Friday, November 2, 2018

The Promise Ep 2 Part 1

Sebelumnya...

Di epi sebelumnya, Yoon Ae mengalami kecelakaan. Ia tertabrak truk saat tengah mengambil payungnya yang terlempar ke tengah jalan.

Truk yang menabrak Yoon Ae juga ikutan terbalik.

Bagaimanakan kondisi keduanya? Apakah mereka selamat?


Sebelum masuk kesana, kita disuguhkan dengan cerita dari keluarga si pengemudi truk.

Foto si pengemudi truk bersama istri dan dua putri mereka terpajang di dinding.


Kedua putri mereka, yang besar bernama Eun Bong tengah asyik menyantap daging.

Di hadapan mereka, telah tersaji berbagai macam hidangan.

Geum Bong, si putri bungsu, bertanya bagaimana rasanya.

Eun Bong pun berkata, rasanya seperti iga babi (hoeek)

"Bukankah itu akan meleleh di mulutmu?" tanya Geum Bong.

"Cobalah sendiri dan berhenti bertanya." jawab Eun Bong sambil mencocolkan daging ke mulut Eun Bong.

"Andwae! Betapa buruknnya jika anak SD terlihat gemuk!" ucap Geum Bong.

"Kami punya pasien anoreksia termudia." jawab Eun Bong.

"Itu lebih baik daripada orang sepertimu!" balas Geum Bong.


"Mwo?" sewot Eun Bong, lalu menjitak kepala Geum Bong.

"Kau 5 tahun lebih muda dariku jadi berhentilah bicara informal!" ucap Eun Bong.

Geum Bong yang kesal dipukul pun langsung berdiri. Ia menatap galak pada sang kakak.

"Kenapa kau memukulku? Kau tahu apa yang dikatakan teman-temanku tentangmu? Mereka menjulukimu raja babi!" tanya Geum Bong.

"Lebih baik dari serigala sepertimu!" balas Eun Bong.


Sang ibu, Nyonya Yang Mal Sook, masuk. Ia memarahi Eun Bong yang sudah makan padahal ayah mereka belum pulang.

Eun Bong pun beralasan, bahwa ia sangat lapar dan ia hanya makan sedikit.

"Sesange, kau terus memikirkan makanan!" sewot Nyonya Yang saat melihat daging di piring banyak berkurang.


"Eomma, aku tidak makan apapun. Dia terus menggodaku untuk mengambilnya beberapa tapi aku menolaknya. Aku ingin makan dengan ayah setelah ayah pulang." ucap Geum Bong.

Kesal, Eun Bong pun kembali menjitak Geum Bong.


"Kenapa kau memukulku!" protes Geum Bong, lalu mengadu pada sang ibu.

Sang ibu pun balas menjitak Eun Bong dan mengomeli Eun Bong yang terus memukuli sang adik.

Ngambek, Eun Bong pun keluar dari ruang makan. Ia bahkan mengatai ibunya ibu tiri yang kejam.

"Anak itu, sudah 13 tahun masih saja begitu." ucap Nyonya Yang.


Tak lama kemudian, telepon rumah mereka berdering. Nyonya Yang yang menjawab pun terkejut mengetahui itu telepon dari kantor polisi.

Na Yeon yang juga baru pulang ke rumah dapat telepon tentang ibunya.


Na Yeon pun langsung ke rumah sakit. Bersamaan dengan itu, Nyonya Yang beserta kedua putrinya juga tiba di rumah sakit.

Di lobby rumah sakit, Nyonya Yang yang sedang terburu-buru, tidak sengaja menabrak Na Yeon.

Nyonya Yang dan kedua putrinya terus berlari menuju IGD.

Tangis Na Yeon pecah menatap ke arah ruang IGD.


Di kamarnya, Yoo Kyung mendapatkan telepon dari seseorang yang mengabarkan kondisi Yoon Ae.

Ia terkejut mendengar bahwa Yoon Ae dan si supir truk meninggal.


Na Yeon terduduk lemas di lantai ruangan duka. Ia menatap jam tangan milik sang ibu, yang ia berikan 6 jam yang lalu, ketika mereka merayakan ulang tahunnya.


Yoo Kyung tiba di ruang duka Yoon Ae.

Tidak ada siapapun di sana, kecuali Na Yeon.

Yoo Kyung gemetaran melihat foto Yoon Ae.


Ia pun teringat saat dirinya mengambil hasil tes DNA itu ketika Yoon Ae terkapar berlumur darah.


Saat hendak pergi, Yoon Ae memegang kakinya meminta tolong.

Flashback end...


Yoo Kyung lantas ke arah Na Yeon. Tapi karena takut, akhirnya ia pun pergi tanpa sempat melihat wajah Na Yeon.


Yoo Kyung kembali ke mobilnya.

Tepat setelah Yoo Kyung pergi, para pekerja proyek datang.


Di jalan, Yoo Kyung berusaha menenangkan dirinya. Ia bicara pada dirinya berkali-kali, bahwa tak ada lagi yang perlu ia takutkan karena Yoon Ae sudah meninggal.

Presdir Jang yang sedang di mobil bersama Pimpinan Park bicara dengan seseorang di telepon tentang putrinya Yoon Ae. Presdir Jang kemudian terkejut.

"Apa maksudmu? Mereka ada di pemakaman? Aku mengerti." ucap Presdir Jang, lalu mengakhiri teleponnya.

"Aku tidak mengerti. Siapa yang ada di pemakaman?" tanya Pimpinan Park.

*Jangan kebalek yah gaes, ini The Promise bukan Hide and Seek.. LOL LOL

"Para sopir truk berdemo di pemakaman Lee Chan Seob." jawab Presdir Jang.

*Oooow, itu para supir truk toh bukan pekerja proyek.


Pimpinan Park terkejut. Ia pun merepet sepanjang jalan dan menyebut para supir truk itu tidak tahu terima kasih.

Presdir Jang pun menyuruh Pimpinan Park ke pabrik mereka di Paju. Ia takut, Pimpinan Park akan terluka jika ikut dengannya ke pemakaman itu.

*Disini dua orang ini juga nyebelin, tapi Pimpinan Park gak semenyebalkan Pimpinan Moon di Hide and Seek. Kalau Presdir Jang parah banget disini. Ntar Na Yeon hidupnya bakalan menderita dibuat Presdir Jang.


Di depan pemakaman, para supir truk masih berdemo. Ia menyebut Baekdo Group sebagai pembunuh dan meminta teman mereka, Lee Chan Seob, dikembalikan.

Mereka juga marah karena Baekdo Group tidak kunjung membayar gaji mereka dan menuntut Park Man Jae, mundur dari jabatan sebagai Pimpinan Baekdo.


Tak lama kemudian, Pimpinan Park dan Presdir Jang tiba di lokasi pemakaman.

Begitu turun dari mobil, mereka pun langsung dilempari telur oleh para pendemo.

Sontak, Presdir Jang dan beberapa orang langsung melindungi Pimpinan Park dan mengembalikannya ke dalam mobil.

Para pendemo marah karena dipaksa bekerja mengangkut barang berat lebih dari 18 jam.


Presdir Jang pun berlutut, memohon maaf atas nama Baekdo Group. Ia berjanji akan membayar gaji mereka serta memberikan kompensasi pada Tuan Lee dengan mempertaruhkan jabatannya sebagai Presdir.

Pimpinan Park yang kesal melihat itu pun langsung mengajak supirnya pergi.


Presdir Jang lalu memberikan penghormatan terakhir pada Tuan Lee.

Tak lama kemudian, Nyonya Yang datang dan mengamuk pada Presdir Jang.

Eun Bong dan Geum Bong pun datang menenangkan ibu mereka.

Sang ibu lantas jatuh terrduduk dan menangis.

Presdir Jang menatap mereka dengan sorot mata sedih.


Keluar dari ruang duka Tuan lee, Presdir Jang dihampiri anak buahnya.

Anak buahnya mengaku, sudah mengurus kompensasi untuk Tuan Lee. Lalu ia bertanya, haruskah mereka mengurus kompensasi untuk korban lainnya.

Presdir Jang terkejut mengetahui ada korban lain.

"Dia tiba-tiba muncul di depan truk. Itu kesalahan si pejalan kaki."


Penasaran dengan korban lainnya, Presdir Jang pun pergi ruang duka yang letaknya tepat di sebelah ruang duka Tuan Lee.

Betapa terkejutnya ia melihat foto Yoon Ae terpampang di sana.


Na Yeon melihat Presdir Jang. Ia lantas berdiri dan membungkuk pada Presdir Jang.

Bersambung ke part 2.........

Jadi begitulah gaes... Yoon Ae dan si supir truk meninggal....

2 comments:

  1. Terus anting si Yoo Kyung yg ada di tgn Yoon Ae gimana tu Eon? Jgn bilang antingnya hilang

    ReplyDelete