Thursday, November 1, 2018

Hide and Seek Ep 18 Part 2

Sebelumnya...


Nyonya Park tidak habis pikir kenapa Chae Rin yang sudah tahu Yeon Joo itu Soo A tapi berpura-pura tidak tahu. Ia pun mengaku tidak bisa diam saja.

Ia lantas menanyakan dimana ibunya. Bu Kim berkata, bahwa Nyonya Na pergi menemui Cenayang Choi.

"Apa yang akan anda lakukan pada Chae Rin. Dia dibawa ke rumah ini sebagai keluarga. Akan lebih baik jika anda membiarkannya tinggal untuk perusahaan...."

"Apa kau gila? Soo A mungkin tidak akan pernah bisa kembali karena dia. Aku tidak bisa menunggu lagi. Aku akan membatalkan adopsinya."


Nyonya Na menyalahkan Cenayang Choi karena menyuruhnya mencari pengganti Soo A untuk menerima takdir buruk Soo A.

Ia juga menyalahkan si cenayang yang menyuruhnya membawa Chae Rin kembali setelah ia mengusir Chae Rin.

"Kau bilang dia akan membantu memulangkan Soo A. Setelah perceraiannya, kau juga menyuruhku menerimanya kembali di rumah." ucap Nyonya Na.

"Lalu apa maksudmu?"

"Wanita licik itu membohongi kami selama ini."

"Kau akhirnya menemukan cara masuk akal untuk mengusirnya dari rumah. Dan kau sepertinya juga punya rencana lain selain itu."


Nyonya Na terkejut, tapi kemudian ia tertawa dan berkata, itulah sebabnya ia sangat mempercayai si cenayang karena si cenayang tahu semuanya.

Cenayang lantas berkata, akan menuliskan jimat agar Nyonya Na bisa mengambil semua milik Chae Rin dan membuat Soo A menjadi pemilik perusahaan.


Chae Rin sedang menyetir, tapi tak lama kemudian, ia menepikan mobilnya dan memikirkan kata-kata Jae Sang tentang Eun Hyuk yang membantu Pil Doo menculik Soo A.

Chae Rin menghela napas. Tak lama kemudian, Nyonya Na menghubunginya.


Mereka bertemu di kantor.

Nyonya Na menuntut penjelasan Chae Rin yang sudah menyembunyikan fakta Soo A. Ia juga menyebut Chae Rin sebagai makhluk mengerikan.

"Nenek tahu? Nenek selalu menjadi penyebab semuanya. Di hari Soo A menghilang, secara kebetulan aku bertemu dengannya di terminal. Aku langsung menghubungi nenek. Sudah kubilang aku menemukannya dan akan membawanya pulang. Tapi nenek tidak percaya padaku dan melarangku kembali. Apa nenek ingat menyebut Yeon Joo mengerikan? Nenek menyuruhku menyingkirkannya dari hadapan nenek. Nenek yang menyuruhku melakukan itu. Nenek juga mau membatalkan adopsiku saat Soo A kembali. Tiap kali nenek yang menjadi penyebab semuanya." jawab Chae Rin.

"Membicarakan pembatalan adopsi, itu kan yang paling kau takuti karena kau sudah dibuang tiga kali. Pantas saja kau mengalaminya sampai tiga kali. Kau makhluk mengerikan yang tidak pantas punya keluarga.Tidak ada yang menginginkanmu sebagai keluarga!"

Tangis Chae Rin pecah. Ia tidak menyangka, Nyonya Na sanggup mengatakan hal kejam seperti itu.


Nyonya Na lantas menyuruh Chae Rin mengirimkan saham Chae Rin pada Soo A.

Chae Rin terdiam. Tapi setelah itu, Chae Rin berkata, dia akan mengirimkan sahamnya pada Soo A.

Nyonya Na pun tersenyum penuh kemenangan.


Yeon Joo menemui Jae Sang di klub. Datang-datang, dia langsung merebut gelas minum Jae Sang dan duduk di samping Jae Sang.

Melihat ekspresi Yeon Joo, Jae Sang pun bisa menebak bahwa Yeon Joo gagal mendapatkan kembali Eun Hyuk.

"Bagaimana denganmu? Bukankah kau juga ditinggalkan oleh wanita yang sama?" jawab Yeon Joo.

"Bagaimana kali pertama kau bertemu dengannya? Kalau aku karena pernikahan terpaksa."

"Kami hanya kebetulan bertemu. Dia datang untuk makan. Ibuku punya restoran. Dia mengaku yatim piatu jadi kami memberikan kamar kosong di rumah kami."

"Dia bilang dia yatim piatu?"

Jae Sang lalu tertawa kesal.

"Pantas saja dia ingin menjadi yatim piatu." ucap Jae Sang lagi.


Eun Hyuk berlari menghampiri Chae Rin yang duduk menunggunya di taman. Begitu Eun Hyuk datang, Chae Rin pun tersenyum lebar.

"Melihatmu berlari seperti itu, kau pasti sangat merindukanku." ucap Chae Rin.


Eun Hyuk lantas duduk disamping Chae Rin.

Chae Rin mengaku, ingin memberitahukan Eun Hyuk sesuatu. Tapi Eun Hyuk tidak mau mendengar.

Eun Hyuk berkata, bahwa ia sudah tahu apa yang mau dikatakan Chae Rin.

"Selalu ada alasan dibalik aksi Min Chae Rin." ucap Eun Hyuk.

"Eotteoke arraseoyo?" tanya Chae Rin.


Eun Hyuk pun memeluk Chae Rin.

"Jangan terlalu merasa bersalah. Itu hanya akan memperburuk situasi. Kau harus tetap positif dan menghadapi akibatnya. Kau pantas bahagia." ucap Eun Hyuk.


Nyonya Park terkejut mengetahui sang ibu akan membiarkan Chae Rin.

Sang ibu pun beralasan, bahwa mereka harus mendapatkan saham Chae Rin dulu baru memikirkan langkah selanjutnya.

Nyonya Park protes, Eomma!

"Percayalah pada ibumu ini! Ini perintah yang benar. Kita harus mengambil sahamnya dulu, baru setelah itu kita mengambil posisi CFO nya dan mengusirnya."

"Tapi aku tidak mau hidup satu atap dengannya lagi!"

"Ibu pun sama denganmu. Ibu hanya memintamu bersabar sedikit lagi." jawab Nyonya Na.

Bu Kim pun tampak sedih.


Eun Hyuk mengantarkan Chae Rin pulang. Mereka turun. Chae Rin tersenyum menatap Eun Hyuk.

Tak lama kemudian, Bu Kim keluar dan mengaku sudah menunggu Chae Rin sejak tadi.

Bu Kim lantas menyuruh Eun Hyuk meninggalkan mereka sebentar karena ia mau bicara dengan Chae Rin.

Eun Hyuk pun pergi, tapi sebelum pergi ia mengaku akan menghubungi Chae Rin.


"Kudengar kau memutuskan mengirim sahammu pada Soo A. Kau bisa pergi kemana pun kau mau dengan uang sebanyak itu. Tidak perlu di rumah ini." ucap Bu Kim.

"Kau lupa? Selama ini kau yang membawaku kembali ke rumah ini. Kau menjauhkanku dan menarikku kembali. Itu perbuatanmu." jawab Chae Rin.

"Itu tidak akan menyelesaikan masalah. Apa kau tahu Pak Min pun bahkan menentangmu."

"Seseorang memberitahuku ini. Merasa bersalah hanya akan memperburuk situasi dan aku harus mencoba sebisaku menghadapi akibatnya."

"Apa pria itu yang mengatakannya kepadamu? Dimana kau bertemu denganya?"


"Kenapa kau begitu peduli?"

"Karena kau menyebabkan amat banyak masalah di rumah ini. Pertahankan sahammu dan tinggalkan rumah ini. Jangan keras kepala!"

"Setelah semua usahaku untuk tinggal disini? Aku tidak akan pernah meninggalkan rumah ini." jawab Chae Rin, lalu masuk ke dalam.


Chae Rin ingin masuk ke kamar Nyonya Na untuk menyapa Nyonya Park. Tapi Bu Kim menahannya. Bu Kim memberitahu Chae Rin bahwa mereka sedang bicara dan menyuruh Chae Rin naik ke atas.


Di dalam, Nyonya Park dan Chae Rin masih berdebat. Nyonya Park sudah tiba bisa menunggu lagi.

Nyonya Na menenangkan putrinya. Ia bilang saham yang dimiliki Chae Rin bisa menjadikan Soo A sebagai pemilik perusahaan. Tapi Nyonya Park tetap pada keputusannya, mengusir Chae Rin.


Di kamarnya, Chae Rin sedang bicara dengan Eun Hyuk.

Chae Rin memberitahu Eun Hyuk bahwa ia akan mentransfer sahamnya ke Yeon Joo besok.


Tapi pembicaraan mereka terhenti ketika tiba-tiba saja Nyonya Park menerobos masuk ke kamarnya dan mengusirnya.

Ponsel Chae Rin jatuh saat Nyonya Park menariknya keluar dari kamar.

Eun Hyuk yang mendengar hal itu pun langsung beranjak pergi.


Nyonya Park melemparkan Chae Rin ke jalanan. Chae Rin berusaha menjelaskan, tapi Nyonya Park tak peduli.

"Beraninya kau membuat kesepakatan dengan ibuku! Aku tidak butuh sahammu!"


Presdir Min pulang tapi ia tidak peduli dengan Chae Rin yang diusir dan beranjak masuk ke rumahnya.



Tak lama kemudian, Eun Hyuk datang. Melihat kondisi Chae Rin, ia pun segera melepas jasnya dan memakai jasnya ke Chae Rin.

Ia juga membersihkan kaki Chae Rin, lalu menggendong Chae Rin ke dalam mobil.


Eun Hyuk membawa Chae Rin ke tempatnya.

Chae Rin mengaku, bahwa ia memaklumi apa yang akan dilakukan ibunya.

"Kenapa mereka begitu berarti bagimu?" tanya Eun Hyuk.

"Karena mereka keluargaku." jawab Chae Rin.

"Abaikan mereka. Kau selalu bisa mengabaikan mereka. Kau tidak perlu menganggap orang yang menyakitimu sebagai keluarga." ucap Eun Hyuk.


"Itukah sebabnya kau mengabaikan ayahmu? Karena dia menyakitimu dan membuatmu kesulitan? Itu bukan salahmu. Itu bukan Cha Eun Hyuk yang kukenal. Jo Pil Doo pasti menyuruh putranya melakukan hal semacam itu. Untuk mendapatkan Min Soo A. Kau pasti mengatakan tidak mau. Kau pasti menenang ide itu. Tapi bagaimana pun kau harus tetap melakukannya. Itu bukan salahmu. Kau tidak punya pilihan. Kau melakukannya untuk bertahan hidup."


Eun Hyuk pun terkejut Chae Rin tahu.

"Saat aku mendapatkan sahamku kembali dari Grup Taesan, akan tidak mungkin jika bukan karena kau. Kau pantas menerima separuhnya. Saat kukirimkan sahamku kepada Min Soo A, aku juga membayar utangmu. Jadi kau harus memaafkan dirimu."

Eun Hyuk terdiam menatap Chae Rin.


Jae Sang dan Yeon Joo ada di depan rumah Eun Hyuk. Jae Sang mengajak Yeon Joo turun dan memisahkan mereka.


Eun Hyuk hendak pergi.

"Kau mau kemana?" tanya Chae Rin.

"Kau tidak bisa bekerja seperti itu." jawab Eun Hyuk.


Saat Eun Hyuk pergi, Jae Sang mendatangi Chae Rin. Ia memberikan Chae Rin sepatu dan menyuruh Chae Rin ikut dengannya.

Chae Rin menolak, tapi Jae Sang mengaku ada masalah dengan pekerjaan mereka.


Chae Rin pun pergi dengan Jae Sang.

Syukurlah tepat saat itu, Eun Hyuk datang dan melihat Chae Rin masuk ke mobil Jae Sang.

Bersambung ke part 3...........

*Sebenarnya sy udah mulai males nonton kelanjutan ini drama. Ini kali pertama sy baper dan malas ngikutin lagi kelanjutan ceritanya saking bapernya. Sy benar-benar gak tahan liat bagaimana Chae Rin ditekan sana-sini. Tapi mengingat ini drama tinggal beberapa episode lagi, akhirnya sy memutuskan lanjut nonton drama ini.

Nyonya Na ini benar-benar kejam. Baik Presdir Min, maupun Nyonya Park sama sekali gak tahu apa yang ibu mereka perbuat pada Chae Rin.

Semoga Makepacific hancur... Sy pengennya, Nyonya Na menjadikan Soo A pemilik perusahaan, tapi perusahaan hancur di tangan Soo A.

Entah kenapa sy jadi tiba-tiba curiga kalau Bu Kim ini punya hubungan darah dengan Chae Rin.

No comments:

Post a Comment