Friday, November 1, 2019

Graceful Family Ep 3 Part 4

Sebelumnya...


Ayahnya Tae Hyung menemui Je Kook. Je Kook membuatkan secangkir minuman untuk Jaksa Joo.

Je Kook : Ayah dan anak sama saja. Pak Joo adalah pria yang sangat berani.

Jaksa Joo : Dia sedikit tidak fleksibel karena dia sepertiku saat aku masih muda. Tolong bimbing dia dengan baik.

Je Kook : Tentu saja. Dia sudah dianggap keluarga oleh Grup MC.


Setelah itu, Je Kook langsung menemui Cheol Hee.

Young Seo ikut bicara dengan mereka.

Cheol Hee : Jaksa Agung saat ini memiliki sekitar 6 bulan tersisa dari masa hukumannya.

Je Kook : Kita harus perlahan mulai mempersiapkannya. Aku pikir Nona Mo harus tinggal di penjara untuk sementara waktu. Tuan Joo adalah orang yang sangat keras kepala!

Young Seo : Kita harus bersyukur bahwa  penyelidikan terhadap MC Group dihentikan. Ini semua terjadi karena Seok Hee. Nona Han, kau melakukannya dengan baik.

Cheol Hee : Bagaimana kabar Seok Hee?

Je Kook : Dia orang yang tangguh melihat bagaimana dia bersedia masuk penjara ketika memprovokasi Jaksa Joo Tae Hyung.


Cheol Hee : Apa gunanya itu? Dia harus lebih realistis.

Young Seo : Lagi pula, rumah jadi damai karena dia pergi. Tidak akan buruk jika dia tinggal di sana untuk waktu yang lama.

Cheol Hee : Bagaimana dengan Menteri?

Je Kook : Ini akan memakan waktu, tetapi aku akan membereskannya.

Cheol Hee : Mengapa? Apakah dia sulit?

Je Kook : Dia belum belajar kerasnya dunia nyata.

Cheol Hee : Dia tidak akan mendapatkan apa-apa karena tidak mau mengalah. Orang-orang sangat bodoh. Lalu ayahku bagaimana?

Je Kook : Tidak ada yang baru. Dia tidak sadar jadi dia tidak tahu betapa berbahayanya Seok Hee.


Di RS, Bu Jung sedang membacakan sebuah buku untuk Pak Wang Pyo yang belum siuman.

Bu Jung : Hati-hati terhadap tanda-tanda kecil. Ketika mengerjakan sesuatu yang sulit, mulailah dengan tugas yang mudah. Jika kau ingin melakukan sesuatu yang besar, mulailah dengan sesuatu yang kecil. Tepian sungai dapat jatuh karena jangkrik mol dan terowongan semut. Dan sebuah rumah bisa berubah menjadi abu oleh percikan api di celah-celah cerobong.


Paginya, Seok Hee tak selera dengan makanan penjara.

Lalu ia membanting sendoknya ke lantai, kemudian berdiri dan mengetuk2 kaca jendela.

Tak lama, sel nya mendapat makanan mewah sesuai pesanannya.

Sontak ketiga rekan se-selnya senang dan mengucapkan terima kasih padanya.


Usai sarapan makanan mewah, Seok Hee dan para napi dikeluarkan dari sel dan bersih-bersih halaman penjara.

Seok Hee terduduk sejenak, melepas penat bersama seorang rekannya.


Seorang rekan Seok Hee, yang memberi Seok Hee susu kacang, tiba2 saja merasakan sakit di payudaranya. Ia tampak mendekap payudaranya dan berjalan ke pinggir lapangan. Napi lain melihatnya dan langsung memukuli, serta menendangnya. Wanita itu kesakitan dan terus mendekap payudaranya. Seok Hee yang melihat itu, marah dan langsung berjalan menuju mereka. Seok Hee menendang tengkuk napi yang menyerang rekannya itu.


Si napi penyerang kesakitan, lalu kemudian dia menatap Seok Hee dengan tajam.

"Siapa kau?"

"Aku? Mo Seok Hee."


"Oh, kau si gila dari sel 5. Wajahmu cantik tapi aku akan...." si napi penyerang berhenti bicara lantaran Seok Hee tiba2 mencekiknya.

Seok Hee : Jika kau menyentuhnya, kau akan berhadapan denganku. Paham?


Seok Hee lalu melepasnya dan beranjak pergi. Si napi penyerang marah dan menendang punggung Seok Hee.

Seok Hee marah. Dia berbalik dan berusaha menendang si napi penyerang tapi napi penyerang menangkap kakinya.

"Aku menangkapnya. Aku menangkapnya." ledeknya.


Seok Hee yang keselnya udah sampe ke ubun-ubun, lantas membenturkan kepalanya ke hidung napi itu. Sontak, napi itu langsung terjungkal.


Dan saat menyadari ada darah di hidungnya karena ulah Seok Hee tadi, napi itu marah dan menjambak rambut Seok Hee. Tapi Seok Hee lagi2 berhasil memberikan pelajaran pada si napi itu. Ia balas menjambak napi itu. Si napi penyerang berniat menggigit tangan Seok Hee agar berhenti menjambaknya tapi Seok Hee duluan mendorongnya ke pagar.

Bibir Seok Hee juga terluka karena tadi ia membenturkan kepalanya ke hidung napi itu.

Seok Hee lantas menatapnya dengan tajam.

"Jangan macam-macam denganku. Aku bisa membunuhmu."

Si napi penyerang menjerit minta tolong. Penjaga kemudian datang. Seok Hee langsung melepasnya.


Rekan Seok Hee berterima kasih karena sudah ditolong.

"Payudaraku terus membengkak karena aku terlalu banyak makan ayam sebelumnya. Aku ingin tahu bagaimana kabar So Young sekarang."

Dia kemudian menangis.


Sekarang, Seok Hee sudah duduk di ruang kunjungan. Ia sedang membaca koran yang isinya tentang kasus bunuh dir Yuri.

Pengacara Yoon : Seluruh negara akan tergila-gila dengan kasus bunuh diri model di Jejudo tiba-tiba. Tidak ada lagi pembicaraan tentang MC Group.

Seok Hee : Sudah kuduga. Jaksa Joo Tae Hyung bukan tandingan Nyonya Han.

Pengacara Yoon : Tapi Nona, wajahmu....

Seok Hee : Tidak apa.

Pengacara Yoon : Nona, TOP akan menggunakan kesempatan ini untuk mengirimmu ke penjara.

Seok Hee : Aku akan bebas.

Pengacara Yoon : Carana?


Seok Hee : Karena aku tidak bersalah. Orang-orang ini membuat kejahatan. Aku akan mengurus diriku.

Seok Hee lantas menanyakan kondisi kakeknya. Ia sedih mendengar kakeknya masih koma.


Pengacara Yoon beranjak pergi dan bertemu Yoon Do diluar.

Pengacara Yoon : Apakah TOP benar-benar akan mengirimnya ke penjara?

Yoon Do : Maafkan aku.

Pengacara Yoon : Kau seharusnya menjadi pengacaranya! Berapa lama lagi kau akan membiarkannya disini seperti itu! Benar-benar tidak ada cara untuk mengeluarkannya?

Yoon Do : Aku akan melakukan yang terbaik. Masuk ke dalam dan lihat wajahnya. Kau harus bekerja lebih cepat.


Yoon Do pun langsung masuk ke dalam.

Seok Hee senang dapat kunjungan dua kali berturut-turut.

Yoon Do : Apa yang terjadi pada wajahmu?

Seok Hee : Apakah aku terlihat keren?

Yoon Do : Kau bertengkar? Apakah seseorang membuatmu kesulitan?

Seok Hee : Tidak. Tidak ada yang memberiku kesulitan. Anggap saja itu lencana kehormatan yang aku peroleh karena datang ke penjara. Aku suka luka ini.


Yoon Do : Pada hari kau ditangkap, apakah kau memeriksa tas Anda ketika meninggalkan rumah?

Seok Hee : Tentu saja. Tidak ada apa-apa di sana.

Yoon Do : Lalu apakah kau pernah meninggalkan dompet di mana saja setelah meninggalkan rumah.


Seok Hee : Ketika aku masuk ke dalam kamar pas di toko. Aku meninggalkan dompetku.

Yoon Do : Itu berarti seseorang menaruh ganja di tasmu saat toko. Bagaimana mereka tahu bahwa kau akan datang ke toko itu pada waktu itu?


Seok Hee : Itu sudah ada di naskah. Aku harus pergi menemui ibuku tetapi aku tidak punya pakaian yang pantas untuk dikenakan. Lalu kakak iparku merekomendasikan toko itu padaku.

Yoon Do : Kakak iparmu, Baek Soo-Jin, merekomendasikanmu ke toko itu? Dan dia tahu bahwa kau akan pergi ke sana pada hari berikutnya.

Seok Hee : Betul.

Yoon Do : Oke, aku akan segera pergi.


Seok Hee lalu memberi Yoon Do sebuah kertas.

Seok Hee : Lee So Young, 18 bulan. Cari tahu di mana dia berada dan jagalah dia. Itu nomor jaminan sosialnya.


Yoon Do pun langsung ke panti asuhan tempat So Young berada.

Pemilik panti bingung apakah mereka harus mengirim So Young untuk diadopsi atau tidak.

"Luar biasa dia mendapat sponsor."

"Bisakah aku mengambil foto So Young?"

"Tentu saja!"


Yoon Do lantas mendekati So Young.

Yoon Do : So Young-ah, bagaimana kabarmu?

So Young langsung menatap Yoon Do, tapi setelah itu ia kembali asyik bermain.

Yoon Do : So Young-ah, boleh paman mengambil fotomu?

Yoon Do pun memotret So Young.


Yoon Do lalu pergi menemui Gwang Mi yang duduk di sebuah kafe dengan laptopnya.

Yoon Do : Aku Heo Yoon Do, pengacara yang menghubungimu tadi. Kau sedang meliput kisah Nona Mo saat dia ditangkap. Bisakah aku melihat foto-foto dari hari itu?

Gwang Mi : Apakah kau bercanda? TOP mengambil semuanya.

Yoon Do : Semua?

Gwang Mi : Menurutmu kenapa tidak ada beritanya? Bukankah mereka berbagi file dengan karyawan mereka?

Yoon Do : Itu akan menjadi laporan palsu. Kau seharusnya senang kau tidak menerbitkannya.

Gwang Mi : Sejujurnya, aku seorang pria. Apakah kau percaya itu?

Gwang Mi kemudian tertawa. Ngomong-ngomong, mengapa wajahmu terlihat sangat akrab bagiku?

Yoon Do : Terserah Anda apakah kau percaya atau tidak, tetapi kenyataannya adalah bahwa Nona Mo tidak bersalah.


Yoon Do lalu berdiri dan pamit.

Gwang Mi : Tunggu! Kau bisa membuang pacarmu tetapi pastikan kau memiliki salinan file.

Gwang Mi kemudian menunjukkan flashdisknya. Sontak, Yoon Do tertawa dan kembali terduduk.


Gwang Mi : Bisakah aku melakukan wawancara eksklusif dengan Nona Mo?

Yoon Do : Tentu saja. Aku akan mengaturnya untukmu.

Gwang Mi : Kau dapat menuliskan kontrak sederhana karena kau seorang pengacara, bukan?

Yoon Do : Reporter itu pintar. Aku akan menulis satu untukmu.


Yoon Do pun langsung membuatkan kontraknya.

Gwang Mi : Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Kau dulu sekolah mana?

Yoon Do : Provinsi.

Gwang Mi : Provinsi mana?

Yoon Do tidak menjawab dan menunjukkan kontraknya.

Melihat kontraknya, Gwang Mi pun memberikan USBnya.


Sekarang, Yoon Do melihat isi flashdisk Gwang Mi di kantor polisi, bersama Detektif Oh.

Flashback...


Pada hari Seok Hee ditangkap, Seok Hee memang ada di butik yang direkomendasikan Soo Jin padanya.

Gwang Mi yang bersembunyi di balik manekin, diam2 mem-videokan Seok Hee.

Seok Hee lantas masuk ke kamar pas. Dia meninggalkan tasnya di meja. Begitu Seok Hee ke kamar pas, seorang wanita yang merupakan pegawai butik, membuka tasnya.

Flashback end...


"Wow, ini perangkap." ujar Detektif Oh.

"Perangkap?" tanya Yoon Do.

"Begitulah cara mantan narapidana memperdagangkan obat terlarang dan melaporkannya untuk mengurangi hukuman mereka." jawab Detektif Oh.

"Lalu apakah wanita ini juga mantan narapidana?" tanya Yoon Do.

"Kemungkin besar. Dia melakukannya untuk menyelamatkan dirinya sendiri." jawab Detektif Oh.

"Maka dia harusnya berada dalam daftar kejaksaan jika dia mantan narapidana. Bisa kau periksa untukku?" pinta Yoon Do.

"Yoon Do-ya, apa aku membunuhmu di kehidupan masa lalu atau sesuatu?"

"Aku pasti menyelamatkan hidupmu dalam kehidupan masa lalu kita. Tolong bantu aku."

"Baiklah, tapi jangan peluk aku seperti itu. Menjijikkan."

Tak lama, Detektif Oh mendapatkannya. Pegawai yang meletakkan ganja di tas Seok Hee bernama Lee Mi Rae.


Maka Yoon Do bergegas ke alamat Mi Rae yang diberikan Detektif Oh. Berhari-hari, dari pagi hingga ke pagi laginya, Yoon Do mengawasi tempat tinggal Mi Rae.


Ia bahkan makan malam hanya dengan ramen saja dan tidur di mobilnya.

Dan paginya, begitu terbangun, ia melihat sosok Mi Rae muncul. Mi Rae berjalan melewati mobilnya sambil mendorong koper. Yoon Do bergegas turun dan menghampirinya.


Yoon Do : Lee Mi Rae-ssi? Apa liburanmu menyenangkan?

Lee Mi Rae : Siapa kau?

Yoon Do : Siapa yang menyuruhmu melakukannya?

Lee Mi Rae : Kau siapa?

Yoon Do pun menunjukkan video saat Mi Rae memasukkan ganja ke tas Seok Hee.

Yoon Do : Apakah kau tahu seberapa besar kejahatan ini? Orang yang tidak bersalah masuk penjara karena dirimu. Aku akan memastikan tidak akan ada yang terjadi padamu. Kau tidak akan dikenakan denda atas tuduhan palsu dan aku akan menyembunyikan identitasmu. Katakan saja siapa yang menyuruhmu melakukannya.


Lee Mi Rae : Nona Baek datang dan memberi tahuku bahwa aku ada dalam daftar untuk penyelidikan narkoba tapi dia bilang dia akan memastikan

aku tidak diselidiki jika aku membantunya.

Yoon Do : Nona Baek?

Lee Mi Rae: Dia menyuruhku untuk meletakkannya di tasnya ketika dia masuk ke dalam kamar pas. Itu sebabnya aku memasukkan ganja ke dalam dompet Nona Mo.


Lee Mi Rae kemudian mempertemukan Yoon Do dengan Soo Jin. Ia membawa Yoon Do ke butik.

Yoon Do : Lee Mi Rae bersaksi bahwa kau menyuruhnya melakukannya. Mengapa kau melakukan itu pada adik iparmu? Bukan hanya kau, kan? Siapa yang menyuruhmu melakukannya?

Soo Jin : Bukankah kau pengacara TOP? Kau harusnya sudah tahu. Ngomong-ngomong, aku tidak punya masalah dengan Seok Hee.

Soo Jin lantas beranjak pergi.


Yoon Do pun langsung ke kejaksaan, menemui Tae Hyung.

Yoon Do : Bagaimana kau tahu? Kau tidak berpikir itu aneh seberapa spesifik laporan itu? Jaksa tidak melihat bagaimana terdakwa mendapatkan obat-obatan. Dan kau sangat yakin bahwa itu adalah narkoba tanpa mendapat surat perintah penggeledahan. Bagaimana kau tahu itu obat terlarang saat itu?

Tae Hyung masih saja bersikap pongah. Yoon Do lantas mengaku, akan mengajukan keluhan resmi untuk itu.

Tae Hyung : Bagaimana caranya?

Yoon Do : Seorang jaksa penuntut bodoh yang dibodohi dengan melemparkan narkoba. Bagaimana judulnya? Atau seorang jaksa yang membalas dendam setelah ditolak pada kencan buta?

Tae Hyung : Kedengarannya bagus juga. Kau lebih pintar dari penampilanmu. Tetapi bagaimana kau akan membuktikannya?

Yoon Do : Dengan ini.


Yoon Do lantas mengeluarkan ponselnya dan memperdengarkan rekaman suara Lee Mi Rae yang mengaku disuruh seseorang memasukkan ganja ke tas Seok Hee.

Yoon Do : Dia bebas.


Setelah itu, Yoon Do pergi menjemput Seok Hee.

Seok Hee yang baru keluar dari penjara, tesenyum melihat Yoon Do yang datang menjemputnya.

Yoon Do juga tersenyum.


Yoon Do lantas menghampiri Seok Hee.

"Terima kasih untuk foto-foto So Young. Ibunya So Young sangat berterima kasih." ucap Seok Hee.

Yoon Do lalu memberikan kunci mobil dan tanya kemana Seok Hee mau pergi.

Seok Hee : Bukankah hotel tempat terbaik?

Bersambung...

No comments:

Post a Comment