Wednesday, June 12, 2019

Dan, Only Love Ep 3 Part 1

Sebelumnya...


Di episode sebelumnya, Dan datang tepat waktu, melindungi Yeon Seo dari lampu gantung yang meluncur ke arah Yeon Seo.

Dan melindungi Yeon Seo dengan sayapnya.

Yeon Seo terkejut melihat Dan.

Dan : Kau baik-baik saja?

Yeon Seo perlahan mengangguk.

Dan lantas menggendong Yeon Seo dan membawanya pergi dari sana.

Dan menginjak pecahan kaca dari lampu gantung, membuat telapak kakinya terluka.


Sementara diluar, Kang Woo panic usai mendengar suara lampu gantung yang jatuh dan pecah.


Dan mendudukkan Yeon Seo di sofa.

Dan : Kau terluka? Wajahmu memerah. Kau demam?

Yeon Seo melihat sayap Dan. Yeon Seo : Apa ini?

Sontak Dan kaget dan langsung mundur menjauhi Yeon Seo.

Yeon Seo tanya sekali lagi, apa ini?

Dan gugup, sa... sayap.

Yeon Seo : Kau...

Yeon Seo berdiri.

Yeon Seo : Benarkah kau...

Dan teriak, melarang Yeon Seo mendekatinya. Ia bilang, Yeon Seo akan terluka jika mendekatinya.

Yeon Seo : Aku sungguh tidak percaya.

Dan : Aku bisa menjelaskan. Jangan terkejut.

Yeon Seo : Lupakan. Tidak ada orang mesum yang bisa menjelaskan kemesumannya.

Dan bingung, apa?

Yeon Seo : Kau mengabaikan telepon dan radio panggilku karena memakai benda ini.

Dan : Aku tidak memakai apa pun...

Dan kemudian tersenyum lega karena Yeon Seo tidak menyadari itu sayap benerannya.

Dan kemudian permisi.


Yeon Seo menarik sayap Dan. Ia minta Dan melepaskan sayap itu.

Dan kesakitan sayapnya ditarik.

Yeon Seo : Sudah kubilang lepaskan benda ini!

Dan : Aku baru bisa melepasnya jika kau melepasku!

Yeon Seo : Aku baru bisa melepasmu jika kau diam. Ini jelek dan menjijikkan. Aku akan membakarnya.

Dan sewot sayapnya dibilang jelek.

Dan : Kau pernah melihat sayap yang besar, brilian, dan seindah ini?

Yeon Seo : Kau bicara kasar padaku?


Dan pun mendorong Yeon Seo ke sofa.

Dan : Jika kau bisa, begitu pun aku.

Yeon Seo : Sadarlah. Aku mempekerjakanmu.

Dan : Kau hanya tahu soal mempekerjakan, kontrak, dan hierarki. Kau terlalu bodoh untuk melihat keindahan.

Yeon Seo : Kau sudah selesai bicara?

Dan : Belum! Sayap ini tidak pantas disebut jelek oleh orang yang jiwanya mati, dasar berisik!

Yeon Seo : Kau lah yang jelek!


Dan beranjak pergi.

Di koridor, ia berhenti melangkah.

Dan : Benar. Semuanya sama bagi manusia, entah itu malaikat, monster atau orang mesum.

Dan lalu melihat pantulan dirinya di cermin. Sayapnya akhirnya menghilang.


Tak lama setelah sayapnya menghilang, Kang Woo masuk. Dan kaget melihat Kang Woo. Begitu pun Kang Woo.


Yeon Seo mengambil sayap Dan yang jatuh di lantai.

Tiba2, dia mendengar teriakan Dan memanggil namanya.


Yeon Seo bergegas keluar dan melihat Dan sedang gelut bersama seorang pria.

Dan menyuruh Yeon Seo memanggil polisi.

Kang Woo kesal Dan terus menindihnya.

Ia mendorong Dan dan balik menindih Dan.

Yeon Seo pun mengarahkan tongkatnya ke Kang Woo.

Yeon Seo : Siapa kau?

Kang Woo : Aku Ji Kang Woo. Aku direktur artistik Fantasia, Ji Kang Woo.

Yeon Seo : Kau Ji Kang Woo dari teater balet di New York?


Sekarang, Yeon Seo duduk di sofanya sambil membaca kartu nama Kang Woo.

Kang Woo yang berdiri di depan Yeon Seo, menyuruh Yeon Seo melaporkan kejadian itu pada polisi.

Yeon Seo : Aku akan mengurusnya, pergilah.

Kang Woo meraih ponselnya.

Kang Woo: Biar aku saja. Jangan merusak TKP.

Yeon Seo : Dengar, Pak Ji Kang Woo. Ini rumahku. Aku berhak sepenuhnya atas kejadian di sini.

Kang Woo : Apa yang kau takuti?

Yeon Seo : Bukan takut, tapi tidak suka diganggu. Orang-orang di sekitarku sangat ingin membicarakan aku. Pokoknya, pergilah.

Kang Woo : Aku akan membantumu.

Yeon Seo : Pergi saat kuminta adalah cara agar kau bisa membantuku.

Kang Woo mulai sebal, Lee Yeon Seo-ssi.


Dan tiba-tiba muncul dan Kang Woo pergi. Kang Woo membalas Dan dengan menyuruh Dan meminta maaf jika merasa bersalah dan menyesal.

Dan membela diri, kau berdiri di sana dan tampak mencurigakan.

Kang Woo : Tetap saja, bukan berarti kau bisa menyerangku seperti itu.

Dan : Kau terjatuh dengan mudahnya, jadi, aku merasa bingung.

Kang Woo : Aku tidak menyangka kau akan tiba-tiba menyerangku.

Dan : Jadi, kau pasti menang andai sudah bersiap?

Kang Woo : Kau bersama dia saat kaca jendelanya pecah?

Yeon Seo : Tidak.

Dan : Untuk memecahkan kaca jendela itu, kau harus berada di taman. Pelakunya bukan orang luar.


Yeon Seo langsung menatap Dan.

Yeon Seo : Tadi kau diluar, kan?

Kang Woo terus menyalahkan Dan.

Dan sewot dan mengajak Kang Woo berkelahi.


Yeon Seo berdiri dan menyuruh Kang Woo pergi.

Kang Woo kian kesal.


Dan pun langsung menatap Kang Woo dengan muka meledek sambil memberikan lengannya pada Yeon Seo.

Yeon Seo memukul lengan Dan.

Yeon Seo : Lupakan, kau berisik.

Yeon Seo pun pergi. Ia berjalan sambil bertumpu pada tongkatnya.



Yeon Seo berbaring di ranjangnya.

Ia memikirkan kejadian yang baru saja dialaminya.

Lalu ia ingat pertanyaan Kang Woo tadi, soal yang ia takuti.

Terakhir, ia ingat saat Dan menolongnya.

Yeon Seo bertanya2, siapa Dan sebenarnya? Lalu ia kembali menyebut Dan sebagai pria mesum yang gila.


Dan sedang mengobati kakinya. Lalu tiba2, luka di kakinya menghilang begitu saja.


Yeon Seo bangun dari tidurnya dan beranjak ke meja mengambil kotak obat.


Lalu ia membuka pintu kamarnya dan terkejut melihat Dan di depan kamarnya.

Yeon Seo : Kenapa kau disini?

Dan : Kenapa kau keluar?


Dan ternyata datang untuk memberikan Yeon Seo secangkir teh.

Dan : Minumlah. Ini teh chamomile. Aku tahu kau minum ini saat tidak bisa tidur. Aku membacanya. Tadi kau terkejut.

Yeon Seo : Nuga? Naega? Aninde.

Dan pun ingat tangan Yeon Seo gemetaran saat tadi mengancam Kang Woo dengan tongkat.


Dan : Kenapa manusia berbohong? Aku takut, aku gugup, aku membutuhkanmu. Mengatakan hal semacam itu tidak akan merugikanmu.

Dan lantas meletakkan gelasnya ke tangan Yeon Seo.

Dan : Minumlah ini, lalu tidur. Aku akan berada di sini sampai pagi. Untuk berjaga-jaga.


Yeon Seo masuk dan menutup pintu kamarnya.

Dan mendekatkan telinganya ke pintu.

Yeon Seo : Jangan berlebihan.


Yeon Seo lalu keluar lagi hanya untuk memberikan krim obat pada Dan.

Yeon Seo : Oleskan ini. Jangan datang terlambat karena lukamu.

Yeon Seo kembali masuk.

Dan tersenyum dikasih obat sama Yeon Seo.


Yeon Seo lalu duduk kasurnya dan menikmati teh dari Dan.

Lalu ia menatap ke arah pintu.


Dan sendiri duduk di depan pintu dan mengoleskan krim obat ke kakinya yang sudah sembuh sendiri.

Bersambung ke part 2......

No comments:

Post a Comment