Tuesday, February 11, 2020

Selection : The War Between Women Ep 14 Part 2

Sebelumnya....


Wal melihat lencananya yang diberikan Kyung.

Wal : Astaga, seharusnya aku tidak ikut campur. Sekarang aku harus melakukan semua pekerjaan ini.


Wal lalu menuju kudanya.

"Ini kuda yang bagus, bukan?" tanya Wal pada si penjaga kuda.

"Tentu, tuan."


Wal menaiki kudanya.

Wal : Ya Ampun, benar-benar deh. Kenapa dia begitu besar?

^Astaga, si Wal ini protes mulu.. Tapi lucu^


Kyung dan Eun Bo jalan-jalan di istana.

Kyung : Apa kau khawatir pada Wal?

Eun Bo : Tidak juga. Dia mungkin senang sekarang berpikir dia sedang berlibur. Dia berpikir kalau di istana pengap. Karena dia pada dasarnya adalah seorang pengembara, dia tidak bisa diikat di satu tempat. Dia menghilang sepanjang waktu. Tapi... dia selalu kembali dengan selamat. Dia selalu melakukannya kapan pun aku butuh bantuan.


Kyung pun berhenti berjalan dan menatap Eun Bo dgn wajah cemburu.

Eun Bo menyadarinya.

Eun Bo : Aku terlalu banyak bicara, bukan?

Kyung : Tidak juga.

Eun Bo : Apakah anda kesal?

Kyung : Kenapa aku harus kesal? Aku hanya merasa cemburu. Abaikan saja.

Eun Bo : Wal hanyalah seorang teman. Dia seperti saudaraku. Apakah anda benar-benar merasa cemburu? Anda bisa cemburu?

Kyung : Mengapa? Apakah kau menganggap aku konyol karena aku adalah Raja?

Eun Bo : Tidak. Tidak seperti itu...


Tapi Eun Bo kemudian tersenyum.

Kyung : Kau bilang tidak seperti itu... Ini tidak bagus. Aku tidak bisa terlihat konyol lagi. Berhentilah mengkhawatirkan soal

Wal mulai dari sekarang.  Ini adalah perintah. Seperti katamu, Wal pasti akan kembali.

Eun Bo : Benar, yang Mulia.

Kyung tersenyum.


Di pasar, para gisaeng sedang melihat-lihat aksesoris.

So Rang memulai aksinya. Menyebarkan rumor tentang Eun Bo.

So Rang mengatakan, Eun Bo adalah kembaran mendiang Ratu.

Usai mengatakan itu, So Rang langsung pergi. Teman2 gisaengnya bergegas menyusulnya.


Rumor pun berkembang. Orang2 di pasar mulai membicarakan Eun Bo.

"Lalu, apakah dia benar-benar membiarkan si kembar di dalam istana? Sangat berani."

"Ngomong-ngomong, bagaimana mungkin masih ada anak kembar setelah ramalan itu?"

"Bukankah itu tidak baik?"


Usai menyebarkan rumor itu, So Rang bersenang-senang dengan Hong Sik di gibang.

So Rang juga memberitahu Hong Sik kalau Eun Bo kembarannya Ratu. Hong Sik kaget.


Hong Sik langsung pulang ke rumah dan memberitahu ayah serta pamannya kalau Eun Bo adalah kembaran Eun Ki.

Hyung Chan dan Man Chan awalnya tidak percaya dan berpikir Hong Sik sedang mabuk.

Hong Sik berkata, ada rumor di pasar bahwa Eun Bo kembaran Eun Ki.

Hyung Chan : Dari mana kau mendengar desas-desus yang konyol itu? Berhentilah bicara omong kosong!


Man Chan : Tunggu dulu. Saudara kembarnya?

Hong Sik : Iya.

Man Chan : Saudara kembarnya?


Byul dan Young Ji melihat kamar mereka. Byul tidak menyangka ada tempat seperti itu di gunung.

Byul : Disini juga memiliki beberapa perlengkapan rumah tangga. Ini tidak terlihat buruk. Biar begitu masih tidak akan begitu nyaman, bukan?

Young Ji : Semuanya akan sama bagiku kecuali jika itu adalah Istana Ratu.

Byul : Anda pasti lelah berjalan. Anda harus istirahat. Aku akan memanaskan air mandi.

Young Ji : Ngomong-ngomong dimana ayah?


Heung Gyeon sendiri sedang bicara dengan Jae Hwa.

Jae Hwa mengatakan, rumor sudah menyebar dimana-mana di pasar saat ini.

Jae Hwa : Hanya itu yang perlu kita lakukan.

Heung Gyeon : Maksudmu, kau akan membiarkan Kim Man Chan menekan para bangsawan dengan rumor itu?

Jae Hwa mengangguk.


Besoknya, Man Chan pun mulai menekan Kyung dengan rumor itu.

Ia minta Kyung membiarkannya mengusut hal itu dan menghukum si penyebar rumor jika rumor itu tidak terbukti.

Man Chan : Tapi... sebelum itu, kupikir anda harus sampai ke akar dari rumor ini pertama kali. Ada banyak rumor tentang Selir Hong sejauh ini. Menghentikan rumor agar tidak menyebar tidak bisa menjadi solusi terbaik.

Kyung menatap tajam Man Chan.

Man Chan : Yang Mulia, silakan perintahkan kami untuk cari tahu kebenarannya. Warga negara tersayang anda gemetar ketakutan sekarang. Kenapa tidak? Mereka pasti sangat takut akan hal itu, ramalan dari 20 tahun yang lalu mungkin akan menjadi kenyataan.


Kyung : Apa maksud-mu dari, "ramalan itu?"

Man Chan : Apakah anda tidak tahu? Eulminyeon Bangassangchul Hangyeokse. Ada ramalan seperti itu sebelum anda menjadi raja.


Rumor itu juga sampai ke telinga Wangdaebi. Daebi dan Song Yi yang memberitahu Wangdaebi.

Daebi : Aku sudah katakan sebelumnya. Aku mengatakan bahwa wajah itu membawa nasib buruk. Wanita itu akhirnya menyebabkan masalah.

Song Yi : Ada desas-desus bahwa Selir Hong adalah saudara kembar ratu yang sudah mati, Yang Mulia. Aku juga terkejut ketika aku mendengar itu dari pamanku.


Eun Bo sendiri sedang memasak obat untuk Kyung.


Kyung minta Eunuch membawakan catatan tentang ramalan itu.

Kyung : Yang berhubungan dengan si kembar. Bawakan aku semua catatan yang berhubungan dengan itu!


Wangdaebi langsung menemui Eun Bo. Wangdaebi menatap tajam Eun Bo.

Wangdaebi : Benarkah kau adalah saudara kembar ratu yang sudah mati?

Eun Bo kaget Wangdaebi tahu.

Wangdaebi : Bagaimana anda bisa tahu itu, Yang Mulia...

Wangdaebi syok.


Eun Bo langsung berlutut.

Wangdaebi : Mulai dari sekarang, kau harus menjawab setiap pertanyaan yang aku tanyakan. Apakah Raja sudah tahu tentang hal ini atau apakah kau dan cenayang itu merencanakan ini bersama-sama untuk menipu dan mengejek keluarga kerajaan?

Eun Bo : Maafkan aku. Maafkan Aku, Yang Mulia!

Wangdaebi : Aku bertanya kepadamu apakah Raja juga tahu!

Eun Bo : Dia sudah tahu. Tapi karena aku, Yang Mulia... Itu semua karena aku!


Wangdaebi : Hubungan naas seperti apa yang kami miliki dengan keluargamu? Kau dan saudara perempuanmu seharusnya sudah mati 20 tahun yang lalu. Tapi kau akhirnya menghancurkan Raja dan mengganggu para bangsawan. Ramalan itu berakhir menjadi kutukan.

Eun Bo yang tidak mengerti, bertanya kenapa.

Wangdaebi : Keluargamu telah berdosa dengan menipu para bangsawan. Aku harap kau siap membayarnya.

Wangdaebi beranjak pergi.


Mata Eun Bo berkaca-kaca sekarang.

"Aku perlu bertemu Tuan Hong Ki Ho sekarang." ucapnya pada pelayannya.


Kyung gemetar membaca ramalan itu.

Kyung marah. Lalu ia tanya pada Eunuch apa Eunuch tahu tentang ramalan itu.

Eunuch : Aku telah mendengar tentang ramalan itu sebelumnya. Tapi kenapa?

Kyung : Katakan padaku semua yang kau tahu tentang itu.

Eunuch : Soal itu, 20 tahun yang lalu, ada ramalan dari Kuil Cenayang Kerajaan.

Flashback....


Kepala Cenayang yang sedang melakukan ritual, menerima ramalan.

Lalu ia menuliskan ramalan itu di sebuah kertas panjang.

Flashback....


Ki Ho menceritakan ramalan itu pada Eun Bo.

Ki Ho : Itu dikatakan kalau dunia akan berubah karena kelahiran bangsawan kembar yang lahir pada tahun 1895. Dengan begitu... melahirkan anak kembar di keluarga bangsawan dilarang untuk sementara waktu dan...

Flashback....


Bayi kembar sepasang suami istri diambil paksa oleh petugas istana untuk dibunuh.

Flashback end...


Ki Ho : Bahkan si kembar yang sudah lahir terbunuh begitu mereka terungkap. Aku pernah mendengar dari Tuan Baek Ja Yong, Tuan Kang Yi Soo mencoba yang terbaik untuk menyembunyikan putrinya dari peraturan yang keras.

Eun Bo kaget mendengarnya.


Kyung kaget mendengar cerita Eunuch tentang si kembar yang dibunuh pada saat itu karena ramalan keji itu.

Eunuch : Ada yang melaporkan seperti itu pada saat itu, tapi aku tidak berpikir mereka akan bisa membunuh mereka semua. Tidak peduli seberapa ketatnya mereka, tidak ada cara untuk mengetahui apa yang terjadi di setiap keluarga. Aku yakin ada keluarga yang membesarkan anak-anak mereka secara rahasia. Bagaimana mereka bisa membiarkan anak-anak mereka mati?


Kyung lalu ingat cerita Eun Bo.

Eun Bo : Karena kami tidak dapat mengungkapkan bahwa kami kembar, kami harus tetap di dalam rumah sejak kami masih muda.


Kyung : Kang Yi Soo juga pasti punya alasan untuk melakukan hal itu. Itulah sebabnya mereka membesarkan si kembar secara rahasia.

Eunuch : Ya?

Kyung : Selir Hong adalah  saudara kembar dari ratu yang sudah mati.

Eunuch awalnya bingung dengan kata2 Kyung tapi tak lama ia sadar dan terkejut.

Bersambung ke part 3...

No comments:

Post a Comment