Skip to main content

The Promise Ep 1 Part 1

All Content From KBS2
Penulis : Catatan-Iza
Sinopsis Lengkap : The Promise
Selanjutnya : The Promise Eps 1 Part 2


-Awal musim dingin, 1997-



Hujan turun sangat lebat. Petir menggelagar. 

Di tengah hujan dan petir seperti itu, sebuah truk tampak melaju.


Di dalamnya, seorang pria tua, mengemudi dengan hati-hati. Sambil mendengarkan musik, ia berbicara dengan seseorang di telepon. Ia berkata, sup rumput laut tidak begitu enak. Kerang menjadi lebih baik dengan rumput laut. Tapi mungkin anak-anak tidak menyukainya.



"Kue, tidak! Jika kau melakukan semua yang mereka minta, mereka akan berpikir orang tua mereka adalah orang bodoh! Dapat pai bulan depan dan tempelkan lilin yang mereka gunakan untuk peringatan kematian ayahku. Ini akan menjadi pesta kerajaan. Katakan pada mereka, aku akan menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Aku akan segera pulang."

Di dekat kemudinya, terlihat foto istrinya bersama dengan dua orang putri mereka.


Pria itu lantas melirik cake di sebelahnya dan tersenyum.

Setelah menutup teleponnya, pria itu mengecilkan volume radionya dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk seseorang bernama Eunbong.


Tapi tiba-tiba, seorang wanita muncul di depannya. Wanita itu tengah memungut payungnya yang terlempar ke tengah jalan.

Kecelakaan pun tak terelakkan.

Pria itu menabrak wanita itu, setelah sebelumnya sempat membanting setirnya, menghindari wanita itu.

Setelah menabrak wanita itu, truk yang dikemudikannya terbalik.

Isi tas wanita itu berserakan di jalan. Salah satunya, foto wanita itu bersama dengan putrinya.

-6 jam lalu-


Di sebuah kafe, seorang anak yang ada di foto milik wanita yang tertabrak tadi, sedang merayakan ulang tahunnya bersama teman-temannya.


Di kafe yang sama pula, anak lain yang berwajah sama dengannya, tengah merayakan ulang tahun bersama wanita yang kecelakaan di awal tadi.

"Orang itu juga berulang tahun." ucap wanita itu.

"20 juta dari 7 miliar manusia di bumi memiliki ulang tahun yang sama. Jadi apa masalahnya?" tanya anak itu.

"Anggur asam. Kau terlihat sangat cemburu sekarang." jawab wanita itu.

"Terserah! Yang kuinginkan di hari ulang tahunku adalah keluar dari sini, Eomma." ucap anak itu.

"Apa maksudnya?" tanya sang ibu.

"Satu pizza di sini harganya lebih dari 15 dollar. Kita bisa membeli satu ton daging dan mengadakan pesta barbeque dengan uang itu. Ayo pergi." jawab si anak.

"Jika putri ibu mengatakan itu, akan kah kau mengatakan baik-baik saja dan pergi? Lakukan saja seperti yang ibu katakan hari ini." ucap wanita itu.


Wanita itu lalu memanggil pelayan dan memesan satu pizza kombinasi, juga pasta saus tomat dan dua limun tanpa es.

Mendengar itu, si anak sewot. Ia tak suka sang ibu membuang-buang uang seperti itu.

"Jika kau bicara lagi, aku akan memesan makanan paling mahal."

Anak itu pun mengalah.


Lalu, ia mengeluarkan kotak kecil dari dalam tasnya dan memberikannya pada sang ibu.

"Terima kasih telah membawaku ke dunia ini. 12 tahun lalu, kau melakukan pekerjaan yang baik, Lee Yoon Ae-ssi."

Nyonya Lee (untuk seterusnya kita panggil begini ya) lantas membuka hadiah dari anaknya. Ia pun terkejut melihat isinya, sebuah jam tangan.

"Jangan terlalu tersentuh. Itu jam tiruan. Tapi meskipun tiruan, aku berharap masa depanmu akan dipenuhi hal-hal hebat."

"Selamat ulang tahun yang kedua belas, Lee Na Yeon." ucap Nyonya Lee.


Bersamaan dengan itu, wanita lain masuk. Ia bertanya pada pelayan, dimana ruangan pesta ulang tahun anak-anak.

Pelayan pun mengantarkan wanita itu ke sana.

Tapi saat melintasi meja Nyonya Lee dan Na Yeon, ia terkejut melihat sosok mereka.

Wanita itu pun langsung menanyakan pintu belakang pada si pelayan.


Na Yeon masuk ke kamar mandi.

Di sana, ia bertemu dengan salah satu teman dari anak yang berwajah mirip dengannya.

"Kau masih disini? Bukankah kau tadi pergi begitu saja dengan ibumu dengan alasan gurumu sudah menunggumu? Lalu ada apa dengan bajumu? Kapan kau menggantinya?"

Sontak Na Yeon kebingungan.


Na Yeon pun langsung memberitahu hal itu pada ibunya.

Sang ibu terkejut dan bertanya dimana kejadiannya.

"Di kamar kecil restoran pizza tadi." jawab Na Yeon.

"Kau pulang lah duluan. Ibu harus ke suatu tempat." ucap Nyonya Lee, lalu bergegas pergi.

"Ibu mau kemana? Aku ada latihan paduan suara, jadi akan pulang terlambat!" teriak Na Yeon.


Sampai di restoran, Nyonya Lee tidak menemukan anak itu.

Pihak restoran pun meminta maaf karena tidak bisa membantu Nyonya Lee.

Nyonya Lee lantas meminta pihak restoran menghubunginya jika anak itu datang lagi.


Nyonya Lee kembali ke rumahnya. Ia masuk ke rumahnya dan langsung terduduk lemas di lantai.

Tangisnya kemudian pecah.


Tak lama kemudian, ia menerima surat tanpa pengirim.

Nyonya Lee pun menghapus tangisnya dan membaca surat itu yang ternyata adalah hasil tes DNA.

Nyonya Lee terkejut. Ia kemudian marah dan meneriakkan nama Park Yoo Kyung.

Bersambung ke part 2.......

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...