Wednesday, November 7, 2018

The Promise Ep 4 Part 1

Sebelumnya...

Di part sebelumnya, Yoo Kyung akhirnya mengetahui siapa putri Yoon Ae.  Apakah yang akan terjadi dengan Na Yeon selanjutnya?

------------


Na Yeon masuk ke kamar Se Jin dan terkejut melihat Yoo Kyung memeriksa barang-barangnya.

Yoo Kyung pura-pura bertanya, siapa wanita yang ada di dalam foto bersama Na Yeon.

"Itu ibuku." jawab Na Yeon.

"Ibumu sangat cantik." ucap Yoo Kyung gemetaran.

"Memang benar, aku berhutang padamu karena kau mengizinkanku tinggal disini tapi aku tidak mengerti kenapa kau melakukan ini terhadap barang- barangku." jawab Na Yeon.

Na Yeon lantas meminta fotonya dikembalikan. Yoo Kyung pun berkata, akan mengembalikan foto Na Yeon tapi tidak sekarang.

Na Yeon meminta penjelasan kenapa ia tidak boleh mengambil foto ibunya kembali.

Yoo Kyung beralasan, bahwa ia tidak bisa mentolerir seseorang menangisi seseorang yang sudah meninggal.

Na Yeon pun berjanji tidak akan melihat foto ibunya lagi.

Tapi Yoo Kyung tetap tidak mau mengembalikan foto itu dengan alasan yang sama.


Yoo Kyung lalu mendorong Na Yeon dan keluar dari kamar Se Jin.

Tangis Na Yeon pun pecah.


Yoo Kyung langsung ke kantor. Ia masuk ke ruangan Presdir Jang dengan wajah marah.

Ia kemudian melemparkan foto-foto Na Yeon dan Yoon Ae ke atas meja dan meminta penjelasan kenapa foto Yoon Ae bisa ada di tas Na Yeon.

Presdir Jang sontak kaget. Ia ingin menjelaskan, tapi Yoo Kyung tidak mau mendengar. Ia marah Presdir Jang membawa putri Yoon Ae ke rumah mereka.


Tak hanya itu, ia juga menuding Presdir Jang menjalin hubungan dengan Yoon Ae di belakangnya.

"Na Yeon adalah putri dari suami Yoon Ae. Aku bertemu Yoon Ae di jalan beberapa waktu lalu. Kami tak sengaja bertemu dan membicarakan Na Yeon. Dia bilang padaku, Na Yeon putri suaminya dan Na Yeon berpikir bahwa Yoon Ae adalah ibu kandungnya. Itulah apa yang dikatakan Yoon Ae padaku. Dan ayah Na Yeon sudah meninggal dan setelah itu, Yoon Ae membesarkan putrinya sendirian."

"Bagaimana kau tahu itu? Bagaimana kau tahu Yoon Ae meninggal?"

"Aku kebetulan mengetahuinya di pemakaman sopir truk. Itu kebetulan."

"Apa kau sedang menulis novel? Kebetulan macam apa ini? Kau mau aku percaya padamu?"

"Aku selama ini hidup denganmu. Aku berani bersumpah kalau aku tidak pernah menipumu! Aku benar-benar tidak punya pilihan saat ini!"

"Apa aku harus percaya padamu sekarang?"


"Percayalah, aku jujur padamu."

"Meski begitu, bagaimana kau bisa melakukan ini padaku? Siapa Yoon Ae? Kalian pernah saling mencintai! Jika bukan karena aku, kau sudah menikah dengannya! Jadi bagaimana bisa kau membawa putrinya ke rumah? Kau tidak peduli tentang perasaanku sama sekali!"

Presdir Jang pun memeluk Yoo Kyung dan mengakui kesalahannya.

Yoo Kyung melepaskan pelukan Presdir Jang dan meminta Presdir Jang mengusir Na Yeon.

Tapi Presdir Jang tidak bisa dengan alasan Na Yeon masih berduka kehilangan Yoon Ae.

Yoo Kyung tambah marah, ia mengaku melihat Na Yeon terus membuatnya teringat pada Yoon Ae.


Tapi Presdir Jang tetap tidak bisa mengirim Na Yeon ke panti asuhan.

"Apa hatimu akan nyaman jika dia tetap di rumah?" tanya Yoo Kyung.

Presdir Jang mengangguk.

"Kalau begitu baiklah, tapi ingat hanya untuk sementara waktu." ucap Yoo Kyung sambil menahan emosinya.


Setibanya di rumah, Yoo Kyung langsung ke kamar mandi. Ia merobek foto-foto Na Yeon dan Yoon Ae dan membuangnya ke toilet.

"Kau pikir aku akan berterima kasih karena mengatakan itu pada Kyeong Wan? Aku tahu, kau hanya tidak mau Kyeong Wan terluka."


Na Yeon yang baru pulang, disuruh Yoo Kyung membantu bibi mencuci semua selimut.


Sambil menyeruput teh di kamarnya, Yoo Kyung menatap tajam Na Yeon sedang menjemur selimut2 itu bersama bibi.

"Lee Yoon Ae, seperti yang kau mau. Putrimu memiliki kehidupan yang baik di rumah ayahnya. Jangan terlalu menyalahkanku." gumamnya.


Yoo Kyung mau pergi lagi. Sebelum pergi, ia menyuruh bibi menyiapkan camilan untuk Se Jin dan makan malam untuk Kyung Wan.

Ia mengaku akan pergi ke panti pijat.


Na Yeon sedang membersihkan kamar Se Jin.

Saat melihat piano, Na Yeon langsung membukanya dan menyentuh tuts-tutsnya.


Presdir Jang yang baru pulang, mendengar suara dentingan piano. Ia pikir, Se Jin yang memainkannya.

Tapi saat membuka pintu kamar Se Jin, ia membeku melihat sosok Yoon Ae yang memainkan piano itu.


Se Jin pulang ke rumah dan langsung mencari sang ibu. Bibi memberitahu Se Jin kalau Yoo Kyung sudah pergi tapi Presdir Jang sudah di rumah.

Mendengar ayahnya sudah pulang, mata Se Jin langsung berbinar-binar. Ia pun langsung menuju kamar ayah dan ibunya.

Tapi kemudian, ia mendengar suara dentingan piano dan mengira ada tamu yang datang.

Bibi pun menyuruh Se Jin melihatnya sendiri.


Se Jin masuk ke kamarnya dan terkejut melihat Na Yeon memainkan pianonya.

Ia pun kesal saat sang ayah memuji permainan piano Na Yeon dan meminta Na Yeon menjadi guru les piano Se Jin.

Se Jin lantas meminta ayahnya meninggalkan mereka karena ia ingin bicara dengan Na Yeon.


Tapi setelah Presdir Jang pergi, Se Jin menampar Na Yeon dan meminta Na Yeon untuk tidak menyentuh miliknya lagi.

"Seolah kamarku tidak cukup, sekarang piano dan ayahku? Hanya karena kau hidup dan bernapas disini, kau pikir kau adalah bagian dari keluarga ini? Tidak mungkin! Aku berbeda denganmu! Aku tidak mau berbagi apapun denganmu lagi! Tidak ada satu pun disini untukmu! Aku tidak akan membiarkanmu mengambil apapun dari ku! Kau mengerti!"

Setelah memaki Na Yeon, Se Jin pun keluar dari kamarnya.

Bersambung ke part 2..............

Di part selanjutnya, Se Jin akan semakin menjadi-jadi gaes... dia bahkan memfitnah Na Yeon sudah melukainya....

No comments:

Post a Comment