Tuesday, February 11, 2020

Selection : The War Between Women Ep 13 Part 3

Sebelumnya...


Jae Hwa berniat kembali ke Hanyang.

Jae Hwa : Jo Heung Gyeon menjadi buron sepertiku. Aku harus bertemu dengannya. Pertama kali, aku harus temukan dimana dia.

Jae Hwa pun beranjak pergi, diikuti oleh pengawalnya.


Di jalan, Jae Hwa melihat para petugas istana sedang merazia para penduduk.

Jae Hwa pun mengajak pengawalnya mencari jalan lain.


Kyung meminta izin Wangdaebi untuk memberikan waktu pada Eun Bo. Wangdaebi tak setuju.

Wangdaebi : Apakah kau menyarankan untuk membiarkan Istana Ratu kosong seperti itu? Aku pikir pemulihannya adalah apa yang kalian berdua harapkan. Kita bisa mencari cara membersihkan nama Kang Yi Soo.

Kyung : Maaf nenek. Aku hanya perlu waktu untuk mencari tahu. Tolong beri aku waktu.

Kyung keluar dari istana Wangdaebi dan langsung dihampiri Han Mo. Kyung menyuruh Han Mo memanggil Wal. Han Mo tanya untuk alasan apa Kyung memanggil Wal.

Kyung : Aku berpikir untuk membuat Wal bekerja di istana.


Jae Hwa ke rumah Heung Gyeon dan melihat para pengawal istana berjaga disana.

"Sepertinya rumahnya sudah kosong, Tuan."

Jae Hwa lantas menyuruh pengawalnya mencari tahu keberadaan Heung Gyeon.


Han Mo menemui Wal yang saat itu sedang bersama Petugas Sung di Biro Investigasi. Petugas Sung kaget mendengar Wal akan menjadi petugas di istana.

Wal : Jika aku menjadi penjaga keamanan di istana, bukankah itu berarti aku menjadi sukses?

Han Mo : Dia ingin memberimu penghargaan karena memainkan peran utama dalam melacak pelakunya.

Han Mo lalu berkata pada Petugas Sung kalau dia akan membawa Wal.


Wal senang tapi juga tidak percaya kalau itu nyata, sampai dia memukul wajah Petugas Sung untuk membuktikan kalau itu benar-benar nyata.

Petugas Sung sewot.

Wal : Maafkan aku. Aku hanya ingin memeriksa apakah aku sedang bermimpi atau tidak.  Wow, mereka bilang setiap awan memiliki lapisan perak. Tidak percaya Wal ini akhirnya memasuki istana.


Wal lalu minta Petugas Sung berhenti berbicara tidak resmi padanya.

Petugas Sung memelototi Wal.

Petugas Sung : Berhenti berbicara tidak resmi?

Wal lalu memukul2 bahu Petugas Sung.

Wal : Lihat Gi Chil.  Semoga hidupmu menyenangkan. Berhentilah menendang Juniormu dengan kaki dan barang-barang mereka.


Wal lalu tanya berapa gaji petugas keamanan istana.

Wal yakin gajinya lebih tinggi dari gajinya sekarang.

Han Mo diam saja dan ajak Wal pergi.


Eunuch membawakan makanan untuk Eun Bo.

Eunuch : Yang Mulia mengirimku ke sini. Dia mengatakan kepadaku untuk menunggu sampai anda menghabiskannya.

Eun Bo : Kepala Kasim Hwang, apa Yang Mulia baik-baik saja?

Eunuch : Yang Mulia baik-baik saja.

Eun Bo : Dia pasti tersiksa saat ini. Bantu aku untuk menjaganya.


Eunuch tersenyum mendengarnya. Melihat senyum Eunuch, Eun Bo tanya apa ada masalah.

Eunuch : Aku pikir aku telah salah selama ini. Aku pikir hanya Yang Mulia yang peduli denganmu, tapi sekarang aku menyadarinya, kalian berdua peduli satu sama lain. Aku akan menuruti perintahmu, Nyonya.


Han Mo dan Wal tiba di istana. Wal masih tidak percaya dan bertanya apakah dia benar-benar tinggal di istana sekarang.

Han Mo : Menjadi penjaga keamanan kerajaan adalah posisi paling bergengsi karena anda membantu Yang Mulia. Dan dia memberi anda kesempatan itu. Jadi bersyukurlah.


Eunuch lewat dan kaget mendengar Wal jadi penjaga keamanan istana.

Ia pun sewot karena harus bertemu Wal setiap hari karena Wal menjadi penjaga keamanan di istana sekarang.

Wal : Kau bersikap kasar sekarang. Apakah kau pikir aku senang tentang itu?

Eunuch yang kesal Wal jadi penjaga keamanan di istana, akhirnya pergi.


Wal menghadap Kyung.

Kyung : Kau telah bekerja sangat keras. Beri tahu saya jika ada yang kau inginkan.

Wal : Jika begitu... daripada membuat ku bergabung dengan istana, mungkin anda bisa memberiku sedikit lebih banyak uang...

Melihat Kyung diam saja, Wal minta Kyung mengabaikan ucapannya barusan.

Kyung : Apakah kau benci bergabung dengan istana sebanyak itu?

Wal : Pertama, aku sangat senang berpikir, "Bagaimana ini bisa terjadi padaku?" tapi aku merasa tercekik saat memasuki istana. Daripada bekerja untuk istana atau Biro Investigasi Kerajaan, hidup seperti gelandangan lebih cocok untukku.


Kyung : Aku mendengar kalian sudah seperti saudara. Selir Hong kehilangan semangatnya yang berharga dan dia sangat kesal. Aku pikir kau mungkin bisa menghiburnya. Itu sebabnya aku memintamu untuk datang. Silahkan anggap ini bantuan untukku dan... kau dapat meninggalkan istana bersamanya ketika dia pergi.

Wal : Apa maksudmu dia pergi?

Kyung tak menjawab.


Jae Hwa masih mematai kediaman Heung Gyeon. Tak lama, pengawalnya datang.

"Tuan, aku tidak mendengar desas-desus tentang keberadaan Jo Heung Gyeon. Mungkin dia sudah lari jauh dari Hanyang."

"Aku juga tidak dapat menemukan apa pun di dalam atau di dekat rumah. Ayo cari tempat menginap dulu malam ini."


Saat mau pergi, mereka melihat Byul.

Byul yang tidak bisa masuk ke dalam rumah karena pintunya dipalang, akhirnya mencari jalan lain agar bisa masuk ke rumah.


Kyung tiba di kediaman Eun Bo.

Kyung masuk dan memberitahu Eun Bo, bahwa ia akan melepaskan Eun Bo.

Kyung : Aku mengizinkanmu meninggalkan istana.  Tapi sebelum kau melakukannya, tolong beri aku waktu. Mari kita tetap bersama seperti ini hanya sedikit lebih lama. Ketika saat kebenaran datang, aku akan membiarkanmu pergi kalau begitu. Aku akan mengembalikan nama baik keluargamu dan membiarkan kau mendapatkan kembali namamu.  Dan kemudian kau bisa pergi menjadi dirimu sendiri.

Eun Bo berkaca-kaca mendengarnya.

Mata Kyung juga.

Kyung : Apakah itu kedengarannya tidak baik?


Kyung lantas memegang tangan Eun Bo.

Tangis Eun Bo mulai berjatuhan.


Saat Kyung mau pergi, Eun Bo menahannya. Gantian Eun Bo memegang tangan Kyung.

Eun Bo : Yang Mulia, sejujurnya aku juga tidak mau pergi. Aku berubah pikiran beberapa kali sehari, lagi dan lagi. Tapi aku sadar sekarang. Dimana pun aku berada, kau akan selalu berada di sisiku. Di mana pun aku berada, kau akan selalu berada di sisiku. Bahwa jika aku selalu merindukanmu, itu berarti kita bersama.


Kyung pun mencium Eun Bo.

"Aku ingin menjadi wanitamu." ucap Eun Bo setelah Kyung melepas ciumannya.


Mendengar itu, Kyung pun membaringkan tubuh Eun Bo di kasur.

Pipi Eun Bo memerah.


Kyung mulai menarik tali baju Eun Bo.


Eun Bo tersenyum menatap Kyung yang tidur pulas disampingnya.

Eun Bo lalu menyentuh pipi Kyung.


Kyung terbangun. Kyung lalu miring ke Eun Bo dan menatap Eun Bo dengan intens.

Kyung tersenyum, lalu memegang pipi dan bibir Eun Bo.

Kyung : Aku mencintaimu. Selama-lamanya.

Mendengar itu, Eun Bo pun mendekatkan dirinya ke dekapan Kyung. Kyung memeluk Eun Bo yang mulai memejamkan mata.


Byul masuk ke rumah lewat pintu belakang.


Jae Hwa dan pengawalnya mematai-matai Byul dari atas.

Heung Gyeon dan Young Ji ada di kuil.

Young Ji berdiri di depan kuil sendirian. Heung Gyeon datang.

Heung Gyeon : Kenapa kau di sini sendirian tanpa Byul? Perahu akan siap dalam beberapa hari. Aku pernah menerima surat dari duta besar Tiongkok. Kami hanya perlu membawanya ke Cina. Ini akan menjadi perjalanan panjang. Beristirahat selagi bisa.

Young Ji menolak pergi.


Heung Gyeon : Kita sudah kehilangan segalanya di sini.

Young Ji : Aku tidak akan pergi.

Heung Gyeon : Kau mau mati atau apa?

Young Ji : Kenapa tidak? Itu karena kau, Ayah. Keserakahanmu menghancurkan dan membunuhku.

Heung Gyeon : Apakah kau pikir kita datang jauh-jauh ke sini hanya karena keserakahanku? Ketika aku mendengar Raja hidup kembali,  hal pertama yang aku pikirkan adalah wajahmu. Jika aku ingin mewujudkan keinginanmu, aku akan menjadikan pangeran Raja tak peduli apa pun!

Young Ji : Haruskah aku berterima kasih untuk itu?

Heung Gyeon : Lupakan kasih sayang bodohmu. Raja memanfaatkanmu dan itu saja. Raja menjadikanmu Ratu untuk menyelamatkan Selir Hong!

Young Ji kaget, apa maksudmu? Aku bertanya apa maksudmu!


Eun Bo mengantarkan Kyung keluar.

Kyung mengelus pipi Eun Bo.

Eunuch terkejut melihatnya.

Kyung : Aku akan segera kembali.


Kyung lalu pergi. Eunuch menyusul Kyung sambil senyam-senyum dan memegang pipinya.


Wal datang dan melihat Eun Bo tersenyum lebar.

Wal : Nyonya,  apakah anda begitu bahagia?

Eun Bo : Wal-i!

Wal : Aku sudah mengenalmu sejak lama, tapi aku belum pernah melihatmu membuat wajah itu.

Eun Bo : Apa yang kau lakukan di sini dan apa yang kau kenakan?

Wal : Nah, masalahnya adalah... Yang Mulia memberi saya promosi khusus sebagai penjaga keamanan kerajaan. Dia ingin aku juga sering melihatmu.

Eun Bo : Yang Mulia melakukan itu?

Wal : Tapi wajah itu berarti... Apakah anda senang melihatku atau itu karena anda menyukai Yang Mulia?

Eun Bo : Anda datang ke sini untuk mengolok-olokku, bukan? Baik. Terima kasih banyak telah bekerja keras untuk menemukan pelakunya.

Wal : Jangan katakan itu, Nyonya. Aku akan pergi.


Ki Ho menghadap Kyung.

Kyung : Menteri Negara Kiri, Menteri Ritus, dan Kanselir Investigasi Kerajaan. Kita harus mempekerjakan orang baru untuk mengisi posisi itu. Menurutmu siapa yang baik?

Ki Ho merekomendasikan Jung Ki Ik, Wakil Menteri Negara Kanan.

Ki Ho : Dia memberikan beras setiap kali ada kelaparandan biarkan orang meminjam tanah pertanian gratis. Karena itu, orang-orang sangat mempercayainya.

Kyung : Tuan Jung Ki Ik.


Kubu Man Chan langsung rapat membahas Ki Ho yang menyarankan Kyung menunjuk menteri baru.

Hyung Chan : Tidak hanya itu ia menjadi menteri kehakiman, tapi sekarang dia juga membangun pasukannya bersama Raja! Bisakah kita menjatuhkan Hong Ki Ho? Selir Hong mungkin benar-benar menjadi Ratu pada tingkat ini!

Man Chan : Itu sebabnya aku memberitahumu untuk menemukan solusi untuk itu! Apa kau tahu apa yang pernah Kwon Ik Soo dengar dari Jo Heung Gyeon?

Hyung Chan : Maksudmu fakta bahwa Selir Hong sebenarnya ratu mati?

Man Chan : Selama kita bisa membuktikannya, kita dapat mengatakan Selir Hong adalah putri pengkhianat dan menendangnya keluar dari istana.

Hong Sik : Tapi tidak mungkin itu mudah.

Man Chan : Jadi, apakah kau menyarankan agar kita duduk dan saksikan Selir Hong mengambil alih Istana Ratu!


Hong Sik : Kita tidak bisa melakukan itu. Kita harusnya menembakkan senjata padanya dan membunuhnya seperti yang dilakukan Jo Heung Gyeon.

Man Chan : Senjata? Jika Selir Hong adalah Ratu, dia pasti memiliki bekas luka dari penembakan itu.

Hong Sik : Tapi bagaimana kita membuktikannya? Kita tidak bisa membuatnya telanjang di tengah istana.

Hyung Chan : Kau bodoh... Para wanita istana bisa melihatnya telanjang!


Song Yi langsung menemui pelayan itu.

Song Yi : Kau pernah membantu Selir Hong mandi?

"Tidak, Yeo Wool biasa melakukan itu. Jadi aku bahkan tidak bisa mendekatinya. Dan orang lain yang bertanggung jawab atas itu sekarang."

Song Yi : Kau harus melakukannya mulai sekarang. Sambil membantunya, kau harus menemukan bekas luka di tubuhnya.

Bersambung ke part 4....

No comments:

Post a Comment