The Promise Ep 79 Part 1

Sebelumnya...


Yoo Kyung syok setelah menerima hasil tes DNA Kyung Wan dan Na Yeon. Ia lantas mengecek nama si pengirim di amplop, tapi tidak ada nama pengirimnya.


Yoo Kyung pun teriak memanggil Ajumma Lee sembari keluar dari kamar.

Yoo Kyung : Darimana kau dapatkan surat ini? Kapan? Siapa yang mengirim?

Ajumma Lee bilang, petugas layanan parcel membawanya beberapa saat lalu.

Ajumma Lee : Karena ada namamu disana, jadi aku meletakkannya di kamarmu.

Ajumma Lee lantas pergi ke dapur.


Curiga itu perbuatan Young Sook, Yoo Kyung pun langsung melabrak Young Sook. Ia meneriaki Young Sook yang sedang tidur.

Seketika Young Sook bangun dan tanya kenapa Yoo Kyung marah-marah.

Yoo Kyung : Yoon Young Sook, kau berpura-pura, kan? Kau berusaha membunuhku pelan-pelan. Kau pura-pura agar bisa membunuhku pelan-pelan!

Young Sook langsung ketakutan dan tanya, kenapa Yoo Kyung marah-marah begitu padanya.

Yoo Kyung terus teriak-teriak.

Yoo Kyung : Kenapa kau melakukan ini padaku!

Yoo Kyung membuang hasil tes DNA itu ke lantai.


Tak lama, Na Yeon datang dan tanya apa yang terjadi. Young Sook pun langsung beranjak dari ranjangnya dan berdiri di belakang Na Yeon. Young Sook mengaku tidak tahu apa-apa.

Na Yeon lalu melihat hasil tes DNA itu di lantai. Ia berniat mengambilnya tapi dilarang keras Yoo Kyung.

Yoo Kyung lantas mengambil hasil tes DNA itu dan beranjak pergi.


Setelah Yoo Kyung pergi, Na Yeon menatap Young Sook dan tanya apa Young Sook baik-baik saja.

Young Sook : Ada apa dengan wanita itu? Aku rasa dia akan menyerangku. Aku sangat takut.

Na Yeon : Tidak akan. Aku akan melindungimu.


Yoo Kyung masuk ke toiletnya dan mengunci pintu toilet. Ia yakin Young Sook pelakunya. Ia berkata, tidak mungkin Na Yeon yang sudah tiada pelakunya.

Yoo Kyung lalu merobek hasil tes DNA itu dan membuannya ke WC.


Na Yeon kembali ke kamarnya dan duduk di depan meja rias. Lalu, ia menatap cermin dan tersenyum 'evil'.


Ajumma Lee masuk dan tanya kenapa Na Yeon memanggilnya.

Na Yeon : Aku harus keluar dan tolong jaga ibu. Kita tidak bisa membiarkan hal kemarin terjadi lagi.

Ajumma Lee : Tentu saja tidak. Mataku akan selalu terbuka dan melindungi Nyonya Yoon.


Kyung Wan menggelar rapat bersama Tae Joon, Hwi Kyung dan beberapa dewan direksi.

Dewan direksi bilang, insiden yang diciptakan Se Jin sudah membuat harga saham Baekdo jatuh tapi AP Food masih kuat. Karena itulah mereka yakin, Hwi Kyung membuat keputusan yang benar. Mereka juga setuju jika Hwi Kyung mewarisi saham Pimpinan Park. Tapi ada juga yang bilang, mereka harus menunggu sampai AP benar-benar stabil, agar bisa menjalankan wasiat Pimpinan Park.


Kyung Wan lantas menanyakan pendapat Pak Ko (Pak Ko yang lain ya gaes).

Pak Ko : Menurutku kita harus hati-hati. Kenapa kita tidak bersabar sedikit lagi untuk melihat kemampuan Pak Park?


Kyung Wan lalu minta pendapat Tae Joon.

Tae Joon setuju dengan pendapat Pak Ko, bahwa mereka harus memberikan waktu bagi Hwi Kyung dan Baekdo sebelum menjalankan wasiat mantan pimpinan.

Hwi Kyung setuju.

*Insiden Se Jin bikin Hwi Kyung dapat kepercayaan dari dewan direksi.


Na Yeon pergi menemui Dong Jin. Na Yeon terkejut mendengar kata2 Dong Jin, menentang?

Dong Jin : Ada sekelompok orang yang menentang menjalankan wasiat mantan pimpinan. Ayah rasa, istri Pak Jang mengendalikan beberapa anggota dewan.

Na Yeon : Dia mampu melakukannya.

Dong Jin : Salah satunya adalah Pak Choi. Dia adalah sekutu terbesar Park Yoo Kyung di Baekdo.

Na Yeon : Pak Choi?


Kyung Wan yang baru masuk ruangannya, diberitahu seketarisnya bahwa ada surat untuknya.


Kyung Wan mengerti dan langsung ke mejanya.

Ia menemukan amplop cokelat. Dan saat membukanya, ia kaget karena isinya foto Na Yeon dan Sae Byeol serta kartu keluarga Yoon Ae.

Kyung Wan lantas menghubungi seketarisnya dan tanya siapa yang mengirim amplop itu padanya.


Na Yeon minta sesuatu yang ia klaim sulit pada Sung Joo.

Sun Joo : Katakan apa itu. Aku akan menyiapkannya.

Na Yeon : Aku butuh bantuanmu, Bu. Aku rasa Park Yoo Kyung menggunakan rumahnya sebagai jaminan untuk meminjam uang.

Sung Joo : Lalu apa yang harus kulakukan?

Na Yeon : Izinkan aku menjual saham Do Hee. Aku menginginkan rumah itu. Aku kelewat batas, kan?

Sung Joo : Tidak. Kau adalah Do Hee. Jadi lakukan apapun yang ingin kau lakukan.

Mendengar itu, Na Yeon tersenyum dan berterima kasih pada Sung Joo.


Di ruangannya, Kyung Wan menghubungi seseorang.

Kyung Wan : Aku minta kau mencari informasi seseorang, tapi dia sudah meninggal.


Tae Joon tampak sibuk di ruangannya. Ia berkutat dengan dokumen2 dan juga laptopnya.

Se Jin kemudian datang tapi Tae Joon tidak menyadari kehadiran Se Jin saking sibuknya.

"Kau bahkan tidak menyadari kehadiranku." ucap Se Jin kecewa.

"Oh, kau datang?" tanya Tae Jin.

"Kau sibuk?" tanya Se Jin.

Tae Joon lalu menyuruh Se Jin duduk. Se Jin berkata, tidak peduli seberapa sibuknya Tae Joon, Tae Joon harusnya mendahulukan kepentingan mereka.

Tae Joon : Apa maksudmu?

Se Jin : Aku tidak percaya kau lupa. Hari ini, kita ada janji inseminasi buatan. Waktunya hampir tiba. Bersiaplah.

Tae Joon : Maaf, tapi aku tidak bisa hari ini. Aku harus menunda sesuatu dan satu-satunya yang bisa kutunda adalah itu. Tolong mengertilah.

Se Jin : Pekerjaan lebih penting untukmu! Perusahaan ini akan baik-baik saja tanpamu! Ayo pergi. Bagiku, bayi kita lebih penting!

Tae Joon : Tolong berhentilah. Jika kau terlalu obsesif, kau tidak akan bisa hamil.


Man Jung tiba2 masuk dan tanya apa yang harus mereka lakukan pada Se Gwang.

Tae Joon pun sewot Man Jung membicarakan Se Gwang di depan Se Jin.

Man Jung menatap Se Jin. Dia baru sadar Se Jin ada disana.

Se Jin : Kau sepertinya sering datang kesini.

Man Jung : Aku wanita yang sangat santun, tapi aku tidak punya pilihan selain bergegas ke sini.

Man Jung lalu menatap Tae Joon.


Man Jung : Apa yang akan kita lakukan tentang saudaramu? Aku pikir dia akan menikahi Geum Bong.

Tae Joon : Kenapa kau bicara itu disini!

Man Jung : Kita semua keluarga jadi Se Jin juga harus tahu tentang itu.


Se Jin : Apa yang kau bicarakan? Tae Joon punya saudara laki-laki?

Man Jung : Dia adalah putra yang kumiliki setelah menikah lagi, dan dia tumbuh dengan baik, tapi dia ingin menikahi putri Yang Mal Sook dan dia hamil.

Se Jin kaget, apa?


Se Jin megantarkan Man Jung ke toko. Man Jung pikir, Se Jin mengantarkannya karena khawatir padanya. Karena itulah ia menyebut Se Jin menantu terbaik yang pernah ada di dunia karena berpikir Se Jin cemas kalau dia pulang sendiri. Wkwkwkwk...

Se Jin lantas meminta Man Jung mencegah pernikahan Se Gwang dan Geum Bong. Ia mengancam, jika pernikahan itu sampai terjadi, maka Man Jung tak akan pernah lagi melihat dirinya dan Tae Joon karena ia akan memutuskan hubungan.

Sontak Man Jung marah. Man Jung : Kau mengancamku?

Se Jin : Bukan ancaman tapi bantuan.


Se Jin pamit tapi Se Gwang dan Geum Bong tiba-tiba datang.

Se Gwang dan Geum Bong kesal mendengar kata2 Se Jin tadi.

Se Jin : Kau adiknya Tae Joon, tapi kau sangat berbeda dengannya.

Se Gwang : Itu karena kami memiliki ayah yang berbeda. Jadi apa yang kau pikirkan? Bukankah aku terlihat lebih tampan dari Kang Tae Joon?

Se Jin : Sekarang aku paham kenapa Tae Joon merahasiakanmu dariku.  Dia mungkin terlalu malu.

Geum Bong marah, kau mencoba menghina Kwang?

Se Jin : Aku pergi.


Se Gwang : Kenapa dia bukan pria? Jika dia laki-laki, aku akan meninjunya.

Geum Bong : Jangann khawatir Se Gwang.  Jika dia bertingkah lagi, aku akan memukulinya. Wanita seperti dia layak dipukuli.


Man Jung setuju dengan perkataan Geum Bong kalau Se Jin pantas dipukuli. Tapi kemudian dia sewot melihat Geum Bong merangkul Se Gwang.

Man Jung : Menjauhlah!

Disuruh menjauh, Se Gwang malah tambah merangkul Geum Bong, bikin Man Jung makin gondok.


Tae Joon baru saja kembali ke rumah. Saat hendak masuk kamar, Se Jin keluar dari kamar.

Tae Joon pun marah.

Tae Joon : Haruskah kau mengatakan itu?

Se Jin : Apa ibumu atau kakakmu yang mengadu?

Tae Joon : Jang Se Jin!

Se Jin : Aku mengatakan apa yang harus kukatakan. Jika ibumu terlibat dengan keluarga itu lagi, aku tidak mau melihatnya lagi. Aku akan memutuskan hubungan dengannya.

Tae Joon : Bisa-bisanya kau bicara begitu...

Se Jin : Apanya yang salah? Aku tahu kau akan baik-baik saja kalau dia pergi dari hidupmu. Kau tidak benar-benar mencintainya, dan dia tidak pernah ada untukmu sebagai seorang ibu. Bukankah kau seharusnya menyingkirkannya? Jika dia peduli padaku, dia tidak akan pernah membiarkan putranya menikahi gadis itu. Jika pernikahan itu terjadi, kau harus melupakan ibumu.


Yoo Kyung datang dan tanya apa maksud pembicaraan mereka. Keduanya langsung diam.


Besoknya, Yoo Kyung langsung ke toko Man Jung, tapi hanya ada Pak Heo disana.

Pak Heo membuatkan Yoo Kyung secangkir kopi tapi Yoo Kyung tidak menyentuhnya sama sekali dan wajahnya terlihat kesal.

Yoo Kyung : Kau yakin dia sudah di jalan?

Pak Heo : Ya tentu saja. Kakinya pendek, tapi dia berjalan sangat cepat, jadi dia akan segera datang. Jika kau bosan menunggu, mengapa tidak berbaring di atas matras itu dan hangatkan tubuhmu?


Malas meladeni Pak Heo, Yoo Kyung berniat pergi tapi Man Jung datang.

Yoo Kyung : Aku datang untuk menjelaskan sesuatu.

Man Jung : Apa maksudmu?

Yoo Kyung : Kau akan berbesanan dengan pemilik restoran ayam itu?

Man Jung : Itu....

Yoo Kyung : Jika pernikahan itu terjadi, aku akan memutuskan hubungan dengan kalian dan mengambil kembali toko ini..

Man Jung : Bukankah kau sangat kejam?

Yoo Kyung : Siapa yang kejam disini? Aku sudah berulang kali mengatakan bahwa aku membenci keluarga itu, tapi sepertinya aku bicara dengan dinding.

Man Jung : Apa? Dinding?

Yoo Kyung : Jika kau terlibat dengan keluarga itu lagi, kami memutuskan hubungan keluarga kami dengan kau. Dan kau harus menyerah toko ini.


Tae Joon masuk dengan wajah geram. Ia minta Man Jung mengembalikan toko itu.

Tae Joon : Bu, apa kau tidak punya harga diri?

Yoo Kyung : Kenapa kau kesal? Tentu saja ibumu tidak punya harga diri. Itu sebabnya dia punya putra sepertimu.

Man Jung marah. Ia mau menghajar Yoo Kyung tapi dicegah Pak Heo.

Tae Joon : Baik. Ibuku dan aku tidak punya harga diri. Tapi kami tidak menggunakan uang kotor mengancam orang lain, sepertimu.


Kesal mendengar kata2 Tae Joon, Man Jung menampar Tae Joon. Tak terima anaknya ditampar, Man Jung menjambak Yoo Kyung.


Yoo Kyung masuk ke kamarnya sambil marah2. Se Jin menyusul Yoo Kyung dan tanya ada apa.

Yoo Kyung : Dia menunjukkan betapa mengerikannya dia.

Se Jin : Apa yang kau bicarakan?

Yoo Kyung : Keluarga Kang Tae Joon! Aku tahu mereka adalah orang-orang yang mengerikan, tapi aku tidak tahu mereka seburuk ini.

Se Jin : Ibu Tae Joon melakukan ini padamu? Apa Tae Joon ada disana? Dia mengatakan akan mampir ke toko ibunya.

Yoo Kyung : Tae Joon? Dia bahkan lebih buruk! Bocah yang tidak tahu berterima kasih itu!


Se Jin yang tidak terima ibunya dijambak, langsung balik ke kamarnya dan menghubungi Tae Joon.

Se Jin : Apakah kau harus bereaksi seperti itu?

Tae Joon : Apa yang kau bicarakan?

Se Jin : Kau sama sekali tidak peduli dengan ibuku? Dari sudut pandang ibuku, itu wajar baginya ingin menghindari terlibat dengan keluarga itu. Mengapa kau ingin mempertahankannya? Bubungan yang terjadi dengan keluarga itu? Mengapa?

Tae Joon : Hentikan! Kau benar-benar.... memuakkan.


Tae Joon membanting ponselnya ke meja. Terdengar suara Se Jin memanggil2 Tae Joon tapi Tae Joon tak peduli.

Se Jin pun jadi kesal dan membanting ponselnya ke kasur.


Young Sook turun dari mobil bersama Ahjumma Lee.

Ahjumma Lee : Bukankah menyenangkan menghirup udara segar dan mengunjungi pasar?

Young Sook : Ya, itu sangat menyenangkan.

Young Sook lalu melihat Mal Sook di depan pagar.

"Itu temanku!" seru Young Sook, lalu berlari ke Mal Sook..


Young Sook : Kau yang membantuku di toilet, kan?

Mal Sook : Ya, benar. Kau memiliki ingatan yang baik.

Young Sook : Masuklah ke rumahku dan berteman denganku. Rumahku sangat besar.

Mal Sook ragu.


Tak lama, Hwi Kyung dan Na Yeon datang.

Hwi Kyung : Kalian berdua saling kenal?

Young Sook : Sesuatu telah terjadi. Itu rahasia di antara kita berdua.

Hwi Kyung : Apakah kau datang untuk melihat ibuku? Mengapa tidak masuk dan minum teh?

Mal Sook : Aku punya bisnis di dekat sini dan mampir untuk melihat Bu Baek. Sekarang aku sudah melihatmu, aku harus pergi.

Young Sook : Tidak! Kau tidak bisa pergi Masuk dan bergaul denganku, oke?

Hwi Kyung : Ibuku benar-benar ingin kau masuk, jadi tolong lakukan.

Mal Sook masih menolak, tidak. Aku tahu aku tidak diterima di sini.

Na Yeon : Aku baik-baik saja, jadi kau harus masuk. Ikut dengan kami. Aku pikir ibu sangat menyukaimu.


Sampai di dalam, mereka bertemu Yoo Kyung dan Se Jin.

Yoo Kyung : Ada apa ini?

Young Sook : Dia adalah temanku. Temanku.

Hwi Kyung : Mereka bertemu diluar. Kami akan minum teh bersama.

Mal Sook : Kita bertemu lagi.

Young Sook lantas mengajak Mal Sook ke kamarnya.


Se Jin : Apa itu? Apa paman sudah gila? Bagaimana dia bisa membiarkan wanita itu masuk ke rumah kita?

Yoo Kyung : Tidak perlu kesal.


Di kamarnya, Yooung Sook minta Mal Sook sering2 mengunjunginya.

Young Sook : Tidak peduli seberapa sibuknya dirimu,  tidak bisakah kau sering datang dan membantuku?

Mal Sook : Aku sangat ingin. Jika Ms. Baek dan Mr. Park mengizinkan, aku akan mampir kapan-kapan dan menjagamu.

Hwi Kyung dan Na Yeon mengizinkan.

Lalu Na Yeon yang merasa canggung, pergi keluar dengan dalih mau membuat teh.


Se Jin menghampiri Na Yeon yang sedang membuat teh.

Se Jin : Bagaimana kau bisa membiarkan seorang pembunuh masuk ke rumah ini! Kau tidak tahu? Wanita itu membuatku keguguran!

Na Yeon : Bukankah itu berlebihan?

Se Jin : Apa?

Na Yeon : Menyalahkan orang lain untuk semua yang menimpamu sangat kekanak-kanakan. Itu membuatku tidak nyaman.

Se Jin : Kau tidak tahu betapa menyakitkannya bagiku, jadi kau bisa bicara seperti itu seolah2 kau tahu segalanya.

Na Yeon : Aku tidak tahu sama sekali tapi kau mungkin berpikir dia mengerikan, tapi dia menyelamatkan pamanmu dan aku. Dia membuat posisi Hwi Kyung aman di perusahaan. Jadi jangan kasar padanya. Begitulah cara orang yang masuk akal harus bertindak.

Se Jin : Aku sudah memperingatkanmu. Jangan pernah biarkan wanita itu masuk ke rumah kami lagi. Jika kau melakukannya, sesuatu yang sangat menarik akan terjadi.

Se Jin beranjak pergi.


Mal Sook beranjak meninggalkan rumah Hwi Kyung.

Setibanya diluar, Mal Sook kembali menatap kediaman itu dan bicara sendiri kalau ia akan sering datang mengunjungi Na Yeon.

Mal Sook : Kau memiliki pria baik yang bisa melindungimu, jadi aku tidak perlu merasa terlalu mengkhawatirkanmu.


Saat mau pergi, Mal Sook bertemu Kyung Wan yang baru pulang.

Kyung Wan : Kau habis dari rumahku?

Mal Sook : Pak Park mengundangku untuk minum teh.

Mal Sook pamit. Kyung Wan lantas teringat kata2 Young Sook kalau Na Yeon putri kandungnya.

Teringat itu, Kyung Wan pun langsung memanggil Mal Sook dan berniat mengantarnya pulang tapi ditolak Mal Sook.

Kyung Wan : Di mana abu Na Yeon disimpan? Aku selalu ingin mengunjunginya.

Mal Sook : Kenapa kau mau mengunjunginya.

Kyung Wan : Aku merasa harus melakukannya.


Mal Sook :Tapi kenapa? Kau ingin minta maaf padanya.

Kyung Wan : Iya. Jika aku bisa.

Mal Sook pun terdiam mendengarnya.


Na Yeon menyiapkan makan malam untuk Hwi Kyung.

Hwi Kyung lantas mengaku, sangat sulit baginya menunggu Na Yeon.

Na Yeon yang sedang menuangkan air putih ke gelas di dapur, sontak terdiam sembari menatap Hwi Kyung.


Hwi Kyung lantas tersenyum dan mengajak Na Yeon makan tapi Na Yeon menolak. Na Yeon bilang, dia hanya akan menemani Hwi Kyung makan dan melihat lauk mana yang Hwi Kyung makan lebih banyak agar ia bisa membuatkannya lebih sering untuk Hwi Kyung.

Hwi Kyung : Terima kasih. Sumpit ini  akan sangat sibuk hari ini.

Na Yeon lalu bicara dalam hatinya kalau hanya itu yang bisa ia lakukan untuk Hwi Kyung.


Yoo Kyung yang haus, keluar dari kamarnya dan beranjak ke dapur tapi sampai di dapur dia melihat seorang wanita asing berdiri membelakanginya.

Yoo Kyung : Siapa kau?

Wanita itu berbalik dan Yoo Kyung langsung syok melihat wanita itu adalah Yoon Ae.

Yoo Kyung : Kenapa kau disini?

Yoon Ae : Aku mau bertemu Kyung Wan. Aku harus mengambil kembali tempat yang harusnya kumiliki.

Yoo Kyung : Kau gila! Kau sudah mati!


Yoon Ae marah dan beranjak ke arah Yoo Kyung.

Yoon Ae : Benar! Kau membunuhku! Kau telah membunuhku. Park Yoo Kyung, kau pelakunya!

Dan.... semua itu ternyata hanyalah mimpi Yoo Kyung.


Yoo Kyung teriak dalam tidurnya membuat Kyung Wan terbangun. Kyung Wan pun bergegas membangunkannya.

Kyung Wan : Kau mimpi apa?

Kyung Wan lantas melihat Yoo Kyung berkeringat. Maka ia pun langsung mengambil tisu dan mengelap keringat Yoo Kyung tapi Yoo Kyung malah memeluknya, membuatnya heran.

Yoo Kyung : Aku tidak pernah membiarkanmu pergi. Bahkan ketika aku sudah tua, sakit, dan jelek, aku tidak akan kehilanganmu. Tidak pernah. Aku tidak akan kehilanganmu bahkan setelah aku mati.

Bersambung ke part 2....

0 Comments:

Post a Comment