Friday, November 1, 2019

Graceful Family Ep 3 Part 3

Sebelumnya...


Usai jogging, Yoon Do kembali menemui Seok Hee di ruang interogasi kejaksaan.

Yoon Do : Aku akan mengeluarkanmu bagaimanapun juga. Jadi bertahanlah.

Seok Hee : Apakah kau mengatakan kau akan membuktikan aku tidak bersalah? Aku tidak berpikir Nona Han ada di pihak kita.

Yoon Do : Sebelum itu, kau adalah klienku.

Seok Hee : Kau akhirnya terdengar seperti pengacaraku.


Tae Hyung yang mengawasi mereka diluar melalui kamera pengawasan akhirnya mendapat surat perintah penahanan Seok Hee. Sontak ia senang.

Tae Hyung : Mari kita lihat apakah dia bisa berdiri kuat setelah ini.


Seok Hee lantas digiring keluar oleh dua petugas jaksa wanita.

Tae Hyung muncul dan menunjukkan surat perintah penahanan Seok Hee dengan wajah bangga.

Tae Hyung : Aku sedih memikirkan betapa sulitnya bagimu.

Seok Hee : Terima kasih banyak. Itu hampir membuatku menangis.

Tae Hyung tersenyum, apakah kau dapat tidur di kamar yang sama dengan penjahat?


Tae Hyung lalu berbisik ke telinga Seok Hee, bahwa ia akan melepaskan Seok Hee jika Seok Hee minta maaf padanya.

Seok Hee tertawa meledeknya.

Seok Hee : Kenapa aku harus melakukannya?


Tae Hyung marah.

"Kau bisa masuk penjara!"

"Pergi ke penjara ada di daftar keinginanku. Jadi aku menantikannya. Aku sangat tertarik dengan hak asasi manusia. Seragam penjara yang pudar kurasa akan cocok untukku karena aku cantik."


Seok Hee lantas berbisik ke telinga Tae Hyung.

Seok Hee : Kudengar kau mengancam akan menyelidiki Grup MC. Hanya agar aku meminta maaf? Bangunlah. Kau tidak bisa menyentuh MC sendirian. Kau bahkan tidak punya nyali untuk melakukannya.

Seok Hee tertawa lagi.


Seok Hee kemudian menatap Yoon Do dan minta Yoon Do sering2 datang menjenguknya di penjara.

Lalu Seok Hee mengajak kedua petugas jaksa itu pergi.


Seok Hee digiring ke mobil tahanan, bersama tersangka lainnya.

Yoon Do menatap Seok Hee yang kuat, dengan tatapan kagum.

Seok Hee mulai duduk di bus. Ia kemudian menatap Yoon Do sembari tersenyum.


Bis tahanan mulai berjalan. Dari lantai atas, Tae Hyung terdiam melihatnya.


Bis tahanan akhirnya memasuki kawasan penjara.

Seok Hee sudah mengenakan seragamnya. Ia digiring menuju sel.


Sampai di selnya, ia terdiam sejenak melihat ketiga rekan se-selnya.

Lalu ia menaruh peralatan mandinya dan selimutnya di lantai, kemudian duduk.

Seok Hee : Aku sudah mencari tahu siapa kalian sebelum aku datang kesini. Aku akan berbicara dengan nyaman karena aku yang tertua.

Seok Hee menunjuk ketiga rekannya satu per satu dan menyebutkan kesalahan mereka.


Seok Hee : Serangan, penipuan dan mencuri. Aku di sini untuk narkoba. Kau tahu ganja, bukan? Biarkan aku memperkenalkan diri secara formal. Namaku Mo Seok Hee. Aku tinggal di Amerika selama 15 tahun dan kembali ke rumah baru-baru ini. Seorang jaksa brengsek memasukkanku ke sini, tapi aku pikir dia merencanakannya bersama keluargaku. Kuharap kita bisa rukun. Kita bisa bergiliran mencuci pakaian dan piring, bukan?

Tapi ketiga rekannya tidak percaya dan menganggapnya penipu. Mereka juga heran, kenapa Seok Hee ditempatkan bersama mereka.


Seok Hee tiba2 berteriak, membuat ketiga rekannya terkejut.


Penjaga seketika datang.

"Petugas! Dia aneh!" ucap rekan Seok Hee.


Petugas kemudian pergi. Seok Hee minta maaf. Ia mengaku, menjerit karena kesal.

"Aku tidak tahu apa ceritamu, tapi ini bukan tempat yang buruk, jadi jangan lakukan hal yang ekstrem."


Rekan Seok Hee lainnya lantas memberinya sekotak susu.

Seok Hee melihat susunya. Seok Hee :  Maaf, aku alergi kacang.

"Semua orang di sini berhasil melewati masa sulit mereka. Jadi tetaplah kuat, oke?"

Lalu rekan2 Seok Hee mulai mengenalkan diri satu2.


"Aku ditangkap di pengadilan karena tidak membayar denda dan diseret ke sini. Aku bahkan tidak tahu apa yang terjadi pada bayiku." ucap wanita yang tadi memberikan sekotak susu pada Seok Hee, yang duduk di kanan.


"Aku digugat oleh seorang teman 20 tahun lebih dari $ 1.000. Bahkan hakim pun tertawa." ucap rekannya yang duduk di pinggiran satunya.


"Aku datang ke sini karena uang juga." jawab Seok Hee.

"Kau tidak punya uang untuk membayar denda juga?" tanya rekannya yang duduk di tengah.

"Tidak. Aku punya terlalu banyak. Itulah masalahnya." jawab Seok Hee.

"Berapa banyak?"

"Aku pikir itu triliunan jika kutambahkan semuanya." jawab Seok Hee.

Ketiga rekan Seok Hee tidak percaya.

"Kenapa kau berada disini jika kau kaya?" tanya rekan Seok Hee yang duduk di pinggir.

"Mungkin dia seharusnya pergi ke rumah sakit jiwa!" ucap rekan Seok Hee yang di tengah.


Seok Hee tidak menjawab dan mulai berbaring.

"Kau tidak bisa berbaring disini. Mungkin dia seorang aktris."

Tapi Seok Hee tidak peduli ucapan ketiga rekan se-sel nya.


Malam pun tiba. Petugas memeriksa sel satu per satu.

Seok Hee dan ketiga rekannya sudah tidur, namun Seok Hee bermimpi buruk dan gelisah karena itu.

Seok Hee seketika terbangun dan menangis. Ia lalu duduk dan mengusap air matanya.

Setelah itu ia kembali berbaring dan memunggungi rekan2nya.

Wajahnya nampak kalut.


Paginya, anggota keluarga Seok Hee sarapan seperti biasa, tanpa sedikit pun merasa kehilangan Seok Hee.

Cheol Hee : Kudengar kau bekerja lembur di kantor kemarin lagi.

Wan Joon : Iya.

Cheol Hee : Itu bagus. Ngomong-ngomong, kimchi putih ini sangat enak.

Wan Soo : Ayah, filmku kekurangan dana jadi kami harus berhenti syuting bagian terakhir. Jika kau membantuku hanya sedikit ... aku bisa menjadi sutradara terkenal di dunia jika langkah ini berhasil!

Bukan ayah suka filmnya, "The Godfather," kan? Sang ayah berkata kepada putranya di sana, Jaga temanmu tetap dekat dan musuhmu lebih dekat.

Cheol Hee : Seok Jin, ucapkan itu dalam bahasa inggris.


Seok Jin : Keep your friends close and your enemies closer.

Mendengar itu, Wan Soo langsung memuji2 Seok Jin. Ia bilang, Seok Jin mewarisi kepintaran Na Ri.

Seok Jin : Kak, aku suka film gangster. jadikan aku cucu Al Pacino. Aku akan memainkan gangster remaja. Dan kau dapat mengajak ibuku juga.

Wan Soo : Oke, itu terdengar menyenangkan. Kau penuh dengan ide-ide bagus. Kau memiliki seluruh rencana.


Seok Jin : Ayah, apakah kau benar-benar menyukai Al Pacino?

Wan Soo : Kau tidak tahu? Dia belajar Tango dan mengendarai mobil convertible karena Al Pacino. Ayah mengemudi dengan seorang selebriti dan menabrak pagar di Jembatan Hanam dan hampir mati! Siapa selebriti yang menunggangimu...


Wan Soo pun langsung berhenti bicara saat melihat ayah dan ibunya menatapnya dengan tajam.

Seok Jin : Itu keren. Tidak kau berpikir Kak Seok Hee akan pandai memainkan seorang gadis gangster?

Wan Soo : Seorang gangster yang cerewet.


Seok Jin : Ngomong-ngomong, kemana dia  pergi? Dia melakukan perjalanan.

Cheol Hee : Dia pergi ke penjara.

Semuanya terdiam. Kecuali Seok Jin.

Seok Jin : Wow! Dia sangat keren.

Young Seo : Apa kau mau kesana juga?

Seok Jin : Mengapa kau selalu membenciku?


Kepala ART lantas membisikkan sesuatu ke Cheol Hee yang membuat Cheol Hee kaget dan marah.

Cheol Hee lalu menyuruh ARTnya yang lain menyalakan sesuatu.


Si Art mulai menurunkan layar proyeksi dan menyalakannya. Layar proyeksi itu sudah tersambung ke saluran TV.

Disana tersiar berita bahwa kejaksaan menggeledah kantor MC Group untuk mencari bukti penggelapan dana dan malpraktik.

"Dilaporkan bahwa mereka menemukan MC Group memilikinya."


Sontak, Cheol Hee langsung pergi dengan wajah marah.

Tak lama kemudian, Wan Joon menyusul ayahnya.


Orang2 dari kejaksaan ramai-ramai menyerbu MC Group.

Pak Kwon dan timnya langsung menghalangi mereka dan tanya apa maksud kedatangan mereka.

Kepala penyidik menunjukkan surat perintah penggeledahan. Ia mengancam akan menangkap Pak Kwon jika tidak mau bekerja sama.

Terpaksalah Pak Kwon membiarkan mereka masuk.


Je Kook bicara dengan Cheol Hee di telepon. Ia meyakinkan Cheol Hee akan segera mengurus masalah itu.

Kyung A : Jika Pak Heo membujuk Seok Hee, ini tidak akan terjadi.

Pak Yoon : Aku tidak berpikir Pak Joo akan mundur dengan mudah. Dia ingin mendapatkan sesuatu karena mereka memiliki surat perintah penggeledahan.

Je Kook : Tunjukkan beberapa kasus padaku.


Joo Young pun langsung menunjukkan beberapa kasus.

Joo Young : Kita memiliki artikel tentang keributan yang disebabkan oleh kelompok Sonamu di sebuah klub di Chungdamdong. Pewaris UC Group, pewaris Maskapai Penerbangan Korea, dan seorang selebriti wanita terlibat.

Je Kook : Apa lagi?

Joo Young : Kita memiliki artikel bahwa Hong Chang Soo, dicari untuk penipuan piramida, ada di Bangkok.

Je Kook : Ini bukan masalah besar. Pak Joo terobsesi dengan sorotan. Ini tidak cukup besar.


Kyung A : Bagaimana dengan kasus villa Jeju?

Joo Young : Tapi itu kasus serius.

Pak Kwon : Aku pikir Pak Joo akan menyukainya.

Kyung A : Kasus bunuh diri model Yu Ri di villa Jeju melibatkan industri penyiaran, wartawan, politisi, dan karyawan perusahaan. Dan ada banyak pembicaraan tentang investigasi yang berjalan buruk.

Je Kook : Itu sempurna untuk menjadi jaksa bintang. Oke, terbitkan artikel itu.

Je Kook menyuruh Kyung A dan Pak Kwon bertanggung jawab untuk kasus Yuri itu.

*Kasus bunuh diri model Yu Ri di villa di Jeju yang melibatkan industri penyiaran, wartawan, politisi dan karyawan perusahaan. Jadi inget kasus Jang Ja Yeon sy....


Pak Yoon bicara empat mata dengan Yoon Do. Ia mengancam akan merumahkan Yoon Do jika Yoon Do tidak bisa melakukan yang terbaik.

Pak Yoon : Kaulah yang mengirim klienmu ke penjara.

Yoon Do : Dia sangat keras kepala.

Pak Yoon : Seorang pengacara harus melakukan apa saja untuk menghentikannya.

Yoon Do : Kau benar. Aku tidak punya apa-apa untuk dikatakan. Tapi Pak, aku pikir kasus Nona Seok Hee perlu diselidiki--


Pak Yoon berdiri dan menatap tajam Yoon Do.

Pak Yoon : Cukup. Kau hanya perlu mendukungnya sehingga dia dapat memiliki waktu yang lancar di penjara.

Pak Yoon kemudian pergi. Yoon Do memperhatikan kepergiannya dengan wajah kesal.


Tae Hyung sedang melakukan operasi plastik pada dagunya di klinik kecantikan.

Saat berniat membayarnya, petugas bilang operasi Tae Hyung sudah dibayar.

Tae Hyung : Siapa yang membayarnya? Batalkan.


Petugas lalu memberikan Tae Hyung amplop. Tae Hyung membukanya. Isinya, daftar orang2 yang terlibat dalam bunuh dirinya Yu Ri.

Tae Hyung terkejut dan langsung mengedarkan pandangannya. Tak lama, ia menemukan Kyung A dan Pak Kwon sedang duduk menatapnya.


Sekarang, Tae Hyung dan Kyung A bicara di taman. Pak Kwon memperhatikan dari jauh.

Tae Hyung tanya alasan Kyung A memberikan itu padanya.

Kyung A : Sejujurnya, aku merasa sangat buruk tentang kasus ini sebagai seorang wanita. Aku pikir seseorang sepertimu bisa melakukan yang baik. Aku tak sabar untuk itu.

Tae Hyung : Kau ingin aku beralih ke kasur besar dengan sorotan besar dan dipromosikan? Menghentikan penyelidikan di MC Group harus menjadi bagian dari kesepakatan. Tapi aku masih akan menahan Mo Seok Hee di penjara.

Kyung A : Tentu saja. Itu sepenuhnya terserahmu.

Tae Hyung setuju.

Bersambung ke part 4....

No comments:

Post a Comment