Thursday, November 1, 2018

The Princess Man Ep 10


Sooyang dan sekutunya senang menerima kepala Kim Jong Seo. Onyeong berkata, si macan tua akhirnya mati. Kwon Ram berkata, dia benar2 kuat. Shin Suk Joo berkata Pangeran Anpyeong tidak datang memenuhi panggilan Raja. Onyeong yakin Pangeran Anpyeong tahu ada yang tidak beres. Kwon Ram berkata, mereka pasti bisa menangkap Pangeran Anpyeong. Myung Hoe pun bersorak kalau sekarang adalah era Pangeran Sooyang. Shin Suk Joo berkata saat matahari terbit, masyarakat akan diberitahu Kim Jong Seo beserta sekutunya dibunuh karena merencanakan pemberontakan. Pangeran Sooyang tersenyum puas.


Seung Yoo mulai sadar. Lalu, terdengar suara Kim Jong Seo yg menyuruh Seung Yoo bangun. Seung Yoo bangun. Wajah sang ayah terbayang di benaknya. Ketika sang ayah memberinya wejangan karena akan menjadi Calon Pangeran Pendamping. Ketika sang ayah melihatnya ditangkap atas tudingan memiliki affair dengan Putri Kyung Hee. Ketika sang ayah menyuruhnya melawan Pangeran Sooyang. Dan ketika dirinya beserta sang ayah dibantai oleh sekutu2 Sooyang.
“Hidup… kita harus tetap hidup.” ucap Kim Jong Seo.
Ucapan sang ayah kala itu, memberikan kekuatan pada Seung Yoo. Seung Yoo bangun dan berteriak. Ia kemudian berdiri dan beranjak pergi.
Sooyang dan sekutunya menghadap Raja Danjong.
“Kami memiliki kepala Kim Jong Seo.” Ucap Sooyang.
“Apa kau benar2 mengeksekusi Wakil Perdana Menteri Kim?” tanya Jong.
“Wakil Perdana Menteri Kim Jong Seo, Menteri kemiliteran Cho Geuk Gwan, Menteri Personel Min Shin dan semua pengkhianat sudah dieksekusi.” Jawab Kwon Ram.
“Keluarga pengkhianat juga akan ditangkap dan dibunuh.” Sambung Onyeong.
Sooyang lalu meminta Raja Danjong kembali ke istana. Putri berkata, kalau Raja memang harus kembali ke istana, ia akan ikut. Sooyang melarang karena Putri sudah menikah dan meminta Putri tidak mencampuri masalah ini lagi. Putri kesal.

Paginya, Raja kembali istana. Sooyang dan sekutunya tersenyum puas. Raja meyakinkan kakaknya kalau ia akan baik2 saja. Putri mengangguk. Raja kemudian meminta Jong menjaga kakaknya dengan baik. Jong berkata mereka akan sering berkunjung ke istana dan meminta Raja makan teratur serta istirahat yg cukup. Raja mengangguk, lalu melepaskan tangan kakaknya dan naik ke tandu.

“Yang Mulia! Yang Mulia!” teriak Putri saat tandu yang membawa Raja mulai pergi.
Putri limbung. Jong dengan cepat memegangi tubuh istrinya itu. Putri tampak putus asa.
Seung Yoo jalan terseok2 di pasar. Orang2 disekelilingnya takut melihatnya.

Yeo Ri membuka pintu kamar Se Ryung. Tampak Se Ryung berbaring membelakangi pintu. Yeo Ri pun kembali menutup pintu kamar Se Ryung. Se Ryung menangis. Wajahnya pucat sekali. Ia ingat kata2 Putri Kyung Hee.
“Wakil Perdana Menteri Kim Jong Seo dan anaknya, Kim Seung Yoo, sudah mati. Satu2nya orang yang membunuhnya adalah kau!” ucap Putri.

“Yang Mulia, sebagian besar dari 3 penasehat negara dan 6 Menteri telah dieksekusi. Anda harus secepatnya memutuskan siapa pengganti mereka.” Ucap Kwon Ram.
“Aku akan memikirkannya terlebih dahulu.” Jawab Raja.
“Apalagi yang harus dipikirkan? Satu2nya orang yang bisa mengembalikan stabilitas negara adalah Pangeran Sooyang.” Ucap Onyeong.
“Yang Mulia, angkat Pangeran Sooyang menjadi Perdana Menteri dan hukum pengkhianat yang tersisa.” Ucap Shin Suk Joo.
“Angkat Pangeran Sooyang menjadi Perdana Menteri.” Ucap Kwon Ram.
“Lakukanlah.” Jawab Raja.


Sooyang keluar bersama para sekutunya dengan penuh kemenangan. Shin Suk Joo menghampirinya dan melapor kalau persiapan Sooyang kembali ke rumah sudah selesai. Ia juga bilang kalau Sooyang akan menjadi pusat perhatian dari penjuru dunia. Onyeong menambahkan akhirnya calon pemilik negeri ini akan segera diketahui. Sooyang tersenyum puas.

Seung Yoo jalan di tengah pasar, tanpa sengaja mendengar pembicaraan orang2 ttg kepala Kim Jong Seo dan para menteri yang dipajang. Betapa terpukulnya ia melihat hal itu. Setelah mendengar Pangeran Sooyang akan melewati jalan itu, Seung Yoo pun bergegas pergi. Ia menyeret langkahnya dengan sorot mata penuh dendam.

Lady Yoon dan Yeo Ri masuk ke kamar Se Ryung. Se Ryung masih berbaring.
“Ayahmu akan segera tiba. Bangun dan keluar untuk menyambutnya.” Ucap Lady Yoon.
Se Ryung diam saja.
“Akan banyak orang yang melihat. Paksa dia keluar.” Pinta Lady Yoon pada Yeo Ri.
Yeo Ri memaksa Se Ryung bangun dan memapahnya keluar.
Seung Yoo akhirnya tiba di Kediaman Sooyang. Pengawal mengusirnya, namun ia tak mau pergi membuat si pengawal terheran2. Lalu, tampaklah iring2an Sooyang. Semua mata tertuju pada Sooyang. Seung Yoo membekap pengawal tadi, dan membawanya pergi. Se Ryung dipapah keluar oleh pelayannya. Seung Yoo berhasil melumpuhkan pengawal tadi, kemudian mengambil pedangnya dan pergi ke Kediaman Sooyang.

Lady Yoon beserta putra putrinya pergi keluar untuk menyambut kedatangan Sooyang. Yeo Ri memapah Se Ryung. Sooyang turun dari tandu dan  menghampiri keluarganya sambil tersenyum. Seung Yoo menatap tajam ke arah Sooyang. Ia mau mencabut pedangnya, namun tidak jadi karena melihat Se Ryung. Seung Yoo kaget melihat Se Ryung.
 
“Bukankah dia putri tertua Pangeran Sooyang. Katanya, Pangeran Sooyang sangat menyayanginya.” Ucap orang2 sambil menunjuk Se Ryung.

Seung Yoo bener2 syok. Ia teringat momen2 indahnya bersama Se Ryung.

Kemarahan Seung Yoo meledak. Ia mencabut pedangnya dan lari ke arah Sooyang. Semua terkejut. Myun menangkis serangan Seung Yoo. Seung Yoo jatuh. Se Ryung syok melihat Seung Yoo yang ternyata masih hidup. Seung Yoo dan Se Ryung lalu saling menatap luka. Seung Yoo tidak menyerah. Ia kembali mencoba menyerang Sooyang, namun lagi2 Myun menangkis serangannya dan menjatuhkannya. Myun lalu memberi kode pada Jae Beon. Jae Beon pun memukul Seung Yoo. Seung Yoo jatuh pingsan.

Se Ryung lari ke arah Seung Yoo. Ia teriak, GURU! Im Woon membawa paksa Se Ryung kembali ke kamar. Se Ryung ingin keluar, namun Yeo Ri memeluknya. Se Ryung teriak, dia masih hidup. Mereka mungkin membunuhnya. Se Ryung mau keluar, tapi Lady Yoon datang. 


Se Ryung meminta belas kasihan ibunya. Sang ibu mengangkat tangannya, mau memukul Se Ryung.
Melihat wajah Se Ryung yg pucat dan tubuhnya yg gemeteran, Lady Yoon tidak jadi menampar Se Ryung. Ia justru memeluk Se Ryung. Keduanya jatuh terduduk.
“Bagaimana bisa kau merasakan cinta yang begitu dalam seperti ini? Dia sudah tahu kau putri Pangeran Sooyang.” Ucap Lady Yoon.
Lady Yoon lalu melepas pelukannya dan menatap Se Ryung.
“Kau adalah putri dari orang yang sudah membunuh ayah Seung Yoo. Kuatkan hatimu dan lupakan dia.” bujuk Lady Yoon.
Tangis Se Ryung pecah. Lady Yoon dan Yeo Ri sedih melihatnya. Yeo Ri bahkan berkaca2.

“Kim Seung Yoo, aku pikir dia sudah mati. Bagaimana mungkin dia masih hidup dan muncul di sini?” ucap Pangeran Sooyang pada Myun.
“Maafkan saya.” jawab Myun.
“Aku tahu ini tidak mudah bagimu. Tapi jika perasaan itu membuatmu mengacaukan semua rencanaku, sebaiknya kau tidak berada di sisiku. Ayahmu dan aku sudah menumpahkan begitu banyak darah untuk sesuatu yang ingin kami raih. Jangan pernah lupakan itu.” ucap Sooyang.
“Saya akan mengingatnya.” Jawab Myun.
“Kim Seung Yoo akan dipenggal di depan masyarakat sebagai contoh.” Ucap Sooyang.
“Ya.” jawab Myun.
Seung Yoo dijebloskan ke penjara. Ia masih pingsan. Beberapa tahanan berusaha menyadarkannya. Seorang tahanan berkata tidak ada gunanya ia sadar karena besok kepala mereka semua akan dipenggal Sooyang.
Myun ada di depan kamar Se Ryung. Ia ingat saat tadi Se Ryung histeris memanggil Seung Yoo. Myun menghela napas, lalu beranjak pergi.
Se Ryung di kamarnya, pandangannya kosong. Ia berkeringat dingin. Yeo Ri cemas dan membasuh wajah Se Ryung. Se Ryung ingat saat di kuil, Seung Yoo menanyakan namanya. Saat Seung Yoo mencoba menyerang ayahnya. Saat Seung Yoo tanya alasan Se Ryung tinggal di kuil. Saat Seung Yoo tanya apa Se Ryung punya alasan sehingga tidak bisa mengatakan siapa namanya.

“Kalau saja aku mengatakannya dari awal, dia tidak mungkin seperti ini.” sesal Se Ryung.
“Apa?” tanya Yeo Ri.
“Dia masih hidup. Aku harus menyelamatkannya.” Jawab Se Ryung.
Se Ryung mau pergi, tapi dilarang Yeo Ri. Se Ryung tidak peduli.
Se Ryung ditemani Yeo Ri menemui ayahnya. Sang ayah dingin menatapnya dan beranjak pergi tanpa bicara sepatah kata pun. Saat Sooyang melewati Se Ryung, Se Ryung meminta Sooyang jangan membunuh Seung Yoo. Ia berjanji, jika sang ayah menuruti permintaannya, ia akan hidup seperti yang diharapkan ayahnya.
“Dia berusaha membunuhku. Jika dia dibiarkan begitu saja, dia akan mengulanginya lagi. Aku menyesal atas kisah cintamu, tapi aku tidak punya pilihan.” Jawab Sooyang.
“Apa ayah masih belum puas? Apa benar ada pemberontakan yg dipimpin Tuan Kim Jong Seo? Tidak peduli dia salah atau tidak, setelah merenggut nyawa banyak orang, apa kau masih ingin ada pertumpahan darah lagi?” tanya Se Ryung.
“Jika kau seperti ini terus, Kim Seung Yoo akan semakin cepat menemui ajalnya.” Jawab Sooyang.

Sooyang beranjak pergi. Yeo Ri mencemaskan Se Ryung. Se Ryung bertanya, apa yang harus ia lakukan untuk menyelamatkan Seung Yoo?

“Pangeran Sooyang jadi Penasehat, ini jelas bukan keinginan Yang Mulia. Aku harus pergi ke istana.” Ucap Putri Kyung Hee.
“Bahkan jika kau pergi ke sana, itu hanya akan sia2. Perdana Menteri Kim Jong Seo dituduh melakukan pemberontakan.” Jawab Jong.

Eun Geum datang, memberitahu Seung Yoo yang sudah ditangkap. Jong tidak percaya, Seung Yoo ditangkap? Eun Geum bilang Seung Yoo ditangkap karena sudah berusaha membunuh Pangeran Sooyang. Jong kaget, Seung Yoo melakukannya? Eun Geum kemudian memberikan surat pada Putri Kyung Hee. Surat dari Pangeran Anpyeong. Putri senang, tahu Pangeran Anpyeong selamat dan sekarang sedang sembunyi.
Pangeran Anpyeong gelisah menunggu kedatangan Putri. Pelayan Pangeran Anpyeong lalu datang dan teriak, Tuan….
“Apa Tuan Putri sudah datang?” tanya Pangeran Anpyeong senang.

Tapi yang datang bukanlah Putri Kyung Hee, melainkan Myun dan pasukannya.
“Apa kakakku yang mengirim kalian?” tanya Pangeran Anpyeong.
“Kami akan mengawal anda.” Jawab Myun.

Jong dan Putri Kyung Hee dalam perjalanan menuju lokasi persembunyian Pangeran Anpyeong. Tanpa sengaja, Jong melihat Pasukan Myun menangkap Pangeran Anpyeong. Jong langsung menarik istrinya bersembunyi. Putri kecewa melihat Pangeran Anpyeong sudah tertangkap.

Sooyang menghadap Raja. Ia memberitahu kalau keluarga pemberontak sudah ditangkap. Raja tanya rencana Sooyang. Sooyang ingin mereka dihukum mati. Lalu, Kasim mengumumkan kedatangan Shin Suk Joo. Sooyang menyuruh Shin Suk Joo masuk. Shin Suk Joo melapor kalau Pangeran Anpyeong sudah ditangkap.
Raja kaget, Paman!

Putri Kyung Hee gelisah teringat penangkapan Pangeran Anpyeong. Seorang pria setengah baya datang. Pria itu Pangeran Geum Sung. Putri Kyung Hee dan Jong langsung menghampirinya.
“Yang Mulia, bagaimana sesuatu yang mengerikan seperti itu bisa terjadi? Mendiang kakakku pasti sedih akan hal ini.” ucap Pangeran Geum Sung sambil memegang tangan Putri.

“Pangeran Anpyeong sangat mencemaskanmu dan Yang Mulia. Sehingga segera setelah saya mendengar pesan darinya, saya langsung datang ke sini.” Ucap Pangeran Geum Sung.
“Bahkan Pangeran Anpyeong yang selalu mendukung kami, akan segera kehilangan nyawanya.” Jawab Putri.
“Bagaimana pun caranya, kita harus menyelamatkannya.” Ucap Pangeran Geum Sung.
“Untuk itu, kita membutuhkan banyak kekuatan.” Jawab Putri.
“Kita akan mendapatkannya.Orang yang tidak lupa kalau pemilik tunggal Joseon bukan Pangeran Sooyang melainkan Raja Danjong. Aku, Geum Sung, bersumpah rela mati demi Yang Mulia.” Ucap Geum Sung.
“Kalau kau tidak datang, kami tidak punya harapan lagi.” Jawab Jong.

“Memikirkan Yang Mulia Raja di sana sendirian, hatiku gelisah. Terima kasih, Paman.” Ucap Putri sambil menangis.
Profesor Kepala pergi menjenguk Seung Yoo di penjara bersama Jong. Penjaga melarang mereka masuk.

“Beraninya kalian menghalangi jalannya. Dia adalah guru Petugas Shin.” Ucap Jong.
Mereka pun diizinkan masuk. Tapi Profesor Kepala ragu untuk masuk. Ia tak tega melihat Seung Yoo.

Seung Yoo sadar. Ia teringat fakta mengenai Se Ryung yang adalah putri Sooyang.

Myun melihat Seung Yoo. Matanya sedikit berkaca2. Myun lalu berkata pada Jae Beon, kalau besok pengkhianat Kim Seung Yoo akan dieksekusi. Jae Beon kemudian memberitahu ada tamu untuk Myun. Jong dan Profesor Kepala masuk.

Jong marah, ia mencengkram kerah baju Myun. “Haruskah kata2 itu keluar dari mulutmu!”
Jong mau meninju Myun. Jae Beon mau menahan Jong, tapi dilarang Myun.
“Apa kau sudah gila?” tanya Jong dengan tangan gemetar.
“Turunkan tanganmu.” Ucap Profesor Kepala.
“Guru, si brengsek ini…”
Myun memberi hormat pada gurunya, lalu beranjak pergi.
Jong teriak, “Kau mau kemana? Katakan padaku bagaimana cara membebaskan Seung Yoo!”

Lalu terdengar kegaduhan dari salah satu sel. Beberapa tahan berteriak minta tolong pada penjaga. Ternyata, Seung Yoo mengamuk. Ia membentur2kan tubuhnya ke jeruji sel. Jong dan Profesor Kepala melihatnya, menangis. Jong teriak, SUDAH! Jong lalu mendekati Seung Yoo dan tanya apa Seung Yoo tidak mengenalinya?
Seung Yoo lalu jatuh dan pingsan.

Profesor Kepala menemui Myun.
“Ini pasti berat untukmu.” Ucap Profesor Kepala.
“Tidak. Demi ayah dan keluarga saya, saya memilih jalan ini.” jawab Myun.
“Justru karena itu, ini pasti sulit untukmu. Menggunakan kewajiban sebagai alasan pembenaran untuk membunuh temanmu.” Ucap Profesor Kepala.
“Saya tidak akan menyesali jalan yang sudah saya pilih. Sebaiknya anda pergi.” Jawab Myun.
“Myun-ah. Ini kesempatan terakhirmu untuk berhenti. Sebelum jalan yang kau pilih benar2 menghancurkanmu. Kembalilah menjadi dirimu yg dulu.” Ucap Profesor Kepala.
Profesor Kepala pergi. Myun mengalami pergolakan batin.

Myun lalu teriak, JAE BEON!
Jae Beon datang.
Myun : Jangan sampai ada kesalahan dalam proses eksekusi Kim Seung Yoo besok!
Jae Beon : Ya.

Jong dan Profesor Kepala keluar dari penjara tempat Seung Yoo ditahan. Jong menangis karena besok Seung Yoo akan dieksekusi. Profesor Kepala menenangkan Jong dengan bilang akan mencoba mencari cara menyelamatkan Seung Yoo. Mereka lalu beranjak pergi.


Se Ryung dan Yeo Ri rupanya ada di sana juga. Mereka syok mendengar percakapan Jong dan Profesor Kepala ttg Seung Yoo yg akan dieksekusi besok. Se Ryung bertekad masuk ke dalam, tapi dilarang penjaga. Jae Beon datang dan mengizinkan Se Ryung masuk.
Se Ryung ragu untuk masuk karena ingat kata2 mamanya.
“Bagi Kim Seung Yoo, kau hanyalah putri dari pembunuh ayahnya.”

Se Ryung berbalik. Ia kaget melihat Myun di belakangnya. Yeo Ri beranjak pergi. Myun mendekati Se Ryung.
“Pulanglah. Ini tempat penjahat berbahaya.” Ucap Myun.
“Bagaimana mungkin kau menyebutnya penjahat? Tolong selamatkan dia.” jawab Se Ryung.
“Aku calon suamimu, jadi lupakan Kim Seung Yoo.” ucap Myun.
“Apa kau tipe orang yang bisa melihat temanmu mati tanpa merasakan apa2?” tanya Se Ryung.
“Aku hanya melakukan tugasku.” Jawab Myun.
“Dia menganggapmu teman yang bisa dipercaya, Petugas Shin. Tapi sepertinya kesetiaanmu hanya sampai di sini.” Ucap Se Ryung.
Se Ryung pun pergi. Myun menatap kepergiaan Se Ryung dengan tatapan emosi.

Se Ryung tiba di rumah, tapi ia tak langsung masuk. Ia bingung bagaimana lagi caranya menyelamatkan Seung Yoo.

Di kamarnya, Se Ryung berpikir keras. Lalu tiba2, dia pergi lagi.
Para tahanan resah karena besok mereka akan dieksekusi. Seung Yoo teringat saat2 ayahnya dibantai para pembunuh.
“Ayah, sebentar lagi aku menyusulmu.” Batin Seung Yoo.

Se Ryung ternyata pergi ke tempat penyimpanan senjata. Ia mengambil sebilah pedang!!

Pangeran Sooyang sedang bersiap2. Lady Yoon membantu suaminya itu berpakaian. Lalu terdengar teriakan Im Woon yang menyuruh Pangeran Sooyang keluar.

Sesampainya diluar, Pangeran Sooyang dan Lady Yoon kaget. Se Ryung duduk di tanah dengan pedang disampingnya.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Pangeran Sooyang.
“Tolong selamatkan dia.” pinta Se Ryung.
“Kuperingatkan padamu. Jika kau masih seperti ini, proses eksekusi Kim Seung Yoo akan dipercepat.” Jawab Sooyang.
“Kalau ayah ingin membunuhnya, tolong bunuh saya dulu.” Ucap Se Ryung.
“Beraninya kau bicara seperti itu. Kau sudah dibutakan oleh cinta. Apa kau ingin mengakhiri hidupmu di depan ayahmu?” tanya Sooyang.
“Aku tidak dibutakan oleh cinta. Aku hanya ingin mencegah ayah mengambil nyawa orang yang tidak bersalah.” Jawab Se Ryung.
“Kau mencoba mengancam ayahmu dengan nyawamu? Apa kau pikir kau bisa menghentikan ayahmu dengan menggunakan nyawamu?” ucap Sooyang.

Sooyang beranjak pergi. Se Ryung mencabut pedangnya dan mengarahkan pedang itu ke lehernya. Semua kaget. Mata Se Ryung berkaca2. Se Ryung terlalu kuat menekan pedang ke lehernya, membuat darah mengucur. Sooyang memberi kode ke Im Woon untuk mengambil pedang.
“Maju satu langkah lagi saya akan menebas leher saya dengan pedang ini!” ancam Se Ryung.
“Se Ryung-ah.” Ucap Lady Yoon.

“Kau… kau….” ucap Sooyang syok.
Panggung eksekusi sudah disiapkan. Para algojo bersiap2. Jae Beon memeriksa lokasi eksekusi. Ia lalu melihat ke langit yang mulai gelap.
Jae Beon menyuruh penjaga membawa tahanan keluar. Para tahanan pun dibawa keluar. Seung Yoo menatap tajam Myun. Myun memalingkan wajahnya.
Sooyang di ruang kerjanya, teringat ancaman Se Ryung. Lalu, sekutunya datang mengajaknya ke lokasi eksekusi.

Onyeong puas karena sekutu Kim Jong Seo akhirnya dieksekusi. Kwon Ram puas karena Seung Yoo akan menyusul Kim Jong Seo. Shin Suk Joo tak tenang karena belum ada perintah Raja. Onyeong berkata mereka tidak perlu mendapatkan perintah Raja. Kwon Ram setuju dengan Onyeong. Mereka lalu bertemu rombongan Danjong.
“Apa tidur Yang Mulia nyenyak semalam?” tanya Sooyang.

“Paman, banyak orang sudah kehilangan nyawa. Haruskah anggota keluarganya dihukum mati juga?”
Onyeong berkata kalau seluruh pengkhianat harus dihukum mati.

Para tahanan dibawa ke lokasi eksekusi. Orang yang pertama dipenggal adalah Menteri Lee Ju Hak. Petugas membacakan dakwaan. Lee Ju Hak berkomplot dgn Kim Jong Seo melakukan pemberontakan. Hartanya akan disita dan istrinya akan dijadikan budak. Petugas membawa Lee Ju Hak ke panggung eksekusi.

Lee Ju Hak ketakutan. Para pemenggal mulai mengayunkan pedang. Kepala Lee Ju Hak dipenggal! Tubuh Lee Ju Hak langsung roboh. Masyarakat yg menyaksikan ini menjerit ngeri.

Sementara itu Se Ryung masih bertahan dengan pedang di lehernya. Tangannya gemetaran memegang pedang. Wajahnya semakin pucat.

Pangeran Geum Sung tiba di istana bersama Putri Kyung Hee, Jong, Profesor Kepala dan rekan2 Seung Yoo lainnya sesama guru. Sooyang kesal melihat mereka. Danjong tersenyum melihat Pangeran Geum Sung.
Pangeran Geum Sung tidak menggubris Sooyang. Ia membungkuk pada Raja dan berkata, “Yang Mulia, banyak nyawa yang tidak bersalah diambil. Saya mohon hentikan ini sekarang juga Yang Mulia. Terlebih, nyatakan ketidakbersalahan Anpyeong.”

“Tidak bersalah?” Sooyang tak terima.
“Apa bukti konspirasi mereka Hyungnim?” tanya Geum Sung.
“Harusnya kau tanyakan itu pada Kim Jong Seo yg sudah mati.” Jawab Sooyang.
“Jika seseorang tertangkap melakukan pemberontakan, mereka harus diadili dibawah hukum negeri ini untuk dicari kebenarannya.” Ucap Geum Sung.
“Justru karena ini keadaan darurat, mereka harus dieksekusi. Yang Mulia sudah tahu ini.” jawab Sooyang.
“Apa kau juga berani menghukum mati Anpyeong!” bentak Geum Sung.
“Beraninya kau…” Sooyang marah.

“Perdana Menteri, hentikan proses eksekusi sekarang.” perintah Danjong.
“Yang Mulia, bagaimana anda bisa mengampuni keturunan Raja?” tanya Sooyang.
“Kata2 Paman Geum Sung masuk akal, mereka harus dihukum sesuai prosedur.” Jawab Danjong.
“Prosedur?” Sooyang marah.
“Sekarang aku tidak sedang membahas ini. Aku memberimu perintah!” jawab Danjong tegas.
Sooyang dan sekutunya kecewa.

Tubuh Lee Ju Hak diseret turun dari panggung meninggalkan noda darah yang panjang. Berikutnya yg akan dipenggal adalah Seung Yoo. Seung Yoo ingat momen bahagianya bersama keluarganya juga saat menemukan ayahnya bersimbah darah. Saat para pemenggal akan mengeksekusi, petugas datang dan menyuruh menghentikan eksekusi. Petugas membacakan perintah Raja, kalau para tahanan akan dibuang ke Pulau Kanghwa dan status kebangsawanannya dicabut. Seung Yoo memandang ke langit. Langit kembali cerah.

Se Ryung masih menahan pedang di lehernya. Lady Yoon mendekatinya.
“Kenapa kau tidak menggunakan pedang itu untuk membunuh ibumu?” ucap Lady Yoon.
Lalu, Sooyang datang.

“Aku tahu kau mewarisi sifat keras kepala dariku. Dan aku tidak pernah membayangkan kau bisa menghentikanku. Kim Seung Yoo batal dieksekusi. Tapi besok dia akan diasingkan.” Ucap Sooyang.
“Benarkah itu?” tanya Se Ryung.
“Jika kau melakukan ini lagi, aku tidak akan mengampunimu.” Jawab Sooyang, lalu masuk ke dalam.


Se Ryung jatuh terduduk. Soong langsung mengambil pedang di tangan kakaknya. Lady Yoon menyuruh Yeo Ri membawa Se Ryung ke kamar. Soong dan Yeo Ri pun memapah Se Ryung ke kamar.

Danjong dapat pujian dari Putri Kyung Hee, Jong dan Pangeran Geum Sung.
“Aku bangga padamu. Ini adalah pemilik sebenarnya negara ini, yang berada di atas orang lain.” Ucap Putri.
“Apapun yang terjadi, jangan sampai anda kehilangan kewibawaan anda, Yang Mulia.” Ucap Pangeran Geum Sung.
“Aku mengerti.” Ucap Danjong.
“Sebelum Anpyeong diasingkan, kita harus segera menjemputnya. Agar Sooyang tidak punya alasan menekan anda.” Ucap Geum Sung.
“Kami akan selalu mendukung anda, Yang Mulia.” Ucap Jong.

Sooyang berkumpul dengan sekutunya. Onyeong kesal sudah meremehkan Raja karena usianya Raja yg masih muda. Ia lantas bertanya rencana Sooyang terhadap Anpyeong. Kwon Ram cemas karena di belakang Pangeran Geum Sung ada Chong Tong Wi, pasukan artileri, dan Profesor Lee Gae yang memiliki reputasi diantara sarjana lainnya.
“Kukira setelah Kim Jong Seo mati, semua beres.” Ucap Onyeong.
“Fakta bahwa Kim Seung Yoo masih hidup, membuatku kesal.” Ucap Shin Suk Joo.

“Kita tidak akan membiarkan Kim Seung Yoo hidup. Gelombang menuju Pulau Kanghwa sangat tinggi.” Ucap Myung Hoe.

Sooyang dan Myung Hoe lalu tersenyum. Myun tertegun.

Myung Hoe lalu menemui 3 anak buahnya dan berkata mereka harus merasakan hembusan angin laut.

Se Ryung terbaring lemah. Yeo Ri memijitnya. Yeo Ri tanya apa Se Ryung baik2 saja. Se Ryung diam saja. Ia lalu teringat Seung Yoo yg akan diasingkan besok. Se Ryung langsung duduk, mengambil mantelnya dan pergi. Yeo Ri melarang, tapi Se Ryung bersikeras. Yeo Ri bilang setelah semua yg terjadi, apa Se Ryung pikir Seung Yoo masih mau menemui Se Ryung. Se Ryung tetap pergi.

Penjaga melarang Se Ryung masuk. Yeo Ri bilang kalau Se Ryung adalah putri Sooyang. Penjaga langsung memberikan jalan untuk Se Ryung. Myun dan Jae Beon melihat mereka.
“Sepertinya dia ingin menemui Seung Yoo. Apa yang harus kita lakukan?” tanya Jae Beon.
“Biarkan saja. Ini terakhir kalinya mereka bertemu.” Jawab Myun.
Se Ryung menyuruh Yeo Ri menunggu diluar. Se Ryung pun masuk.
Sampai di dalam, Se Ryung langsung mencari Seung Yoo. Se Ryung akhirnya menemukan sel Seung Yoo. Ia sedih melihat Seung Yoo. Seung Yoo yg duduk menunduk di sel-nya menyadari ada seseorang. Ia mendongakkan wajahnya dan kaget melihat siapa yg datang. Seung Yoo mendekati Se Ryung. Kekecewaan, kebencian, kemarahan terlihat jelas di wajahnya. Se Ryung memejamkan matanya. Se Ryung lalu membuka matanya. Seung Yoo lalu mencekik Se Ryung.

Bersambung...............

No comments:

Post a Comment