Skip to main content

Ruby Ring Ep 30 Part 1

Sebelumnya...


Roo Bi penasaran kenapa Roo Na mencari Yeonho. Roo Bi berkata, bahwa Yeonho adalah orang yang menjebak In Soo. Roo Na pun pura-pura tidak tahu.

Tepat saat itu, Yeonho menghubungi Roo Na. Roo Na  pun menyuruh Yeonho cepat ke kantor audit.

Roo Bi menatap Roo Na curiga. Tak mau dicurigai, Roo Na pun menyuruh Roo Bi kembali bekerja.


Roo Na mengikuti Yeonho ke kantor audit. Ia lega melihat Yeonho sudah masuk kantor audit, tapi ternyata Yeonho belum benar-benar masuk ke kantor audit. Ia keluar lagi dan Roo Na langsung menghampirinya. Yeonho mengaku gugup dan ingin ke kamar mandi. Roo Na tambah stress.


In Soo bersiap menyebarkan video itu, tapi tepat saat itu, ia menerima sebuah pesan dari Roo Na yang mengatakan bahwa ia menang.


Dongpal mencoba bicara soal Chorim pada Gilja. Sebelum mulai bicara, Gilja menyuruh Soyeong pulang duluan.

Awalnya, Gilja basa basi menanyakan soal kelas memasak Dongpal. Setelah itu, barulah mereka membahas Chorim. Dongpal mengaku, kalau ia menyukai Chorim tapi ia tak bisa menikahi Chorim karena situasinya tidak tepat. Dongpal juga ingin bilang, kalau ia sudah punya anak tapi mulutnya terkunci saat ia ingin mengatakan hal itu.


Di rumah, Soyeong bilang pada Chorim kalau Dongpal sangat mengkhawatirkan Chorim. Soyeong bilang, Dongpal bertanya padanya, kenapa Chorim tidak bekerja dan raut wajah Dongpal terlihat sedih. Chorim pun bertanya, apa Dongpal mengatakan hal yang lain lagi? Apa wanita itu masih menghubungi Dongpal? Soyeong menggeleng.


Saat mendengar suara pintu dibuka, Chorim buru-buru masuk ke kamarnya. Gilja pulang dan langsung memeriksa keadaan Chorim.

Gilja ingin mengatakan sesuatu soal Dongpal, tapi karena takut Chorim terluka, Gilja pun memutuskan tidak mengatakannya.


Di rumahnya, Dongpal juga sedang memikirkan kata-kata Gilja yang menyuruhnya menikahi Chorim. Untuk menenangkan hatinya, Dongpal pun memetik gitarnya dan mulai bernyanyi.


Roo Na tak bisa tenang meskipun Yeonho sudah menyerahkan diri. Ia cemas memikirkan In Soo yang masih memiliki copy-an videonya.

Stress, Roo Na pun melampiaskannya dengan minum-minum. Gyeong Min tiba-tiba datang, mengejutkan Roo Na.

“Kau sendirian?” tanya Gyeong Min sambil menuangkan minuman untuk Roo Na.

“Kau pikir aku bersama pria lain? Lalu kau sendiri?”

“Aku datang karena klienku. Melihat bagaimana kau berubah, benar-benar membuatku heran dan terkejut. Mereka mengatakan, kita sudah dilahirkan dengan kepribadian yang telah ditentukan dan kepribadian kita tidak akan berubah dengan mudah meskipun waktu sudah berlalu.”

“Apa kau mau bilang, kau tidak menyukaiku?” tanya Roo Na.


“Tidak bagus bagimu untuk minum, apalagi sendirian.” Jawab Gyeong Min.

“Wanita manusia juga. Apalagi, aku wanita karir. Minum bisa membuatkanku menjadi lebih tenang. Kenapa seorang pria boleh minum, sedangkan wanita tidak?” ucap Roo Na.

“Ya sudah, minumlah.” Jawab Gyeong Min, lalu menuangkan minum untuk Roo Na.

“Kau mengejekku?” tanya Roo Na.

“Roo Bi-ya...”

“Ejeklah aku sepuasnya. Aku pantas diejek hari ini.” Ucap Roo Na.


Sekarang, Gyeong Min sudah berada di kantor, bersama ayah dan adiknya. Mereka lega kasus In Soo sudah selesai dan In Soo terbukti tidak bersalah. Gyeong Min berkata, Yeonho sudah mengaku, sengaja menjebak In Soo karena dendam tapi ia mengaku karena merasa tidak tenang.

Se Ra kemudian berkata, In Soo bisa mengajukan gugatan pada perusahaan.

“Dia tidak akan melakukannya.” Jawab Gyeong Min.

“Dia memiliki integritas untuk menolak suap sebesar itu. Dia tidak akan menyimpan dendam dan menuntut kita.” Ucap Tuan Bae.

“Dari apa yang kudengar, karyanya sangat bagus.” Jawab Gyeong Min.

“Ayah pikir, sebagai sebuah perusahaan, kita harus memberinya kompensasi.” Ucap Tuan Bae.


Lalu In Soo datang dan meminta maaf pada Tuan Bae karena sudah membuat masalah. Tuan Bae berkata, perusahaannya lah yang salah karena sudah salah menuduh orang. Gyeong Min dan Se Ra pun meminta maaf atas nama perusahaan.


Habis menemui Tuan Bae, In Soo pun menemui Roo Na. Dengan wajah jengkel, Roo Na memberi ucapan selamat atas promosi yang didapatkan In Soo.

“Bukankah semua itu karena dirimu?” sindir In Soo.

“Jangan terlalu percaya diri hanya karena pedang ada di tanganmu. Pedang itu nantinya bisa melukai dirimu.” Jawab Roo Na.


Roo Na kemudian beranjak dari ruang ganti. In Soo pun menatap kepergian Roo Na dengan tatapan sengit.


Sekarang, In Soo sedang merayakan ‘kebebasannya’ di restoran Gilja. Chorim membuatkan In Soo berbagai hidangan yang terbuat dari tahu.

“Eomma, tahu untuk narapidana yang dibebaskan dari penjara.” Ucap Roo Bi.

“Kami tahu, tapi ini untuk menangkal roh jahat.” Jawab Gilja.

“Tunggu sebentar, haruskah kami memanggilmu calon pengantin pria sekarang?” tanya Chorim.

“Imo.” Ucap Roo Bi dengan wajah merona karena malu.

“Aku tidak keberatan.” Jawab In Soo.

“In Soo sangat populer hari ini.” Ucap Roo Na.

Gilja lalu menyuruh In Soo makan. Tapi sebelum makan, Chorim mengajak mereka minum soju.


Sekarang, Roo Bi sudah berada di kamarnya, sedang mengetik proposal. Sebuah SMS dari In Soo, masuk. In Soo menanyakan, tentang proposal yang dibuat Roo Bi.

“Aku tidak seperti kakakku. Si bodoh Roo Na membuat proposal. Tentu saja tidak berjalan dengan baik.” Gumam Roo Bi.

Roo Bi lantas mengetikkan sms balasan. Ia berterima kasih pada In Soo.


Chorim tak bisa tidur. Ia penasaran dengan yang mau dikatakan Gilja soal Dongpal kemarin malam.

Penasaran, Chorim  pergi ke kamar Gilja. Gilja pun akhirnya memberitahu Chorim, bahwa Dongpal tak ingin menikah.

“Aku tahu dia mencintaimu tapi dia pasti punya alasan tak bisa hidup denganmu. Jadi jangan memikirkan ini lagi. Biar waktu yang menyembuhkannya. Mereka bilang, waktu akan menyembuhkan semua luka.” Ucap Gilja.


Tangis Chorim pecah. Gilja pun memeluk Chorim dan berusaha menenangkan Chorim.


Sekarang, Chorim berdiri di depan rumah Dongpal. Ia menatap ke arah rumah Dongpal sambil mengingat semua kenangannya bersama Dongpal. Chorim lantas menghapus air matanya dan beranjak pergi tanpa menemui Dongpal.

Sementara itu, Dongpal tengah bernyanyi. Jihyeok dan temannya tampak menikmati nyanyiannya.


Di kantor, semua karyawan memberi ucapan selamat pada In Soo. Roo Na yang melihatnya dari kejauhan pun tersenyum kesal.

Lalu, Yeonho menghubungi Roo Na.

“Tunggu sampai aku menelponmu.” Ucap Roo Na kesal.


In Soo menghampiri Roo Na. Roo Na pun berkata, bahwa In Soo terlihat seperti pahlawan bagi perusahaan. In Soo berterima kasih pada Roo Na. Ia berkata, semua itu berkat Roo Na. Roo Na pun tambah gusar mendengarnya. Setelah In Soo pergi, Roo Na ditelepon oleh Direktur Lee.


Roo Na menandatangani kontrak dengan Direktur Lee.

Setelah itu, wajah Roo Na pun menghiasi seluruh media Korea.


Tapi Tuan Bae dan nenek tidak begitu antusias melihat kesuksesan Roo Na. Menurut nenek, kesuksesan seperti itu hanya akan membuat keluarga menjadi sengsara.

“Samonim, bukankah bagus mempunyai anggota keluarga selebriti. Tidakkah itu membuatmu bangga?” tanya Geum Hee.

“Kau membutuhkan lebih banyak pengalaman hidup. Kalau begitu, aku akan pergi ke keluargaku.” Jawab nenek.

“Omo, Samonim. Apakau kau memiliki keluarga baru? Dimana? Siapa pria yang beruntung itu?” tanya Geum Hee.

Nenek pun kesal, YAAA!! “Aku hanya bercanda.” Jawab Geum Hee.

“Orang yang kurang beruntung di dunia ini adalah keluargaku.” Ucap nenek, lalu beranjak pergi.


Di kantor, Se Ra dan Gyeong Min sedang membahas Roo Na. Se Ra mengaku, sebisa mungkin menahan dirinya agar tidak menjadi ipar yang jahat untuk Roo Na. Se Ra berkata, tidak tahu sekarang apakah Roo Na karyawan JM atau selebriti.

“Apa masalahnya? Pada akhirnya, dia hanya bekerja keras untuk mempromosikan perusahaan kita.” ucap Gyeong Min.

“Aku membiarkan dia menjadi host karena dia mengaku tertarik dengan homeshopping. Tapi sekarang dia ingin melakukan talk show sendiri. Apa dia benar-benar melakukannya untuk keluarga kita?” jawab Se Ra.

“Roo Bi mungkin karyawan JM tapi dia bebas memilih.” Ucap Gyeong Min.

“Tapi menurutku, dia menganggap JM hanyalah batu loncatan untuk mewujudkan mimpinya.” Jawab Se Ra.

“Apa kau iri?” tanya Gyeong Min.

“Iya, aku iri.” Jawab Se Ra.

“Kalau begitu, menikahlah. Kau butuh teman hidup yang bisa mendukungmu dalam segala hal.” Ucap Gyeong Min.


Di rumah, Tuan Bae mulai memikirkan soal Roo Na yang menginginkan JM Homeshopping.


Lalu nenek datang dan Tuan Bae bertanya, apa nenek masih tidak menyukai Roo Na.

“Aku tidak suka dengan siapapun. Aku bahkan tidak suka dengan diriku sendiri. Tapi kita keluarga. Kita harus saling mengasihi dan peduli satu sama lain.” Jawab nenek.

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...