The World of the Married Ep 2 Part 1

Sebelumnya...


Adegan dibuka dengan pernikahan Sun Woo dan Tae O.

Tae O menatap Sun Woo penuh cinta.

Tae O : Sun Woo-ya, kau dalam masalah besar sekarang.

Sun Woo : Kenapa?

Tae O : Karena mulai sekarang, kau akan menjadi satu-satunya wanita  yang pernah kucintai. Ini akan bertahan selamanya.

Narasi Sun Woo terdengar, pembohong!


Sun Woo berjalan ke arah Tae O sembari menyembunyikan gunting di belakangnya.

Myung Sook memanggilnya sembari tersenyum, Sun Woo-ya.

Sun Woo ingat saat Myung Sook datang mengunjungi mereka, ketika Joon Young baru lahir.


Sun Woo marah dan berjalan melewati Myung Sook begitu saja. Myung Sook bingung.


Gantian Ye Rim yang memanggil Sun Woo.

Sun Woo teringat hal yang sama, saat Ye Rim dan Je Hyuk mengunjunginya ketika Joon Young baru lahir.


Sun Woo lalu mengingat kebahagiaannya dengan Tae O saat menimang Joon Young bayi.

Sun Woo kemudian membayangkan Tae O bercinta dengan Da Kyung.


Sun Woo yang marah, menusuk dada Tae O dengan gunting.


Sontak semua terkejut.


Tapi semua itu hanyalah bayangan Sun Woo. Sun Woo memang berniat melakukannya tapi Joon Young datang menyadarkannya.

Joon Young : Ibu. Ibu sudah menemukan kameranya? Berikan padaku. Biar aku yang memotret.

Joon Young mengambil kamera di saku mantel ibunya dan beranjak pergi.


Sun Woo pun melampiaskan amarahnya ke kue Tae O. Ia merobek kotak kue Tae O dengan gunting.

Ye Rim datang.

Ye Rim : Kau bisa membukanya seperti ini.

Ye Rim membuka kotaknya baik2.

Ye Rim : Kau sangat tidak sabar.


Kue ulang tahun Tae O terpotong terkena sayatan gunting.

Ye Rim : Kuenya terpotong. Sayang sekali.

Sun Woo : Ini hanya kue beras.


Sun Woo memasukkan gunting ke dalam sakunya dan berusaha menenangkan diri.


Perayaan ulang tahun Tae O dimulai.

Joon Young terlihat bahagia, duduk dengan teman2nya.

Semua orang memuji Tae O.

Tae O : Hentikan itu. Kami hanya ingin menjadikan ulang tahunku sebagai alasan untuk makan malam dengan alumni. Waktu bersilaturahmi dan bersyukur. Tentu saja, ide yang bijaksana ini bukanlah ideku. Ini tahun ketigaku menjalankan bisnis perencanaan acara di sini murni karena ini kampung halamanku. Jika bukan karena alumni, aku pasti sudah lama tutup. Do Chul, anggota dewan....


Tae O menunjuk ke arah Do Chul.

Tae O : Sang Hyun, Pimpinan Asosiasi Pedagang.

Dia menunjuk Sang Hyun.


Terakhir, ia mencari-cari Je Hyuk.

Tae O : Je Hyuk, yang membantu mengatur semuanya. Ini khusus untukmu.

Je Hyuk : Hei. Jangan pura-pura berterima kasih dan berterima kasihlah pada seorang yang benar-benar kau syukuri.


Tae O dan Da Kyung saling menatap.

Sun Woo panas melihat Da Kyung.


Tae O kemudian menatap Sun Woo.

Tae O : Sun Woo-ya, terima kasih.  Bertemu denganmu adalah hal terbaik yang pernah terjadi kepadaku. Kau bahkan mendukung impian konyolku dan menerima jiwaku yang gelisah untuk memberikan kedamaian. Sun Woo-ya,  aku mencintaimu.


Da Kyung pun sebal mendengarnya.

Sun Woo diam saja.

Je Hyuk mendekati Sun Woo.

Je Hyuk : Dia bilang dia mencintaimu. Kau harus mengatakan sesuatu sebagai respons.


Yang lain setuju dan menyuruh Sun Woo bicara.


Sun Woo lantas mendekati Tae O sambil memegang gunting di dalam sakunya.


Ia lantas mengeluarkan tangannya dan mencium Tae O.

Da Kyung yang panas langsung mengalihkan pandangannya.


Joon Young memotret ayah dan ibunya, lalu tersenyum lebar.

Sun Woo : Kau bintang hari ini. Selamat menikmati.

Sun Woo beranjak pergi.


Tae O membaur bersama teman-temannya.

Sun Woo hanya bisa terdiam, menatap mereka dengan tatapan nanar.

Narasi Sun Woo terdengar.

"Aku harus menyembunyikan deritaku dengan kemunafikan dan kebohongan. Ini sangat menyiksa."


Tae O mendekati Da Kyung dan berbicara dengan Pimpinan Yeo.

Sambil terus berbicara, Tae O dan Da Kyung diam-diam saling berpegangan tangan.

Sun Woo melihat mereka.

Narasi Sun Woo kembali terdengar.

"Apa yang bisa kulakukan dengan siksaan ini? Itu harus adil dan sempurna."


Sun Woo bergabung dengan Hyo Jung, Da Kyung dan Ye Rim. Ye Rim memuji Hyo Jung dan Pimpinan Yeo bahwa mereka masih terlihat seperti pengantin baru.

Ye Rim : Mungkin kalian akan punya anak kedua.


Tae O tak nyaman melihat pemandangan itu.


Sun Woo tanya ke Da Kyung.

Sun Woo : Bagaimana denganmu?

Da Kyung : Menyenangkan.

Sun Woo : Semua orang tua yang tidak kau kenal. Apa yang menyenangkan?


Ye Rim lalu memberitahu Sun Woo bahwa Da Kyung adalah instruktur pilates di studio yang sering ia datangi.

Sun Woo : Benarkah?

Ye Rim : Kau harus ikut dengannya kapan-kapan.


Da Kyung menatap Sun Woo dengan kesal.

Da Kyung : Wanita harus tetap bugar seiring bertambahnya usia. Tanpa disadari, berat badanmu akan bertambah.

Da Kyung kemudian tersenyum dan berkata akan membantu agar sendiri Sun Woo tidak tegang.

Sun Woo : Aku akan melakukannya.


Da Kyung pergi. Tae O yang melihat Da Kyung pergi, mau menyusul Da Kyung tapi dihentikan Je Hyuk.

Je Hyuk : Minumlah. Kau gelisah.

Tae O : Apa kata berandal ini tadi?

Je Hyuk : Kau menerima jiwaku yang gelisah?

Tae O mulai kesal, tapi ia masih menahan dirinya.

Tae O : Berandal ini mulai mabuk. Urus dia.

Je Hyuk : Kau tidak tahu apa itu kegelisahan, brengsek?

Tae O : Ada apa denganmu?


Je Hyuk : Aku benar. Kau tidak perlu khawatir akan dipecat. Istrimu tidak pernah mengomel meski tidak dinafkahi. Kau hidup mewah berkat istri yang kaya dan sukses. Untuk apa kau gelisah?

Tae O : Kau tahu apa!


Sadar suasana mulai tak nyaman, Sang Hyun berusaha menghentikan mereka.

Sang Hyun : Kalian selalu melakukan ini.

Je Hyuk : Coba katakan. Kenapa dokter Ji yang sukses dan sempurna itu begitu berbakti kepada orang sepertimu? Ajari kami rahasiamu. Kalian juga tidak ingin tahu?

Tae O : Kau mabuk. Hentikan.


Je Hyuk berdiri dan terus mengoceh.

Je Hyuk : Jelaskan kepadaku. Bagaimana dia bisa menerima kecemasanmu? Apa dia melakukan yang terbaik siang dan malam?


Tae O memukul Je Hyuk.

Melihat itu, Ye Rim langsung berjalan ke Je Hyuk.


Sun Woo menatap Tae O, lalu ia melihat Da Kyung yang pergi menuju ke jalan.

Sun Woo menyiram tangan Tae O yang luka dengan alkohol.


Tae O masih kesal, sial...

Sun Woo lantas melepaskan cincin di jari Tae O dan menyimpannya.

Sun Woo tanya, apa yang Je Hyuk katakan sampai Tae O memukulnya.

Tae O : Kau tidak perlu tahu.


Tae O lalu tanya, Sun Woo bicara dengan siapa tadi.

Sun Woo : Siapa? Yeo Da Kyung?

Tae O : Siapa dia?

Sun Woo : Dia putri Pak Yeo Byung Kyu. Kau tidak mengenalnya?

Tae O : Mereka datang bersama putri mereka? Aku penasaran siapa dia.

Sun Woo kesal.


Sun Woo kemudian berdiri dan menyimpan obat-obat ke dalam kotak P3K.

Tae O berdiri dan meyakinkan Sun Woo bahwa ia sungguh2 dengan perkataannya tadi.

Sun Woo : Tentang apa?

Tae O : Bahwa aku mencintaimu.


Sun Woo langsung mual mendengarnya.

Tae O berpikir itu karena Sun Woo banyak minum.

Sun Woo bilang ia mau pulang karena pengen muntah.

Tae O sok cemas.

Tae O : Kau bisa pulang sendirian?


Sun Woo tak menjawab dan berteriak memanggil Joon Young.

Tae O : Dia bersenang-senang dengan teman. Biarkan dia tinggal. Aku pasti akan menjaganya.

Tae O lalu berniat mengantar Sun Woo ke parkiran, tapi Sun Woo menolak. Ia bahkan tak sudi tangannya dipegang Tae O.


Sun Woo tiba di rumah. Ia mencampakkan dompetnya serta gunting ke lantai.


Sun Woo lalu terduduk di dekat sofa dan menangis.


Malam sudah tiba. Tae O dan Da Kyung ribut. Tae O mengatakan pada Da Kyung bahwa pernikahannya seperti topeng. Da Kyung marah, dia hal terbaik dalam hidupmu? Bagaimana kau bisa sangat mencintainya?

Tae O : Kau  terlalu muda untuk tahu, tapi...

Da Kyung : Jangan memperlakukanku seperti anak kecil. Sekarang aku tahu kau mempermainkanku.


Mereka lalu melirik ke arah para tamu yang masih bersenang-senang.


Tae O menarik Da Kyung pergi. Ia mendudukkan Da Kyung di sebuah kursi.

Tae O : Apa kita datang kemari sebagai lelucon? Tatap mataku saat kau menjawabku. Apa cintaku terlihat seperti lelucon bagimu?

Da Kyung : Aku tahu kau berbohong. Kau tahu betapa sedihnya aku sekarang?

Tae O : Ini hanya sandiwara. Hatiku yang sebenarnya adalah milikmu.

Da Kyung tidak percaya.

Tae O : Baiklah. Jika kau tidak memercayaiku, aku akan memberi tahu ayahmu tentang kita sekarang.

Tae O beranjak pergi. Ia berniat memberitahu Pimpinan Yeo tapi Da Kyung mencegah.

Da Kyung : Kau gila?


Tae O lalu memegang tangan Da Kyung.


Tak lama kemudian, mereka ciuman! *Kambing lah

Tanpa mereka sadari, sebuah layar kamera bergoyang.


Da Kyung lalu minta Tae O menyelesaikan masalah dengan Sun Woo.

Tae O : Baiklah. Tunggu saja.. Tunggulah sebentar lagi.

Da Kyung : Waktumu hingga besok.

Da Kyung pergi.


Sun Woo memasukkan barang2 dan pakaian Tae O ke koper. Setelah itu, ia membawa koper itu ke bawah dan menaruhnya di depan pintu.


Pindah ke adegan Je Hyuk yang berkata bahwa mengatakan 'hanya status' itu sangat kuno.

Je Hyuk : Monogami membuatmu tidak punya pilihan selain hanya punya status. Bagaimana kau bisa tidur dengan satu orang saja seumur hidupmu?

Je Hyuk lalu minta pendapat Pimpinan Yeo.

Pimpinan Yeo : Tidak juga. Aku tinggal dengan seseorang yang selalu berubah.


Hyo Jung tertawa, astaga, Sayang. Aku sungguh tidak mengerti. Ada banyak pasangan baik seperti kami.

Hyo Jung lalu menyuruh Myung Sook mencari pasangan yang baik.


Myung Sook menanyakan hubungan Je Hyuk dan Ye Rim.

Ye Rim : Kami?

Myung Sook : Kalian bahagia bersama atau hanya berpura-pura?

Ye Rim : Beri tahu mereka. Bagaimana keadaan kita?

Je Hyuk merangkul Ye Rim.

Je Hyuk : Menurutmu kenapa kami tidak mau punya anak? Begitu kau punya bayi, itu akhir bagi pasangan. Kami memutuskan untuk saling mencintai sampai akhir.

Hyo Jung : Karena itukah kalian tidak akan punya anak?

Je Hyuk : Bukan begitu, Pak Yeo?


Pimpinan Yeo : Kau mungkin tidak tahu ini, tapi terkadang, anak-anak bisa membuat pasangan lebih bergairah. Kau hanya tidak tahu.


Ye Rim memeriksa ponselnya. Alarm ponselnya berbunyi.

"Hari ovulasi"

Ye Rim mematikannya.

Myung Sook lalu melihat kepergian Joon Young. Omo, omo... Joon Young berjalan dari arah tempat Da Kyung dan Tae O ciuman!


Myung Sook mengejar Joon Young.

Myung Sook : Kau mau kemana?

Joon Young bilang dia mau pulang. Joon Young tampak sedih. *Fix ini mah Joon Young ngeliat Tae O dan Da Kyung ciuman.

Myung Sook : Kau bertengkar dengan teman?

Joon Young : Tidak, aku hanya ingin pulang.

Myung Sook : Kemana ayahmu?


Tae O sendiri sedang bicara dengan Mi Yun. Mi Yun bilang mereka menerima e-mail dari Tiongkok.

Mi Yun : Intinya, mereka memutuskan tidak berinvestasi di proyek kita. Sebaiknya anda bicara dengan mereka begitu fajar.

Tae O kesal.


Tae O kemudian pergi.

Dari balik pohon, pasien Sun Woo yang menderita alergi menatap tajam Tae O.


Sun Woo minum2. Lalu dia melihat foto2 keluarganya di pintu kulkas.


Kesal, Sun Woo mencopot foto2 itu. Tapi tiba2 dia mendengar Joon Young pulang. Sun Woo pun meletakkan foto2 yang dicabutnya di atas tong sampah dan mendekati Joon Young. Joon Young yang kecewa langsung naik ke atas, menuju kamarnya tanpa bicara apapun pada Sun Woo.

Sun Woo : Joon Young-ah, ada apa? Kau pulang sendiri?

Myung Sook masuk.

Myung Sook : Dia ikut denganku. Mungkin dia bertengkar dengan teman-temannya. Aku menanyakan apa yang terjadi dalam perjalanan ke sini, tapi dia tidak mau memberitahuku.


Myung Sook lalu melihat koper Tae O dan foto keluarga Tae O di depan dekat pintu.

Sontak, Myung Sook kaget dan menatap tegang Sun Woo. Sun Woo menatap Myung Sook dengan wajah tegar.


Di kamarnya, Joon Young menatap tanggal yang sudah ditandainya di kalender.

"Kemah bisbol dengan ayah!"


Dibawah, Sun Woo menawari Myung Sook minum.

Myung Sook : Tentu. Ide bagus.

Sun Woo menuangkan minum untuk Myung Sook.

Myung Sook : Kukira kau pergi karena merasa kurang sehat. Kau minum sendirian?

Sun Woo : Kurasa aku harus pergi agar Tae Oh bisa bersantai dan menikmati pestanya.


Myung Sook : Omong-omong, ada apa dengan koper itu?

Sun Woo : Aku akan membuangnya.

Myung Sook : Bahkan foto itu?

Sun Woo : Ya, aku tidak terlalu menyukainya. Setelah kugantung di dinding, rasanya agak konyol. Aku sudah bersenang-senang, jadi, itu bisa dibuang.

Myung Sook mulai gelisah. Sun Woo menatap Myung Sook.

Sun Woo : Kenapa kau terlihat gelisah? Ada yang ingin kau katakan?

Myung Sook : Sama sekali tidak.


Sun Woo : Omong-omong, soal Tae Oh. Kenapa dia dan Je Hyuk bertengkar?

Myung Sook : Mereka selalu bertengkar. Dari yang kudengar, Je Hyuk memprovokasi dia mengatakan dia pasti senang menerima begitu banyak cinta dari istrinya yang kompeten. Aku tidak mengerti kenapa Je Hyuk sangat iri kepadanya. Namun, dia sudah cemburu sejak kau pindah ke Gosan setelah melahirkan Joon Young. Kau tipe wanita yang selalu ingin dia miliki. Apa mungkin dia menyukaimu?

Sun Woo : Apa maksudmu?

Myung Sook : Kami minum tadi dan dia bilang dia pikir mustahil untuk tidur dengan satu wanita saja. Kau eharusnya melihat wajah Ye Rim saat dia mendengarnya.

Myung Sook tertawa.

Sun Woo : Apa itu lucu bagimu?

Myung Sook : Tidak, maksudku... Aku tidak percaya apa yang keluar dari mulutnya. Jadi, aku tercengang mendengarnya mengatakan itu saat istrinya berada tepat di sampingnya.

Sun Woo : Kau tidak memedulikan perasaan orang lain, bukan? Kau tidak peduli orang-orang menderita atau tidak. Kau hanya melihat semuanya dari jauh dan bersenang-senang.

Myung Sook : Apa maksudmu aku bersenang-senang? Kenapa kau berkata begitu?


Sun Woo : Kau merasa puas saat bilang aku terlalu sensitif, bukan? Kau bilang hidup dengan suami yang tampan itu sulit.

Tak lama, Myung Sook pun sadar Sun Woo sudah tahu perselingkuhan Tae O.

Sun Woo : Aku juga tahu kau memperingatkan Tae O bahwa aku mencurigainya.

Myung Sook : Jangan salah paham. Begini... Dengar. Dia bilang akan mengakhirinya. Dia memintaku merahasiakannya sampai saat itu. Bagaimana lagi? Kau tidak tahu betapa marahnya aku kepadanya.

Sun Woo : Kapan itu?


Myung Sook : Sekitar sebulan lalu, dia mengajakku minum tiba-tiba. Ada yang terasa aneh, jadi, aku menanyakan beberapa hal, dan akhirnya dia menceritakan semuanya. Maaf aku tidak memberitahumu. Tapi aku bersumpah tidak sengaja berbohong kepadamu. Itu juga menyiksaku.

Sun Woo : Kalian pasti teman baik melihat dia bahkan berbagi rahasia seperti itu denganmu.

Myung Sook : Aku tidak menganggap bedebah itu sebagai temanku. Kau temanku.

Sun Woo : Benarkah? Kau yakin kau temanku?

Myung Sook : Tentu saja.


Sun Woo meledak.

Sun Woo : Mulai sekarang, sebaiknya kau berpikir sebelum bertindak!


Myung Sook sedang di taksi, mikirin Sun Woo yang sudah tahu semuanya.

Ponselnya berbunyi. Telepon dari Tae O.

Myung Sook sewot, apa maumu?

Tae O : Kau sudah mengantar Joon Young pulang dengan selamat?

Myung Sook : Jika kau amat penasaran, seharusnya telepon lebih awal.

Tae O : Bagaimana dengan Sun Woo? Bagaimana keadaannya?

Myung Sook : Apa kau bercanda... Astaga. Jangan tanya aku! Dia istrimu. Kenapa kau tidak tanya sendiri!


Myung Sook memutus teleponnya.

Myung Sook : Berhentilah melibatkan wanita lajang di antara hubungan.


Sun Woo membuka akun facebook Hyo Jung. Dia melihat foto Hyo Jung dan Da Kyung disana. Sun Woo lalu mengklik akun facebook Da Kyung.


Di facebook Da Kyung, dia menemukan foto Da Kyung. Di foto itu, tangan Da Kyung dipegang oleh sebuah tangan yang memegang cincin.

Sun Woo lalu mengambil cincin Tae O dan mencocokkannya dengan cincin di foto Da Kyung. Tahulah Sun Woo itu tangan Tae O.


Tae O pulang. Dia mabuk parah.

Tae O melihat Sun Woo, langsung minta maaf karena dia mabuk.


Tae O mau ke kamar tapi malah menabrak kopernya dan foto keluarga mereka yang diletak Sun Woo di dekat pintu.


Tae O kemudian berkata pada Sun Woo bahwa itu adalah hari ulang tahun yang paling sempurna.

Tae O lalu pergi ke kamar sambil menyanyi.


Sun Woo menutup telinganya. Dia tertekan.

Tae O lalu teriak minta dibuatin teh madu.


Sun Woo masuk ke kamar Joon Young dan mendapati Joon Young udah tidur. Sun Woo lantas menyelimuti Joon Young dan melihat tanggal yang sudah ditandai Joon Young di kalender.


Setelah itu, ia keluar kamar dan melihat Tae O tidur serampangan.

Sun Woo terduduk lemas di dekat koper Tae O dan foto keluarga mereka. Ia sangat terluka.


Paginya, Tae O terbangun lantaran suara ponselnya. Dia lalu melihat air minum di atas meja.


Di bawah, Joon Young lagi sarapan. Dia sudah siap dengan seragam baseball nya. Sun Woo sedang menunggui kopinya.

Tae O turun.

Tae O : Aku terlalu banyak minum. Pukul berapa aku pulang?


Sun Woo : Duduk dan makanlah.

Tae O : Bagaimana keadaanmu?

Sun Woo : Aku merasa jauh lebih baik.

Tae O : Baguslah.


Sun Woo mendekati Joon Young.

Sun Woo : Cepat makan dan sadarlah. Hari ini kau sibuk.

Tae O : Apa?

Sun Woo : Jangan bilang kau lupa.

Tae O pun ingat.

Sun Woo mencium Joon Young.

Sun Woo : Bersenang-senanglah.


Sun Woo mau pergi setelah mencium Joon Young. Tae O minta peluk.

Sun Woo pun memeluk Tae O karena ada Joon Young disana.

Tae O : Apa aku berbuat salah semalam?

Sun Woo : Buang air kecil sambil berdiri?

Tae O : Maaf. Kukira aku tidak minum sebanyak itu, tapi aku pingsan. Aku juga merasa mual.

Sun Woo : Kau bersenang-senang, jadi, kau harus membayar konsekuensinya.

Sun Woo pergi.


Ponsel Tae O berdering. Telepon dari Mi Yun. Mi Yun sudah di kantor.

Mi Yun : Aku mencoba menelepon lagi, tapi...

Tae O : Apa kata mereka?

Mi Yun : Mereka bilang akan membatalkan investasi itu. Apa yang harus kita lakukan?

Tae O : Baiklah. Aku mengerti.


Tae O memutus panggilan Mi Yun. Ia stress. Lalu pesan dari Da Kyung masuk.

Da Kyung : Tepati janjimu.

Tae O pun menghapus pesan itu.


Foto keluarga mereka sudah tergantung kembali di dinding.

Joon Young kemudian berdiri dan menyuruh Tae O bersiap-siap.

Joon Young : Mereka bilang tidak boleh terlambat.

Bersambung ke part 2......

0 Comments:

Post a Comment