Thursday, November 8, 2018

The Promise Ep 4 Part 3

Sebelumnya...


Yoo Kyung kembali mengerjai Na Yeon.

Dia menyuruh Na Yeon membeli beberapa kue serta buah-buahan karena rumahnya akan kedatangan tamu.

Bibi merasa kasihan, ia yakin Na Yeon tidak akan sanggup membawanya sendirian dan menyarankan Yoo Kyung untuk memakai jasa layan antar saja.

Tapi Yoo Kyung tidak mau dengan alasan tidak percaya dengan jasa layan antar seperti itu.

"Bibi mau pergi sendiri?" tanya Yoo Kyung. Sontak, si bibi menolak dengan alasan pekerjaannya.

"Aku baik-baik saja. Aku akan segera kembali." jawab Na Yeon, lalu pergi.

Tepat setelah Na Yeon pergi, Tae Joon datang bersama Presdir Jang.


Presdir Jang mengenalkan Tae Joon sebagai murid penerima beasiswa Baekdo Group pada Yoo Kyung. Ia mengatakan, bahwa

Tae Joon adalah citra masa depan perusahaan mereka.

"Oh, jadi kau si murid beasiswa itu." ucap Yoo Kyung.

Tak lama kemudian Se Jin turun dan Presdir Jang pun memperkenalkan Se Jin pada Tae Joon.

"Dia putriku. Usia kalian sama jadi bertemanlah." ucap Presdir Jang.

"Annyeong." sapa Se Jin.

"Tapi dimana Na Yeon? Aku tidak melihatnya? tanya Presdir Jang.

"Kusuruh dia bertugas." jawab Yoo Kyung.

Tae Joon pun kaget mendengar nama Na Yeon. Ia berpikir, apakah itu Na Yeon yang sama dengan Na Yeon yang dikenalnya.


Na Yeon yang hampir sampai, diserempet oleh pengendara motor. Ia pun jatuh dan buah-buahan yang dibelinya berserakan di jalan.

Na Yeon kebingungan. Ia lantas memungut buah-buahannya yang jatuh. Saat hendak berdiri, ia merasakan sakit di lututnya.

Lututnya terluka!


Yoo Kyung terkejut mendengar Tae Joon bisa memenangkan semua penghargaan tanpa bimbingan.

Presdir Jang pun berkata, ia mengundang Tae Joon makan malam di rumahnya karena merasa bangga pada Tae Joon.

Presdir Jang lalu meminta Tae Joon jadi guru les Se Jin.

"Appa, aku juga murid yang baik dari sepuluh kelas meski aku lemah di matematika." jawab Se Jin.

Yoo Kyung pun meminta Tae Joon mengajari Se Jin matematika seminggu sekali.

Se Jin lantas berniat menguji Tae Joon. Ia mengajak Tae Joon ke kamarnya dan mengaku akan mengajukan beberapa pertanyaan pada Tae Joon.


Tae Joon merasa kikuk. Ia mengaku itu kali pertamanya masuk ke kamar perempuan.

Se Jin pun meminta Tae Joon bicara santai dengannya karena ia juga bicara santai dengan Tae Joon.

Se Jin lalu mengambil buku matematikanya. Saat berbalik, ia menemukan Tae Joon sedang menyentuh pianonya.

"Kau suka piano?" tanya Se Jin.

"Hanya mendengarkan. Kau bisa main piano?"

"Aku tidak bisa. Sepertinya aku tidak berbakat. Aku selalu melakukan kesalahan. Tapi sekarang aku ingin berlatih."


Presdir Jang menyambut Hwi Gyeong dengana ramah.

Tapi tidak dengan Yoo Kyung. Ia tidak suka melihat Hwi Gyeong.

Hwi Gyeong mengaku sangat merindukan Se Jin. Ia ingin mengajak Se Jin jalan-jalan keluar dan membeli es krim.

Tapi Yoo Kyung bilang, Se Jin sedang bimbingan.


Na Yeon tiba di rumah. Ia melihat sepeda motor yang menabraknya tadi parkir di depan rumah Presdir Jang.

Tak lama kemudian, Hwi Gyeong keluar dan mata Na Yeon langsung berkaca-kaca menatap Hwi Gyeong.


Bersambung.......

No comments:

Post a Comment