Wednesday, May 22, 2019

Different Dreams Ep 9-10 Part 4

Sebelumnya...


Young Jin dkk membakar jasad teman2 mereka yang tewas dibantai Tentara Gwantung.


Lalu, Young Jin menaburkan abu mereka dari atas bukit.

Di belakang, Won Bong berdiri menatap Young Jin pilu.


Young Jin teringat masa kecilnya, saat orang tuanya dan seluruh rakyat Joseon dibantai Tentara Jepang di depan matanya. Saat Tentara Jepang hendak menebasnya dengan pedang, Hiroshi bergegas melepaskan tembakan peringatan untuk menyelamatkannya.

Hiroshi kemudian mendekati Young Jin. Ia menggenggam tangan Young Jin. Young Jin takut2 menatap ke arahnya.


Young Jin : Di hari aku menyambut uluran tangan ayah angkatku, aku mengunci jiwaku dalam sangkar kaca. Itu pilihanku untuk bertahan hidup. Entah sebagai orang Jepang atau sebagai orang Korea, demi bertahan selamanya...

Won Bong : Tidak ada yang abadi. Kau bisa mengakhirinya dengan kematian atau saat hidup. Pilihan ada di tanganmu. Kau mau bergabung dengan kami dan membalaskan dendam Dokter Yoo?

Young Jin menatap Won Bong dan mulai berpikir.


Roku, agen yang diselamatkan Murai, menghubungi Oda. Ia mengabari kematian Tae Joon. Ia lalu tanya, apa yang harus mereka lakukan pada Young Jin. Ia juga bilang, belum bisa melacak dimana uang itu.

Oda pun menyuruh Roku membiarkan Young Jin.

Roku : Aku akan menghubungi Anda sesampainya di Shanghai.


Lalu, Oda menyuruh seketarisnya, Se Na, memanggil Fukuda.


Won Bong cs sedang membahas rencana mereka untuk membalas dendam atas kematian Tae Joon.

Gwang Sim : Di sisi barat kamp penampungan, ada terowongan bawah tanah yang mengarah ke tempat perlindungan serangan udara.

Won Bong : Aku akan pergi dengan Young Jin. Seung Jin dan Majar akan mengurus bom. Milisi akan mengatasi masalah yang mungkin kita hadapi.

Mereka mulai bergerak.

Majar berkata, ia tak yakin berapa radius ledakan bom itu.

Nam Ok : Memang kau yakin akan meledak?

Majar : Bomku tidak pernah gagal.

Seung Jin mengajak Majar pergi.


Nam Ok mengambil senjata. Won Bong tanya, kenapa kali ini Nam Ok tidak menentang idenya.

Nam Ok : Kau tahu aku tidak selalu menentangmu.

Won Bong : Nam Ok-ah, aku hanya bertindak gegabah karena tahu ada kau yang mendukungku.

Nam Ok pergi.


Won Bong memberikan pistol pada Young Jin.

Won Bong : Kau siap?

Young Jin pun mengambil pistol itu.

Bersambung.....

No comments:

Post a Comment