Monday, December 9, 2019

Graceful Family Ep 10 Part 2

Sebelumnya....


Seok Hee keluar dari rumah bersama Seo Jin dan Na Ri. Seo Jin dan Na Ri terus masuk ke mobil. Sementara Seok Hee kikuk menatap Yoon Do, apalagi Yoon Do memakai stelan jas pilihannya.


Yoon Do : Saat kalian tiba, karyawan cabang Asia Tenggara kami akan membantumu.

Seok Hee : Apa kau yakin bisa tinggal di Laos?

Na Ri : Akan lebih baik mati kepanasan di Laos daripada dipukuli sampai mati oleh ayahmu.

Seok Hee hanya bisa menghela nafas mendengarnya. Ia keberatan Na Ri dikrim ke Laos.


Seo Jin melepas earphonenya.

Seo Jin : Noona, aku suka Laos! Aku tidak akan pergi ke tempat les dan aku akan bersama ibuku setiap hari.

Seok Hee Baiklah. Habiskan waktu dengan ibumu selama yang kamu mau.

Seo Jin berseru senang, ayo pergi ke Laos!


Na Ri : Apa kau tahu? Ketika musang makan ular beracun, mereka akhirnya pingsan karena racun. Tapi setelah tidur selama beberapa jam, mereka bangun untuk menyelesaikan memakan ularnya. Bukankah itu menakjubkan? Mulai sekarang, aku akan menjadi musang itu. Siapa yang tahu? Aku mungkin akan menjadi aktris terbaik di Laos.


Na Ri lalu menatap Seo Jin.

Na Ri : Seo Jin-ah...

Seo Jin yang memakai earphone, tidak mendengar jadi dia tidak menjawab.

Na Ri melepas earphone Seo Jin.

Na Ri : Mo Seo Jin, haruskah kita makan semua makanan Korea enak sampai kenyang sebelum kita pergi?

Seo Jin : Kedengarannya enak! Aku ingin daging!


Na Ri lantas tanya ke Yoon Do, apa Yoon Do tahu restoran daging yang enak?

Yoon Do : Tentu saja.


Yoon Do menatap Seok Hee. Ia tersenyum. Seok Hee juga tersenyum.


Yoon Do membawa mereka ke restorannya.

Di pintu kaca, tertulis pengumuman bahwa restoran itu tutup untuk hari itu.

Seo Jin makan dengan lahap.

Pak Heo heboh bertemu Na Ri.

Pak Heo : Aku telah menjalani seluruh hidupku sebagai penggemarmu. Aku tidak menyangka hari seperti ini akhirnya datang. Hanya Tuhan yang tahu betapa terhormatnya aku. Silakan makan. Dan bersemangatlah!

Yoon Do menarik lengan ayahnya. Ia menatap tegas sang ayah, minta ayahnya mengontrol diri.


Pak Heo mengerti tapi kumat lagi gara2 abis disuapin Na Ri.


Pak Heo menggenggam tangan Yoon Do.

Pak Heo : Nak, terima kasih banyak. Bahkan jika aku mati besok, aku akan mati dengan bahagia. Kau yang terbaik.

Yoon Do : Ayah, tahan diri ayah.

Pak Heo : Baiklah.

Pak Heo menghela nafas dan memukul pipinya. Ia berusaha mengendalikan ekspresinya.

Pak Heo : Apa aku sudah terlihat baik?

Yoon Do : Ya.

Pak Heo : Bisakah aku berfoto bersamanya?

Yoon Do : Hanya sekali, ya?


Yoon Do pun minta izin Na Ri. Na Ri mengizinkan.

Yoon Do pun memotret ayahnya dan Na Ri.


Setelah itu, Pak Heo menyuruh Yoon Do dan Seok Hee berfoto bersama juga. Keduanya langsung menolak karena malu, tapi Pak Heo memaksa. Yoon Do yg memang mau foto dgn Seok Hee, langsung mendekatkan kursinya ke Seok Hee. Tapi gaya mereka yg kaku, membuat mereka ditegur Pak Heo.

Pak Heo : Ekspresi apa itu? Ini bukan tahun 80-an. Lakukan seperti ini! Letakkan tanganmu di bahunya seperti ini...

Pak Heo merangkul Na Ri, memberi contoh pada Yoon Do.

Yoon Do pun meletakkan tangannya di bahu Seok Hee. Seok Hee tertegun dan.... ckrek...


Yoon Do dan Seok Hee berdiri di depan mobil. Sebuah pesawat nampak terbang di atas mereka.

Ya, Na Ri dan Seo Jin sudah pergi.

Seok Hee : Apa target TOP berikutnya adalah Baek Soo Jin? Aku ingin tahu kelemahan apa yang akan mereka gunakan untuk mengusir Baek Soo Jin kali ini. Aku membuatnya bertahan dengan mengatakan akan membantunya mendapatkan tunjangan yang besar. Kini aku bahkan tidak bisa menepati janjiku.

Yoon Do : Kedengarannya kau memberi pertanyaan yang memancing.

Seok Hee : Tidak. Apa rasanya seperti itu?

Yoon Do : Ya.

Seok Hee : Aku tidak bisa meminta sesuatu untuk tugas TOP-mu. Jangan pedulikan aku.


Yoon Do memberikan Seok Hee flashdisk.

Seok Hee : Apa ini?

Yoon Do : Baek Soo Jin berselingkuh dengan seorang chef saat ini. TOP merencanakan perselingkuhannya. Itu file audio dari rapat TOP. Aku tahu itu tidak akan berguna saat ini tapi gunakan untuk menemukan cara lain guna membantunya.

Seok Hee : Kau membuatku merasa buruk.

Yoon Do : Jangan bersikap lembek sekarang. Salah satu misiku adalah untuk memberi tahumu segalanya tentang TOP.


Seok Hee : Kau berbakat menjadi mata-mata, Pengacara Heo.

Yoon Do : Itu karena aku putus asa. Aku yakin kau merasakan hal yang sama.


Wan Joon disambut tepuk tangan para direkrut di ruang meeting.

"Selamat atas promosimu menjadi Wakil Pimpinan." ucap salah satu direktur.

Wan Joon tersenyum. Ia mau bicara,, tapi para direktur tak memberinya kesempatan bicara dan memuji2 Je Kook. Mereka menyebut, Wan Joon bisa jadi Wakil Pimpinan karena Je Kook.

Wan Joon tampak kesal mendengarnya tapi ia diam saja dan tidak membalas perkataan para direktur yg terkesan meremehkannya.


Je Kook menatap Wan Joon.

Wan Joon : Mari kita bicarakan agenda pertama untuk hari ini. Mari dengar pendapat kalian tentang dana tambahan MC Technology.


Malam harinya,, Seok Hee menatap kursi Seo Jin yg kini kosong.


Young Seo terlihat bahagia lantaran Seo Jin dan Na Ri sudah tak ada lagi di rumahnya.

Young Seo : Sayurannya sangat segar hari ini. Makanlah.

Seok Hee : Seo Jin dan ibunya sudah pergi. Sepertinya semua orang senang melihat mereka pergi.

Young Seo : Tidak sembarang orang bisa menjadi bagian dari keluarga kita. Sikap sopan dan tidak berlebihan diutamakan dalam keluarga ini. Pasti sulit bagi ibu Seo Jin untuk menyesuaikan diri. Sudah menjadi tugas kita untuk membantunya dan putranya menjalani kehidupan yang nyaman.

Seok Hee : Jadi, kau mengirimnya ke Laos saat tahu dia mudah kepanasan? Karena itu tugasmu?


Mendengar itu, Cheol Hee langsung menatap tajam Young Seo.

Young Seo membela diri. Ia bilang, Na Ri sendiri yg mau pergi.

Young Seo : Dia ingin membesarkan Seo Jin di negara yang ramah lingkungan.


Cheol Hee langsung berhenti makan. Ia tahu, Young Seo sengaja melakukannya karena tak mau melihat Na Ri bahagia. Tapi Cheol Hee memilih tidak menanggapi Young Seo dan tanya soal rapat ke Wan Joon.

Wan Joon : Beberapa direktur bagai kelelawar yang oportunistik. Aku sedang membuat daftar untuk menyingkirkan mereka. Aku akan melaporkannya jika sudah selesai.

Cheol Hee : Jika airnya terlalu jernih, ikan tidak akan bisa bertahan hidup. Jika kau menyingkirkan mereka semua, kau akan menyesalinya. Yang lebih penting adalah bagaimana kau memanfaatkan mereka demi keuntunganmu.

Wan Joon : Baik.


Wan Soo : Itu benar, tidak tahukah kau kelelawar dianggap simbol keberuntungan di Cina? Itu sebabnya ada begitu banyak motif kelelawar pada pakaian dan furnitur. Itu juga melambangkan umur panjang. Dengarkan ayah.  Prasangka itu sangatlah kuno. Benar begitu, Ayah?

Cheol Hee : Apa kau sudah menyelesaikan filmmu?

Wan Soo : Belum. Kami sudah selesai syuting, tapi masih ada proses pasca produksi.

Cheol Hee : Apa kau bisa menyelesaikannya kali ini?

Wan Soo : Tentu saja!


Young Seo : Sangat menyenangkan makan malam hanya dengan keluarga.

Seok Hee : Kurasa Seo Jin bukan anak ayah.


Pelayan menuangkan air ke gelas Wan Joon, namun ia tak sengaja menumpahkan airnya ke tangan Wan Joon. Ia pun langsung minta maaf.

Wan Joon kesal,, tapi ia tak bisa menggalaki pelayannya.

Wan Joon lantas berdiri.

Young Seo : Selesaikan dulu makanmu. Kau bisa berganti pakaian setelah makan malam.


Wan Joon : Tidak, aku sudah selesai makan.

Wan Joon beranjak pergi.

Young Seo : Dia selalu bersih.


Selesai makan malam, Seok Hee kembali ke kamarnya dan terkejut mendapati Wan Soo disana.

Seok Hee : Apakah ini tempat istirahat? Aku akan membiarkannya karena itu kau.

Wan Soo : Kudengar kau mengantar Seo Jin pergi.

Seok Hee : Ya.

Wan Soo : Apa Pengacara Heo memberitahumu tentang aku?

Seok Hee : Ya. Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? Kau pikir aku akan mengadu?

Wan Soo : Mengadu itu bukan gayamu. Bagaimanapun, impianku untuk mendapatkan 30 persen saham sudah hilang sekarang. Menurutmu kenapa orang tua kita hanya memercayai Wan Joon, bukan aku, anak tertua mereka? Hei, jika itu kau siapa yang akan kau percayai?

Seok Hee : Aku akan memercayaimu.

Wan Soo : Sungguh?


Seok Hee : Apa kau ingat? 15 tahun lalu. Di hari ibuku terbunuh.

Flashback....


Di ruang makan, Seok Hee terus menangis dan tidak mau melepas selimut yg menyelimuti tubuhnya.

Young Seo dan Wan Joon kesal.

Young Seo : Selimut itu ada di tempat kejadian! Kau tidak seharusnya membawa barang pembawa sial ke rumah ini, jadi berikan!

Seok Hee : Tidak. Ini selimut ibuku.

Young Seo : Kau sangat keras kepala.


Wan Joon yg sudah tak tahan lagi, akhirnya menarik paksa selimut itu dari Seok Hee.

Wan Soo muncul tepat saat itu. Tak suka melihat Seok Hee disakiti, Wan Soo mendorong Wan Joon. Selimut itu jatuh ke lantai.


Wan Soo lantas mengambil selimut itu dan menyelimuti Seok Hee.

Seok Hee menangis keras.

Wan Soo yg iba, memeluk Seok Hee.

Flashback end...


Seok Hee : Hanya kau satu-satunya yang ada di pihakku. Hanya dengan memelukku di hari itu kau menjadi seseorang yang jauh lebih baik daripada Mo Wan Joon bagiku. Kurasa kau bisa melakukan semua yang dia lakukan.

Wan Soo : Kau lebih sentimental dari yang kukira. Sampai jumpa.

Wan Soo beranjak keluar.


Yoon Do dan TOP kembali rapat.

Yoon Do : Choi Na Ri dan Seo Jin tiba dengan aman di Laos.

Pak Yoon : Berkat Ketua Tim Kwon, semuanya berjalan lancar.


Pak Kwon langsung berbangga diri. Ia mengaku senang melihat tingkat stress Young Seo berkurang.

Je Kook : Kenapa kau peduli dengan tingkat stres Nyonya Ha? Jangan berlebihan. Lalu sejak kapan TOP memuji diri karena suatu tugas kecil? Kita tidak melayani keluarga itu. Kita melayani MC Grup. Tidak ada anggota keluarga yang di atas itu.  Mengerti?

Pak Kwon langsung minta maaf.


Je Kook : Bagaimana Baek Soo Jin?

Pak Yoon : Itu berjalan dengan baik.


Kyung A menunjukkan foto2 kebersamaan Soo Jin dgn pria itu.

Kyung A : Bukankah ini bukti yang cukup untuk membuatnya berada di pihak yang salah?

Je Kook : Ya.


Pak Kwon : Jika Baek Soo Jin adalah pihak yang bersalah dalam perceraian, maka kita akan punya keunggulan dalam negosiasi tunjangan.

Je Kook : Berapa banyak uang yang telah diberikan kepada keluarga Baek Soo Jin?


Joo Young menunjukkan grafik pengeluaran untuk keluarga Soo Jin.

Pak Yoon : Ini pengeluaran kartu kredit keluarganya dan biaya kuliah adiknya di luar negeri. Jika kita asumsikan mendanai jumlah yang ditetapkan setiap tahun, maka akan baik bagi kita jika dia di pihak yang bersalah.


Yoon Do : Jadi, perhitungan biaya yang akan mendikte takdir pasangan ini?

Je Kook : Ini adalah akhir dari pasangan yang menikah tanpa cinta. Keluarga Baek Soo Jin bukan lelucon. Jangan lengah karena kita bisa menyalahkannya atas perceraian. Sebagai tindakan pencegahan, cari sesuatu tentang keluarganya, siapa tahu kita harus mengajukan gugatan.

Pak Yoon : Sepertinya dia sudah bertemu dengan pengacara keluarganya. Tapi aku sudah mengurusnya.

Je Kook : Aku senang kau cepat tanggap. Tapi apa kelemahan dari pria yang ditemuinya?


Kyung A : Itu agak parah.

Flashback...


Pak Yoon dan Kyung A menemui pria sebenarnya yg ditaksir Soo Jin.

Kyung A : Kulihat restoran Italia-mu di Gangnam mempunyai banyak pelanggan. Chef Kim, kau lulusan ALMA, bukan? Kudengar sulit untuk diterima di sana. Kulihat kau bekerja sebagai asisten chef di Rumah Sakit Arab Saudi setelah lulus. Resumemu tampaknya tidak sesuai sehingga kami memeriksa daftar lulusan dan...

Chef Kim : Tunggu. Kenapa kau melakukan ini kepadaku?

Pak Yoon : Orang Korea benci jika kau berbohong tentang kualifikasimu. Kenapa kau berbohong?

Pak Yoon lantas memberikan Chef Kim amplop yg isinya uang 100 juta won.

Flashback end...


Je Kook berdiri : Bagus. Kita akan memotongnya, jadi jangan buang-buang waktu. Mari kita singkirkan dia segera.

Tim : Baik.

Bersambung ke part 3....

No comments:

Post a Comment