Selection : The War Between Women Ep 14 Part 3

Sebelumnya...


Di markas Jae Hwa, Young Ji jalan-jalan diantara para prajurit sambil celingukan.

Byul sibuk melindungi Young Ji setiap kali berpapasan dengan para pria.


Byul : Sudah kubilang kita harus tetap di dalam. Mengapa anda ingin menjadi di antara semua pria ini, Yang Mulia?

Young Ji berhenti melangkah dan menatap Byul.

Young Ji : Berhenti memanggil aku seperti itu. Aku bukan lagi Ratu.

Byul : Tetapi tetap saja...


Jae Hwa keluar. Young Ji menahan Jae Hwa yang hendak pergi.

Young Ji : Ada sesuatu yang ingin kukatakan, untuk ditanyakan.

Jae Hwa : Katakan.

Young Ji : Yang Mulia tidak akan bisa melakukan apa pun untuk Selir Hong. Yang dia lakukan hanyalah mengusirnya keluar dari istana. Kau mungkin tidak akan berencana untuk hanya duduk diam dan melihat Selir Hong dihukum dengan ringan? Katamu kau sendiri yang menempatkannya dalam seleksi. Kalau begitu, itu berarti dia mengkhianatimu. Apakah kau tidak merasa dikhianati?

Jae Hwa : Dikhianati?

Young Ji : Aku hanya ingin wanita itu pergi ke neraka seperti aku. Apakah kau berencana untuk melakukan hal itu padanya?


Di kamarnya, Eun Bo memikirkan cerita Ki Ho tentang kelahiran kembar yang dilarang 20 tahun lalu.


Song Yi kemudian datang. Song Yi menatap tajam Eun Bo.

Song Yi : Ibu Suri menyuruhku untuk membawamu bersamaku.

Eun Bo diam saja.

Song Yi sewot, apa kau tidak mendengarku! Ibu Suri ingin bertemu denganmu!


Song Yi lantas menyuruh para pelayan menyeret Eun Bo keluar.

Para pelayan kaget, apa?

Song Yi : Ini adalah perintah dari Ibu Suri!


Wangdaebi menemui Kyung. Ia marah karena Kyung membiarkan Eun Bo di istana, padahal sudah tahu Eun Bo kembaran Eun Ki. Wangdaebi lantas tanya alasan Kyung melindungi Eun Bo, sampai membohonginya tentang itu. Kyung pun berkata, ia mencintai Eun Bo.

Wangdaebi kaget, apa yang baru saja kau katakan?

Kyung : Aku mencintai wanita itu. Aku pertama kali bertemu dengannya ketika aku adalah putra mahkota. Sejak itu, aku mulai mencintainya selama ini. Aku kemudian tahu bahwa Ratu yang sudah mati itu adalah saudara kembarnya.

Kyung lalu menjelaskan alasan Eun Bo ikut seleksi pemilihan Ratu untuk menemukan pembunuh Eun Ki.

Kyung : Dia ingin membersihkan nama keluarganya. Siapa yang menempatkannya dalam situasi itu? Bagaimana nenek bisa mengatakan dia satu-satunya yang bisa disalahkan?


Wangdaebi : Terus apakah kau pikir kau bisa bersamanya jika kau menerimanya sebagai Ratu dengan berbohong soal siapa dirinya? Bahkan kau bisa menjaga dia di sisimu? Tolong sadarlah, Raja. Ada ramalan tak menyenangkan tentang dirinya sebelum dia dilahirkan! Itu berarti ini adalah hubungan yang naas!

Kyung : Aku tidak percaya hal yang menyangkut ramalan. Tapi jangan khawatir. Aku akan segera mengirimnya pergi. Aku sudah berjanji bahwa aku akan membersihkan nama Kang Yi Soo dan membiarkan dia pergi.

Wangdaebi : Aku ingin kau mengusirnya malam ini. Aku akan mengatakan bahwa dia melarikan diri karena dia ketahuan berbohong. Dan kau tidak boleh menemui dia lagi. Ini adalah kedermawanan terakhir yang bisa aku berikan kepadamu.


Eunuch Hwang tiba2 masuk.

Eunuch memberitahu tentang Song Yi yang menyeret Eun Bo ke istana Daebi Mama.

Kyung kaget dan langsung pergi.


Daebi menatap tajam Eun Bo.

Daebi : Betapa tidak tahu malu dan kurang ajarnya kau. Berbicaralah dengan mulutmu sendiri. Katakan bahwa kau masih anak perempuan Hong Ki Ho. Mari kita lihat apakah kau bisa masih mengatakan itu.

Eun Bo tak menjawab.


Song Yi : Ibu Suri bertanya padamu!

Eun Bo tetap diam.


Song Yi : Karena dia tidak bisa menjawab, itu berarti dia bukan putri Tuan Hong Ki Ho.

Song Yi lalu menyuruh Daebi Mama membuka baju Eun Bo untuk mencari tahu apakah bekas luka tembakan ada disana.

Eun Bo menatap kesal Song Yi.

Song Yi menyuruh pelayan membuka baju Eun Bo.

Pelayan diam.

Song Yi marah, apa yang kalian lakukan? Ini perintah Yang Mulia!


Saat pelayan hendak membuka baju Eun Bo, Eun Bo menyuruh mereka berhenti.

Eun Bo berkata, lebih suka melakukannya sendiri.

Daebi terkejut, apa?

Eun Bo : Jika anda penasaran, aku akan membuka bajuku sendiri dan menunjukkannya kepada anda. Tapi... tidak ada bekas luka. Aku... bukanlah ratu yang mati.

Daebi : Kalau begitu kau siapa?

Eun Bo diam.

Daebi : Aku tanya kau siapa!

Eun Bo : Aku....


Tepat saat itu, Kyung datang.

Kyung marah melihat perlakuan ibunya ke Daebi.

Daebi : Apa kau tidak mendengar desas-desus itu? Seluruh Hanyang mengatakan Selir Hong adalah saudara kembar...

Kyung : Aku telah mendengarnya.

Daebi : Tapi mengapa kau membela Selir Hong? Setidaknya kau harus menginterogasinya!

Kyung : Saat waktunya tiba, aku sendiri yang akan mengungkapkan kebenarannya. Jadi jangan pernah menyentuh Selir

Hong lagi. Apakah ibu mengerti?


Daebi : Apakah ini berarti kalau kau tahu sesuatu tentang hal ini?

Kyung : Aku akan membawa Selir Hong bersamaku.

Daebi : Jusang!

Kyung pun membawa Eun Bo nya pergi. Daebi kesal.


Diluar, Kyung menyuruh Eun Bo pergi. Kyung bilang, akan membuatkan rumah untuk tempat Eun Bo bersembunyi dan Han Mo akan mengantarkan Eun Bo kesana. Kyung juga bilang, akan menyuruh Han Mo membawa Nyonya Han juga kesana.

Kyung : Pergilah sekarang. Jika kau tinggal di sini, kau harus terus melalui kesulitan seperti ini.

Eun Bo : Aku... tidak akan lari, Yang Mulia. Tidak peduli apa alasannya, aku telah menipu banyak orang dan menghina bangsawan dan kementerian. Aku tidak akan dapat menghindari kenyataan bahwa aku telah berdosa.

Kyung : Apa maksud perkataanmu?

Eun Bo : Aku telah membayangkan hal ini lagi dan lagi. Hari seperti ini dan sesaat seperti ini. Aku mengharapkan hal ini sejak saat itu aku ikut berpartisipasi dalam seleksi. Karena itu, aku selalu cemas dan juga takut.

Kyung : Itu sebabnya aku menyuruhmu untuk pergi. Aku akan mengurus sisanya. Fokus saja pada kesejahteraanmu ...


Eun Bo : Aku tidak bisa membuatmu bertanggung jawab atas segalanya. Tuan Hong Ki Ho juga akan menghadapi kesulitan. Akulah yang menyebabkan ini sejak awal. Fakta bahwa aku tidak dapat memberi tahu mereka siapa aku sekarang lebih memalukan daripada ditelanjangi. Aku akan mengungkapkan siapa aku di depan semua orang dan dihukum. Tapi, tolong izinkan aku untuk menyelidiki tuduhan palsu atas ayahku.

Kyung : Apakah kau tidak tahu mereka? Apakah kau pikir ada orang yang tertarik dengan hal itu? Mereka akan mencoba membuatmu terbunuh dengan menggunakan pengakuanmu.

Eun Bo : Jika itu yang diharapkan, aku akan siap.

Kyung : Apa yang baru saja kau katakan?


Eun Bo : Aku khawatir tentang ibuku, tetapi jika itu yang layak aku dapatkan, aku harus menerimanya.

Kyung : Bagaimana denganku? Bagaimana denganku, siapa yang harus memerintah? Bagaimana kau bisa begitu kejam kepadaku? Bagaimana kau bisa begitu keras?

Eun Bo : Kalau begitu apakah kau mengatakan kepadaku untuk membuatmu  menyembunyikan aku dan berbohong ke seluruh negara? Haruskah aku memintamu untuk menyelamatkanku dan membodohi orang lain? Kepadamu, yang adalah raja negara ini?

Kyung : Aku sangat membencimu setidaknya pada saat ini.


Kyung dan Eun Bo sama2 menangis. Mereka bingung bagaimana harus keluar dari situasi itu.


Eunuch dan Han Mo juga prihatin.

Eunuch : Apa yang harus aku lakukan dengan situasi ini? Ternyata Selir Hong adalah  saudara kembar ratu yang sudah mati. Kenapa dia harus kembar? Mengapa? Dan ramalan itu juga. Berapa banyak lagi dia harus menderita?

Han Mo : Aku merasa sedih untuk mereka berdua. Kenapa bisa semuanya selalu begitu keras hanya untuk mereka berdua?


Seorang kasim bawahan datang dan membisikkan sesuatu ke Eunuch.

Eunuch dan Han Mo langsung lari ke Kyung.

Eunuch : Yang Mulia, kerabat bangsawan dan cendekiawan sedang melakukan protes di depan istana sekarang.

Kyung kaget, apa?


Di depan istana, para bangsawan dan cendekiawan berunjuk rasa, minta Kyung mengungkapkan kebenaran tentang Eun Bo yang adalah kembaran Ratu.

Jae Hwa melihat aksi protes itu dan teringat kata2 Young Ji.

Young Ji : Apa rencana yang ingin kau lakukan padanya?

Jae Hwa : Rencanaku untuknya? Aku akan membawanya dan menjaganya di sisiku. Dia harus melihat Raja sekarat di depanku.


Man Chan, Hyung Chan dan Hong Sik sedang menertawakan Kyung.

Man Chan : Kalian seharusnya melihat langsung wajah Raja yang pucat pasi! Surga membantu kita seperti ini. Mereka mengatakan kau harus mencoba yang terbaik dan membiarkan Surga memutuskan. Atau haruskah aku katakan, ke mana pun aku pergi, pasti ada jalan?

Hyung Chan : Benar! Ngomong-ngomong, Hyungnim... menurutmu dari mana rumor ini berasal?

Hong Sik : Aku tahu, itu artinya seseorang sudah tahu tentang Selir Hong.

Man Chan : Mengapa itu sangat penting? Saat ini, yang penting untuk dilakukan adalah menekan Raja sehingga dia tidak bisa melakukan hal lain. Kalian harus mengejar mangsanya sekaligus agar tidak kehilangan itu.

Hong Sik dan Hyung Chan :  Iya.

Man Chan : Surat menteri kepada Raja sudah disiapkan, iya kan?


Kyung menerima banyak surat dari para menteri.

Han Mo kemudian datang.

Han Mo : Jumlah pemrotes tumbuh semakin besar.

Kyung kaget.

Han Mo : Agar aman, aku akan menggabungkan pasukan dengan Direktorat Lima Pengawal untuk memperkuat keamanan.


Di kamarnya, Eun Bo memikirkan kata-kata Kyung tadi.

Kyung : Mereka akan mencoba membuatmu terbunuh menggunakan pengakuanmu. Kalau begitu, bagaimana denganku? Bagaimana denganku, siapa yang harus memerintah?  Aku sangat membencimu, setidaknya pada saat ini.

Eun Bo lalu memegangi dadanya yang mulai terasa sesak.


Jae Hwa kembali membahas rencananya dengan Heung Gyeon dan Young Ji.

Jae Hwa : Aku akan mengirim surat kepada anggota yang ada di seluruh negeri. Aku juga akan memberi tahu tentara.

Heung Gyeon : Tetapi untuk menyerang istana, kita akan membutuhkan seseorang untuk membuka gerbang untuk kita.

Jae Hwa : Kita akan menemukan seseorang. Karena rumor dan protes, keamanan di istana pasti semakin kuat.

Heung Gyeon : Jika begitu bukankah lebih sulit untuk masuk ke istana?

Jae Hwa : Bukankah istana memanggil prajurit dari Direktorat Lima Pengawal untuk melengkapi pada saat-saat seperti ini?

Heung Gyeon : Ya, itu benar.

Jae Hwa : Kita akan menyamarkan prajurit kita menjadi prajurit Direktorat Pengawal Lima dan membiarkan mereka di dalam istana.


Young Ji : Apakah itu bisa?

Heung Gyeon : Itu juga tidak mustahil. Bagi para penjaga kerajaan, para prajurit Direktorat Lima Pengawal adalah semua pada dasarnya orang asing. Jadi akan lebih mudah untuk masuk dari biasanya.

Jae Hwa : Tapi sebelum itu, kita harus mendapatkan izin masuk. Kita juga harus mengirim orang-orang kita ke Markas Direktorat Pengawal Lima.

Heung Gyeon : Ada seorang jenderal yang aku kenal di Kantor Pusat Direktorat Pengawal.


Jumlah pemrotes semakin bertambah. Mereka ingin Kyung menghukum Eun Bo.


Man Chan menemui Kyung.

Man Chan : Aku di sini untuk mengirimi anda pesan atas nama para menteri. Kami tidak bisa lagi menunda penyelidikan. Batas waktu yang kami putuskan adalah dua hari kemudian sebelum tengah hari. Cari tahu semua tentang Selir Hong sebelum itu. Jika anda tidak melakukan itu, Istana Raja akan benar-benar menjadi kosong. Semua menteri memutuskan untuk mogok secara keseluruhan. Anda tidak akan dapat memerintah negara tanpa menteri. Tolong ungkapkan kebenarannya dan memperkuat martabat para bangsawan.

Kyung marah tapi masih belum bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan Eun Bo.


Jae Hwa mengikuti jenderal kenalannya Heung Gyeon.

Jae Hwa bilang, mereka harus membawa jenderal itu tanpa keributan.

Pengawal Jae Hwa meringkus jenderal itu. Mereka membawanya ke markas mereka.


Jenderal itu kaget melihat sosok Heung Gyeon di depannya.

Heung Gyeon : Maaf telah memperlakukanmu dengan kasar.

Jenderal : Aku telah mendengar anda telah menghilang belakangan ini. Tapi apa ini...

Heung Gyeon : Kau harus sedikit membantuku.

Jenderal : Tepatnya, dengan apa?

Heung Gyeon : Jika kau dapat membantu kami, kami akan memberikan kompensasi kepadamu. Tetapi jika kau mengatakan tidak, tidak hanya kau, tetapi juga keluargamu akan berada dalam bahaya.

Si jenderal sontak takut.


Wal melintasi hutan dengan kudanya.


Wal akhirnya sampai di rumah pengasingan Ik Soo tapi ia dilarang masuk oleh petugas yang berjaga.

Wal pun menunjukkan lencananya.

Wal : Aku di sini karena perintah Raja. Aku harus melihat penjahat.

Tepat saat itu, Ik Soo keluar.

Ik Soo : Apa kau baru saja mengatakan perintah Raja?


Wal dan Ik Soo bicara di dalam. Ik Soo tidak percaya saat Wal bilang keluarga Kim lah dalang dibalik penangkapannya.

Wal : Jika kau mengaku, Yang Mulia akan menjaga keluargamu.

Ik Soo : Tidakkah kau mendengarnya ketika aku menyuruhmu untuk pergi?

Wal : Apakah kau tahu bagaimana keadaan keluargamu di Hanyang? Apakah kau tahu bagaimana keluarga Kim memperlakukan mereka? Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri sebelum datang ke sini. Mereka dibiarkan sangat kurus dan kering sekarang.

Ik Soo : Berhenti berbohong. Beraninya kau mencoba datang di antara kami?


Wal : Saat kau tinggal di sini, sudahkah kau menerima satu surat dari Kim Man Chan? Atau apakah dia mengirim orang ke sini setidaknya sekali? Tidak pernah kan. Sekarang, dia tidak akan tertarik padamu sama sekali.

Ik Soo : Tidak mungkin Tuan Kim Man Chan akan seperti itu. Dia tahu semua hal yang aku lakukan hanya untuk keluarga Kim.

Wal : Maaf sudah mengatakan ini padamu, tetapi kau telah dibuang. Dibuang. Dibuang layaknya sepasang sepatu tua.

Ik Soo marah, beraninya kau mengoceh dengan mulutmu!


Malam pun tiba. Kyung berdiri di depan istananya, ditemani Eunuch.

Kyung : Sudahkah kau mendengar sesuatu dari Wal? Dia seharusnya ada di sini sekarang.

Eunuch : Mungkin tidak mudah untuk membujuk Kwon Ik Soo. Dia telah menjadi antek keluarga Kim sepanjang hidupnya. Dia tidak akan bersaksi dengan mudah.


Eun Bo kemudian datang. Kyung dan Eun Bo bicara di dalam.

Eun Bo membawakan obat untuk Kyung.

Kyung : Apakah kau berubah pikiran?

Eun Bo : Tidak. Keputusanku tetap sama.

Kyung : Semua menteri akan tiba di sini besok siang. Mari kita ungkapkan kebenarannya di sana.

Eun Bo : Maafkan Aku, Yang Mulia.

Kyung : Aku akan minum obat sedikit. Kau bisa pergi sekarang.


Eun Bo berdiri. Tangisnya kembali jatuh.

Eun Bo : Aku akan... mengucapkan terima kasih atas segalanya, Yang Mulia. Saat itu... kau memanggilku Eun Bo, aku merasa senang. Karena kau memanggilku seperti itu, aku akhirnya memutuskan untuk mengklaim kembali namaku. Momen singkat itu akan lebih berkesan dari setiap saat aku pernah tinggal di Istana. Aku akan pergi dengan nama itu, nama yang kau panggil. Hal itu sudah cukup untukku. Dengan Begitu... jangan menderita terlalu lama karena aku.


Kyung yang sudah tidak tahan lagi, akhirnya berdiri dan memeluk Eun Bo erat2.

Tangis keduanya pecah.

Bersambung ke part 4...

0 Comments:

Post a Comment