Monday, November 4, 2019

Graceful Family Ep 4 Part 4

Sebelumnya..


Di kamarnya, Seok Hee sedang membaca artikel tentang Menteri Pertanahan yang mengundurkan diri.


Seok Hee lalu mendengar suara mobil. Ia bergegas ke jendela dan melihat Je Kook yang berjalan masuk ke rumahnya.


Di ruangannya, Cheol Hee sedang minum dan membicarakan sesuatu dengan Wan Joon. Je Kook kemudian datang dan bergabung dengan mereka. Cheol Hee memberikan Je Kook minuman, lalu mereka cheers.

Cheol Hee memuji kerja Je Kook.

Cheol Hee lalu memperingatkan Wan Joon agar tidak membuat Je Kook marah. Cheol Hee bilang, Wan Joon akan dalam masalah besar jika Je Kook sudah marah.

Wan Joon : Ya, aku akan mengingatnya.

Je Kook : Kau terlalu banyak bercanda.


Cheol Hee : Jadi kapan menteri itu mengundurkan diri?

Je Kook : Blue House sudah mencari penggantinya.

Cheol Hee : Siapa kemungkinan calonnya?

Je Kook : Kemungkinan itu adalah seniorku di universitas.

Cheol Hee : Itu bagus. Aturlah pertemuan.

Je Kook : Dia sudah menghubungiku, jadi, aku akan bertemu dengannya.


Cheol Hee lantas menatap Wan Joon.

Cheol Hee : Jika kau memiliki Direktur Han di pihakmu, kau tidak perlu takut pada dunia!

Wan Joon tersenyum, aku mengerti.


Wan Joon : Seniormu sangat cekatan.

Je Kook : Ada beberapa hal yang mungkin menghalangi persidangan. Tapi kami akan membersihkannya untuknya.


Di restoran, Eun Ji menemani Yoon Do minum.

Melihat ekspresi Yoon Do, Eun Ji tanya, apa terjadi sesuatu?

Yoon Do : Menurutmu siapa yang paling berkuasa di Korea?

Eun Ji : Apa? Presiden?

Yoon Do : Bukan. Kapitalis. Intelijen. Yang memiliki modal paling besar lah yang memiliki informasi paling banyak dan itulah ukuran kekuatan. Membuat menteri mengundurkan diri. Mengirim orang ke penjara. Membuat orang tidak bersalah menjadi bersalah. Mereka bisa melakukan apa pun  yang mereka mau.

Eun Ji : Apa kau kesulitan di tempat kerja?

Yoon Do : Jika kau mengikuti hukum, kau tidak bisa mengalahkan mereka. Untuk mengalahkan orang-orang itu. aku mungkin harus menjadi lebih kotor.

Eun Ji terkejut mendengarnya. Yoon Do lalu kembali menenggak sojunya.


Yoon Do : Aku tidak tahu. Apakah ini jalan yang benar untukku?

Eun Ji lantas memasukkan lalapan ke mulut Yoon Do.

Eun Ji : Makanlah sesuatu selagi kau minum.


Cheol Hee dan Je Kook bicara empat mata. Je Kook melaporkan bahwa tidak ada pergerakan dari Samcheong-dong.

Je Kook : Samcheong-dong tahu, begitu menteri baru ditunjuk tanahnya hampir pasti akan ditunjuk sebagai Ruang Terbuka Hijau. Jadi, dia tidak akan mendanai

Seok Hee. Kita menghalangi semua arus dana yang bisa didapatkannya. Dan kita meyakinkan  empat investor skala besar kita. Jadi, besok kau akan menjadi pemegang saham mayoritas MC Distribution. Menurutku, pada peringatan 30 tahun kematian Ny. Kim Eul-boon, kau harus mengumumkan siapa CEO-nya  ketika semua anggota keluarga berkumpul.

Cheol Hee senang mendengarnya.

Ia bahkan memberi tepuk tangan untuk Je Kook.

Cheol Hee : Dia harus sadar agar Seok Hee bisa mengklaim warisannya.


Pengacara Yoon kembali menemui si Milk Witch. Ia meyakinkan Milk Witch kalau Wang Pyo pasti akan sadar. Milk Witch lantas menyuruh Pengacara Yoon mengambil uangnya. Pengacara Yoon sontak kaget.

Milk Witch : Dia memiliki hati yang baik. Sebuah perusahaan bukan hanya dikelola dengan angka. Aku baru melihatnya sekarang, di usia tuaku. Menjadi berani ketika muda adalah suatu kebaikan.

Pengacara Yoon : Terima kasih telah menganggapnya seperti itu.

Milk Witch : Tapi tandatangani ini.


Milk Witch menyodorkan surat perjanjian. Pengacara Yoon kaget.

Pengacara Yoon : Kau menginginkan hak untuk menjual setengah saham MC Distribution milik Pimpinan Senior kapanpun kau mau?

Milk Witch : Jika MC Distribution memburuk, aku tidak bisa menerima kerugian.


Pengacara Yoon lantas menuju RS.

Bu Jung sedang menyeduh teh saat itu.

Pengacara Yoon bicara pada Wang Pyo yang masih belum siuman.

Pengacara Yoon : Pimpinan, semuanya siap, jadi Anda bisa meneruskan saham Anda ke Nona Seok Hee. Anda harus bangun.

Sontak, Bu Jung kaget mendengarnya. Ia pun langsung mengunci pintu (?????) Pengacara Yoon kaget melihat Bu Jung mengunci pintu.


Peringatan kematian Nyonya Kim dimulai.

Acara dimulai dengan kumpul keluarga dan minum teh bersama.

Cheol Hee : Hari ini adalah peringatan 30 tahun kematian ibuku, Ny. Kim Eul-boon. Seok Hee, ini kali pertama kau hadir sebagai orang dewasa, jadi, bersikaplah menghormati.

Seok Hee terlihat kesal.

Cheol Hee : Sangat disayangkan, ayahku tidak bisa bergabung dengan kita hari ini. Ibuku adalah wanita cerdas yang lulus dari SMA Wanita Jinju. Ibuku melayani ayahku sepanjang hidupnya  dan ibuku meninggal sebagai ibu rumah tangga. Jadi, keluarga Mo,  untuk mewarisi semangatnya.

Cheol Hee lalu meminta mereka mengheningkan cipta sejenak.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan minum teh bersama.

Cheol : Hari ini, seluruh anggota keluarga Mo dari MC Grup hadir. Seok Hee, pastikan untuk bersikap dengan sopan.


Mereka lantas mulai minum teh, sedikit-sedikit, tapi Seok Hee menghabiskannya dalam sekali teguk, lalu melambaikan tanganya ke atas ketika cangkirnya sudah kosong.

Seo Jin terpana melihatnya. Seok Hee kemudian menatap Seo Jin, lalu mengerlingkan mata kepadanya. Seo Jin tersenyum.


Di depan gerbang, Na Ri marah2 pada petugas yang menghalanginya masuk.

Petugas terpaksa memberitahu kedatangan Na Ri pada orang di dalam.


Je Kook datang dan membisikkan sesuatu pada Cheol Hee. Cheol Hee marah dan langsung pergi.


Setelah Cheol Hee pergi, Wan Soo langsung bicara kalau neneknya tidak pernah sekolah di SMA Jinju.

Young Seo : Apa maksudmu?

Wan Soo : Kudengar Nenek buta huruf dan tidak pernah lulus SD.


Seo Jin : Hyung, apa itu buta huruf?

Wan Soo : Seseorang yang tidak tahu cara membaca atau menulis. Istilahnya Tuna Aksara.

Seo Jin : Kenapa Nenek tidak bersekolah? Apa Nenek anggota gangster?

Wan Soo : Di masa lalu, Nenek tidak punya uang untuk bersekolah. Ditambah lagi, Kakek sangat sering berselingkuh darinya, hingga Nenek depresi seumur hidupnya lalu akhirnya bunuh diri.

Young Seo : Tidak mungkin. Siapa yang mengatakan omong kosong seperti itu?


Wan Soo : Aku mendengarnya dari pengasuh yang membesarkanku. Seok Hee, kau juga mendengarnya, kan? Kau tidak ingat?

Seok Hee kemudian menatap tajam Young Seo.

Seok Hee : Ini tradisi keluarga untuk mengingat orang mati dengan cara apa pun yang mereka suka.


Young Seo kesal dan langsung pergi. Wan Joon berdiri. Ia juga menatap kesal Seok Hee kemudian pergi.


Je Kook melarang Na Ri masuk ke ruang peringatan.

Na Ri : Aku menantu perempuan yang melanjutkan garis Keluarga Mo. Tidak ada alasan aku tidak bisa hadir.

Je Kook : Hanya ada satu nyonya di Keluarga Mo. Kau menandatangani sendiri kontraknya.

Na Ri : Sayang sekali, aku akan menandatangani kontrak yang baru dengan Pimpinan hari ini.


Je Kook : Kau bisa ditahan karena mengganggu acara peringatan kematian.

Na Ri : Berhenti berbohong padaku. Tidak ada kejahatan seperti itu!

Je Kook : Pasal 158 UU Pidana. Mereka yang mengganggu layanan pemakaman  dapat dikenai hukuman hingga 3 tahun penjara. Atau denda hingga tiga juta won.

Na Ri takut. Je Kook lalu menyuruh Na Ri ke ruang kerja Cheol Hee.


Na Ri masuk ke ruang kerja dan langsung disambut kemarahan Cheol Hee.

Cheol Hee : Apa kau lupa kau tidak boleh menginjakkan kaki ke rumah ini tanpa izin dariku?

Tapi Na Ri malah menggoda Cheol Hee.

Na Ri : Sayang, apa kau marah? Kau terlihat lebih seksi ketika kau marah seperti ini. Berapa lama aku harus hidup dalam bayangan?

Cheol Hee : Kau sendiri yang bilang  tidak bisa melepaskan karir aktingmu.

Na Ri : Kau salah. Aku berubah pikiran. Aku tidak peduli jika aku bukan seorang aktris lagi. Aku hanya mau memberi tahu dunia bahwa aku wanitamu.

Cheol Hee : Aku tidak akan mengubah siapa  yang akan mewarisi kekayaanku. Jadi, tutup mulutmu.

Na Ri terkejut tapi kemudian ia tertawa dan pura2 tidak peduli pada harta Cheol Hee.


Cheol Hee : Apa kau mau tidak bisa menemui Seo Jin lagi?   Apakah itu yang kau inginkan? Beraninya kau kemari?

Cheol Hee lalu memutar tubuh Na Ri hingga menghadap pintu. Kesal, Na Ri beranjak keluar.


Diluar, dia bertemu Je Kook.

Na Ri : Anjing. Rubah. Pilih satu saja.

Je Kook : Aku akan menerima apa yang diberikan.

Na Ri : Kau hanya anjing kotor yang menghabiskan seluruh hidupmu menjilati Pimpinan Mo. Kau harus ingat bahwa kau terlalu tua untuk bersikap malu-malu.

Je Kook tersinggung dan langsung menatap tajam Na Ri. Na Ri tambah kesal.


Acara peringatan kematian dimulai.

Acara dimulai dengan berdoa.


Lalu dilanjutkan dengan makan dan minum wine bersama.

Cheol Hee : Terima kasih telah datang untuk merayakan  peringatan 30 tahun kematian ibuku. Mari bersulang untuk pemulihan Pendiri MC Grup, Pimpinan Senior Mo Wang Pyo!

Tapi kemudian terdengar pengumuman kedatangan Wang Pyo.

Sontak semua kaget.


Bu Jung lantas mendorong Wang Pyo masuk.

Cheol Hee kaget dan menatap kesal ayahnya. Sang ayah juga membalas tatapannya.


Je Kook menatap Wang Pyo.


Wang Pyo kemudian mengerlingkan matanya pada Seok Hee.


Pengacara Yoon : Karena banyak dari direktur MC Distribution yang hadir, Pimpinan Senior Mo Wang-pyo ingin membuat pengumuman secara langsung.


Wang Pyo : Aku, Mo Wang Pyo, dengan ini memberikan MC Distribution dan seluruh tanahku kepada cucu perempuanku, Mo Seok Hee, sebelum aku meninggal. Dan jika terjadi sesuatu kepada Mo Seok Hee, maka semua asetku akan disumbangkan ke yayasan amal.


Semua kaget dan langsung menatap ke arah Seok Hee.


Young Seo menatap kesal Wang Pyo.


Tim TOP yang juga ada disana, juga kaget.


Yoon Do menatap Seok Hee.


Seok Hee sendiri masih terkejut menatap Wang Pyo.


Wang Pyo tersenyum kepada Seok Hee.


Bersambung....

No comments:

Post a Comment