Wednesday, November 7, 2018

The Promise Ep 3 Part 3

Sebelumnya...

Kita lanjut gaes, di part ini Yoo Kyung akhirnya tahu Na Yeon putri Yoon Ae...


Pimpinan Park kembali melihat data-data Tae Joon dalam perjalanan.

Ia berkata, Tae Joon seseorang yang sempurna bagi mereka dan menyuruh Presdir Jang mempersempit daftar calon penerima beasiswa ke beberapa kandidat yang sama seperti Tae Joon.

"Undang dia ke perusahaan dan ambil beberapa foto. Cetak beberapa poster juga dan lakukan briefing jika semua wartawan menghadiri distribusi beasiswa."

"Baik." jawab Presdir Min.

"Menantuku, tentang anak yang sebelumnya, bagaimana jika kita tempatkan dia dalam sebuah iklan? Ayahnya meninggal, dia ditinggalkan oleh ibunya. Anak yatim yang tinggal dengan kerabatnya, dia menemukan harapan melalui cinta perusahaan Baekdo. Bagaimana menurutmu?"


Pimpinan Park lantas tertawa.

"Aku tidak yakin. Dengan harga dirinya, aku yakin dia tidak akan menerimanya." jawab Presdir Jang.

"Apa yang bisa untuk dia terima atau tidak? Hal pertama yang kau tinggalkan di depan uang adalah kebanggaan. Bukankah seharusnya kau paling tahu dari semua orang?" ucap Pimpinan Park.


Nyonya Yoon terkejut Pimpinan Park sudah pulang.

"Aku pikir kau minum dengan menantu kita." ucap Nyonya Yoon, lalu membantu Pimpinan Park membuka jaket.

"Minum apa. Dia lari seperti orang gila begitu dia menjawab telepon istrinya. Dia hanya membuat suara datar dan berkata 'Sayang, aku akan berlibur. Aku telah membuat sup tulang sapi untukmu'. Kemudian dia berubah menjadi beruang dan merangkak pergi." jawab Pimpinan Park.

Mereka lantas tertawa.

"Kenapa dengan tawamu? Apa kau cemburu?" tanya Pimpinan Park.

"Tidak! Aku lebih suka punya suami harimau daripada beruang." jawab Nyonya Yoon.


Pimpinan Park pun langsung mengangkat kedua tangannya, seolah ingin menunjukkan bahwa dirinya masih kuat.

Tawa Nyonya Yoon pun semakin bertambah.

Lalu, Pimpinan Park memeluk Nyonya Yoon dan berkata dirinya masih segar dan hidup seperti itu dan bertanya haruskah mereka membuat adik untuk Hwi Gyeong.


Hwi Kyung pun tiba-tiba muncul dan menentang ide Pimpinan Park. Ia tidak mau berbagi cinta ayah dan ibunya dengan sang adik.

"Anak ini! Dia seperti hantu, muncul entah dari mana... kau pikir kau sedang apa?" ucap Pimpinan Park.

"Abeoji, eommoni, bagaimana kabar kalian?" tanya Hwi Gyeong.

"Apa kau dideportasi dari Amerika?" tanya Pimpinan Park.

"Aku terbang segera setelah selesai kelas musim ini. Aku anak baik, kan?" jawab Hwi Gyeong.


Hwi Gyeong lalu memeluk ayah dan ibunya.

"Aigoo, aigoo... kau bau. Bersihkan dirimu. Aku menderita karena bau unggas beberapa hari lalu." ucap Pimpinan Park.

"Dan kau membuat ibumu menderita dengan bau keringat." tambah Nyonya Park.

Mereka pun tertawa.


Mereka pun makan bersama. Hwi Gyeong senang bisa mencicipi masakan ibunya lagi.

"Kami mengirimkan banyak uang tapi kau masih tidak punya uang untuk makan?" tanya Pimpinan Park.

"Kau tidak bisa membeli makanan semacam ini meskipun dengan pertukaran harta pulau, abeoji!" jawab Hwi Gyeong.

"Bukannya meningkatkan kemampuan bahasa inggris, kau hanya meningkatkan cara merayumu." ucap Pimpinan Park.

"Cukup, biarkan dia makan sekarang." jawab Nyonya Yoon.

"Seseorang akan berpikir bahwa aku mencuri makanannya jika kau seperti ini." balas Pimpinan Park.

"Yeobo, kau juga harus makan sebelum rasa laparmu hilang." ucap Nyonya Yoon.


Nyonya Yoon lantas bertanya, berapa lama Hwi Gyeong akan menginap.

Hwi Gyeong berkata, beberapa minggu.

"Jadi kau bisa beristirahat sementara sebelum kau pergi lagi?" tanya Nyonya Yoon.

Hwi Gyeong mengangguk sembari tersenyum.

"Lihat siapa yang sedang bicara sekarang dan tidak membiarkannya makan." ucap Pimpinan Park.

"Apakah aku?" Nyonya Yoon tertawa. "Mulai sekarang aku hanya akan menggunakan mulutku untuk makan."


"Bisa sesibuk apa murid sekolah berlibur? Aku akan melakukan tugas-tugas untuk ayah dan pergi sebentar mengunjungi Kak Yoo Kyung dan Se Jin."

"Kau punya banyak urusan untuk dilakukan beberapa waktu ini. Jangan buang-buang waktumu untuk keluyuran. Makan malam adalah yang terbaik. Jadi jangan merusak selera makanku." ucap Pimpinan Park.

"Ayah, kau begitu lagi. Dia satu-satunya kakakku. Setidaknya aku harus memberi salam padanya." jawab Hwi Gyeong.


Yoo Kyung terbangun dari tidurnya. Ia mengambil obatnya dan pergi ke dapur untuk mengambil air.

Di dapur, ia menemukan Na Yeon.

"Apakah bibi pergi ke suatu tempat?" tanya Yoo Kyung tapi Na Yeon diam saja.

"Na Yeon-ah, kau tidak mendengarkanku?" tanya Yoo Kyung.

Na Yeon berbalik dan dirinya seketika berubah menjadi Yoon Ae.

Yoo Kyung sontak terkejut melihat Yoon Ae tersenyum lebar kepadanya.


Yoo Kyung teriak. Seketika ia terbangun dari tidurnya.

Ponselnya lantas berdering. Telepon dari orang suruhannya yang mengatakan bahwa Na Yeon dibawa oleh teman Yoon Ae, sepeninggalan Yoon Ae.

"Pemilik rumahnya mengatakan, dia seorang pria berusia 30."


Curiga, Yoo Kyung pun langsung ke kamar Se Jin.

Ia membongkar tas Na Yeon dan menemukan foto-foto Na Yeon bersama Yoon Ae di sana.


Tepat saat itu, Na Yeon datang dan heran melihat Yoo Kyung membongkar tasnya.

Yoo Kyung terkejut dan menatap waspada Na Yeon.


Bersambung........

No comments:

Post a Comment