Wednesday, May 22, 2019

Different Dreams Ep 9-10 Part 2

Sebelumnya...


Young Jin masuk ke ruangan tempat penyimpanan barang2 Tae Joon. Ia memeriksa barang2 Tae Joon satu per satu.

Terakhir, ia menemukan sebuah koper hitam yang terkunci. Young Jin mengeluarkan pisaunya dan mencoba membuka koper itu.

Tapi tiba2, ia menyadari kehadiran seseorang. Langsung saja, ia mengambil tindakan. Ia bersiap menikam orang itu tapi tangannya langsung berhenti melihat orang itu adalah Won Bong. Won Bong menatap tajam Young Jin.

"Kau mencari uang itu?" tanyanya. Young Jin terdiam. Ia tidak tahu harus berkata apa. Won Bong kemudian mengambil pisau Young Jin dan mengajak Young Jin pergi.


Nam Ok, Seung Jin dan Gwang Sim sedang main2 diluar.

Young Jin yang berdiri di depan jendela, melihat mereka, tertawa melihatnya.


Won Bong yang duduk di depan meja, memperhatikan Young Jin.

Young Jin : Aku ingin tahu kenapa Korps Pahlawan meninggalkan pemerintah sementara.

Won Bong : Kehancuran dimulai dari dalam. Masyarakat Seobuk versus Masyarakat Gihoheung. Lee Seung Man versus An Chang Ho. Kim Goo versus Lee Dong Hui.

Young Jin : Karena itulah semuanya pergi dan yang tersisa hanyalah Kim Goo.

Won Bong : Dialah yang memicu perselisihan itu. Uang yang kau cari itu... Karena uang itulah aku kehilangan temanku di tangan agen itu. Dengan 12 kali tembakan.

Young Jin : Aku berharap Tae Joon dan keluarganya aman. Tolong bujuk dia untuk pergi ke Shanghai.


Won Bong marah dan mendekati Young Jin.

Won Bong : Kau andal dalam memakai pisau. Sebenarnya siapa kau? Kalau mau bekerja sama, tidak boleh ada rahasia.

Young Jin : Aku hanya seorang dokter.

Won Bong : Hanya itu?

Young Jin : Ya.


Young Jin memakaikan kaus kaki ke anak Tae Joon. Young Jin bilang, gadis kecil itu tidak akan sakit kalau memakai kaus kaki.

"Kakak akan tinggal di sini?" tanya anak Tae Joon.

"Aku? Entahlah." jawab Young Jin, lalu tertawa manis.


Tae Joon tersenyum melihat interaksi mereka.

Kemudian, istri Tae Joon membawa gadis kecil mereka pergi.


Young Jin pun duduk di ayunan, yang diduduki gadis kecil tadi.

Tae Joon : Ada 86 partai gerakan kemerdekaan yang diketahui. Aku pernah berharap pada pemerintah sementara di Shanghai.

Young Jin : Aku yakin mereka akan bekerja sama dan menjadi lebih kuat. Aku tidak mau membela mereka, tapi ada satu hal yang pasti. Perubahan akan terjadi. Aku sadar diplomasi saja tidak bisa memerdekakan kita.

Tae Joon : Pemimpin Kim ingin aku ke Shanghai bersamanya. Itu idemu, bukan?

Young Jin : Aku mau kau bertemu dengan Kim Goo. Lalu kalau mungkin, mendapat perlindungan pemerintah sementara. Setelahnya baru pikirkan soal uang itu.


Tae Joon pun berdiri.

Tae Joon : Kita berangkat begitu Majar tiba. Aku akan memercayaimu.

Young Jin berdiri dan langsung tersenyum mendengarnya.


Dari kejauhan, Won Bong memperhatikan mereka dengan wajah penasaran.


Fukuda sampai di kantornya. Saat tengah berjalan di lobby, menuju ruangannya, ia dicegat Miki.

Fukuda awalnya bingung siapa Miki, tapi kemudian ia ingat siapa Miki.

Flashback...



Paginya, setelah mabuk-mabukkan semalam, Fukuda terbangun.

Miki yang duduk di depan meja rias, menyaa Fukuda.

Fukuda sontak kaget mengetahui ia ada di satu ruangan dengan seorang wanita. Ia pun cemas, kalau semalam, ia melakukan yang tidak2 ke Miki saat lagi mabuk.

Miki : Kau tidur seperti bayi, pulas sekali.

Fukuda yang malu, minta maaf dan langsung pergi.

Miki : Kita perlu bertemu lagi, Jaksa Fukuda.

Fukuda kaget, dan kemudian langsung pergi.

Miki tersenyum, manis sekali.

Flashback end...


Teringat itu, Fukuda pun jadi malu lagi. Miki tersenyum dan menatap wajah Fukuda dari jarak dekat.

Bersambung ke part 3....

No comments:

Post a Comment