The Princess Man Ep 18


Myun melihat beberapa pejabat yang keluar dari Kediaman Putri Kyung Hee. Ia pun menyuruh Jae Beon mengikuti mereka.

Di dalam, Profesor Lee Gae bertanya pada Seung Yoo ttg pendapat Seung Yoo mengenai rencana mereka. Seung Yoo bilang ia sudah bertekad membunuh Sooyang dan ia akan mempertaruhkan nyawanya demi kesuksesan rencana mereka. Se Ryung yang berdiri di pintu kaget sampai menjatuhkan mantelnya. Seung Yoo, Putri Kyung Hee dan Jong kaget melihat Se Ryung. Hanya Profesor Lee Gae yang tetap tenang.

Eun Geum datang dan berseru, “Tuan Putri, Petugas Shin datang.”

Semua kaget. Tampak Myun yang berjalan masuk ke Kediaman Putri Kyung Hee. Se Ryung menyuruh Seung Yoo sembunyi. Seung Yoo pun langsung masuk. Se Ryung mengambil mantelnya yang jatuh dan tetap berdiri di pintu. Semua berusaha bersikap tenang.
Myun : Apa yang anda lakukan di sini?
Se Ryung : Aku mengunjungi Tuan Putri bersama guruku.
Myun lalu tanya ke Profesor Lee Gae, “Apa anda yang mengajar Tuan Putri?”
“Itu benar.” Jawab Profesor Lee.
“Aku datang karena ingin membicarakan sesuatu denganmu, Jong.” Ucap Myun.
“Aku tidak takut pada apapun.” Jawab Jong.
Jong dan Myun lalu saling menatap tajam. Mereka lalu bicara di dalam. Myun berkata bukankah dirinya sudah melarang Profesor Lee Gae menemui Jong.
“Seorang guru dan muridnya bertemu adalah hal biasa, Kenapa kau melarangnya?” ucap Jong.
“Akan berbeda jika guru dan murid bertemu untuk merencanakan sesuatu yang melawan hukum.” Jawab Myun.
“Myun-ah!” tegur Profesor Lee Gae.
Jong mulai kesal, “Berhenti dan pergilah.”
“Aku tidak akan memintamu untuk memahamiku lagi. Jika kau masih ingin hidup, jangan lakukan apapun. Hanya ini yang bisa kulakukan untukmu.” Jawab Myun.
“Aku mencurigai nasihat yang diberikan oleh seseorang yang mengaku temanku. Apa di dunia ini ada yang lebih mencemaskan daripada ini?” ucap Jong.
Seung Yoo dan Se Ryung terkurung di kamar Putri Kyung Hee. Mereka saling melirik. Putri Kyung Hee menatap mereka, lalu pura2 bosan dan beranjak keluar dari kamar. Begitu Putri Kyung Hee keluar, Se Ryung tanya apa rencana Seung Yoo. Seung Yoo bilang tidak ada gunanya Se Ryung tahu rencananya.

“Apa ini ada hubungannya dengan ayahku?” tanya Se Ryung sedih.
Seung Yoo menatap Se Ryung. Tatapan tidak tega.
“Kenapa kau harus melakukan hal berbahaya seperti itu? Kumohon lupakan semuanya dan pergi lah bersama kakak iparmu dan Ah Kang.” Ucap Se Ryung lagi.
“Apa kau pikir aku bisa melupakannya, walaupun aku mau?” tanya Seung Yoo.
Air mata Se Ryung mengucur.
“Aku akan pergi setelah menyelesaikan urusanku. Tolong, jangan campuri urusanku.” Ucap Seung Yoo.

Diluar, Putri Kyung Hee bertemu Myun. Myun tanya dimana Se Ryung. Dengan wajah dingin, Putri Kyung Hee berkata Se Ryung sedang istirahat di kamarnya karena sakit kepala.

“Apa dengan membunuh ayahku, hatimu akan tenang?” tanya Se Ryung.
Seung Yoo tertegun, lalu menatap Se Ryung.
“Dae Ho, apa itu kau guru?” tanya Se Ryung lagi.
Seung Yoo diam saja.
“Setiap malam aku selalu memikirkan ini sampai aku tidak bisa tidur. Apa kau akan puas setelah membunuh seseorang? Menanyakan kenapa kau berubah seperti ini, apakah membuatmu sedih dan terluka?” ucap Se Ryung.
“Jangan pikir kau bisa mengerti diriku. Dengan membunuh mereka, aku merasa tenang.” Jawab Seung Yoo.
“Guru..” ucap Se Ryung.
Lalu terdengar suara Myun, “Yang Mulia, apa anda di dalam?”

Se Ryung diam saja. Seung Yoo menatap Se Ryung dengan pandangan tidak rela Se Ryung pergi. Se Ryung menatap Seung Yoo dengan pandangan memohon.
Myun berseru lagi, “Yang Mulia, apa anda tidur?”
“Tetap di sini. Dia akan pergi kalau aku keluar.” Ucap Se Ryung.

Se Ryung beranjak ke pintu. Tapi sebelum keluar, ia menatap Seung Yoo dengan tatapan  sedih. Seung Yoo juga menatap Se Ryung dengan tatapan tak rela melepas Se Ryung pergi. Se Ryung membuka pintu dan keluar. Seung Yoo mengangkat tangannya, ingin memegang punggung Se Ryung, tapi gak jadi. Se Ryung berbalik dan menutup pintu. Seung Yoo terus menatap Se Ryung dengan pandangan tak mau Se Ryung pergi.

Se Ryung jalan pulang dengan Myun. Di belakang, Seung Yoo memperhatikan Se Ryung dengan tatapan terluka.
Yeo Ri membuka jendela tandu dan berkata, “Yang Mulia, Petugas Shin mencemaskan anda. Kenapa anda bersikap seperti orang linglung?”

Mata Se Ryung berkaca2. Myun memandang Se Ryung. Se Ryung diam saja. Dengan wajah dingin, ia menutup jendela tandu.
Jong mencemaskan Se Ryung yang mendengar rencana mereka. Ia takut Se Ryung akan memberitahukannya pada Sooyang. Seung Yoo membela Se Ryung dengan mengatakan kalau Se Ryung tidak mengatakan apa2 saat ia menculiknya dulu. Profesor Lee Gae berkata mereka tidak perlu cemas karena Se Ryung tidak tahu detail rencana mereka. Putri Kyung Hee juga membela Se Ryung.
Jong tetap cemas, ia berkata Se Ryung memang bisa dipercaya tapi ini menyangkut keselamatan ayahnya. Hubungan darah bukanlah sesuatu yang bisa diputuskan begitu mudah. Seung Yoo dan Putri Kyung Hee pun mulai cemas.

Se Ryung tiba di istana. Sooyang menyambutnya. Sooyang berkata, kalau ia sudah kehilangan kebahagiaan dalam hidupnya. Se Ryung yang suka main di pangkuannya saat kecil, kini bahkan tidak mau menatapnya. Sooyang lalu menghela napas dan berbalik. Tapi Se Ryung memanggilnya, Ayah.
Sooyang : Kata itu benar2 terdengar menyentuh malam ini. Apa ada yang mau kau katakan pada ayahmu?
Se Ryung : Tidak.
Sooyang : Masuk dan istirahatlah.
Sooyang pergi. Se Ryung memandangi kepergian ayahnya dengan mata berkaca. Myun menatap Se Ryung dengan wajah kecewa. Ya, ia tahu ada yg disembunyikan Se Ryung.

Se Ryung masuk ke kamarnya. Wajahnya sangat tertekan. Ia ingat kata2 sang ayah. Sang ayah bilang kalau putrinya terlalu berharga untuk diserahkan pada orang lain. Ia lalu ingat kata2 Seung Yoo. Seung Yoo berkata akan mempertaruhkan nyawanya dem kesuksesan rencana itu.
Se Ryung menghela napas. Dan ia pun menundukkan kepalanya ke meja.
Seung Yoo jalan ke Bing Ok Gwan sambil merenungkan kata2 Se Ryung.
“Apa dengan membunuh ayahku, hatimu akan tenang?”

Lalu tiba2 terdengar suara Ah Kang, “Paman!”
Seung Yoo tertawa dan menggendong Ah Kang. Ia kemudian heran melihat wajah Ah Kang yang cemong2 karena cat. Ah Kang senyum2. Seung Yoo pun tertawa geli.
Lady Ryu menunjukkan semua tulisan2 Ah Kang pada Seung Yoo. Ah Kang sudah tidur di pangkuan Lady Ryu.
Seung Yoo kaget, Ini tulisan Ah Kang?
Lady Ryu membenarkan dan berkata ingin mengajarkan Ah Kang menulis sedini mungkin.

Seung Yoo lalu minta maaf karena membuat Lady Ryu membesarkan anak di tempat seperti itu. Lady Ryu berkata tidak masalah karena orang2 di Bing Ok Gwan baik padanya. Seung Yoo lalu berkata akan mengikuti keinginan ayahnya untuk menaikkan kembali Danjong ke takhta. Lady Ryu mengangguk dan berkata memang itu yang harus dilakukan Seung Yoo dan meminta Seung Yoo tetap berada di jalan yang benar.
Seung Yoo menunduk. Wajahnya sedih. Lady Ryu tanya apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran Seung Yoo.
“Tidak peduli betapa kejamnya ayah seseorang, musuh yang membunuh ayah, tidak bisa dimaafkan, ya kan?” ucap Seung Yoo.
Paginya… Profesor Lee Gae kedatangan tamu. Salah satu rekannya yang ikut dalam rencana menggulingkan Sooyang. Mereka bicara di tempat lain. Seorang Jikgang berusaha menguping pembicaraan mereka.

Jikgang itu lalu melaporkannya pada Myung Hoe. Ia minta maaf karena tidak bisa mendengar apapun, tapi walau begitu ia sempat mendengar Kwang Yeon Jung/aula tempat menerima tamu asing di istana di sebut beberapa kali. Myung Hoe kaget.
Profesor Lee berkumpul bersama orang2nya. Seung Yoo berkata begitu music mulai, Yoo harus memenggal kepala Sooyang. Sementara ia dan yang lain akan menyerbu istana dan menghabisi antek2 Sooyang.

Selesai pertemuan, Seung Yoo dan Profesor Lee bicara diluar. Profesor Lee penasaran gimana Seung Yoo dan Se Ryung bisa kenal. Profesor tanya apa Seung Yoo dan Se Ryung saling mencintai. Seung Yoo menyangkal. Profesor lalu memberitahu Seung Yoo kalau Se Ryung sudah bersumpah tidak akan menikah selamanya. Seung Yoo terkejut. Hal ini membuat Profesor bingung.
“Kenapa reaksimu begitu?” tanya Profesor.
Seung Yoo masih diam.
“Jika kaian saling mencintai, bukankah rencana besok sangat kejam untukmu? Jika Sooyang dibunuh, apa kau bisa menahan rasa bersalah seumur hidupmu?” ucap Profesor.
“Sekarang wanita itu tidak ada hubungannya dengan saya.”
“Sebaiknya kau berhenti. Terperangkap diantara ayahnya dan kau, hatinya pasti hancur. Apa kau tidak pernah berpikir tentang itu?”
Seung Yoo tertegun.

Di kamarnya, Se Ryung mondar mandir dengan gelisah. Ia tanya apa yang bisa ia lakukan. Yeo Ri lalu datang, memberitahu Se Ryung ada pesan dari Kediaman Putri Kyung Hee. Putri Kyung Hee sakit dan ingin bertemu Se Ryung. Se Ryung kaget.
Se Ryung langsung menghadap ibunya. Ia minta izin mengunjungi Putri Kyung Hee.
“Kenapa selarut ini? Tidak boleh. Kau sudah terlalu sering meninggalkan istana.” Ucap Lady Yoon.
“Dia sedang sakit.” Jawab Se Ryung.
“Kau kan bisa pergi besok. Apa kau tidak nyaman berada di istana?” ucap Lady Yoon.
Se Ryung diam saja dengan wajah menunduk.
Lady Yoon menghela napas. Ia tahu ia tak bisa melarang Se Ryung.
“Aku mengerti. Pergilah dan cepat kembali.” Ucap Lady Yoon.
“Ya, Eomoni.” Jawab Se Ryung lalu pergi.

Putri Kyung Hee menunggu Se Ryung dengan gelisah. Begitu Se Ryung datang, ia langsung tanya apa Se Ryung memberitahu semuanya pada Sooyang. Se Ryung kecewa, karena ia langsung datang begitu mendengar Putri sakit. Putri bilang bukan ia yang ingin tahu, tapi orang lain. Se Ryung ingin tahu siapa. Dan muncul lah Seung Yoo.


Se Ryung dan Seung Yoo duduk berdua di teras.
 
“Aku tidak bisa melupakan kematian ayahku. Kau juga akan merasakan hal yang sama jika kehilangan ayahmu. Karena aku mengerti rasa sakitnya kehilangan ayah, aku mencemaskan dirimu. Tapi ayahmu pasti mati di tanganku. Meskipun nanti dia menjadi Raja yg bijak, tapi seorang Raja yang tangannya ternodai darah, bagaimana mungkin dia akan menyayangi rakyatnya? Jadi kumohon, lupakan aku.” ucap Seung Yoo lalu pergi.
“Apa kau memanggilku hanya untuk mengatakan ini?” tanya Se Ryung menahan kepergian Seung Yoo.

“Kau pernah menanyakan padaku, walaupun ayahku sangat kejam, aku tidak ingin melihat dia mati. Ayah yang mengerikan, aku pernah berpikir lebih baik dia tidak ada, tapi memikirkan aku akan kehilangan ayahku… jika aku menyelamatkanmu, ayahku mati. Jika aku menyelamatkanmu, kau yang mati. Apa yang harus kulakukan?” ucap Se Ryung dengan menahan air matanya.
Seung Yoo tertegun, “Karena ayahmu, aku terluka. Tapi karena kau, luka itu… untuk sementara sembuh. Untuk itu, aku berterima kasih.”
Se Ryung tertegun. Seung Yoo berdiri, lalu pergi. Se Ryung berdiri dan berlari memeluk Seung Yoo dari belakang. Seung Yoo syok.

“Kumohon, ikutlah denganku. Kita pergi ke tempat dimana tidak ada orang. Ayo kita hidup bersama.” Bujuk Se Ryung.
Seung Yoo berkaca2. Untuk sesaat, ia memejamkan matanya, lalu ia membuka mata, kemudian memegang tangan Se Ryung yang memeluknya dengan erat, lalu perlahan melepaskannya.
“Kemana pun kita pergi, kita tetap berada di dunia Sooyang.” Ucap Seung Yoo.
Seung Yoo mau pergi, tapi Se Ryung menahan kepergiannya dengan memegang tangannya. Seung Yoo berbalik, lalu menatap Se Ryung dalam2, kemudian membelai wajah Se Ryung lalu pergi. Se Ryung menatap kepergian Seung Yoo dengan tangisan.

Seung Yoo berjalan gontai. Ia lalu menyandarkan dirinya pada sebuah dinding dan mencoba menguatkan hatinya.


Se Ryung akhirnya meninggalkan Kediaman Putri Kyung Hee. Matanya berkaca2. Lalu ia sadar ada yang memperhatikannya. Ia menoleh. Ternyata Seung Yoo yang memperhatikannya dengan tatapan sedih dan terluka.


Jong ada di Bing Ok Gwan. Ia diam saja meskipun Muyeong dan Soaeng menggodanya. Seung Yoo pun datang dan mengajak Jong ke kamarnya.
“Besok kalau bukan Sooyang mati, kita yang mati. Salah satu dari kita akan mati.” Ucap Jong.
Seung Yoo diam saja.
Jong lalu menatap Seung Yoo, “Apa kau baik2 saja?”
“Kenapa?” tanya Seung Yoo.
“Wanita itu….”
“Jika kau mau bicara ngawur, sebaiknya kau pergi.”

Jong lantas menghela napas, lalu berkata, “Seung Yoo, jika kau selamat dan aku tidak, istriku, kau harus melindunginya.”
“Jangan bicara begitu.” pinta Seung Yoo.
“Meskipun ia terlihat kuat, tapi sebenarnya dia rapuh. Setelah melalui banyak hal, hatinya menanggung cukup luka. Hatiku benar2 sakit.” Ucap Jong.
Dan Jong pun menangis. Seung Yoo sedih melihatnya.
Jong pulang. Putri Kyung Hee yang sudah menunggunya sedari tadi, menyambutnya dengan senyum lega, “Kau sudah pulang?”
Jong mendekat, “ Kenapa kau di sini? Kupikir kau sudah tidur? Apa kau mencemaskan rencana besok? Apapun yang terjadi, aku akan melindungi Yang Mulia.”
“Apa kau tidak takut dengan rencana besok?” tanya Putri.
Jong tersenyum, lalu menjawab, “Aku ingin sekali menepuk dada dan berkata aku tidak takut, tapi kenyataannya aku takut.”
 
Mata Putri Kyung Hee berkaca2, “Aku juga takut. Orang yang selalu ada di sisiku, aku takut dia tidak bisa kembali. Orang yang mengerti diriku lebih dari aku mengerti diriku, aku takut tidak akan bisa melihatnya lagi. Aku takut. Benar2 takut.”

Jong tertegun, bahkan sampai menjatuhkan topinya.
“Yang Mulia.” Ucap Jong.
Jong lantas memeluk istrinya itu.
“Jika kau tidak ada, aku tidak akan bisa melanjutkan hidupku. Kumohon, kembalilah hidup2… suamiku.” Ucap Putri.
Jong lalu memegang wajah Putri Kyung Hee. Keduanya pun, berciuman….
Paginya, Jong terbangun dan mendapati Putri tidak ada disampingnya.
Putri berdiri di taman sambil senyum2. Jong jalan keluar, dan menemukan istrinya di taman. Ia lalu memeluk istrinya itu dari belakang. Sang istri kaget, tapi akhirnya tersenyum.
Putri Kyung Hee lalu berbalik dan memberikan sesuatu ke tangan Jong. Cincin garakji warisan dari ibu Jong.
“Aku ingin kau yang memasangkannya ke jariku, suamiku.” Ucap Putri.

Jong tersenyum, lalu memasangkan garakji ke jari istrinya. Jong kemudian mencium tangan istrinya dan sang istri menangis terharu.
“Kumohon, kembali lah hidup2.” Pinta Putri.
Jong tersenyum dan mengangguk.

Seung Yoo bersiap2. Tapi tiba2 ia ingat kata2 Seok Joo. Seok Joo menyuruhnya lari bersama Se Ryung. Ia lalu ingat saat Se Ryung memeluknya dan membujuknya untuk lari dan hidup bersama. Seung Yoo lalu menghela napas. Ia sudah bertekad akan melakukan rencananya.
“Ayah, tolong bantu kami.” Ucapnya.

Ah Kang sedang melukis. Ia tampak gembira sekali. Ternyata ia melukis di wajah Seok Joo.
Seok Joo : Kau ini memang seorang Myeong Pil.
“Myeong Pil? Apa itu nama seseorang?” tanya Soaeng polos.
Muyeong tertawa geli dan berkata, “Itu artinya Ah Kang pintar menggambar. Dasar gadis bodoh.”
Soaeng manyun. No Geol membela Soaeng, “Wanita pintar hanya membuat sakit kepala. Selama dia memiliki ini, dan ini, itu sudah cukup.”
No Geol berkata begitu sambil menunjuk dada dan pinggul.
Muyeong menjewer No Geol. No Geol berteriak kesakitan.
Chohi berkata, “Kau itu pantas dipukul karena kerjaanmu hanya makan, tidur, mabuk dan main wanita.”
“Diam lah, apa kalian tidak lihat anak ini sedang melakukan sesuatu yang penting.” Ucap Seok Joo.
Chohi lalu menberikan lap pada Seok Joo.

Seung Yoo turun. Soaeng lari ke Seung Yoo dengan tangan siap memeluk Seung Yoo, tapi Seung Yoo menahan tangan Soaeng.
“Jangan begini lagi.” Peringatkan Seung Yoo lalu pergi.
Soaeng syok, “Kenapa dia melakukan ini padaku….”
Seung Yoo lantas berhenti di depan Lady Ryu. Ia membungkuk memberi hormat pada Lady Ryu. Lady Ryu mengangguk. Seung Yoo lalu membelai wajah Ah Kang dan pergi. Ah Kang menatap ibunya. Sang ibu mengangguk. Ah Kang lalu menarik Seok Joo dan menyusul Seung Yoo keluar.

“Paman. Kau harus kembali. Kau tidak boleh meninggalkan Ah Kang di sini dan pergi sendiri.” Ucap Ah Kang.
Ah Kang lalu mendekat. Seung Yoo berjongkok dan tersenyum.
“Paman akan kembali.” Ucap Seung Yoo.
Seung Yoo lalu berdiri dan menatap Seok Joo.
“Kau pasti akan melakukan pertempuran besar. Jangan berpikir kau bisa memintaku menjaga kakak ipar dan keponakanmu. Orang2 yg harus kau lindungi ada di sini. Jadi kembalilah dengan selamat.” Ucap Seok Joo.
“Aku mengerti.” Jawab Seung Yoo lalu pergi.

Istana mulai bersiap2 menyambut Utusan Ming. Myung Hoe ada di tengah para pelayan dan dayang istana. Ia memeriksa hal2 yang mencurigakan.
Profesor Lee dan antek2nya kembali bertemu membahas rencana mereka. Tapi tak ada Seung Yoo di sana. Lee Gae tanya pada Jong ttg Seung Yoo. Jong jawab Seung Yoo sudah siap dengan posisinya.
Seung Yoo ada di tembok bagian luar istana, bersama pasukannya.
“Saat music terdengar, panjat tembok di sisi kiri istana, lalu masuk ke dalam dan mulai menyerang.” Ucap Seung Yoo.
Lady Yoon juga memperingatkan anak2nya untuk menjaga sikap hari ini. Terutama Se Ryung, ia melarangnya ke Kediaman Putri. Se Ryung awalnya diam, tapi akhirnya berjanji tidak akan kemana2.
Pas kembali ke kamar, Se Ryung gelisah. Ia teringat rencana Seung Yoo.
“Ada apa Tuan Putri?” tanya Yeo Ri.
“Aku harus menemui Putri Kyung Hee.” Jawab Se Ryung.
“Bukankah Yang Mulia Ratu melarang anda pergi hari ini? Jumlah Petugas Nae Geum Bu juga meningkat tiga atau empat kali lipat.” Ucap Yeo Ri.
Se Ryung lalu memandangi seragam Yeo Ri.

Shin Sook Joo dan Kwon Ram menyambut rombongan Sooyang.
“Jika hari ini berjalan lancar dan Dinasti Ming menyetujui anda sebagai Raja, maka anda akan menjadi pengusa negeri ini yang sebenarnya.” Ucap Shin Sook Joo.
Sooyang tersenyum puas.
“Selamat Yang Mulia.” Ucap Kwon Ram.
Jong menemui Danjong dan meminta Danjong tidak cemas karena ia akan selalu ada di sisi Danjong. Danjong mengerti.



Rombongan Danjong bertemu dengan rombongan Sooyang. Sooyang tersenyum puas, lalu tanya apa tidur Danjong nyenyak. Danjong mengiyakan. Sooyang lalu mengajak Danjong menunjukkan pada Utusan Ming kalau keluarga Raja Joseon adalah keluarga yang bahagia. Danjong menjawab kalau Sooyang juga harus melakukan hal yang sama.

Sooyang lantas menatap Jong yang menghindari kontak mata dengannya.

Profesor Lee Gae dan antek2nya mulai memasuki istana. Myung Hoe masih di aula perjamuan memeriksa kalau2 ada hal yang mencurigakan. Lalu, ia melihat dua pengawal yang jalan dan mengambil posisi di kiri dan kanan meja Raja. Tuan Yoo berdiri di sebelah kanan kursi Sooyang. Ia pun memberikan kode pada rekannya. Myung Hoe pun merasa curiga. Tuan Yoo tampak gelisah. Hal ini terbukti dengan ia yang beberapa kali melirik ke arah pedangnya.
Se Ryung dan Yeo Ri menyamar sebagai dayang istana. Mereka berhasil keluar dari istana dengan alasan disuruh mendatangi Kediaman Putri Kyung Hee.

Sooyang dan Danjong beserta rombongan mereka tiba. Semua memberi hormat. Sooyang dan Danjong duduk. Tuan Yoo mulai mencabut pedangnya, namun tiba2 Myung Hoe menghampiri Tuan Yoo. Tuan Yoo pun tak jadi mencabut pedangnya.
“Ada apa Seketaris Han?” tanya Tuan Yoo heran.
“Perjamuan makan ini tidak membutuhkan penjaga.” Jawab Myung Hoe.
“Apa maksudnya tidak membutuhkan penjaga?” tanya Tuan Yoo.
“Ini perintah Yang Mulia. Yang Mulia ingin menyambut Utusan Ming tanpa formalitas.” Jawab Myung Hoe.
Pihak Profesor Lee Gae kaget. Myung Hoe memberi perintah Myun membawa Tuan Yoo pergi. Tuan Yoo melirik Profesor Lee Gae. Profesor Lee Gae memberi kode untuk membatalkan misi. Tuan Yoo pun meninggalkan perjamuan. Jong dan Danjong terlihat tegang.
Pihak Profesor Lee Gae yakin Myung Hoe mengetahui sesuatu.  Profesor Lee Gae pun berniat membatalkan misi. Yang lain setuju. Professor Lee Gae menyuruh rekannya keluar dan memberitahu Seung Yoo kalau misi mereka batal. Danjong dan Jong terlihat gelisah. Sooyang tersenyum.
Seung Yoo yang tidak tahu apa2, memberi aba2 pasukannya menyerbu istana begitu music mulai dimainkan.
Seseorang yang ditugaskan memberikan pesan ke Seung Yoo ditahan Myun. Myun bilang perjamuan akan segera dimulai. Akan tetapi orang itu tetap berjalan keluar. Dan langkahnya lagi2 terhenti karena Myung Hoe. Orang itu masih berpura2 tidak tahu apa yang terjadi. Myung Hoe mengancam, akan membunuh orang itu jika orang itu tidak mengatakan yang sebenarnya.
Lady Yoon ke kamar putrinya dan marah2 tau putrinya menghilang.
Se Ryung menemui Putri Kyung Hee.
“Sebenarnya apa yang akan terjadi pada perjamuan hari ini?” tanya Se Ryung.
“Semuanya sudah terlambat. Pasti sudah dimulai.” Jawab Putri Kyung Hee.
“Apa ayahku akan dibunuh?” tanya Se Ryung.
“Seharusnya kau sudah tahu.” Jawab Putri Kyung Hee.
“Orang itu, dimana dia? Kalau sampai dia tertangkap, tidak akan ada yang bisa menjamin keselamatannya.” Ucap Se Ryung.
“Dia memimpin pasukannya menyerbu istana.” Jawab Putri Kyung Hee.
Se Ryung kaget. Ia pun langsung berdiri dan akan pergi. Tapi Putri Kyung Hee melarang. Putri Kyung Hee berkata kalau Seung Yoo dan Sooyang tidak bisa hidup di bawah langit yang sama. Se Ryung tidak peduli. Ia pun bergegas pergi ke istana.
Shin Sook Joo melapor pada Sooyang kalau rombongan Utusan Ming sudah diberitahu adanya penundaan perjamuan makan. Sooyang tersenyum puas. Sedang Jong dan Danjong pucat pasi.
Tiba2, Myun beserta pasukannya masuk dan memerintah untuk menangkap semua pejabat yang terlibat dalam rencana penyerangan ini. Tak hanya itu, ia juga menangkap Jong! Rombongan Profesor Lee Gae dibawa keluar. Mereka murka pada Kim Jil, menteri yg tadi diancam Myung Hoe, karena sudah mengkhianati mereka.
Se Ryung lari sepanjang jalan. Yeo Ri susah payah mengejarnya, “Yang Mulia!”

Seung Yoo dan pasukannya memasuki istana dan bertemu dengan Myun, juga pasukan Myun. Myun menatap tajam pria bertopeng di hadapannya. Ia ingat ketika pria itu menculik Se Ryung dan kata2 Se Ryung kalau pria itu memendam kebencian yg mendalam. Ia juga ingat pertarungannya dengan pria itu, yg membuat wajah pria itu terluka.
“Apapun yang terjadi, hari ini aku harus bisa membongkar siapa kau sebenarnya.” Ucap Myun.
Myun pun memberi aba2 pada pasukannya, SERANG!

“Sebelum Utusan Ming tiba, mereka mencoba menyerangku, pemimpin negeri ini. Bahkan memukuli mereka sampai mati, itu belum cukup kan, Yang Mulia.” Ucap Sooyang pada Danjong.
Danjong diam saja dan menatap Sooyang dengan marah sekaligus takut.
“Saya akan mengungkap siapa dalang di balik semua ini.” ucap Sooyang pada Danjong.
Danjong hanya bisa menelan ludahnya. Sooyang lalu memberi perintah pada Kwon Ram. Kwon Ram pun memerintah untuk segera memulai pesta. Musik pun dimainkan.
Sementara itu pertempuran masih berlangsung. Seung Yoo berhasil membunuh beberapa pasukan Myun. Kini Seung Yoo berhadapan dengan Myun. Dengan penuh emosi, Myun meminta Seung Yoo melepas topengnya. Seung Yoo mendorong Myun. Myun pun mendorong Seung Yoo.
Saat Myun mengayunkan pedangnya ke arah Seung Yoo, seorang anak buah Seung Yoo menangkis pedang Myun. Ia berkata mereka harus mundur sekarang karena sudah kehilangan banyak prajurit. Seung Yoo setuju. Myun dan pasukannya mengejar Seung Yoo.
Seung Yoo dan pasukannya berpencar. Seung Yoo sendiri berhasil lolos dan sembunyi.
Jae Beon lapor tidak berhasil menangkap orang2 itu. Myun penasaran siapa Dae Ho.

Profesor Lee Gae, Jong dan rekan2 mereka diarak menuju tahanan. Myun datang.
“Kenapa kau ke sini? Untuk melihat gurumu diseret ke penjara?” tanya Jong dingin.
“Aku ke sini untuk memastikan sesuatu. Siapa Dae Ho?” tanya Myun.
“Dae Ho? Apa maksudmu?” tanya Jong.
“Jangan pura2. Dae Ho ada diantara kalian. Siapa dia? Apa dia Kim Seung Yoo?”

Jong kaget, “Seung Yoo? Seung Yoo sudah mati. Kau bahkan tidak menghormati temanmu yang sudah mati!”
“Seung Yoo sudah mati atau hidup akan segera diketahui. Jika dia memang Seung Yoo, dia pasti akan datang untuk menyelamatkanmu.” Jawab Myun.
“Aku sudah bilang bukan! Kenapa kau bersikeras!” teriak Jong.
“Kawal para penjahat!” perintah Myun.

Putri Kyung Hee menunggu dengan gelisah di kamarnya. Eun Geum pun datang. Dengan wajah panic, ia memberitahu Pangeran Pendamping ditangkap. Putri kaget dan mencemaskan Danjong. Ia lantas beranjak pergi.
Profesor Lee, Jong dan rekan2nya diarak di jalan. Jong melihat ke belakang dan kaget melihat Myun dan Jae Beon mengikuti mereka diam2.
Jong berbisik ke Profesor, “Jika Seung Yoo muncul dan tertangkap, bagaimana?”
“Dia tidak boleh tertangkap.” Ucap Profesor.
Putri Kyung Hee dan Eun Geum lari2 di jalanan. Lalu tiba2, Seung Yoo menariknya ke pinggir.
“Maafkan saya.” ucap Seung Yoo, karena sudah mengagetkan Putri.
“Tidak apa2. Apa yang terjadi?” tanya Putri.
“Rencana kita gagal.” Jawab Seung Yoo.
“Kudengar Pangeran Pendamping tertangkap.” Ucap Putri.
“Apa itu benar?” tanya Seung Yoo.

Lalu tiba2, terdengar suara pasukan yang membawa tahanan. Putri menangis Jong yang diarak. Jong melihat Seung Yoo yg berdiri di belakang istrinya. Jong menggeleng, memberi kode agar Seung Yoo tidak mendekat atau mencoba membebaskannya. Melihat kode dari Jong, Myun dan Jae Beon segera bertindak.
Seung Yoo mau menghampiri Jong, tapi dilarang Putri.
“Kau tidak boleh tertangkap.” Ucap Putri.
Putri lalu lari ke arah Jong. Seorang petugas yg mengawal Jong cs membentak Putri. Jong marah dan balik membentak pengawal itu.
“Ada Myun di sini. Cepat suruh Seung Yoo sembunyi.” Ucap Jong.
Putri mau menoleh, tapi Jong melarang.
“Katakan pada Seung Yoo jangan melakukan hal yg ceroboh. Dan rancang rencana baru.” Ucap Profesor.
Putri pun tidak bisa lagi mengikuti suaminya. Ia menangis melihat suaminya ditangkap. Sekali lagi Jong melihat wajah istrinya.
Myun langsung ke tikungan. Tapi hanya bertemu Eun Geum. Di belakang Eun Geum ada Jae Beon yg berlari. Lalu, Putri Kyung Hee datang dengan wajah panic. Myun memberi perintah Jae Beon untuk terus mencari Dae Ho.
Seung Yoo langsung bersembunyi saat melihat Jae Beon jalan. Setelah Jae Beon pergi, Seung Yoo keluar tapi dipergoki Myun.
“Seung Yoo! Aku tahu kau adalah Kim Seung Yoo. Sampai kapan kau akan bersembunyi di belakang ayahmu? Jangan sembunyi seperti pengecut! Tunjukkan wajah aslimu!” teriak Myun.
Seung Yoo pun berbalik dan menatap tajam Myun. Ia lalu membuka topengnya! Myun meski sudah tahu, ia tetap syok saat melihat Seung Yoo yang ada di hadapannya.
BERSAMBUNG…..

0 Comments:

Post a Comment