Monday, November 4, 2019

Unknown Woman Ep 28 Part 1

Sebelumnya...


Yeo Ri muntah2 di toilet! Ia juga sesak napas dan kulitnya mulai kemerahan.


Sementara Do Chi yang berniat menemui Yeo Ri, meyakinkan dirinya kalau ia menemui Yeo Ri hanya untuk mengembalikan saputangan Yeo Ri.


Hae Joo, Moo Yeol dan Ji Won masuk ke lift. Tepat saat pintu lift menutup, Do Chi lewat di depan mereka. Mereka tidak melihat Do Chi.


Yeo Ri berjalan keluar dengan napas sesak. Do Chi yang baru tiba, panic melihat Yeo Ri kesakitan.

Do Chi : Yoon Seol-ssi, ada apa?

Pelayan datang.

Yeo Ri semakin kesulitan bernafas. Yeo Ri pingsan!

Do Chi : Panggil ambulance!


Do Chi membawa Yeo Ri pergi. Kondisi Yeo Ri yang mengkhawatirkan, membuatnya terpaksa turun ke bawah menggunakan lift. Di lift, Do Chi ingat traumanya dan mulai keringatan.


Jang Goo yang sudah tiba di lobbi, menghubungi Do Chi. Melihat Do Chi keluar dari lift menggendong Yeo Ri, ia kaget. Do Chi pun minta Jang Goo tidak menghalangi jalannya.


Moo Yeol dan Hae Joo mengantarkan Ji Won ke mobil. Setelah Ji Won pergi, barulah Moo Yeol dan Hae Joo masuk ke mobil mereka.

Tapi saat mau pergi, seorang pria tiba2 saja berlari ke mobil mereka. Untunglah Moo Yeol mengerem mendadak sebelum pria itu tertabrak. Pria itu langsung pura2 jatuh dan kesakitan. Moo Yeol turun dari mobil dan mendekati pria itu.

Moo Yeol : Kau baik-baik saja?

"Aku baik-baik saja! Perhatikan jalanmu!"

Moo Yeol memberi kartu namanya dan meminta pria itu menghubunginya jika ada keluhan.

Moo Yeol masuk ke mobilnya.


Pria itu membaca kartu nama Moo Yeol. Ia terkejut tahu Moo Yeol bagian dari Wid.

"Mereka yang waktu itu..." ucap pria itu.


Yeo Ri dibawa ke ambulance. Do Chi menggenggam tangan Yeo Ri.

Do Chi : Yoon Seol-ssi, kau akan baik-baik saja. Bertahanlah.


Setelah Yeo Ri dimasukkan ke ambulance, Do Chi pingsan.


Ji Won memikirkan Yeo Ri yang santai melahap makan siang mereka tadi.

Ji Won : Yeo Ri tidak akan bisa bertahan semenit pun usai makan itu. Itu artinya dia memang kembarannya.


Moo Yeol mengantarkan Hae Joo pulang. Ia membukakan pintu mobil untuk Hae Joo.

Hae Joo : Kau masih marah karena aku menguji Nona Yoon?

Moo Yeol : Mari berhenti membahas itu.

Hae Joo : Aku mau mengonfirmasi bahwa dia bukan Yeo Ri. Bahwa kau tidak tertarik kepadanya karena itu.

Moo Yeol : Sudah kubilang aku tidak begitu. Walaupun dia Yeo Ri, tidak ada yang akan berubah. Hanya kau wanita bagiku.

Hae Joo memeluk Moo Yeol.

Hae Joo : Baiklah. Kini aku memercayaimu. Kau sebaiknya kembali bekerja. Aku tahu Ayah membuatmu repot.

Hae Joo melepas pelukannya.

Hae Joo : Sejujurnya, aku benci kau bekerja amat dekat dengan wanita itu. Aku sedikit cemburu juga. Tapi aku tidak akan meragukanmu lagi karena kalian bersama hanya karena pekerjaan.

Moo Yeol : Bagus. Terima kasih sudah mengatakan itu. Kini aku bisa berfokus bekerja. Sampai jumpa malam ini.


Moo Yeol pergi. Setelah Moo Yeol pergi, senyum Hae Joo langsung hilang dan menatap tajam kepergian Moo Yeol.

Hae Joo : Tidak. Walaupun hanya pekerjaan, aku tidak suka dia berada di sebelahmu. Entah dia mirip dengan Yeo Ri atau kembarannya, itu mengusikku. Akan kulakukan apa pun untuk menyingkirkannya dari sisimu.


Hae Joo masuk ke rumahnya tapi seorang pria tiba2 mendekatinya sambil bersiul. Pria itu, adalah pria yang tadi!

"Astaga. Kau tinggal di istana. Berapa harga rumah seperti ini, Nona Goo Hae Joo?"

"Bagaimana kau mengetahui namaku? Jika diingat, bukankah kau pria yang terjatuh tadi? Jika kau terluka, hubungi suamiku. Jangan mencoba berbuat busuk yang mencurigakan di sini."

"Kau lebih andal berbuat busuk dariku. Kau menipu seorang pria untuk menikahimu."

"Siapa kau?"

"Anak kecil yang membawakan sekantong uang kepada kami dan meminta kami mengacaukan seorang pria 10 tahun yang lalu akhirnya menikahi pria itu. 10 tahun yang lalu?"

Hae Joo kaget dan mencoba mengingat hal itu.


Flashback...

Hae Joo menemui ketiga pria yang salah satunya adalah pria itu dengan membawa tas besar berisi uang.

Hae Joo : Aku akan membayar pinjaman Jang Ae Nok sebesar 300.000 dolar. Ancam mereka lagi. Buat mereka mau mati. Buat mereka menggila.


Hae Joo terkejut setelah berhasil mengingatnya.


Hae Joo masuk ke rumah sambil memikirkan pria itu. Bersamaan dengan itu, Ji Won keluar dari dapur membawa gelas.

Ji Won : Kau lebih senang naik mobil suamimu daripada mobil ibumu? Ibu sedang minum teh susu hangat. Kamu mau?

Melihat Hae Joo tidak fokus, Ji Won tanya ada apa. Tapi Hae Joo tidak bilang ada apa dan langsung naik ke atas. Ji Won pun heran.


Hae Joo : Kenapa sekarang? Aku sudah menggila karena kembaran Yeo Ri.

Hae Joo ingat ancaman pria itu tadi.

Ya, pria itu mengancam akan memberitahu Moo Yeol masalah mereka 10 tahun yang lalu.

Hae Joo tanya apa yang diinginkan pria itu. Pria itu meminta sejumlah uang.

Hae Joo : Jika Moo Yeol mengetahuinya, dia mungkin meminta bercerai. Aku harus melakukan sesuatu.

 Jang Goo panic karena Do Chi belum bangun juga. Dia merengek seperti anak kecil yang sedang menangisi ibunya.

Do Chi : Kau berisik sekali. Kau memperparah sakit kepalaku.

Sontak Jang Goo senang Do Chi sudah bangun.

Jang Goo : Dia masih hidup! Kau baik-baik saja? Kau tidak akan mati, bukan?

Do Chi langsung menanyakan keadaan Yeo Ri.

Jang Goo pun menarik tirai di belakangnya. Yeo Ri berbaring disana, masih belum siuman.

Do Chi bergegas mendekati Yeo Ri dan tanya ke Jang Goo kondisi Yeo Ri.

Jang Goo : Tubuhnya syok karena reaksi alergi. Mereka memompa perutnya dan memberikannya obat, jadi, dia akan segera sadar.

Do Chi : Apa dia sungguh baik-baik saja? Akankah dia baik-baik saja?

Jang Goo : Ya, begitulah kata dokter.

Do Chi : Dia makan apa?

Jang Goo : Ini bukan waktunya mencemaskan dia. Saat kau bilang kau tidak bisa naik lift atau pesawat, kukira kau mengada-ada. Kupikir kau

mengidap klaustrofobia dan ternyata memang begitu. Kau menyukai Nona Yoon sebesar itu sampai mempertaruhkan nyawamu? Sejak kapan?

Mendengar itu, Do Chi langsung membekap mulut Jang Goo :

Do Chi : Hei. Mari jahit mulutmu. Ikut denganku.

Begitu Do Chi dan Jang Goo pergi, Yeo Ri siuman.

Moo Yeol kembali ke ruangannya dan heran melihat Yeo Ri belum kembali. Moo Yeol pun menghubungi Yeo Ri.

Jang Goo dan Do Chi bicara diluar.

Jang Goo : Omong-omong, kau tidak datang syuting hari ini. Jika terlambat lagi besok, kau akan butuh peti mati. Jadi, jangan terlambat.

Do Chi : Pergi sajalah. Aku terlalu lemah untuk berbicara.

Jang Goo merengek lagi dan memeluk Do Chi.

Jang Goo : Hyung, aku amat takut kau akan mati. Aku tidak bisa berpikir jernih.

Do Chi : Kau mungkin hanya takut kehilangan pekerjaan. Hei. Jika ada yang melihat, kita akan disangka pasangan. Pergi. Pergilah sana.

Do Chi kembali ke dalam. Ia bingung sendiri melihat Yeo Ri yang sudah pergi.

Do Chi lantas berlari keluar mencari Yeo Ri. Ia menemukan Yeo Ri di depan pintu.

Yeo Ri sendiri belum benar2 pulih. Kepalanya masih terasa pusing. Do Chi menyusul Yeo Ri.

Yeo Ri : Aku baik-baik saja.

Do Chi : Kau melakukan ini karena tidak mau menemuiku?

Yeo Ri : Terima kasih atas bantuanmu dan karena sudah menyelamatkanku.

Do Chi : Aku tidak memintamu berterima kasih kepadaku. Kenapa kau sudah mau pergi? Kau belum sehat.

Yeo Ri : Ini hanya alergi.

Do Chi : Hanya alergi? Kau hampir kehilangan nyawamu! Bagaimana bisa kau tidak tahu kau alergi makanan laut!  Kenapa kau tidak bisa menjaga

dirimu sendiri? Kau menakutiku!

Yeo Ri : Bagaimana denganmu? Kenapa membahayakan nyawamu untuk menyelamatkanku? Kau mengidap klaustrofobia, jadi, kenapa? Siapa

aku? Aku bukan siapa-siapa.

Do Chi : Yoon Seol-ssi...

Yeo Ri : Kau kira aku mau menjauhimu? Aku tidak bisa berhenti memikirkanmu seharian. Kau kira mudah bagiku untuk menjauhkanmu?

Do Chi : Lantas, rengkuh aku. Jangan jauhi aku.  Akui kau menyukaiku. Jika kau merindukanku, katakan saja. Jika kau mencintaiku, katakan itu.

Do Chi memeluk Yeo Ri.

Yeo Ri : Aku merasa bersalah. Aku takut kau akan terluka karena lukaku. Serta pada akhirnya nanti, kau kecewa kepadaku.

Karena tidak bisa menghubungi Yeo Ri, Moo Yeol menghubungi restoran tempat mereka makan tadi.

Pegawai pun mengatakan, bahwa Yeo Ri pingsan dan dilarikan ke rumah sakit oleh Do Chi.

Moo Yeol kaget, rumah sakit mana?

Moo Yeol : Dia alergi hidangan laut. Dia Son Yeo Ri. Aku tidak salah.

Moo Yeol pun pergi lagi.

Kemanakah Moo Yeol? Dia ke rumah sakit tempat Yeo Ri dirawat.

Hari sudah malam. Yeo Ri sudah tiba di rumahnya, diantar Do Chi.

Yeo Ri : Aku mau meminta tolong. Tolong jangan beri tahu keluargamu bahwa aku pingsan hari ini. Aku tidak mau mereka khawatir karena

masalah sepele.

Do Chi tersenyum dan mengangguk.

Yeo Ri : Terima kasih atas tumpangannya. Kau juga pasti lelah. Kau sebaiknya pulang.

Yeo Ri ingin masuk,, tapi Do Chi menghentikannya dan memeluknya.

Do Chi : Aku tadi menyadari selagi bergegas naik lift sambil menggendongmu, bahwa denganmu, tidak ada yang tidak bisa kuhadapi. Aku tidak

tahu luka apa yang kau punya. Tapi aku mau bersamamu menghadapinya.

Do Chi melepas pelukannya dan menatap Yeo Ri.

Do Chi : Maukah kau memercayaiku?

Moo Yeol muncul dan kesal melihat mereka.

Yeo Ri menyuruh Do Chi pergi. Do Chi mengerti dan berkata tidak akan mendesak Yeo Ri lagi. Mereka pun kembali berpelukan.

Sambil membantu memakaikan jas Do Young, Ji Won minta Do Young memecat Yeo Ri.

Do Young pun menatap Ji Won dan tanya alasannya.

Ji Won : Dia bukan Yeo Ri. Itu sudah jelas.

Do Young : Lalu kenapa?

Ji Won : Dia bukan Yeo Ri, tapi tetap kembarannya Yeo Ri. Dia sengaja mendekati kita karena Yeo Ri. Kita tidak bisa membuatnya tetap bekerja di

perusahaan.

Do Young : Sudah kubilang. Ini karena tanah. Jika tidak bisa membeli tanah ibunya, bisnis sanggraloka kita gagal. Kau tahu itu.

Ji Won : Jika kau membiarkannya terlibat dalam urusan perusahaan, entah masalah apa yang bisa dia sebabkan nanti? Tolong pecat dia, Sayang.

Do Young : Jangan hanya mengusikku soal memecat Seol. Berikan aku alasan jelas untuk memecatnya. Atau raih hati ibunya dan buat dia meneken

kontraknya. Sampai kau melakukan itu, jangan mengusikku soal memecat Seol.

Moo Yeol masih kepikiran Yeo Ri. Dia bertanya2, kenapa Yeo Ri tidak jujur padanya. Apa karena takut ia atau laporkan?

Hae Joo kemudian datang dan tanya apa Moo Yeol pernah dapat telepon aneh.

Moo Yeol : Ditelepon siapa?

Hae Joo : Maksudku, ditelepon nomor tidak dikenal atau yang langsung menutup. Sesuatu seperti itu.

Moo Yeol : Kau melakukan sesuatu di belakangku lagi?

Hae Joo : Kau kira aku selalu membuat masalah? Aku hanya bertanya karena kau tampak stres.

Moo Yeol : Lupakan. Jangan membuatku kesal. Aku harus pergi bekerja.

Hae Joo memeluk Moo Yeol.

Hae Joo : Mari jangan bertengkar. Kita tidak begini dahulu. Kita bahagia.

Moo Yeol : Tentu. Kau menyelamatkanku dari kenyataan tanpa harapan. Aku sesekali memikirkan betapa buruknya keadaanku sekarang jika kau

tidak menolongku saat itu.

Hae Joo : Kau harus pergi bekerja. Nanti kau terlambat.

Moo Yeol pergi.

Hae Joo : Aku amat gugup. Aku gugup soal rentenir dan soal Seol bersama Moo Yeol.

Dibawah, Moo Yeol bertemu Do Chi. Melihat Do Chi, Moo Yeol teringat soal Yeo Ri semalam dan jadi kesal.

Moo Yeol menyindir Do Chi.

Moo Yeol : Paman tampak amat sibuk mengurus berbagai hal belakangan. Kulihat Paman sibuk siang dan malam, mengejar wanita yang tidak

menginginkan Paman.

Do Chi : Apa maksudmu? Siang dan malam? Kemarin itu karena Seol tiba-tiba...

Do Chi hampir keceplosan, tapi untungnya dia segera meralatnya.

Do Chi : Bagaimanapun, kemarin paman ada urusan. Tapi tunggu dahulu. Kenapa kau tahu setiap pergerakan paman? Kau tertarik dengan

paman? Terserah. Paman tidak punya waktu untuk ini. Semoga pekerjaanmu sukses.

Do Chi beranjak pergi, Moo Yeol tambah kesal.

Bersambung ke part 2...

No comments:

Post a Comment