Monday, June 10, 2019

Dan, Only Love Ep 2 Part 4

Sebelumnya...


Bu Jung ke kamar Yeon Seo saat Yeon Seo lagi memandangi cahaya bulan di depan jendela.

Bu Jung memberitahu, kalau Dan sudah pindah ke rumah mereka sekarang.

Yeon Seo mengerti dan menyuruh Bu Jung pergi.

Bu Jung : Kebalikan dari Pak Jo bisa jadi lebih baik... dari seseorang yang agak tapi tidak begitu menyukainya.

Yeon Seo : Aku tidak percaya itu. Omongan tentang boneka beruang dan sebagainya, aku tidak percaya.

Bu Jung : Tapi sebelumnya, kau mengatasi....

Yeon Seo : Meskipun begitu, semua itu ada dalam pikiranku, jad aku harus mengatasinya. Aku akan melakukannya sendiri.

Bu Jung : Lalu kenapa kau menerima Kim Dan-ssi?

Yeon Seo diam dan Bu Jung pun beranjak pergi.


Dan masih terlelap setelah semalaman begadang mempelajari apapun tentang Yeon Seo.

Dalam tidurnya, ia menggumamkan misinya.

Lalu, terdengar suara kokokan ayam yang ternyata adalah bunyi alarm.

Dan langsung bangun dan mencari2 dimana alarm itu ia taruh.


Sementara di kamar, Yeon Seo sibuk memencet tombol alarm sambil melihat jam.

Tak lama, Dan datang dengan wajah masih ngantuk.

Yeon Seo : Kau terlalu lambat. Kau harus muncul dalam satu menit.



Dan pun langsung membungkuk, memberikan lengannya. Dia lalu menguap lebar. Yeon Seo diam saja saat Dan memberikan lengannya.

Dan : Bukankah itu sisi kanan? Aku membaca bahwa kau selalu berdiri... di sisi kanan, jadi aku harus menawarkan lengan kiriku.


Yeon Seo berdiri dan berusaha jalan sendiri tapi dia jatuh.

Dan pun meminta Yeon Seo memegang lenganya.

Yeon Seo mulai memegang lengan Dan. Dan meringis ketika Yeon Seo mencengkram kuat lengannya.


Yeon Seo menyewa seorang pelatih untuk mengajari Dan bela diri. Dan beberapa kali dibanting oleh si pelatih.

Yeon Seo : Kau sangat buruk dalam hal ini.

Dan protes, mengapa seorang sekretaris harus belajar untuk melakukan ini?

Yeon Seo : Tolong ajari dia dengan baik. Tulang-tulangnya akan patah jika dia dan aku bertanding. Ajari dia teknik menjepit.

Dan dalam hatinya berkata, kalau ia dikutuk.

Dan : Tidak ada... satu ons cinta pada wanita ini.


Sekarang, Yeon Seo sedang memeriksa kebersihan pianonya.

Yeon Seo : Piano!

Pembantunya seketika datang dan Yeon Seo langsung memecatnya.


Yeon Seo lalu memeriksa lantai koridor. Ada beberapa helai rambut di sana.

Yeon Seo : Koridor!

3 pembantunya langsung datang.

Yeon Seo : Kau menyebut pembersihan ini? Lakukan lebih baik.  Bersihkan dengan benar!

Dan kesal dengan tingka Yeon Seo.


Yeon Seo kembali marah2 cuma karena pembantunya tidak dapat menambahkan kalori ke dalam makanannya dengan benar.

Yeon Seo menolak memakan makanan itu. Dia memanggil Dan dan beranjak pergi. Dan menatap semua makanan itu dengan tatapan ingin sambil memegang sendok dan sumpit.


Sekarang, mereka di taman. Dan menyuruh Yeon Seo mencium aroma bunga tapi Yeon Seo malah mencabut bunganya.


Dan sekarang, Dan duduk di jendela kamarnya sambil melingkari tanggal di kalender.

Dan :Tidak ada seorang pun di rumah ini yang mencintainya. Itu termasuk Aku. Tapi tunggu dan lihat. Apapun yang terjadi, aka kubuat kau jatuh cinta.


Ni Na menari di ruang pertunjukan. Kata2 Yeon Seo malam itu terngiang di telinganya, kalau ia hanyalah bayangan Yeon Seo.

Ni Na juga ingat kata2 Kang Woo tadi.

Ya, Ni Na terluka!


Ni Na terus dan terus menari, hingga akhirnya ia terjatuh karena kakinya terkilir.

Kang Woo datang dan menyebut dirinya bodoh.

Kang Woo lalu memeriksa kaki Ni Na.

Kang Woo : Kau ingin menghancurkan pergelangan kakimu!

Ni Na : Kau tahu apa artinya lain kali bagi seorang balerina? Aku tidak ingin melihat tarianmu, selamanya. Kau tidak akan berhasil. Kau tidak ingin memberiku kesempatan lagi. Kau sudah membuat keputusan.

Kang Woo : Ketika aku mengatakan lain kali, aku menepati janjiku. Aku tidak menutup-nutupi apapun.

Ni Na terdiam dan berkaca-kaca menatap Kang Woo.


Kang Woo pulang ke rumahnya dan melihat pohon keluarga Fantasia.

*Nah loh, bingung ni sy, marga Tuan Kim ini sebenarnya apa sih? Kim apa Geum? Di pohon Fantasia, ditulis Geum. Di Asianwiki sy baca, Kim.. Kalo emang dia ayah kandung Ni Na dan Roo Na, harusnya Geum dong... atau dia ganti marga ceritanya? Oke lah, mulai sekarang Tuan Kim kita panggil Geum ya.


Kang Woo menghubungi seseorang, menanyakan kabar Yeon Seo. Ia mendapat kabar Yeon Seo sudah bisa berjalan setelah mendapat seketaris baru.

Kang Woo lalu membuka sebuah kotak kecil yang berisi cokelat. Ia memakan cokelatnya dan bertanya2, haruskah ia mulai sekarang?


Paginya, Bu Choi sedang senam.

Pak Geum yang duduk di kasur sambil melipat bajunya, mengatakan, bahwa Bu Choi tak perlu khawatir karena Yeon Seo baru saja selesai dioperasi dan mengambil cuti 3 tahun.

Pak Geum : Tidak akan mudah baginya untuk kembali.

Bu Choi : Operasi itu! Bagaimana kau mengaturnya sehingga dia bisa menerima kornea setelah kecelakaan mobil?

Pak Geum : Aku tidak tahu bahwa Pak Jo menunjuknya... sebagai penerima. Kau tahu aku mencoba menghentikannya menerima donor saat dia mendapatkan pendonor.

Bu Choi : Menteri juga memberku tekanan soal dengan penglihatannya kembali. Maksudku, bagaimana jika dia meminta yayasan... karena dia bisa melihat sekarang?

Pak Geum : Kita harus mengembalikannya.  Awalnya miliknya.

Bu Choi makin sewot.


Ponsel Bu Choi berdering.

Bu Choi langsung keluar dan menjawab teleponnya.

Bu Choi : Kau sudah memeriksanya? Aku yakin kau menemukan sesuatu. Apa? Artikelnya masih ada? Maka kita harus membersihkannya untuknya.

 -Di Taman-


Yeon Seo : HYA!!

Para pembantu langsung berkumpul di taman.

Yeon Seo : Siapa yang bertanggung jawab atas taman hari ini? Aku baru saja menginjak kelopak basah, tergelincir, dan hampir

membuat kepalaku terbuka. Siapa yang bertanggung jawab?

Dan datang dan menyuruh Yeon Seo berhenti. Dan bilang, ia yang akan membersihkan taman.

Dan lalu menyuruh para pembantu masuk.

Yeon Seo makin sewot.


Yeon Seo mengingatkan Dan soal kontrak.

Dan : Aku belum menandatanganinya. Sementara kita ada di dalamnya, haruskah kita melihat hukum... karena terlalu sering menggunakan kekuasaan oleh majikan? Aku akan membahas setiap detailnya.

Dan lalu menyuruh para pembantu masuk.

Dan : Kau membenci matahari terbenam, bukan? Kau selalu marah saat matahari terbenam. Apa kau dicampakkan saat matahari terbenam? Apa kau melihat cinta pertamamu berselingkuh dibawah langit merah?

Yeon Seo : Ya, matahari terbenam selalu membuatku gila. Aku ingin membakar siapa pun yang aku lihat... dengan matahari yang terbenam! Puas!

Dan : Jika kau lebih baik jika melakukannya, kenapa tidak kau lakukan? Kau hanya bisa melupakan cinta dengan cinta lain. Mengapa kau tidak bertemu seseorang yang hebat... sebelum kau menjadi lebih gila? Ada pepatah ini juga. Bahkan jika kita berbicara dengan lidah para malaikat, bahkan jika kita mendapatkan seluruh dunia dan pengetahuannya, bahkan jika kita mengorbankan diri kita sendiri, tanpa cinta, kau tidak punya apa-apa.


Yeon Seo kesal dan menyuruh Dan membersihkan taman sampai bersih.

Dan mengambil sapu dan mulai menyapu dengan wajah kesal.


Kang Woo ke toko kue.

Yeon Seo membuka jendela. Malam itu hujan turun dengan deras.

Yeon Seo teringat pria yang ditemuinya di taman saat ia masih buta. Ia curiga pria itu Dan.


Dan masih menyapu dibawah derasnya hujan.

Dan : Hujan ini persis seperti Lee Yeon Seo. Tidak peduli berapa banyak aku menyapu, hujan ini... membuat lebih banyak kelopak jatuh. Singkatnya, itu tidak berguna. Semuanya sia-sia. Maksudku, dia tidak punya apa-apa yang bisa aku kerjakan. Jika dia menyukai sesuatu, aku bisa mulai dengan itu. Jiwanya seperti Sodom dan Gomora.


Sayap Dan tiba2 nongol.

Dan yang tidak sadar, terus menyapu.

Sampai akhirnya, ia melihat pantulan dirinya di cermin.

Dan panic sayapnya mendadak nongol dan makin panic ketika alarmnya berbunyi.


Di kamar, Yeon Seo terus memencet bel. Karena Dan tidak kunjung datang, ia akhirnya beranjak ke jendela dan melihat ke bawah tapi tidak menemukan Dan.

Dan ternyata ngumpet dibawah jendela.


Dan lalu masuk ke rumah. Tapi ia ngumpet saat melihat ada pelayan lain di dapur.

Setelah pelayan itu pergi, Dan langsung masuk ke kamarnya tapi dia tidak bisa masuk karena sayapnya nyangkut di pintu.

Dan akhirnya memiringkan tubuhnya agar bisa masuk ke kamar.

Dan berusaha mengeringkan tubuhnya agar sayapnya hilang. Tapi gagal.


Dan makin panic saat mendengar suara tongkat Yeon Seo mendekati kamarnya.

Diluar, Yeon Seo menekan hendel pintu, mau membuka kamar Dan tapi kemudian ia mendengar suara pecahan kaca.

Dan yang menahan hendel pintu juga kaget mendengarnya.


Yeon Seo memeriksa ke bawah dan melihat kaca jendelanya pecah.

Melihat pecahan kaca yang beserak di lantai, Yeon Seo langsung ingat kecelakaannya di atas panggung yang menyebabkan matanya buta.


Yeon Seo langsung jatuh. Ia ketakutan dan merangkak ke bawah lampu yang akan jatuh.

Bersamaan dengan itu, Kang Woo tiba di rumah Yeon Seo.


Yeon Seo mendongak ke atas. Tepat saat itu, lampu hiasnya meluncur ke arahnya.

Yeon Seo mengalihkan wajahnya.

Dan tiba2 datang dan melindungi Yeon Seo dengan sayapnya. Lampu hias itu jatuh dan pecahan kacanya berhamburan di sayap Dan.

Yeon Seo kaget melihat Dan.


Flashback....

Yeon Seo kecil menarik seorang anak laki2 yang hendak jatuh ke tebing. Yeon Seo lalu memeluknya.

Hujan deras turun saat itu. Anak kecil itu melepas pelukan Yeon Seo dan mereka pun saling bertatapan.

Flashback end...


Sekarang, kita kembali ke Yeon Seo dan Dan yang saling bertatapan dalam diam.

Bersambung....

No comments:

Post a Comment