Skip to main content

Ruby Ring ep 31 Part 1

Sebelumnya...


Roo Bi yang masih di kantor, heran karena In Soo tidak menjawab panggilannya.


Gyeong Min tiba-tiba datang, ā€œCheoje.ā€

ā€œHyeongbu.ā€ Jawab Roo Bi.

ā€œKenapa kau belum pulang?ā€ tanya Gyeong Min.

ā€œAku bekerja, aku mengikuti kontes proposal. Kau sendiri?ā€

ā€œPonselku tertinggal di ruanganku dan aku melihat lampu masih menyala disini. Belakangan ini, aku sering lupa. Kau sudah makan?ā€

ā€œGeuromyeo.ā€

ā€œKau mau minum teh denganku? Aku tahu kau suka kopi, tapi ini sudah malam. Minumlah, ini teh dengan susu.ā€

Mereka lalu membahas Roo Na. Lalu tiba-tiba, ponsel Roo Bi berdering.


Suara ambulance meraung-raung dijalanan. In Soo kritis! Denyut nadinya melemah dan nafasnya tidak stabil.


Gyeong Min menemani Roo Bi ke rumah sakit! Dokter pun ingin bicara dengan wali In Soo.Roo Bi langsung pergi mengikuti dokter.


Gyeong Min menghubungi Roo Na, tapi tidak dijawab.

Roo Na sendiri tengah menikmati waktunya sambil mendengarkan musik. Volume nya yang keras membuat Roo Na tidak mendengar deringan ponselnya.


Gyeong Min pun akhirnya menghubungi Se Ra. Se Ra yang sedang olahraga, terkejut mendengar kabar tentang In Soo.


Se Ra pun langsung ke kamar Roo Na. Roo Na sendiri tidak bisa mendengar suara ketukan di pintu kamarnya. Karena itulah, Se Ra menerobos masuk ke kamar Roo Na dan langsung mematikan musik yang sedang didengar Roo Na.

ā€œUlke, Na In Soo PD ditusuk. Kondisinya kritis.ā€ Ucap Se Ra.

Roo Na terkejut mendengarnya. ā€œDimana dia sekarang?ā€ tanya Roo Na.


Gyeong Min dan Roo Bi menunggui In Soo yang sedang menjalani operasi. Roo Bi nyaris pingsan, tapi untunglah ada Gyeong Min yang memeganginya. Roo Bi kalut, ia takut terjadi sesuatu pada In Soo.

ā€œBagaimana kalau terjadi sesuatu padanya?ā€ucap Roo Bi berkaca-kaca, lalu menyenderkan kepalanya ke dada Gyeong Min.


Gilja dan Chorim yang baru dikabari Roo Bi pun langsung menyusul Roo Bi ke rumah sakit.


Roo Na sendiri juga cemas, ia takut In Soo tidak selamat. Roo Na akhirnya menelpon Roo Bi.

ā€œEonni, In Soo-ssi, In Soo-ssi...ā€ ucap Roo Bi sambil menangis.

ā€œTenanglah, kau harus tenang saat ini.ā€ Jawab Roo Na.

ā€œNa oetteokhe??ā€ tanya Roo Bi.

ā€œMenurutmu, dia meninggal?ā€ tanya Roo Na.

Roo Na tak sanggup lagi menjawab.

Roo Bi : Marebwa!


Telepon terputus. Roo Na langsung terduduk lemas. Tangisnya pecah.

ā€œKita pacaran, kita saling berjanji, akan mati bersama di hari yang sama.ā€

ā€œMaukah kau menikah denganku? Ayo menikah.ā€

Roo Bi menangis mengingat semua kata-kata In Soo.


Gyeong Min datang, membawakan kopi untuk Roo Bi. Roo Bi ingin tahu apa yang dikatakan polisi. Gyeong Min berkata, polisi sudah memeriksa CCTV dan tidak menemukan hal aneh tapi laptop dan USB In Soo hilang.

ā€œKau tahu penyebabnya?ā€ tanya Gyeong Min.

ā€œEntahlah.ā€ Jawab Roo Bi.


Gilja dan Chorim datang. Tangis Roo Bi pun kembali pecah. 




Gyeong Min memberitahu Chorim, bahwa polisi masih menyelidik kasus In Soo dan si pelaku sangat teliti sampai tidak meninggalkan jejak.

Roo Bi takut In Soo tak selamat. Gilja pun berusaha keras menenangkan Roo Bi.


In Soo masih dioperasi. Pendarahannya tidak berhenti dan tekanan darahnya menurun. Dokter pun melakukan CPR.


Roo Na menyesalkan tindakan In Soo yang tidak mau mendengarnya.

ā€œAku sudah bilang padamu. Aku menyuruhmu menyerah. Lupakan balas dendammu, menikahlah dengan Roo Bi dan berbahagialah. Apa kau bertahan hanya untuk mati seperti ini? Tidak peduli seberapa keras kau mencoba, kau tidak akan bisa mengalahkanku.ā€ Ucap Roo Na.


Roo Na lalu mengingat semua kenangannya dengan In Soo.

ā€œAku sudah bilang, jangan percaya pada cinta. Kenapa kau begitu bodoh? Kenapa kau membuatku menderita seperti ini?ā€ ucap Roo Na lagi.


Roo Na kemudian mengaku bahwa ia mencintai In Soo.


Dan sekarang, Roo Na berada di ruangan gelap itu lagi.

ā€œBenar, aku mencintainya. Pada awalnya, dia hanyalah seseorang yang kubutuhkan. Lalu aku jatuh cinta tanpa menyadarinya.ā€ Ucap Roo Na.

Tapi kemudian, Roo Na meralat ucapannya.

ā€œTidak, aku tidak mencintainya. Yang aku cintai hanyalah bakat dan latar belakang pendidikannya. Cinta itu tidak ada. Aku tidak peduli dia hidup atau mati. Yang aku cintai adalah hidupku, masa depanku,dan mimpiku. Apakah itu salah?ā€ ucap Roo Na.


In Soo akhirnya dibawa keluar dari ruang operasi. Dokter menjelaskan, bahwa mereka harus menunggu dan melihat. Dokter bilang, In Soo terkena serangan jantung tapi operasinya berjalan dengan baik, namun In Soo bisa saja terkena serangan jantung lagi.


Roo Bi pun nyaris pingsan. Chorim dan Gilja langsung memeganginya.

ā€œDokter bilang operasinya berjalan baik. Jangan cemas. Kau baru saja bangun dari koma.ā€ Ucap Chorim.

ā€œItu benar. In Soo orang yang baik.ā€ Jawab Gilja.

ā€œEomma, aku merasa bersalah padanya. Apa yang harus kulakukan?ā€ isak Roo Bi.


Sekarang, Roo Bi berjalan sendirian di lantai rumah sakit. Ia lalu duduk di ruang tunggu dan melihat foto-foto In Soo dengan Roo Na.

ā€œKau bilang, kau akan melindungiku. Kau bilang, kau akan berada di sisiku sampai akhir. Kau tidak boleh melakukan ini padaku. In Soo-ssi, ini tidak adil.ā€ Ucap Roo Bi.


Tuan Bae dan nenek terkejut mendengar kabar soal In Soo dari Gyeong Min. Nenek ingat In Soo adalah pria yang sempat dijodohkannya dengan Se Ra.

Nyonya Park menanyakan Roo Na. Gyeong Min bilang, Roo Na sudah pergi pagi-pagi sekali.

ā€œKudengar, adik Roo Bi tunangan In Soo. Roo Bi pasti sangat cemas. Bersikap baiklah padanya.ā€ Ucap nenek pada Gyeong Min.


Roo Na sendiri menemui Yeonho. Yeonho memberikan laptop dan USB In Soo pada Roo Na. Roo Na marah karena orang suruhan Yeonho melukai In Soo. Yeonho membela diri, ia berkata bahwa orang suruhannya tidak punya pilihan lain selain menusuk In Soo.


Roo Na lalu memberikan Yeonho sejumlah uang. Yeonho pun kesal Roo Na membayarnya tidak sesuai dengan perjanjian mereka. Roo Na bilang, itu karena Yeonho gagal menjalankan tugas darinya. Roo Na lalu menyuruh Yeonho turun dari mobilnya. Setelah Yeonho turun, mobil Roo Na langsung melesat pergi.


Yeonho pun kesal bukan main.

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... ā€œAku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.ā€ Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. ā€œAku sudah tahu.ā€ jawab Hae Gang. ā€œBerikan tasmu.ā€ Pinta Jin Eon. ā€œTidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.ā€ Jawab Hae Gang. ā€œBerikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.ā€ ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. ā€œKau akan memakai itu?ā€ tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. ā€œAku pernah memakainya dulu.ā€ Jawab Jin Eon. ā€œTak bisa kubayangkanā€¦ā€ dan Hae Gang pun tersenyum geli, ā€œā€¦ tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.ā€ ā€œAwas ya kalau kau jatuh cinta padaku.ā€ Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

Ruby Ring Ep 93 Part 2

Sebelumnya... Dongpal dan Jihyeok yang berseragam militer, sedang menata restoran sesuai arahan Chorim. Tapi kemudian, Dongpal sebal karena Chorim menyuruh mereka menggeser meja kesana kemari. Chorim pun jadi sewot. "Kau ingin aku yang sedang hamil melakukan ini!" Jihyeok tertawa melihat perdebatan orang tuanya. Daepung lantas keluar dari dapur. Ia menghentikan pertengkaran itu dan mengaku, akan mengangkat meja itu sendirian. Tapi karena mejanya berat, Jihyeok dan Dongpal langsung membantu Daepung. Geum Hee tiba-tiba datang, mengejutkan Chorim. Geum Hee membawakan sebuket bunga untuk Chorim. "Kudengar kau hamil. Jadi kubawakan bunga ini. Bunga ini bagus untuk kehamilan. Kuharap anakmu secantik bunga ini." ucap Geum Hee. Daepung lantas mengajak Geum Hee pergi. "Jihyeok-ah, apa yang terjadi?" tanya Chorim. "Paman Daepung jatuh cinta. Dia ingin menikah jadi dia bekerja keras." jawab Jihyeok. Mendengar Geum Hee c...

I Have a Lover Ep 8

Sebelumnya <<< Hae Gang keluar dari sebuah ruangan. Ia berjalan di koridor kampus sambil memikirkan percakapannya dengan seseorang. "Jin Eon adalah putra pemilik Perusahaan Farmasi Cheon Nyeon? Anak itu, dia tidak memberitahukan saya. Jika saya mengeluarkan Kang Seol Ri dari tim penelitian kami, apakah itu akan memuaskan?"   Flashback.... Ketika Hae Gang sedang berbicara dengan Direktur Kampus.  "Ya. Sebagai imbalan, penelitian yang sedang anda kerjakan, akan didukung Perusahaan Farmasi Cheon Nyeon. Sampai tahun 2015, satu juta per tahun." jawab Hae Gang. "Saya akan melakukannya. Tidak sulit bagi saya melakukannya." ucap Direktur Kampus. Flashback end Hae Gang lalu keluar dan berjalan di taman kampus. Saat itulah ia melihat Seol Ri berjalan keluar dari kampus dan menuju ke arah lain. Hae Gang menatap dingin Seol Ri . Seol Ri tidak melihat Hae Gang dan terus berjalan ke bangku taman. Hae Gang masuk ke lab Jin Eon...