Chorim menangis kencang.
“Kenapa dunia begitu kejam padaku! Pertama Dongpal, sekarang
kulit pisang ikut mengejekku!”
Lalu, Dongpal mengajak Chorim pergi. Tapi Chorim menepis
tangan Dongpal.
Pagi2 sekali, Roo Na sudah berada di rumah sakit. Ia menatap In Soo yang terbaring lemah dengan mata berkaca-kaca.
“Lihat bagaimana menyedihkannya dirimu. Aku sudah memintamu
untuk memaafkanku. Jika kau melupakan balas dendammu dan membiarkanku, hal ini
tidak akan pernah terjadi. Lihat apa yang sudah kau lakukan. Lihat dirimu. Aku
tidak akan berhenti. Aku akhirnya tahu sekarang. Inilah diriku. Inilah Jeong
Roo Na.” Ucap Roo Na dalam hati.
“Apa yang kau lakukan disini sepagi ini?” tanya Roo Bi.
“Kau tahu kan aku sibuk, jadi aku memutuskan menjenguknya
sekarang. “ jawab Roo Na.
“Eonni, kenapa kau menangis?” tanya Roo Bi.
“Melihatnya seperti itu, aku merasa kasihan padanya.
Bagaimana keadaannya? Apa kata dokter?”
“Belum ada kemajuan.” Jawab Roo Bi.
“Santai saja, jangan terlalu cemas. Aku harus pergi
sekarang. Kau tahu kan aku sibuk.” Ujar Roo Na, lalu beranjak pergi.
Roo Bi menatap kepergian Roo Na dengan tatapan aneh.
Gantian Roo Bi yang menatap In Soo berkaca-kaca.
“Kumohon sadarlah, In Soo-ssi. “ ucap Roo Bi.
Geum Hee menyiapkan lauk untuk Dongpal. Tapi pada Nyonya Park, Geum Hee mengaku lauk itu ia buat untuk temannya di kelas memasak. Geum Hee bilang, ia merasa kasihan pada temannya yang hanya bisa makan nasi pakai sambal saja.
Dongpal sendiri memutuskan keluar dari kelas memasaknya. Ia
beralasan, membuat roti dan kue kering itu tidak mudah dan dia tidak tahu itu
cocok dengannya atau tidak.
Lalu, Dongpal menanyakan sekolah Jihyeok. Wajah Jihyeok
langsung berubah lesu. Dongpal pun menasehati Jihyeok untuk tetap fokus dan
mengingatkan tujuan Jihyeok masuk sekolah hukum.
Setelah itu, Dongpal dan Jihyeok beranjak pergi. Daepung pun
kesal karena mereka tidak membangunkannya untuk sarapan tapi menyuruhnya cuci
piring.
Geum Hee kemudian datang. Daepung pun berkata, bahwa Dongpal baru saja pergi. Geum Hee mengaku bahwa ia tidak melihat Dongpal di kelas memasak dan ponsel Dongpal tidak bisa dihubungi, jadi ia cemas dan memutuskan datang untuk melihat Dongpal.
Daepung lantas menawari Geum Hee secangkir teh tapi Geum Hee
menolak. Geum Hee lalu mengambil saputangannya dan mengelap keringat yang
bercucuran di dahinya. Daepung terus saja memperhatikan Geum Hee.
“Dompet dan pakaiannya mewah. Dia mungkin menghabiskan uang
banyak untuk wajahnya. Mengingat bahwa dia mengejar Dongpal, dia pasti belum
menikah.” Ucap Daepung dalam hati.
Geum Hee kemudian pamit dan Daepung langsung mengikutinya. Melihat Geum Hee masuk ke perumahan elit, Daepung berpikir kalau Geum Hee adalah wanita kaya.
Roo Bi sedang berbicara dengan polisi di telepon. Ia meminta
polisi menyelidiki Yeonho. Tapi teleponnya malah diputus begitu saja, membuat
ia kesal setengah mati.
“Aku pun sudah bicara dengan polisi. Mereka bilang, tidak
ada jejak yang terekam di kamera CCTV. Tapi investigasi masih berlangsung, jadi
sabarlah.” Jawab Gyeong Min.
“Dia tidak boleh bebas begitu saja setelah apa yang dia
lakukan pada In Soo. Ini menjengkelkan.” Ucap Roo Bi.
“Kau terlihat cantik.” Jawab Gyeong Min, membuat Roo Bi
teringat masa lalunya. Roo Bi merasa, Gyeong Min pernah mengatakan hal itu
padanya, sebelumnya.
“Kau terlihat cantik saat mencemaskan dan mempedulikannya.”
Ucap Gyeong Min lagi.
Roo Bi yang kebingungan, akhirnya pergi meninggalkan Gyeong
Min.
Roo Bi menatap pantulan dirinya di cermin toilet. Ia bingung, kenapa wajah Gyeong Min lah yang justru samar2 diingatnya, bukan In Soo.
Lalu, ponselnya berdering. Telepon dari perawat yang
mengabarkan bahwa In Soo sudah sadar.
In Soo sudah dipindahkan ke ruang rawat. Roo Bi nampak setia
mendampingi In Soo.
Di kantor, Roo Na sibuk dengan pekerjaannya.
Roo Bi mengelap wajah In Soo dengan handuk hangat.
Roo Na sedang melakukan pemotretan untuk acaranya yang
bertajuk, “The Jeong Roo Bi Show”.
Lalu, Roo Na melakukan sesi wawancara.
Sebelum acaranya dimulai, Roo Na menenangkan dirinya sejenak
di toilet.
“Kau Jeong Roo Bi, putri sulung Yoo Gilja. Kau punya adik
perempuan yang bodoh dan serakah yang akan melakukan apapun. Tapi kau berbeda.
Kau pintar dan cantik. Kau mengambil jurusan Bahasa Inggris di universitas
ternama dan bekerja di JM Group. Sekarang, kau istri Bae Gyeong Min, Wakil
Presiden dan pewaris JM Group. Kau juga presenter terkenal. Kau istimewa, kau
sempurna. Aku akan menunjukkan pada dunia betapa pintar dan berbakatnya diriku
karena aku Jeong Roo Bi.”
In Soo akhirnya sadar dan mendapati Roo Bi yang tertidur disampingnya. In Soo kemudian mengelus kepala Roo Bi. Roo Bi terbangun dan tersenyum lega melihat In Soo yang sudah sadar.
Roo Bi langsung mengabari ibunya tentang In Soo yang sudah
sadar. Gilja, Chorim dan Soyeong pun ikut senang mendengarnya.
Sekarang, dokter sedang memeriksa In Soo. Roo Bi pun lega saat dokter menjelaskan bahwa kondisi In Soo sudah membaik sekarang.
“Kau pasti lapar, kan? Ibuku membuatkan bubur untukmu, jadi
aku akan pulang untuk mengambilnya. Aku akan segera kembali.” Ucap Roo Bi.
Setelah Roo Bi pergi, In Soo menyalakan TV. Secara kebetulan, siaran TV langsung memutar acara Roo Na. In Soo pun menatap Roo Na dengan geram.
Se Ra datang menjenguk In Soo. Tapi sebelum masuk ke kamar
In Soo, ia terlebih dulu mengambil gambarnya di depan papan nama In Soo yang
ada di dekat pintu sebagai bukti untuk neneknya kalau dia benar-benar datang
menjenguk In Soo.
Tapi saat masuk, In Soo tidak ada di kamarnya.
In Soo ternyata ada di kantor. Ia menatap Roo Na dengan tatapan kecewa. Roo Na sendiri gugup melihat In Soo.
“Lihat aku, Jeong Roo Na. Lihat aku dengan kedua matamu. Aku
masih hidup. Tidak, aku tidak akan pernah mati.” Batin In Soo.
“Kau tidak boleh menghancurkanku.” Batin Roo Na.
“Aku tidak akan memaafkanmu, Jeong Roo Na. Aku akan
membuatmu bertobat sendiri. Aku pastikan itu.” Batin In Soo.
Di rumah, keluarga Gyeong Min juga memujinya tapi tidak
dengan Tuan Bae yang justru nampak cemas.
Gyeong Min juga menonton acara Roo Bi bersama Se Ra. Lalu tak sengaja, kamera menangkap sosok In Soo.
“Bukankah itu Na PD?” tanya Gyeong Min.
“Tidak mungkin. Kau pasti salah lihat. Untuk apa dia melihat
acara Jeong Roo Bi. Tapi tadi aku ke rumah sakit dan dia tidak ada di
kamarnya.” Jawab Se Ra.
Roo Na terkejut mendapati kamar In Soo yang kosong. Ia
lantas pergi mencari In Soo tapi tidak bisa menemukan In Soo dimana pun.
Gyeong Min sedang di perjalanan menuju rumah sakit. Ia
merasa ada yang aneh dengan kasus In Soo. Ia juga bertanya-tanya, kenapa In Soo
datang melihat Roo Na.
Roo Bi menelpon sang ibu untuk menanyakan In Soo. Tak mau
ibunya cemas, ia tak memberitahu kalau In Soo menghilang. Ia hanya bilang,
mungkin In Soo sedang berjalan-jalan di taman.
“In Soo-ssi, darimana saja kau dengan kondisi seperti itu.
Aku mencemaskanmu.” Ucap Roo Bi.
“Mianhae.” Jawab In Soo.
“Penjahatnya belum tertangkap. Bagaimana kalau terjadi
sesuatu lagi padamu? Aku cemas.” Ucap Roo Bi.
“Jangan cemas. Hal seperti ini tidak akan terjadi lagi.”
Jawab In Soo.
“Siapa yang akan menjamin kalau hal ini tidak akan terjadi
lagi. Jangan membuatku cemas lagi.” Ucap Roo Bi.
In Soo membeku dengan perkataan Roo Bi. Ia lalu memegangi
wajah Roo Bi dan menatap Roo Bi dengan mata berkaca-kaca.
“Roo Na-ssi, mianhae. Mianata. Itulah hal yang bisa
kukatakan. “ ucap In Soo.
“Jangan minta maaf. Mengingat berapa banyak yang sudah kau
lakukan untukku, itu membuatku sedih.” Jawab Roo Bi.
Lalu Gyeong Min datang dan terkejut melihat In Soo dan Roo
Bi.
“Hyeongbu, kenapa kau kemari di jam seperti ini?” tanya Roo
Bi.
Gyeong Min pun berbohong, ia mengaku bahwa dirinya hanya
kebetulan mampir.
Mereka lalu membahas soal si penyerang In Soo. Dan setelah itu, Gyeong Min memberitahu keduanya tentang acara Roo Na. Gyeong Min bertanya, apa Roo Bi sudah melihatnya. Roo Bi pun berkata, bahwa ia belum sempat melihatnya.
Lalu, Gyeong Min bertanya pada In Soo. In Soo terdiam
sejenak dan ia pun mengaku bahwa dirinya baru saja dari studio melihat Roo Na.
In Soo beralasan, itu bagian dari tugasnya sebagai produser.
In Soo mengaku, ia datang untuk melihat respon terhadap acara Roo Na. In Soo juga memuji Roo Na sebagai wanita yang
hebat.
“In Soo-ssi, kau benar-benar pergi ke studio?” tanya Roo Bi.
“Seperti yang kukatakan, aku produser TV, jadi aku harus
memonitor program-program baru. Ditambah lagi, aku merasa seperti dikurung. Karena aku tidak tahu harus pergi kemana, jadi
aku pergi ke acara Roo Bi. Aku bisa melihat reaksinya dan belajar. Aku bisa
membunuh dua burung dengan satu batu.” Jawab In Soo.
Roo Bi pun tersenyum, kemudian berlalu dari hadapan In Soo.
“The Jeong Roo Bi Show” selesai dan produser yang menangani
acara itu pun memberikan ucapan selamat pada Roo Na. Produser lalu mengajak Roo
Na makan malam bersama para staff tapi Roo Na menolak dengan alasan lelah dan
berjanji akan mentraktir para staff esok hari, tapi produser bilang Presdir
sudah membelikannya.
“Dia luar biasa tertarik dengan acara ini. Akan lebih bagus
kalau kita mendapat rating tinggi.”
Ponsel Roo Na tiba-tiba berdering. Telepon dari Gilja yang mengaku sangat menikmati acara Roo Na. Chorim lalu merebut telepon dari Gilja dan memuji kecantikan Roo Na. Tak mau ketinggalan, Soyeong juga memuji Roo Na dan mengaku sebagai fans Roo Na.
Nenek juga menghubungi teman-temannya dan menyuruh
teman-temannya untuk menonton acara Roo Na.
Daepung menghubungi Geum Hee hanya untuk memuji masakan Geum
Hee.
Jihyeok yang merasa terganggu pun menyuruh Daepung tidur
agar ia bisa belajar dengan tenang.
Dongpal kemudian pulang dan langsung membaringkan dirinya.
Daepung memberitahu Jihyeok bahwa Dongpal sedang patah hati.
Setelah itu, ia ingat soal laptop dan USB In Soo yang ada di
tangan Roo Na.
Merasa ada yang tidak beres, Gyeong Min pun langsung mencari
laptop itu. Ia berusaha membuka laci, tapi lacinya terkunci.
Roo Na yang baru selesai mandi pun datang. Ia beralasan,
sengaja mengunci laci itu karena menyimpan dokumen penting di sana.
Gyeong Min pun berkata, hanya mereka berdua yang menggunakan
meja itu.
“Maksudku Bibi Geum Hee. Dia suka memeriksa mejaku. Itu
membuatku tidak nyaman.” Ucap Roo Na.
Keesokan harinya, Gilja dan Chorim datang menjenguk In Soo.
Mereka senang bisa melihat In Soo tersenyum lagi.
Melihat hubungan In Soo dan Roo Bi yang semakin dekat,
Chorim pun menyuruh mereka segera menikah.
“Dari pengamatanku, Roo Na membutuhkan In Soo dan In Soo
membutuhkan Roo Na. Seseorang butuh teman hidup.” Ucap Chorim.
“Kau memiliki Chef No, Bibi.” Jawab In Soo.
Roo Bi pun langsung menghentikan In Soo bicara soal Dongpal.
Tak ingin Chorim merasa tidak nyaman, Gilja pun mengalihkan pembicaraan dengan
membahas soal kasus In Soo yang akan ditutup polisi.
“Kau tidak ingat apapun?” tanya Gilja.
“Tidak. Jangan cemaskan aku.” Jawab In Soo.
“Bagaimana kami tidak cemas? Ini tidak adil.” Ucap Roo Na.
Chorim pun kembali menggoda In Soo dan Roo Bi.
Next episode....
In Soo memutuskan melupakan Roo Na dan menerima Roo Bi. Ia
berterima kasih pada Roo Na, karena berkat Roo Na, ia bisa menemukan cinta
sejatinya. Roo Na pun terkejut dan tidak rela In Soo bersama Roo Bi.
0 Comments:
Post a Comment