Monday, May 27, 2019

Unknown Woman Ep 24 Part 1

Sebelumnya..


Ji Won menyuruh seseorang mengambil rambut Yeo Ri.


Yeo Ri yang saat itu tengah bersama Do Chi, dihubungi Mal Nyeon. Saat sedang teleponan dengan Mal Nyeon itu lah, pria suruhan Ji Won melajukan motornya dengan kencang ke arah Yeo Ri. Do Chi yang melihat, kaget dan langsung menyambar tubuh Yeo Ri.

Yeo Ri dan Do Chi bergulingan di jalan. Topi Do Chi yang dipakai Yeo Ri langsung jatuh.

Yeo Ri yang kaget dan gugup saat Do Chi menindih tubuhnya pun menyingkirkan Do Chi dari tubuhnya.

Namun setelah itu, Do Chi tak bergerak lagi. Yeo Ri panic dan terus membangunkan Do Chi.

Do Chi : Kau takut aku tewas?

Yeo Ri sewot, apa-apaan tadi? Kau mengagetiku!

Do Chi tertawa.


Pria itu turun dari motornya. Ia mengambil topi Do Chi dan bergegas kabur.

Do Chi dan Yeo Ri heran pria itu mengambil topi mereka.


Mal Nyeon heran telepon Yeo Ri tiba2 terputus. Ia pun langsung punya feeling tak enak.


Do Chi mengulurkan tangannya, berniat membantu Yeo Ri berdiri. Tapi Yeo Ri bilang, bisa berdiri sendiri.

Yeo Ri berdiri dan berjalan tapi ia nyaris jatuh karena hak sepatunya patah. Untung lah Do Chi langsung menangkapnya sebelum ia jatuh.

Do Chi :Kau seharusnya menyambut tanganku saja. Kau sengaja melakukan itu agar aku memelukmu?

Yeo Ri : Tidak.


Yeo Ri pun berdiri tegak dan ia melihat hak nya patah.

Yeo Ri sedih, ibuku membelikan ini saat kelulusan latihan institusi. Hal-hal baik terjadi saat mengenakan ini.

Do Chi lalu menyuruh Yeo Ri naik ke punggungnya. Do Chi bilang, tidak mungkin Yeo Ri nyeker sampai ke rumah.

Yeo Ri menolak. Do Chi yang greget karena Yeo Ri terus menolaknya, akhirnya langsung menggendong Yeo Ri di punggungnya.

Yeo Ri protes, minta diturunin.

Do Chi : Hentikan. Akui saja kau menyukainya dan diamlah.

Yeo Ri, apa? Turunkan aku!

Do Chi : Tidak!


Do Chi pun mulai berjalan, menggendong Yeo Ri.

Di tengah perjalanan, Do Chi tanya, apa Yeo Ri tidak diet.

Do Chi : Aku seharusnya tahu sejak melihat sebanyak apa makanmu di Chaplin.

Yeo Ri : Turunkan aku!

Do Chi : Kita hampir tiba. Berhentilah bermain-main. Kita sudah tiba.


Do Chi pun menurunkan Yeo Ri.

Do Chi :  Aku tidak menggendong sembarang orang. Tubuhku terlalu berharga.

Yeo Ri : Terima kasih. Bagaimanapun, aku selamat pulang berkat dirimu. Kau sebaiknya pergi.

Do Chi : Pasti walaupun kau mencegahku, jadi, berhentilah menyuruhku pergi. Serta aku akan membawa ini. Aku melihat tempat sampah tadi. Akan kubuangkan untukmu.

Yeo Ri : Tidak. Sudah kubilang ibuku membelikannya untukku.

Yeo Ri berusaha mengambil sepatunya tapi Do Chi malah meninggikannya.

Do Chi : Selamat malam. Mimpikan aku. Mimpikan Do Chi.

Do Chi lalu beranjak pergi membawa sepatu Yeo Ri.

Yeo Ri menatap Do Chi.

Do Chi : Aku tahu kau menatapku. Masuklah.

Yeo Ri tersenyum geli mendengarnya.


 Yeo Ri masuk ke rumah. Tuan Yoon heran dan tanya, kenapa Yeo Ri tidak pakai sepatu.

Yeo Ri : Hakku patah dalam perjalanan pulang.

Mal Nyeon : Omong-omong, kau tadi menutup telepon ibu? Ibu khawatir karena tidak bisa menghubungimu.

Yeo Ri : Aku terlibat kecelakaan dengan sepeda motor. Tapi aku tidak terluka. Anehnya, pengemudi motor itu mengambil topiku.

Tuan Yoon, topi? Benar..

Yeo Ri : Tentang apa?

Tuan Yoon : Ayah rasa Ji Won dalangnya. Pria aneh berbuat onar di restoran hari ini dan menjambak rambut ibumu.

Mal Nyeon : Ibu rasa dia berusaha memastikan apakah ibu ibu kandungmu.

Yeo Ri panic, kita harus bagaimana?  Sudah kuduga dia akan berusaha memeriksanya. Aku ceroboh. Maaf.

Pria suruhan Ji Won itu pun datang menemui Ji Won dengan mobil.

Ji Won sudah menunggu di depan rumah.

Pria itu menyerahkan sampel rambut Mal Nyeon dan Yeo Ri.

Ji Won : Mereka tidak menyadarinya, bukan?

Pria itu : Tidak. Aku berhati-hati sesuai katamu.


Ji Won : Lakukan tes DNA. Secepat mungkin.

Pria itu mengerti, lalu pergi.

Ji Won : Mari lihat sampai kapan kau bisa membodohiku, Son Yeo Ri.


Ji Won masuk ke kamar. Do Young tanya, Ji Won habis darimana.

Ji Won : Aku meminta dilakukan tes DNA untuk Yoon Seol dan ibunya.

Do Young : Kau masih mencurigainya?

Ji Won : Mari bicara setelah hasilnya keluar. Jangan bilang apa-apa sampai saat itu.

Ji Won pun keluar dari kamar.


Do Chi menatap lukisan Yeo Ri.

Do Chi : Ahjussi, katamu saat masa sulit berlalu, banjir harapan datang seperti ombak. Aku belakangan amat gembira. Selama ini aku sedih dan kesepian sejak orang tuaku pergi, tapi aku menemukan seseorang yang terus-menerus kupikirkan dan ingin bersamanya. Setiap kali melihatnya, aku mau membuatnya tertawa dan tampak keren. Ahjussi, apakah ombakku adalah Seol?


Yeo Ri yang baru selesai mandi, teringat si suruhan Ji Won yang mengambil topinya.

Yeo Ri : Apa yang harus kulakukan? Berakhir sudah jika Ji Won tahu.

Lalu, Yeo Ri mengingat saat Do Chi menolongnya yang nyaris ditabrak suruhan Ji Won.

Yeo Ri menghela nafas, lalu duduk di ranjangnya dan menatap foto Do Chi yang ada di pohon keluarga Wid.

Yeo Ri : Abeoji, aku tambah menyukainya. Tapi aku tidak berhak menyukainya. Aku tidak berhak bahagia.


Do Chi pergi keluar. Ia membawa paper bag.


Ae Nok minta Yeol Mae tidak mengeluh dan tidak meminta kesempatan kedua.

Yeol Mae juga minta ibunya melakukan hal yang sama.

Lalu mereka suit, batu, kertas gunting. Ae Nok menang.

Yeol Mae kesal, ibu lambat! Ulangi!

Ae Nok : Jangan menarik ucapanmu, Sayang. Ibu harus bersiap untuk pekerjaan paruh waktu ibu. Ibu harus mengenakan apa hari ini?

Ae Nok masuk ke kamarnya.

Yeol Mae : Aku tidak akan menyerah semudah itu.


Ae Nok sampai di Chaplin dan terkejut melihat Yeol Mae sudah ada di sana, memakai seragam pelayan.

Yeol Mae berkata, ia sudah meneken kontrak dengan Oliver.

Ae Nok kesal dan berusaha merebut kontrak itu.


Yeol Mae lari. Ia bilang, untuk apa ia memberikan kontrak itu pada sang ibu karena Oliver sudah menekennya.

Tapi Ae Nok gak peduli dan berusaha mengambilnya.

Yeol Mae terus berusaha menghindari Ae Nok, sampai akhirnya, ia tak sengaja menyenggol piring dan gelas di atas meja.

Mereka panic. Yeol Mae takut ia akan dipecat padahal ia baru saja mulai bekerja.

Ae Nok : Tidak. Ini tampak mahal. Ayo bersihkan sebelum Pak Jang tiba.


Tapi saat membersihkannya, jari Yeol Mae terluka.

Yeol Mae merengek.

Oliver kemudian datang dan tanya apa yang terjadi.


Ji Won menerima hasil tes DNA Mal Nyeon dan Yeo Ri dari anak buahnya.

Ji Won : Tidak ada yang melihatmu, bukan?

Pria itu : Tidak.

Ji Won : Bagus. Kau boleh pergi.


Ji Won lantas masuk ke kamarnya. Ia duduk di depan meja riasnya dan teringat kata2 Yeo Ri saat menelponnya dari penjara.

Flashback...

Yeo Ri : Ingat perkataanku barusan. Namaku, wajahku, lukaku... Jangan berani-beraninya melupakanku. Aku tidak akan melupakanmu juga.

Flashback end...

Ji Won :  Tentu. Bagaimana bisa aku melupakanmu? Bagaimana bisa aku melupakanmu yang sudah membunuh Hae Sung?


Mal Nyeon dan Yeo Ri sedang menyiapkan baju2 yang akan mereka bawa ke panti.

Mal Nyeon : Anak-anak di panti asuhan dan tempat penampungan amat cepat tumbuh besar. Baju yang mereka pakai musim panas tahun lalu sudah tidak muat.

Melihat baju anak2 itu, Yeo Ri teringat Bom.

Yeo Ri : Aku tidak pernah membelikan Bom baju bagus untuk dia kenakan.

Mal Nyeon pun menggenggam tangan Yeo Ri.

Mal Nyeon : Ibu yakin dia mengenakan jubah malaikat di surga.

Yeo Ri lantas menghapus tangisnya dan teringat Ji Won.

Yeo Ri :  Hong Ji Won pasti sudah menerima hasil tes DNA. Apa yang harus kita lakukan? Kita butuh rencana baru.


Tuan Yoon datang.

Tuan Yoon : Jika ada niat, pasti ada jalan. Ji Won mengira dia bisa melakukan apa saja, tapi ayah, Ki Dong, berada di atasnya.


Ji Won terkejut membaca hasil tes DNA Mal Nyeon dan Yeo Ri yang menyatakan, kalau mereka memang ibu dan anak.

Ji Won tidak percaya hasil tes itu. Ia yakin Seol adalah Yeo Ri.


Sementara itu, Tuan Yoon bertanya, apa yang akan Ji Won lakukan pertama kali setelah melihat Yeo Ri.

Tuan Yoon : Dia bilang dia punya orang tua, jadi, pasti dia mau tes DNA. Itulah alasanku menyuruh seseorang mengawasi asisten Ji Won yang selalu dia perintahkan seperti anak buahnya.


Dan setelah mendapatkan informasi dari orang suruhannya, Tuan Yoon langsung ke pusat laboratorium tempat tes DNA.

Tuan Yoon sengaja menabrak pria itu saat pria itu keluar dari dalam gedung labor dan menukar hasil tes DNA dengan yang palsu.


Mal Nyeon sontak tertawa mendengar cerita Tuan Yoon.

Mal Nyeon : Yoon Ki Dong, kau yang terbaik. Kau tidak menjadi detektif selama 20 tahun karena wajahmu tampan.

Tuan Yoon : Kuberi dia dokumen yang memastikan bahwa kalian berdua sedarah, jadi, dia tidak akan curiga lagi.

Yeo Ri : Terima kasih. Kita semua akan dipenjara jika tertangkap basah. Aku tidak takut karena sudah mempertaruhkan nyawaku, tapi aku tidak bisa membiarkan sesuatu terjadi kepada kalian. Semua yayasan yang kau dukung akan menderita juga.

Tuan Yoon : Kita bisa mati hari ini atau besok tanpa menyesal sedikit pun, tapi kita akan merasa tidak enak kepada anak-anak malang itu.

Yeo Ri : Maaf. Aku akan lebih berhati-hati.


Yeo Ri lalu masuk ke kamarnya. Ia mengatakan pada dirinya, kalau ia tidak boleh lengah karena sekali lengah, penjara tantangannya.


Do Chi pergi ke toko sol sepatu untuk memperbaiki sepatu Yeo Ri.

Do Chi : Aku harus memperbaiki ini dan mengirimkannya sebelum bekerja.

Do Chi juga memberikan pria pemilik toko ginseng dan 100 tanda tangannya.


Dan sekarang sepatu itu sudah berada di depan pintu kediaman Yeo Ri.

Yeo Ri membuka pintu dan terkejut melihat sepatunya sudah bagus lagi.


Tak lama, ponselnya berbunyi. Pesan masuk dari Do Chi.

Katamu sepatunya istimewa karena diberikan oleh ibumu. Aku mau kau mengenakannya dan terus berjalan di jalan yang berbunga.

Yeo Ri pun jadi tidak enak hati.


Yeo Ri lalu turun dari tangga. Di jendela tangga, ia mendengar suara Do Chi. Yeo Ri menoleh.

Do Chi : Kau tidak bersyukur? Tidak perlu berterima kasih kepadaku. Semoga sukses juga hari ini!

Do Chi beranjak pergi. Yeo Ri tambah tak enak hati.


Do Chi : Kerja bagus, Do Chi-ya!  Kau sudah melihat betapa tersentuhnya Seol, bukan? Kau amat keren.


Oliver sedang mengobati luka Yeol Mae.

Ae Nok dan Yeol Mae jadi tambah kesengsem melihatnya. Apalagi Ae Nok.

Ae Nok : Lihat betapa terampilnya kedua tangan itu. Kau sungguh dokter, Oliver?

Oliver : Aku masih dokter. Aku tidak bekerja di rumah sakit, tapi masih bekerja suka rela merawat kaum duafa dan ibu tunggal.

Ae Nok : Kau bukan hanya tampan. Hatimu semurni emas.


Ae Nok lalu melirik Yeol Mae yang menatap Oliver tanpa berkedip.

Ae Nok : Kenapa matamu melotot begitu? Yeol Mae-ya, apakah sakit sekali?

Oliver : Kau mendapat lima jahitan, jadi, tanganmu jangan basah dahulu untuk sementara. Nanti bisa terinfeksi.


Yeol Mae : Maaf sudah memecahkan piring mahal.

Oliver : Kau lebih berharga daripada piring. Kau sebaiknya pulang untuk hari ini.


Sampai di rumah, Ae Nok dan Yeol Mae sama2 memikirkan Oliver.

Ae Nok : Adakah kekurangan Oliver? Dia tampan, berpendidikan, dan baik juga.

Yeol Mae : Dia kurang satu hal. Wanita. Benar, bukan?

Lalu Ae Nok dan Yeol Mae bicara dalam hati masing.

Ae Nok : Dia akan sempurna jika kuisi kekosongan itu.

Yeol Mae : Aku amat bahagia. Katanya aku berharga. Tidak ada yang pernah mengatakan itu sebelumnya.


Ji Won dalam perjalanan.

Ji Won :  Son Yeo Ri, kau putri kandung wanita itu?


Ji Won lalu ingat saat Yeo Ri memperkenalkan dirinya sebagai Seol.


Lalu ia ingat kata2 Yeo Ri saat menelponnya di penjara.

Yeo Ri : Kau, putrimu, menantumu... akan kuhancurkan kalian semua.


Terakhir, ia mengingat saat menginterogasi Yeo Ri di kafe.

Ji Won : Orang tuamu masih hidup?

Yeo Ri : Ya. Aku tinggal dengan mereka.

Ji Won : Kau belum menikah dan sudah sewajarnya, tidak punya anak.

Yeo Ri : Ya.


Ji Won marah, tidak mungkin. Kau Yeo Ri. Beraninya kau menginjakkan kaki di perusahaanku.


Di kantor, Moo Yeol membahas rencananya sebelum menjual Wid Fashion dengan Yeo Ri.

Moo Yeol : Kita akan memecat orang-orang yang paling menentang penjualannya dahulu.

Yeo Ri : Bagaimana? Pasti tidak mudah memecat mereka.

Moo Yeol : Mereka sudah bekerja di sini selama bertahun-tahun, jadi, pasti pernah berbuat salah.

Yeo Ri : Bukankah itu terlalu kejam? Mereka mendedikasikan hidupnya untuk Wid Fashion.

Moo Yeol : Kita harus membuat pengorbanan. Jika tidak, akan terlalu sulit menjualnya. Akan ada pihak yang menentang karena itu perusahaan pionir yang dibangun pimpinan pendiri. Kau harus menyiapkan bukti untuk langkah legal melawan mereka.

Yeo Ri mengerti, baik.


Ji Won tiba2 datang dan menyuruh Yeo Ri berhenti dari perusahaannya.

Yeo Ri menolak, kenapa aku harus keluar? Aku dipekerjakan secara resmi oleh Grup Wid. Aku tidak merugikan perusahaan. Aku menolak keluar.

Ji Won : Kau merugikan perusahaan. Melihat wajahmu membuatku muak.

Yeo Ri : Aku menolak dipecat hanya karena perasaanmu.

Ji Won : Kami akan mengompensasimu atas pembatalan kontrak kerja. Jadi, berkemaslah.

Yeo Ri : Kau bukan penanggungjawabnya. Tidak bisa kuturuti perintahmu. Aku tidak akan keluar.

Ji Won : Baiklah. Jika tidak mau keluar sendiri, aku akan mengusirmu sendiri.

Ji Won lantas mengambil tas dan dokumen2 Yeo Ri, lalu membawanya keluar.


Yeo Ri mau menyusul Ji Won tapi dihalangi Moo Yeol. Moo Yeol bilang, dia yang akan mengurus masalah itu. Tapi Yeo Ri bilang, itu masalahnya dan dia yang harus menyelesaikannya.


Ji Won membuang barang2 Yeo Ri ke lantai.

Yeo Ri marah, Samonim!

Ji Won : Pergilah selagi aku masih baik. Keadaannya akan makin parah jika kau tidak keluar.

Yeo Ri : Tidak, aku menolak. Aku tidak mau diperlakukan seperti ini hanya karena aku mirip mantan pacar menantu Anda.

Ji Won : Baiklah. Aku benci wajahmu karena melihat wajahmu membuatku teringat dengannya. Entah kau dia atau bukan, aku tidak bisa membiarkanmu bekerja di sini.

Yeo Ri : Anda yang membawaku kemari. Anda memintaku untuk menjadi salah satu orang Anda. Anda memintaku menjadi tangan kanan Anda dan putri Anda. Tapi sekarang, aku tidak mengerti alasan Anda bertingkah seperti ini.


Ji Woon : Kubilang keluar, jadi, keluarlah! Kubiarkan kau masuk perusahaan ini saat aku tidak tahu siapa dirimu. Karena sudah melihat wajahmu, tidak bisa kubiarkan kau di sini!


Do Young kebetulan melintas dan melihat pertengkaran itu.

Do Young memarahi Ji Won. Ji Won pun meminta Do Young memecat Yeo Ri sekarang juga.

Do Young menyuruh Yeo Ri kembali ke ruangannya sekarang.

Yeo Ri terdiam.

Do Young menatap Yeo Ri dengan tegas.

"Kau tidak mendengarku!" ucapnya.


Do Young membawa Ji Won ke ruangannya. Do Young memarahi Ji Won.

Ji Won : Aku sudah menyuruhmu menyingkirkannya.

Do Young : Kenapa? Dia bukan Yeo Ri. Tidak biasanya kau begini. Kenapa kau emosional sekali?

Ji Won : Kau sungguh tidak tahu betapa aku amat sedih karena kepergian Hae Sung? Walaupun bukan Yeo Ri, dia amat mirip dengannya dan aku tidak tahan. Kumohon. Tolong usir dia dari perusahaan!

Do Young : Aku tidak mempekerjakannya karena mau. Aku tahu betapa Hae Joo menderita karena Yeo Ri. Kau kira aku mau melihat wajahnya?

Ji Won : Lantas, usir dia.

Do Young : Aku butuh Nona Yoon untuk membeli tanah untuk sanggraloka.

Ji Won : Apa maksudmu?

Do Young : Tanah paling baik untuk sanggraloka itu milik ibu Nona Yoon. Jika kita memecatnya sekarang, akankah ibunya menjual tanah itu kepada kita?


Ji Won : Lihat? Wanita itu menjebak kita di sana sini agar bisa membalas dendam. Singkirkan dia sebelum hal lebih buruk terjadi.

Do Young : Bagaimana hasil tes DNA untuk Nona Yoon dan ibunya? Hasilnya seharusnya sudah di tanganmu. Kau belum menerimanya?

Ji Won : Hasilnya mereka sedarah. Tapi aku tidak memercayainya. Itu bisa saja palsu. Tidak sulit memalsukannya. Aku akan menyingkirkan Nona Yoon.

Do Young : Jika perusahaan membutuhkan seseorang, aku akan bekerja dengannya, terlepas dari siapa pun itu. Itulah yang dilakukan pebisnis.


Di ruangannya, Moo Yeol gelisah menunggu Yeo Ri. Tak lama, Yeo Ri datang dan membawa barang2nya. Moo Yeol pun membantu Yeo Ri meletakkan barang2 Yeo Ri di meja.

Moo Yeol : Maafkan aku. Aku takut akan memperparah keadaan jika ikut campur. Maaf aku tidak bisa menghentikannya.

Yeo Ri : Tidak apa-apa. Aku sudah siap untuk ini. Aku yakin kebenaran akan terungkap nantinya. Aku takut kau tidak enak atas apa yang terjadi. Itu lebih mengkhawatirkanku.

Moo Yeol langsung senyum mendengar Yeo Ri mengkhawatirkannya.


Lalu Ji Won datang dan menatap tajam Yeo Ri.

Ji Won : Kau putri kandung Seo Mal Nyeon?

Yeo Ri : Anda lancang sekali. Tolong jangan menyebutkan nama ibuku dengan tidak hormat.

Ji Won : Aku tidak tahu caramu memanipulasi hasil tesnya, tapi akan kusingkap kebenarannya dan kukirim kau kembali ke penjara.


Moo Yeol membela Yeo Ri.

Moo Yeol : Ibu, tolong jangan tidak masuk akal. Kebenarannya sudah terungkap.

Ji Won sontak menatap Moo Yeol dengan kesal.

Ji Won : Kau memihak siapa?

Moo Yeol : Aku tidak memihak siapa pun. Aku berkata jujur.

Ji Won : Kau lupa siapa yang memungutmu dan mengubahmu menjadi emas? Apakah kau lupa kau duduk di sini karena masuk keluarga konglomerat berkat

Hae Joo. Jika kau menyakiti Hae Joo sedikit pun karena wanita ini, ibu tidak akan memaafkanmu.

Ji Won beranjak keluar.


Moo Yeol ke toilet. Ia kesal mengingat ucapan Ji Won tadi.

Moo Yeol : Ibu, jika  sungguh mencintai Hae Joo, kau tidak boleh melakukan ini. Aku sudah memaksa diriku untuk menyayangi Hae Joo. Kau akan menyesalinya.

Bersambung ke part 2....

No comments:

Post a Comment