The Promise Ep 85 Part 1

Sebelumnya...


Di episode sebelumnya ~~~ Yoo Kyung berniat melakukan tes DNA untuk membuktikan apakah Do Hee adalah Na Yeon. Karena itulah, ia masuk ke kamar

Hwi Kyung dan mengambil sikat gigi serta sisir Na Yeon tapi niatnya gagal lantaran Hwi Kyung tiba2 datang.

Mereka ribut...

Yoo Kyung : Kau sudah tahu! Aku berusaha membuktikan siapa Baek Do Hee!

Hwi Kyung : Jadi kau melakukan tes DNA dengan ini?

Yoo Kyung : Hwi Kyung, kau tidak pernah merasa curiga padanya? Kau tahu apa yang dia lakukan setelah pindah kemari? Dia merusak hubungan Tae Joon dan Se Jin! Dan sekarang, dia membidikku dan Kyung Wan! Aku berusaha mencari tahu siapa dia. Kau akan berterima kasih padaku nanti.


Hwi Kyung : Kudengar Kyung Wan punya putri lain. Kau mau bilang, itu Do Hee?

Yoo Kyung : Itulah kenapa aku ingin mencari tahu dia Baek Do Hee atau bukan! Bersiaplah untuk kemungkinan terburuk.

Hwi Kyung : Jadi kau mengaku, kau yang menyebabkan kematian putri Kyung Wan?

Yoo Kyung : Aku tidak membunuhnya!

Hwi Kyung : Kau mengenalnya! Lee Na Yeon, gadis yang hidup sebentar denganmu 20 tahun lalu. Kau melakukan itu karena tahu dia putri Kyung Wan?

Yoo Kyung : Kau ingin menjadi seperti ibumu? Berhenti bicara omong kosong!


Hwi Kyung lantas mengambil sikat gigi dan sisir Na Yeon dari tangan Yoo Kyung.

Hwi Kyung : Kau tidak perlu melakukannya. Do Hee adalah Do Hee. Aku jamin! Jadi jika kau melakukan hal konyol seperti ini lagi, aku akan menghancurkanmu.

Yoo Kyung : Beraninya kau mengancam kakakmu.

Hwi Kyung : Aku sudah memperingatkanmu dan kau tahu aku bagaimana.

Yoo Kyung takut, juga kesal diancam begitu. Ia lalu beranjak keluar.

*Sejak kapan Hwi Kyung jadi adeknya?


Na Yeon sendiri diajak makan siang oleh Kyung Wan. Kyung Wan minta Na Yeon berhati-hati menghadapi Se Jin. Kyung Wan bilang, Se Jin mengalami waktu

yang cukup sulit sejak Na Yeon tinggal bersama mereka.

Na Yeon : Kau memanggilku kemari karena itu?

Kyung Wan : Tidak, ada hal lain yang ingin kukatakan.

Na Yeon : Katakanlah.

Kyung Wan : Ini sudah 20 tahun. Ada wanita yang kukencani sebelum aku menikah dan aku membawa putrinya ke rumahku. Aku ingin membesarkannya sebagai putriku sendiri tapi....

Na Yeon, tapi?

Kyung Wan : Semuanya berjalan tidak sesuai keinginanku. Yoo Kyung menuduhnya mencuri sesuatu miliknya. Yoo Kyung marah dan situasinya berubah kacau.


Mereka lalu sama2 mengingat masa lalu, bagaimana Na Yeon diusir dari rumah itu karena dituduh mencuri perhiasan Yoo Kyung.

Se Jin ikut2an, mengaku barang2nya suka hilang sejak Na Yeon tinggal bersama mereka.

Flashback end...


Kyung Wan : Sejujurnya, aku merasa dia dijebak. Tapi aku tidak melakukan apapun untuknya.

Na Yeon : Kenapa? Kenapa kau tidak melakukan apapun untuknya?

Kyung Wan : Kenapa aku tidak melakukan apapun untuknya.... sebenarnya, aku pikir, aku takut.

Na Yeon : Apa maksudmu?

Kyung Wan : Untuk beberapa alasan, aku merasa sesuatu yang buruk terjadi karenanya. Aku gugup kalau dia akan menghancurkan kerja keras yang telah kubangun. Aku merasa tidak enak. Au merasa malu. Pada akhirnya, aku mengirim dia ke panti asuhan dan aku bilang, aku akan kembali untuknya tapi dia...

Flashback....


Na Yeon : Tidak, jangan kembali lagi! Aku tidak mau ke rumah itu lagi!

Flashback end...


Na Yeon : Jadi kau tidak kembali untuknya?

Kyung Wan : Aku melakukannya. Aku kembali sebulan kemudian.

Na Yeon : Jadi kau membawanya kembali bersamamu?

Kyung Wan : Tidak, aku hanya melihatnya dari jauh. Itulah kali terakhir aku melihatnya lalu dia menghilang dari hidupku.

Na Yeon : Ada alasan kenapa kau menceritakan ini padaku?

Kyung Wan : Gadis itu... adalah Na Yeon, yang wajahnya sama denganmu. Karena kau seperti dia, aku ingin bilang padamu. Aku menyesal. Aku benar-benar menyesal.


Di kamarnya, Hwi Kyung cemas kalau-kalau Na Yeon memang putri kandung Kyung Wan.

Hwi Kyung : Jika dia putri kandung Kyung Wan, artinya dia saudara tiri Se Jin. Ini gila. Bagaimana bisa Lee Na Yeon menjadi putri Kyung Wan?


Di tengah kegalauannya akan fakta Na Yeon putri Kyung Wan, Na Yeon memanggilnya untuk makan.

Hwi Kyung terdiam melihat Na Yeon memperlakukan ibunya dengan sangat baik.

Young Sook lantas melirik Hwi Kyung yang sama sekali tidak makan. Young Sook tanya, apa Hwi Kyung tidak suka makanannya.

Hwi Kyung : Aku kenyang.

Hwi Kyung kemudian berdiri dan beranjak pergi.

Na Yeon menatap lirih kepergian Hwi Kyung.


Hwi Kyung berdiri di halaman, mencari udara segar. Tapi Kyung Wan tiba2 pulang dan tanya kenapa Hwi Kyung berdiri di halaman.

Kyung Wan lalu menyuruh Hwi Kyung tidur lebih awal malam ini karena besok mereka akan sibuk.

Hwi Kyung : Besok?

Kyung Wan : Kau akan mewarisi saham sesuai wasiat mantan pimpinan dan terpilih sebagai pimpinan di rapat dewan.

Hwi Kyung : Myeon, kenapa terburu-buru? Aku harus tahu alasannya kenapa kau tiba2 mundur dari posisimu.

Kyung Wan : Maaf, Hwi Kyung.


Kyung Wan hendak masuk ke dalam, tapi Hwi Kyung bilang, ia sudah tahu soal putri Kyung Wan.

Hwi Kyung : Kudengar dia meninggal.

Kyung Wan tak mau membahas hal itu.

Hwi Kyung lalu berniat memberitahu Kyung Wan bahwa Na Yeon masih hidup tapi ia mengurungkan niatnya itu dan menyuruh Kyung Wan masuk.


Begitu masuk, Yoo Kyung langsung marah-marah.

Yoo Kyung : Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku? Kau bahkan tidak bekerja. Darimana saja kau?

Kyung Wan yang masih marah pada Yoo Kyung, diam saja dan memilih tidur.

Yoo Kyung : Se Jin Appa! Kau tidak mau bicara denganku lagi? Yeobo!


Yoo Kyung lantas masuk ke dapur dan melihat Na Yeon sedang menyeduh teh.

Yoo Kyung mengambil air.

Yoo Kyung : Kudengar, kau punya luka bekas operasi jantung saat kau kecil.

Na Yeon : Ya aku punya.

Yoo Kyung : Kau harus baik-baik saja sekarang. Aku ingat ibumu bilang, kau menerima perawatan sejak itu.

Na Yeon : Aku bisa saja mati, tapi ada keajaiban sehingga aku hidup dan sekarang.

Yoo Kyung : Begitukah? Aku bersyukur.

Na Yeon : Selamat malam.


Na Yeon mau pergi tapi Yoo Kyung tiba2 saja membahas soal rumah sakit yang kebakaran itu.

Yoo Kyung : Kudengar, kau pergi menemui Lee Na Yeon. Kau bertemu dengannya?

Na Yeon : Kau penasaran?

Yoo Kyung : Seseorang mungkin merasakan ini. Dua orang yang identik, berada di tempat yang sama. Yang satu mati dan yang satu hidup. Siapa tahu, yang sering terjadi dalam drama terjadi sekarang.

Na Yeon : Benar, tidak ada yang tahu. Mungkin aku Lee Na Yeon.

Yoo Kyung terkejut, apa?

Na Yeon : Bagaimana jika aku Lee Na Yeon, bukan Baek Do Hee? Apa yang akan kau lakukan?

Yoo Kyung mulai gugup dan takut.


Na Yeon kemudian tertawa dan berkata ia hanya bercanda.

Na Yeon : Kau harusnya melihat wajahmu sekarang. Maaf.

Na Yeon beranjak pergi.


Se Jin menyapa Tae Joon yang baru pulang.

Se Jin : Kau terlambat. Bekerja lebih lama dari biasanya. Tae Joon-ah....

Tae Joon : Bicara saja, aku dengar.

Se Jin : Ayo pindah. Ayahku akan setuju.

Tae Joon : Pindah?

Se Jin : Kau bilang kau menderita disini. Jika kita hidup berdua saja, semuanya akan berbeda. Ayo kembali ke awal, seperti saat kita masih menjadi pengantin baru.

Tapi Tae Joon menolak. Se Jin minta penjelasan.

Tae Joon : Aku sudah mengatakan alasannya. Aku ingin melepaskanmu dan aku ingin bebas juga.

Se Jin : Kang Tae Joon, ada apa denganmu! Kau pikir aku akan membiarkanmu pergi? Tidak. Aku tidak akan melepaskanmu, bahkan jika aku harus membunuhmu, aku tidak akan pernah melepasmu. Tidak akan pernah.

Se Jin beranjak pergi. Tae Joon tambah tertekan.


Se Jin ke kamar pamannya dan melabrak Na Yeon yang duduk sendirian menunggu Hwi Kyung untuk minum teh. Se Jin mencampakkan cangkir teh itu ke lantai dan tanya tujuan Na Yeon masuk keluarganya. Na Yeon diam saja.

Hwi Kyung masuk.

Hwi Kyung : Apa yang kau lakukan!

Se Jin : Paman, sadarkan dirimu! Jika kau tidak ingin ada masalah lagi, jaga istrimu agar dia tidak keluar batas! Tae Joon ingin meninggalkanku karena dia! Kau tahu maksudnya?

Hwi Kyung : Jang Se Jin!

Se Jin : Kang Tae Joon mencampakkanku karena dia!


Tae Joon lalu datang dan menarik Se Jin keluar tapi Se Jin menghempaskan tangan Tae Joon dan menyuruh Hwi Kyung mengusir Na Yeon.

Se Jin : Pria yang dia inginkan bukan kau, tapi Kang Tae Joon, Kang Tae Joon! Jangan biarkan dia membodohimu!

Tae Joon : Jang Se Jin, berhenti! Ikut denganku.

Tae Joon lantas membawa Se Jin keluar.

Hwi Kyung langsung minta penjelasan Na Yeon apa maksud ucapan Se Jin. Na Yeon diam saja.


Hwi Kyung lantas mengajak Tae Joon bicara diluar. Ia minta penjelasan Tae Joon soal kata2 Se Jin.

Tae Joon diam saja pada awalnya. Kesal, Hwi Kyung pun menyuruh Tae Joon bicara. Tae Joon pun akhirnya bicara, bahwa ia jatuh cinta pada seseorang yang tidak seharusnya ia cintai. Ia mengaku, bahwa ia tidak pernah melihat Do Hee sebagai bibinya.

Tae Joon : Baek Do Hee terasa seperti Na Yeon bagiku.


Hwi Kyung marah dan memukul Tae Joon.

Hwi Kyung : Kau masih belum selesai dengan Lee Na Yeon?

Tae Joon : Belum.

Hwi Kyung : Do Hee tidak ada hubungannya dengan Lee Na Yeon.

Tae Joon : Tidak masalah kau menganggapnya Baek Do Hee, tapi dia Lee Na Yeon bagiku.


Hwi Kyung lantas mencengkram Tae Joon.

Hwi Kyung : Siapa yang memberimu izin untuk melakukan itu? Kenapa kau meninggalkannya? Kenapa? Jika kau meluruskan hal-hal ini sebelumnya, semua ini tidak akan terjadi! Kau mencampakkan wanita malang itu. Tapi sekarang kau ingin dia kembali? Do Hee milikku sekarang. Aku tidak akan kehilangan dia karena sampah sepertimu. Tidak akan pernah.


Hwi Kyung masuk ke dalam. Tae Joon pun menangis.


Hwi Kyung masuk ke kamarnya. Sampai di kamar, Na Yeon ingin mengatakan sesuatu tapi dilarangnya.

Na Yeon : Kau harus tahu.

Hwi Kyung : Aku bilang berhenti!

Na Yeon : Aku.... aku akan jujur padamu. Aku.... aku.... aku gagal.


Hwi Kyung pun menatap Na Yeon dan tanya apa maksud Na Yeon.

Na Yeon : Aku... tidak bisa mencintaimu. Tidak peduli sekeras apapun aku berusaha.

Hwi Kyung : Jadi kau mau pergi dengan Kang Tae Joon?

Na Yeon : Aku masih belum tahu. Tapi satu hal yang pasti. Aku akan melepaskanmu. Terima kasih untuk semuanya. Tadinya aku mau pergi setelah membuatmu menjadi pimpinan tapi hal ini terjadi lebih cepat dari dugaanku.

Hwi Kyung : Baik, pergilah. Aku lega ini belum terlambat. Jika tidak berhasil, lebih baik mengakhiri semuanya secepat mungkin.

Na Yeon : Maaf.

Hwi Kyung : Jangan minta maaf. Ini mungkin yang terbaik bagiku. Jadi jangan cemaskanku dan jangan merasa menyesal dan pergilah.

Hwi Kyung lantas beranjak keluar.

Na Yeon menangis.


Hwi Kyung minum-minum di dapur. Ia marah.


Na Yeon mulai membereskan pakaiannya.


Tae Joon menatap surat cerainya.


Se Jin sendiri sudah tidur.


Na Yeon tidur dengan Young Sook. Young Sook masih terjaga dan nampak gelisah.

Na Yeon yang juga belum tidur melihat Young Sook belum tidur dan tanya kenapa Young Sook belum tidur.


Keduanya lantas bangun.

Young Sook : Aku tidak terlalu aneh, kan?

Na Yeon : Maksudmu?

Young Sook : Aku hanya merasa seperti itu. Dan aku berpikir jernih.

Na Yeon : Apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan?

Young Sook : Tolong jaga Hwi Kyung. Tidak banyak orang yang kesepian seperti Hwi Kyung. Saat aku pergi, Hwi Kyung akan memiliki satu orang di sisinya. Pikiranku tidak seperti dulu. Dia pasti merasa sangat sedih tentang itu, jadi kau harus ada untuknya. Berada di sana untuk Hwi Kyung ku yang malang. Berjanjilah padaku.

Na Yeon menangis dan mengaku, bahwa ia harus pergi ke suatu tempat.

Young Sook : Kemana?

Na Yeon : Aku harus melakukan perjalanan bisnis yang panjang. Ke tempat yang jauh.

Young Sook : Berapa malam kau akan pergi?

Na Yeon : Aku tidak tahu berapa lama.


Young Sook lalu memeluk Na Yeon dan berkata, Na Yeon tidak boleh kemana-mana.

Young Sook : Bagaimana dengan Hwi Kyung?  Aku tidak ingin dia sedih Aku tidak tahan melihatnya sedih. Kau tidak boleh pergi. Kau tidak bisa pergi ke mana pun. Tidak bisa


Di kamarnya, Hwi merobek amplop dan mengeluarkan isinya yang adalah tes DNA Kyung Wan dan Na Yeon. Sontak ia kaget dan syok mengetahui Na Yeon beneran anak Kyung Wan.


Hwi Kyung lalu masuk ke kamar ibunya dan mendapati Na Yeon dan ibunya tidur sambil berpegangan tangan.

Hwi Kyung menatap lirih Na Yeon dan bicara sendiri dalam hatinya.

Hwi Kyung : Jadi kau putri kandung Kyung Wan, Lee Na Yeon.


Hwi Kyung lalu berniat menyentuh kepala Na Yeon, tapi diurungkannya.

Hwi Kyung : Selamat tinggal....

Mata Hwi Kyung tampak berkaca-kaca.

Hwi Kyung lantas keluar.

Begitu Hwi Kyung keluar, Na Yeon membuka matanya dan menangis.

Bersambung ke part 2....

0 Comments:

Post a Comment