Wednesday, October 31, 2018

The Promise Ep 1 Part 1

-Awal musim dingin, 1997-


Hujan turun sangat lebat. Petir menggelagar. 

Di tengah hujan dan petir seperti itu, sebuah truk tampak melaju.


Di dalamnya, seorang pria tua, mengemudi dengan hati-hati. Sambil mendengarkan musik, ia berbicara dengan seseorang di telepon. Ia berkata, sup rumput laut tidak begitu enak. Kerang menjadi lebih baik dengan rumput laut. Tapi mungkin anak-anak tidak menyukainya.

"Kue, tidak! Jika kau melakukan semua yang mereka minta, mereka akan berpikir orang tua mereka adalah orang bodoh! Dapat pai bulan depan dan tempelkan lilin yang mereka gunakan untuk peringatan kematian ayahku. Ini akan menjadi pesta kerajaan. Katakan pada mereka, aku akan menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Aku akan segera pulang."

Di dekat kemudinya, terlihat foto istrinya bersama dengan dua orang putri mereka.


Pria itu lantas melirik cake di sebelahnya dan tersenyum.

Setelah menutup teleponnya, pria itu mengecilkan volume radionya dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk seseorang bernama Eunbong.


Tapi tiba-tiba, seorang wanita muncul di depannya. Wanita itu tengah memungut payungnya yang terlempar ke tengah jalan.

Kecelakaan pun tak terelakkan.

Pria itu menabrak wanita itu, setelah sebelumnya sempat membanting setirnya, menghindari wanita itu.

Setelah menabrak wanita itu, truk yang dikemudikannya terbalik.

Isi tas wanita itu berserakan di jalan. Salah satunya, foto wanita itu bersama dengan putrinya.

-6 jam lalu-


Di sebuah kafe, seorang anak yang ada di foto milik wanita yang tertabrak tadi, sedang merayakan ulang tahunnya bersama teman-temannya.


Di kafe yang sama pula, anak lain yang berwajah sama dengannya, tengah merayakan ulang tahun bersama wanita yang kecelakaan di awal tadi.

"Orang itu juga berulang tahun." ucap wanita itu.

"20 juta dari 7 miliar manusia di bumi memiliki ulang tahun yang sama. Jadi apa masalahnya?" tanya anak itu.

"Anggur asam. Kau terlihat sangat cemburu sekarang." jawab wanita itu.

"Terserah! Yang kuinginkan di hari ulang tahunku adalah keluar dari sini, Eomma." ucap anak itu.

"Apa maksudnya?" tanya sang ibu.

"Satu pizza di sini harganya lebih dari 15 dollar. Kita bisa membeli satu ton daging dan mengadakan pesta barbeque dengan uang itu. Ayo pergi." jawab si anak.

"Jika putri ibu mengatakan itu, akan kah kau mengatakan baik-baik saja dan pergi? Lakukan saja seperti yang ibu katakan hari ini." ucap wanita itu.


Wanita itu lalu memanggil pelayan dan memesan satu pizza kombinasi, juga pasta saus tomat dan dua limun tanpa es.

Mendengar itu, si anak sewot. Ia tak suka sang ibu membuang-buang uang seperti itu.

"Jika kau bicara lagi, aku akan memesan makanan paling mahal."

Anak itu pun mengalah.


Lalu, ia mengeluarkan kotak kecil dari dalam tasnya dan memberikannya pada sang ibu.

"Terima kasih telah membawaku ke dunia ini. 12 tahun lalu, kau melakukan pekerjaan yang baik, Lee Yoon Ae-ssi."

Nyonya Lee (untuk seterusnya kita panggil begini ya) lantas membuka hadiah dari anaknya. Ia pun terkejut melihat isinya, sebuah jam tangan.

"Jangan terlalu tersentuh. Itu jam tiruan. Tapi meskipun tiruan, aku berharap masa depanmu akan dipenuhi hal-hal hebat."

"Selamat ulang tahun yang kedua belas, Lee Na Yeon." ucap Nyonya Lee.


Bersamaan dengan itu, wanita lain masuk. Ia bertanya pada pelayan, dimana ruangan pesta ulang tahun anak-anak.

Pelayan pun mengantarkan wanita itu ke sana.

Tapi saat melintasi meja Nyonya Lee dan Na Yeon, ia terkejut melihat sosok mereka.

Wanita itu pun langsung menanyakan pintu belakang pada si pelayan.


Na Yeon masuk ke kamar mandi.

Di sana, ia bertemu dengan salah satu teman dari anak yang berwajah mirip dengannya.

"Kau masih disini? Bukankah kau tadi pergi begitu saja dengan ibumu dengan alasan gurumu sudah menunggumu? Lalu ada apa dengan bajumu? Kapan kau menggantinya?"

Sontak Na Yeon kebingungan.


Na Yeon pun langsung memberitahu hal itu pada ibunya.

Sang ibu terkejut dan bertanya dimana kejadiannya.

"Di kamar kecil restoran pizza tadi." jawab Na Yeon.

"Kau pulang lah duluan. Ibu harus ke suatu tempat." ucap Nyonya Lee, lalu bergegas pergi.

"Ibu mau kemana? Aku ada latihan paduan suara, jadi akan pulang terlambat!" teriak Na Yeon.


Sampai di restoran, Nyonya Lee tidak menemukan anak itu.

Pihak restoran pun meminta maaf karena tidak bisa membantu Nyonya Lee.

Nyonya Lee lantas meminta pihak restoran menghubunginya jika anak itu datang lagi.


Nyonya Lee kembali ke rumahnya. Ia masuk ke rumahnya dan langsung terduduk lemas di lantai.

Tangisnya kemudian pecah.


Tak lama kemudian, ia menerima surat tanpa pengirim.

Nyonya Lee pun menghapus tangisnya dan membaca surat itu yang ternyata adalah hasil tes DNA.

Nyonya Lee terkejut. Ia kemudian marah dan meneriakkan nama Park Yoo Kyung.

Bersambung ke part 2.......

No comments:

Post a Comment