Wednesday, June 12, 2019

Dan, Only Love Ep 3 Part 2

Sebelumnya...


Kang Woo tiba di apartemennya.

Ia turun dari mobilnya dan mengirimkan pesan pada seseorang, meminta informasi soal Dan.

Kang Woo lalu bertanya2, apa yang terjadi di rumah Yeon Seo sebenarnya.

*Nah loh, ngapain dia meriksa latar belakang Dan? Dia ini siapanya Yeon Seo sih? Yg sy tangkap, dia ni kek protektif banget gitu ama Yeon Seo. Untuk orang yang baru kenal, aneh aja gitu sikapnya.


Kang Woo lantas beranjak. Tapi ia menghentikan langkahnya seketika karena curiga ada seseorang yang mengikutinya.

Kang Woo tak peduli dan berjalan masuk. Dan benar saja, seseorang mengikutinya.

Kang Woo yang tahu diikuti terus berjalan.

Si penguntit terus mengikuti Kang Woo.

Beberapa saat kemudian, Kang Woo tiba2 berbalik dan memburunya. Sontak, si penguntit kaget dan langsung mencari tempat untuk sembunyi yang sayangnya tidak ada. Kang Woo menghampirinya. Si penguntit berbalik. Dia Ni Na. Ni Na cengengesan melihat Kang Woo.

Ni Na : Kau tinggal di lingkungan ini? Kebetulan sekali. Ada pangsit enak di dekat sini. Jadi, aku kemari untuk membelinya.


Kang Woo : Tapi tanganmu kosong.

Ni Na : Aku hendak membelinya.

Kang Woo : Kalau begitu, sampai jumpa.

Ni Na : Sampai jumpa.

Ni Na buru2 pergi tapi Kang Woo memanggilnya lagi dan mengajaknya makan malam.


Kang Woo mengajak Ni Na ke kedai ramen. Kang Woo tanya, kenapa Ni Na menunggunya.

Ni Na yang lagi makan, sontak tersedak, lalu berkata, itu hanya kebetulan. Ni Na juga berkata, kenapa Kang Woo sulit mempercayai seseorang.

Kang Woo : Tidak ada pangsit di dekat sini.

Ni Na tersedak lagi. Kang Woo pun menggeser gelasnya ke Ni Na. Ni Na langsung meneguk airnya.

Kang Woo : Orang-orang tidak bisa dipercaya dengan mudah.

Ni Na : Wae?

Kang Woo : Karena mereka lemah. Orang yang berharga meninggal terlalu cepat. Para pembohong egois berumur panjang. Mereka berkhianat dan melakukan perbuatan jahat. Aku tidak percaya siapa pun.


Ni Na : Sebagian orang menipu dan mengkhianati orang lain, tapi aku yakin satu dari 100 orang tidak akan melakukannya. Aku ingin mudah memercayai orang dan terus melakukannya. Aku juga ingin menjadi orang yang bisa kau percaya.

Kang Woo : Kau naif. Yeon Seo tidak naif.

Ni Na : Yeon Seo-reul mannaseoyo?

Kang Woo mengangguk.

Ni Na : Baguslah. Kita bertiga harus bertemu. Yeon Seo akan segera mulai berlatih Kita harus banyak membantunya.

Kang Woo : Kau tidak perlu membohongiku. Aku bosan dengan kemunafikan dan kepura-puraan.

Ni Na : Kenapa kau menganggap sikapku tidak tulus? Saat belajar di Rusia, aku tidak sabar bangun pagi karena bisa melihat tarian Yeon Seo.


Ni Na teringat saat ia melihat tarian Yeon Seo.

Ni Na : Dia bukti hidup bahwa dewa memang ada. Dewa membentuk tubuhnya dengan sangat hati-hati. Dewa memberinya banyak bakat. Aku sangat senang. Jika Yeon Seo bisa menari seperti dahulu, aku siap menjadi penari cadangannya. Itulah perasaanku yang sesungguhnya.

Kang Woo : Lantas, kenapa kau menemuiku? Kupikir kau ingin mengeluh soal tidak bisa menjadi penari utama.

Ni Na Sudah kubilang ini kebetulan.

Ni Na lalu permisi ke toilet.


Tak lama, Ni Na kembali ke mejanya. Ia mengambil krim dari tasnya dan memakainya. Saat itulah, Kang Woo melihat tangan Ni Na sedikit bengkak.

Kang Woo memeriksa tangan Ni Na.

Setelah itu, ia memeriksa wajah Ni Na.

Kang Woo : Syukurlah, kelenjar ludahmu belum bengkak. Geum Ni Na. Kau baru saja muntah, bukan?


Kang Woo meninggalkan kedai mie dengan wajah kesal.

Ni Na mengejar Kang Woo dan menjelaskan kalau ia muntah karena pencernaannya terganggu.

Kang Woo : Kau bilang ingin jadi balerina yang bisa kupercaya. Kau makan, lalu muntah. Kemudian makan berlebihan lagi. Aku sudah melihat banyak balerina yang kariernya berakhir karena anoreksia.

Ni Na berkaca-kaca dan meminta Kang Woo merahasiakan itu dari keluarganya, terutama dari kakaknya.

Ni Na : Dia akan menyalahkan dirinya dan sangat kecewa. Semua ini salahku. Jadi, marahlah kepadaku.

Kang Woo : Cemaskan dirimu sendiri dahulu. Haruskah aku memberitahumu cara menjadi balerina yang baik?


Kang Woo menarik Ni Na ke dekat pintu kaca.

Kang Woo : Jadilah egois. Utamakan dirimu sebelum orang lain.

*Kim Bo Mi ini emang kelewat kurus sih, pas banget dengan cerita dia anoreksia... Bukan cuma dia, Shin Hye Sun juga. Pas pake baju balet, nampak kali kurusnya. Btw, Kang Woo nyuruh Ni Na jd egois, takutnya entar si Ni Na beneran jd egois karena Kang Woo kalau bener dia ada perasaan ke Kang Woo.


Paginya, Yeon Seo berdiri di depan pintu. Ia beberapa kali berdehem, agar Dan membuka pintu tapi pintunya gak kunjung dibuka.

Yeon Seo pun berpikir Dan masih tidur. Saat mau menekan hendel pintunya, pintu terbuka dan Bu Jung keluar dari dalam. Bu Jung kaget melihat Yeon Seo.


Bu Jung : Kau sudah bangun, bukan? Ulangi lagi perkataanmu di telepon tadi.

Yeon Seo : Kau melihat ruang tamu saat naik kemari.

Bu Jung : Itulah sebabnya aku bertanya.

Yeon Seo : Tadi malam seseorang memecahkan jendela di ruang tamu dan lampu gantungnya jatuh.

Bu Jung tidak percaya dan mengira Yeon Seo habis mimpi.

Yeon Seo teriak, aku nyaris mati!

Bu Jung : Mimpinya pasti sangat jelas.

Yeon Seo : Aku punya saksi. Kim Dan.

Yeon Seo lalu teriak, KIM DAN!


Dan sendiri lagi menyuruh para pegawai berbohong.

Dan : Lampu gantung dan jendelanya baik-baik saja, bukan?

"Ya.Tidak terjadi apa pun." jawab para pegawai kompak.


Yeon Seo pun datang, dia dituntun Bu Jung.

Yeon Seo : Kalian sudah ada di sini sebelum waktu kehadiran. Kalian merencanakan sesuatu?

Dan : Kupanggil mereka untuk bersih-bersih sebelum semua orang datang. Kami bekerja keras sejak fajar.

Yeon Seo : Jaga ucapanmu.

Dan : Biarkan saja aku bicara santai. Tidak ada larangan bicara santai di kontrakku. Mereka bertiga bertugas mengurus lampu, taman, dan keamanan tadi malam. Jadi, aku...

Yeon Seo : Bagus. Sebenarnya, aku ingin menanyai mereka.


Yeon Seo lalu mendekati mereka dan bertanya, siapa yang mecahin jendela dan membuat lampu gantungnya jatuh.

Dan : Aku sudah menanyai mereka, tapi lampu dan jendelanya baik saja sebelum mereka pulang. Saat semua orang pulang, penjaga keamanan juga pulang.

Yeon Seo : Jika kalian mengatakan pelakunya, aku akan memaafkan kalian.

Dan : Sepertinya ini kecelakaan.

Yeon Seo : Atau aku akan memecat kalian, menuntut ganti rugi, meminta agar kalian ditangkap, disidang, dan aku tidak akan berhenti hingga akhir.

Dan : Lihat ini. Aku menyusunnya secara kronologis. Aku tidak menemukan batu atau apa pun yang bisa dipakai untuk memecahkan jendela. Ini murni kecelakaan.

Yeon Seo : Kau detektif sejati. Bagaimana dengan lampu gantungnya? Kenapa lampu itu mendadak jatuh? Apa rayap mengerikitinya?

Bu Jung : Bagaimana jika kita bicara?

Yeon Seo : Aku bermimpi buruk? Kau pikir aku berhalusinasi?


Yeon Seo pun kembali menatap pegawainya dan meminta mereka mengaku.

Pegawai yang bertugas sebagai keamanan pun kesal dan memilih resign.

"Aku tidak mau bekerja untukmu. Memangnya kau putri kerajaan? Saat mendengar gajinya dua kali lipat, aku berpikir kau bisa sejahat apa. Membayarku 20 kali lipat pun tidak akan cukup. Kau tetap kekanak-kanakan. Kau mengamuk, mengancam, dan memperlakukan kami seperti penjahat. Aku sudah tidak sanggup!"

Pria itu pergi, diikuti dengan rekannya yang lain.

Dan dan Bu Jung greget.


Yeon Seo lantas menyuruh Bu Jung menghubungi perusahaan CCTV dan meminta rekaman tadi malam.

Yeon Seo dan Bu Jung beranjak pergi.

Dan yang ingat sayapnya muncul pas dia lagi membersihkan taman, sontak panic. Ia takut identitasnya ketahuan kalau Yeon Seo memeriksa CCTV.


CCTV ditunjukkan. Dan panic. Ia lalu memegang mouse laptop. Yeon Seo melihatnya.

Petugas CCTV meminta Dan menjauh dari laptopnya.

Dan pun terpaksa menjauh dengan muka panic.

Petugas CCTV mulai menunjukkan rekamannya.


Di layar, terlihat lah sosok Dan yang lagi membersihkan taman sampai malam.

Dan menggigit tangannya. Ia cemas, karena sebentar lagi sayapnya muncul.

Tapi tiba2, rekaman CCTV rusak tepat sebelum sayap Dan muncul.


Dan langsung sok sibuk memeriksa laptopnya. Yeon Seo menatap tajam Dan.

Petugas CCTV : Saat hujan tadi malam, pasti ada yang salah dengan kabelnya. Seluruh rekaman hingga tadi malam rusak.

Yeon Seo : Tidak bisa dipulihkan?

Petugas CCTV : Videonya tidak direkam dengan benar. Sepertinya tidak memungkinkan.


Dan senang. Tiba2, wajah petugas CCTV berubah menjadi Hoo. Dan kaget. Hoo memberi kode, menyuruh Dan keluar.

*Si Dan kalo lagi panic menggemaskan ya gaes...


Dan mengantarkan Hoo keluar.

Dan : Dia tidak melihat, bukan? Apa yang kau lakukan?

Hoo : Seharusnya aku yang bertanya. Kau coba menunjukkan dunia kita pada manusia?

Dan : Sayapku keluar begitu saja!

Hoo : Sayap? Kau membuatku gila.

Dan : Hujan, bukan? Kurasa tidak ada cara lain. Tapi, kenapa?

Hoo : Dia mengenalimu sebelum kau menjadi manusia saat turun hujan. Kau menyelamatkan dia dari kematian juga saat hujan. Waktumu tersisa 94 hari. Manusia punya masa hidup dan kita punya tenggat waktu. Kita hanya perlu mencintai dewa. Tapi manusia...

Dan : Aku tidak tahu tabiat Lee Yeon Seo. Entah apa dia bisa menyukai siapa pun atau ada seseorang yang membuat dia bahagia hanya dengan memikirkannya.

Hoo : Tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Carilah tulang rusuknya dahulu.

Dan : Bukankah sebaliknya? Tulang rusuk pria...

Hoo : Hentikan, ini abad ke-21. Tulang rusuk. Manusia menyebutnya takdir.


Hoo membuka pintu gerbang. Kang Woo pun muncul bersama detektif.

Hoo pergi sebagai petugas CCTV.

Kang Woo : Nona Lee ada di dalam?

Dan : Tunggu di sini.


Alarm dan ponsel Dan berbunyi.

Yeon Seo :  Di mana kau

Dan : Aku menuju masuk. Aku hanya...

Kang Woo : Nona Lee, aku Ji Kang Woo. Aku di depan rumahmu dan akan masuk.

Kang Woo mengajak detektif masuk ke dalam.

*Si Kang Woo ini beneran ganggu ya... manggil2 detektif segala...


Bu Jung kaget, Yeon Seo mau pergi.

Bu Jung : Ini kali pertamamu naik mobil setelah kecelakaan itu.

Yeon Seo : Pastikan pegawai yang dipecat hari ini menandatangani perjanjian untuk menjaga rahasia dan latih pegawai lagi.

Bu Jung : Kepalaku sakit. Begitulah cara kerja dunia ini. Ada pembuat onar dan orang yang memperbaiki situasi.

Yeon Seo : Kau masih berpikir aku tidak waras?


Kang Woo dan Dan menerobos masuk, mengejutkan Yeon Seo dan Bu Jung.

Kang Woo memperkenalkan detektif yang dibawanya pada Yeon Seo.

Yeon Seo : Ji Kang Woo-ssi, apa hakmu melakukan ini? Sudah aku tegaskan.

Kang Woo : Aku tidak mengajukan laporan resmi. Detektif Ko kemari karena permintaan pribadiku. Hanya ini yang bisa kulakukan. Setelah survei lapangan, tentukan apa kau ingin melanjutkan dengan penyelidikan.


Detektif Go mulai melakukan pemeriksaan.

Detektif Go : Jika TKP dibersihkan dengan sempurna, kejahatan ini pasti dilakukan oleh orang yang menyimpan rahasia.

Detektif Go menatap ke arah Dan.


Ternyata Dan lah yang membersihkan TKP yang dipenuhi bulu sayapnya.


Dan kemudian menjelaskan, kalau pegawai lah yang membersihkan TKP tadi malam.

Dan : Menurut penyelidikanku, sepertinya ini kecelakaan biasa.

Dan menyerahkan catatannya.

Detektif Go : Penyelidikan awal tidak dilakukan dengan benar. Kau memercayai semua yang mereka katakan dan ingat.

Detektif Go menyuruh Yeon Seo melaporkan kejadian ini agar penyelidikan bisa dilakukan secara resmi

Detektif Go : Karena tidak ada rekaman CCTV tersisa dan bukti TKP sudah lenyap, menangkap pelakunya pasti cukup sulit.

Bu Jung : Baiklah. Kami akan meneleponmu nanti.


Mereka mengantarkan Detektif Go keluar.

Detektif Go masih saja menatap curiga ke arah Dan. Detektif Go kemudian pergi.


Dan melirik Kang Woo. Ia tanya, kenapa Kang Woo belum juga pergi.

Kang Woo tidak mempedulikan Dan dan mengajak Yeon Seo bicara. Ia minta Yeon Seo memberinya waktu satu jam.

Yeon Seo : Aku hendak keluar. Aku harus pergi.

Dan : Sekarang? Ke mana?

Yeon Seo melemparkan kunci mobl ke Dan dan menyuruh Dan mengambil mobil. Dan menunduk.

Kang Woo : Setengah jam pun tidak bisa?

Yeon Seo : Aku sudah terlambat. Orang yang sangat tidak sopan mengajak detektif kemari dan membuang-buang waktuku.

Yeon Seo melirik Dan. Yeon Seo : Kenapa diam saja!

Dan pun memberitahu Yeon Seo kalau ia tidak bisa menyetir.


Kang Woo mengantarkan Yeon Seo. Dan juga ikut. Dia duduk disamping Kang Woo.

Dan : Kenapa tidak ada pegawaimu yang bisa mengemudi? Kau bisa saja naik taksi.

Yeon Seo : Diam saja jika kau tidak punya SIM.

Dan : Kenapa aku harus duduk di sini!

Yeon Seo : Kau melarangku duduk di situ!

Kang Woo menyuruh mereka diam karena ia sedang mengemudi dan mereka terlalu berisik.


Mobil Kang Woo parkir di depan kolombarium. Kang Woo menunggu di mobil.


Yeon Seo dan Dan mengunjungi rumah abu orang tua Yeon Seo dan Pak Jo.

Dan berdiri diluar, menunggu Yeon Seo.

Yeon Seo : Ibu, Ayah, hai. Kalian sudah bertemu dengan Pak Jo? Aku tidak tahu apa yang terjadi. Aku bisa melihat kembali, tapi tidak bisa berjalan. Rasanya seseorang selalu menargetkan aku dan mengawasiku. Pasti lebih menyenangkan andai aku hanya berhalusinasi.

 Yeon Seo menatap foto Pak Jo.

Yeon Seo : Ahjussi, kenapa kita baru menyadari momen tertentu adalah yang terakhir setelah momen itu berlalu? Aku menggila tiap kali matahari terbenam. Saat kau bilang matahari terbenamnya indah, kenapa aku tidak bilang, benarkah? Bagaimana penampilannya?Sebenarnya aku juga sangat ingin melihatnya. Aku hidup di dunia ini berkat penggambaranmu. Kenapa aku tidak mengatakannya?


Dan tertegun mendengarnya.

Yeon Seo mulai menangis.

Yeon Seo : Kalian sangat kejam. Kalian meninggalkan aku sendirian.

Bersambung ke part 3....

No comments:

Post a Comment