seketika sambil memeluk erat putri mereka.


Murai kembali menatap Tae Joon.

Murai : Nyawamu akan menjadi pembayaran untuk perjalanan sia-siaku hari ini. 1.500 dolar untuk setiap peluru. Ada pesan terakhir?

Tae Joon : Mungkin 10 tahun lagi atau 100 tahun lagi, kau akan mendapatkan balasan atas semua tindak kejahatan yang kau lakukan.

Tae Joon kemudian tertawa dan Murai langsung menghabisinya.


Malam harinya, Won Bong cs baru tiba di markas. Mereka heran melihat tidak ada tanda2 kehidupan lagi disana.

Curiga, mereka bergegas masuk dan kaget menemukan orang2 mereka sudah tewas.

Won Bong menemukan tubuh Tae Joon. Ia memeriksanya. Tae Joon sudah tewas.

Mereka syok melihatnya. Seung Jin dan Majar menangisi kematian Tae Joon.


Young Jin mendengar suara putri Tae Joon yang memanggil2 sang ibu dengan suara lemas.

Young Jin pun langsung mencari sumber suara. Won Bong dan yang lain mengikuti Young Jin.

Young Jin menemukan gadis kecil itu berada di bawah pelukan ibunya.


Tangis Young Jin pecah seketika. Ia menangis pilu sembari memeluk gadis kecil itu erat2.

Sementara Won Bong marah besar.

Bersambung ke part 4...

No comments:

Post a Comment