Thursday, November 1, 2018

The Princess Man Ep 5


Se Ryung menemui Seung Yoo di penjara. Seung Yoo kaget dan mencemaskan Se Ryung. Se Ryung menyuruh Seung Yoo mengatakan yang sebenarnya kalau hari itu ia pergi bersamanya, bukan 
bersama Putri. Hanya itu satu2nya cara agar Seung Yoo tetap hidup. Seung Yoo tidak setuju Se Ryung menggantikan tempatnya. Se Ryung terus membujuk agar Seung Yoo mengatakan hal yang sebenarnya. Seung Yoo tanya, jadi Se Ryung ingin menggantikan tempatnya? Se Ryung meyakinkan Seung Yoo kalau ia akan baik2 saja. Ia juga mau mengatakan kalau dirinya anak Pangeran Sooyang. Tapi sebelum sempat ia mengatakan hal itu, Pangeran Sooyang datang!!
Pangeran Sooyang syok melihat anak gadisnya ada di sana. Para penjaga pun menarik Se Ryung keluar. Seung Yoo dan Se Ryung saling berpegangan, namun pegangan itu terlepas. Se Ryung teriak, Guru! Penjaga membawa Se Ryung keluar. Seung Yoo teriak, biarkan gadis itu pergi! Pangeran Seung Yoo terkejut dan menatap tajam Seung Yoo.

Penjaga mendorong Se Ryung ke tanah. Se Ryung berdiri dan mencoba masuk lagi. Namun penjaga menghalanginya. Se Ryung memohon agar penjaga mengizinkannya masuk karena masih ada hal yang mau dikatakannya pada Seung Yoo. Lalu Pangeran Sooyang datang. Pangeran Sooyang  memarahi penjaga yang membiarkan Se Ryung masuk menemui seorang criminal. Para penjaga ketakutan dan memohon ampun. Pangeran Sooyang mengampuni mereka dengan satu syarat. Mereka harus merahasiakan hal ini. Para penjaga mengerti dan beranjak pergi.
 
Pangeran Sooyang menatap putrinya tajam.
“Ayah.” Panggil Se Ryung.
“Beraninya kau memanggilku begitu di tempat seperti ini.” jawab Pangeran Sooyang kesal.
Se Ryung langsung diam.
“Ikut aku.” ucap Pangeran Sooyang.
Se Ryung menghela napas, lalu mengikuti ayahnya.
Di selnya, Seung Yoo mondar mandir. Ia cemas memikirkan nasib Se Ryung. Penjaga kemudian menghampiri Seung Yoo. Seung Yoo tanya apa yang terjadi pada gadis (Se Ryung) itu? Penjaga memperingatkan, tidak ada yang datang ke sini. Jika kau ingin tetap hidup. Cam kan itu. Seung Yoo teriak, apa yang terjadi padanya? Apa dia sudah pergi meninggalkan istana?
“Kenapa kau ada di sini? Apa kau pernah bertemu dengan Kim Seung Yoo sebelumnya?” tanya Pangeran Sooyang.
Se Ryung diam saja. Ia tampak ketakutan.
“Aku tanya apa kau mengenalnya!” tanya Pangeran Sooyang.
“Orang itu… selamatkan dia, ayah. Orang yang dia temui di luar istana… itu bukan Putri. Itu saya.” jawab Se Ryung dengan mata yang berkaca2.
Pangeran Sooyang kaget bukan main.
“Saya berpura2 menjadi Putri dan menggantikannya belajar. Karena saya dengar saya akan menikah dengannya. Saya penasaran orang seperti apa dia.” ucap Se Ryung lagi.
“Kau? Bertemu Kim Seung Yoo, berpura2 menjadi Putri? Orang yang pergi bersamanya ke Gibang adalah kau? Jangan bilang orang yang dimaksudnya dalam suratnya adalah kau.” Tanya Pangeran Sooyang.
“Maafkan saya ayah.” Jawab Se Ryung.
“Kim Seung Yoo, apa dia tahu kau adalah putriku?” tanya Pangeran Sooyang.
“Tidak tahu. Dia mengira saya adalah dayang yang menggantkan Putri. Dia juga menyelamatkan hidup saya…. ayah, tolong selamatkan dia. Saya tidak bisa membiarkan dia mati karena saya. Katakan yang sebenarnya pada Yang Mulia.” Pinta Se Ryung.
“Mengatakan yang sebenarnya? Bagaimana bisa kau begitu bodoh. Aku selalu mengingatkanmu, kesalahan kecil bisa membuatmu kehilangan nyawamu. Jika orang2 tahu anak Pangeran Sooyang berpura2 menjadi Putri, bukan hanya kau, tapi juga ayahmu bahkan adikmu juga akan kehilangan nyawa. Apa itu yang kau inginkan?” jawab Pangeran Sooyang.
Se Ryung tampak bingung dan pucat.
“Baiklah. Kau tidak pernah ke sini malam ini. Kau juga tidak pernah bertemu Kim Seung Yoo sebelumnya. Bagi Kim Seung Yoo, kau hanya seorang dayang. Kau mengerti.” Ucap Pangeran Sooyang.
Se Ryung menghela napas. Matanya berkaca2. “Saya akan melakukan apapun yang anda minta. Tapi tolong selamatkan dia.”
“Se Ryung.”

Se Ryung berlutut dan memohon, “Tolong. Tolong selamatkan dia. Jika sesuatu yang buruk menimpanya, saya tidak akan bisa hidup.”
“Kebenaran ini… apa Putri Kyung Hee tahu?” tanya Pangeran Sooyang.
“Ya.” jawab Se Ryung.
“Ayahmu akan mengurus hal ini.” jawab Pangeran Sooyang.
“Ayah.” Bujuk Se Ryung.
“Berjanjilah kau tidak akan menemuinya lagi.” Pinta Pangeran Sooyang.
“Saya janji.” Jawab Se Ryung.
Pangeran Sooyang mengantar Se Ryung ke tandu. Yeo Ri dan pengawal lainnya sudah menunggu. Pangeran Sooyang meminta pengawalnya mengawal Se Ryung sampai ke rumah dan memastikan Se Ryung tidak bertemu siapapun sepanjang jalan. Pengawal menyanggupi. Mereka lalu memberi hormat pada Pangeran Sooyang dan beranjak pergi.


“Bagaimana caranya surat itu bisa ada di tangan Biro Penyelidik?” tanya Eun Geum.
“Ini perbuatan Paman Sooyang. Dia melakukan ini untuk membatalkan pernikahanku dengan Jikgang Kim.” Jawab Putri Kyung Hee.
“Apa?! Jika ini berlanjut, Jikgang Kim akan kehilangan nyawanya. Apa yang harus kita lakukan?” ucap Eun Geum.
“Jika ini terjadi, hubungan Raja dan Penasehat Kim akan memburuk. Mana mungkin Penasehat Kim akan setia pada Raja yang sudah membunuh anaknya sendiri?” jawab Putri Kyung Hee.
Putri Kyung Hee lantas bangkit dari duduknya.
Eun Geum tanya, “Anda mau kemana?”
“Aku akan pergi menemui ayah dan mengatakan yang sebenarnya untuk menyelamatkan Jikgang Kim.” Jawab Putri Kyung Hee.
Namun sebelum itu terjadi, Pangeran Sooyang datang!!
Eun Geum menguping pembicaraan Putri Kyung Hee dan Pangeran Sooyang.


Pangeran Sooyang tanya mau pergi kemana Putri Kyung Hee? Putri Kyung Hee menjawab kalau dia akan pergi menemui ayahnya untuk urusan penting. Pangeran Sooyang tanya apa ini disebabkan oleh putrinya, Se Ryung? Tampak jelas kekagetan di wajah Putri Kyung Hee, namun ia berusaha menyembunyikannya. Putri berkata kalau Seung Yoo telah dibodohi oleh Se Ryung yang berpura2 menjadi putri dan orang yang harus dieksekusi adalah Se Ryung. Pangeran Sooyang tanya apa Putri Kyung Hee membencinya. Putri membenarkan, lalu tanya apa yang akan dilakukan Pangeran Sooyang. Pangeran Sooyang berkata kalau Se Ryung melakukan kesalahan yang besar, maka dia harus dihukum tapi jika Se Ryung sampai kehilangan nyawanya, maka Putri Kyung Hee juga akan merasakan hal yang sama. 

“Beraninya kau mengancamku dengan keselamatan Putra Mahkota.” Ucap Putri Kyung Hee sambil menatap tajam Pangeran Sooyang.
“Putri, bukankah kau juga mengancam keselamatkan putriku untuk menyelamatkan Kim Seung Yoo.” Jawab Pangeran Sooyang.

Putri Kyung Hee bangkit dari duduknya dan beranjak keluar. Namun kata2 Pangeran Sooyang menghentikan langkahnya. Pangeran Sooyang bertanya, apakah Putri tidak akan menyesal membunuh Se Ryung yang sudah dianggap seperti adik sendiri? Putri Kyung Hee terdiam. Pangeran Sooyang tersenyum puas.

Shin Myun dan Jong pergi ke penjara untuk menemui Seung Yoo akan tetapi petugas melarang mereka masuk. Shin Myun menunjukkan tanda pengenalnya sbg petugas pemerintah yang bekerja di Hanseong. Tapi petugas tetap melarang mereka masuk. Jong lalu menunjukkan bajunya dan berkata kalau ia adalah calon pendamping Putri. Penjaga tersenyum sinis dan mengusir mereka. Jong dan Shin Myun pun akhirnya pergi.
“Apa yang terjadi di sini? Orang yang akan menjadi calon Pangeran Pendamping dimasukkan ke penjara? Kudengar ada penyelidikan lagi. Bagaimana kalau terjadi sesuatu yang buruk?” ucap Jong cemas.

Shin Myun tiba2 beranjak pergi. Ternyata Myun pergi menemui Se Ryung. Tapi pengawal Pangeran Sooyang tidak mengizinkan Myun bertemu Se Ryung. Myun memaksa dan berkata kalau ini sangat penting. Pengawal Pangeran Sooyang berkata kalau ini perintah dari Pangeran Sooyang. Myun pun akhirnya pergi.

Pangeran Sooyang bertemu dengan para sekutunya. Pangeran Onyeong berkata kalau mereka harus mengajukan petisi pada Raja untuk melakukan penyelidikan lebih dalam lagi. Kwon Ram berkata petisi dari 2 kantor juga akan segera dikirim dan Seung Yoo akan segera dieksekusi. Pangeran Sooyang diam saja. Pangeran Onnyeong pun heran. Kwon Ram tanya apa Pangeran Sooyang punya rencana lain untuk menyingkirkan Seung Yoo? Pangeran Sooyang teringat kata2 Se Ryung tadi.
Flashback
“Tolong, tolong selamatkan dia. Jika terjadi sesuatu yang buruk padanya, aku tidak akan bisa hidup.” Ucap Se Ryung sambil menangis.
Flashback end
“Tentu saja dia harus mati. Bukankah ini tujuan awal kita?” ucap Pangeran Sooyang.

Kim Jong Seo merenung. Ia teringat jawaban Seung Yoo ketika Pangeran Anpyeong bertanya apakah Seung Yoo yang memancing Putri keluar istana. Saat itu, Seung Yoo berkata kalau itu bukan Putri. Kim Jong Seo pun akhirnya menyadari sesuatu. Ia pun pergi ke penjara ditemani anak sulungnya, Seung Kyu.
“Katakankan sesuatu. Apa kau tidak ingin hidup?” desak Seung Kyu.
“Seung Yoo, ketika Pangeran Anpyung bertanya apa kau yang memancing Putri keluar, kau dengan jelas menjawab kalau itu bukan Putri. Kenapa kau mengatakan itu? Apa ada sesuatu yang kau tutupi dari ayah?” Ucap Kim Jong Seo.
Seung Yoo tetap diam.
“Apapun yang terjadi, katakanlah. Kau tidak boleh mati sia2 seperti ini.” ucap Seung Kyu.
Seung Yoo tetap diam.
“Seung Yoo.” Bujuk Kim Jong Seo.

Kim Jong Seo bertemu dengan Pangeran Sooyang dan kroni2nya. Mereka lalu bicara empat mata.
“Apa kau puas sekarang?” sindir Kim Jong Seo.
“Dia seorang criminal, tentu saja harus dihukum.” Jawab Pangeran Sooyang.
“Aku tahu kau yang melaporkan Seung Yoo dan mengirimkan surat itu.” ucap Kim Jong Seo.
“Harus ada seseorang yang melaporkan itu. Beraninya ia bermain2 dengan Putri. Bagaimana hal ini bisa diampuni begitu mudah? Bahkan orang hebat sepertimu tidak berkutik jika itu anak sendiri.” jawab Pangeran Sooyang.
“Kau benar. Aku, Kim Jong Seo, memohon agar kau sudi menyelamatkan anakku.” Ucap Kim Jong Seo.
“Ini tidak seperti dirimu.” Jawab Pangeran Sooyang.
“Kau menang. Apa yang kau inginkan?” tanya Kim Jong Seo.
Pangeran Sooyang pun tersenyum puas.

Keesokan harinya, Kim Jong Seo mengajukan surat pengunduran diri pada Raja Munjong. Raja Munjong kaget. Ia tanya apa Kim Jong Seo serius ingin mengundurkan diri? Kim Jong Seo memohon Raja menerima surat pengunduran dirinya. Ia berkata kalau putranya sudah terlibat kejahatan serius pada keluarga Raja, jadi ia tidak mungkin lagi melayani Raja. 
 
Shin Suk Joo ikut2an. Ia berkata setelah Raja menerima pengunduran diri Kim Jong Seo, maka mereka harus segera mengeksekusi Kim Seung Yoo dan melanjutkan proses pemilihan calon Pangeran Pendamping. Raja Munjong terkejut. 
“Yang Mulia, meski kejahatan Kim Seung Yoo tidak termaafkan, tapi melihat pengorbanan ayahnya, jangan hokum mati Kim Seung Yoo.” Ucap Pangeran Sooyang.
Raja pun menerima pengunduran diri Kim Jong Seo.
Di Kantor Hanseong, Myun dan Jong menunggu dengan gelisah. Myun berkata kalau ia harus menemui gadis (Se Ryung) itu, karena itu satu2nya jalan menyelamatkan Seung Yoo. Jong bingung. Ia tanya siapa gadis yang dimaksud Myun? Lalu Ja Beon datang. Myun tanya apa yang terjadi?
Ja Beon : Dia selamat. Tapi jabatannya di pemerintahan diturunkan.
Jong tanya, diturunkan? Apa kau yakin?

Ja Beon membenarkan. Myun menarik napas lega. Jong bahkan melonjak saking senangnya.
Ja Beon kemudian memberitahu Myun kalau ada seseorang yang menunggunya di luar. Myun pun langsung keluar untuk menemui orang itu. Orang itu, Se Ryung! Jong melihat Se Ryung dan Myun dari jauh. Se Ryung datang untuk mencari tahu kabar Seung Yoo. Myun kesal. Ia tanya kalau Se Ryung mencemaskan Seung Yoo, kenapa Se Ryung baru muncul sekarang? Se Ryung seharusnya pergi ke istana dan menjelaskan semuanya. 
“Aku tidak punya pilihan. Bagaimana keadaan guru?” tanya Se Ryung.
“Dia bebas.” Jawab Myun.
“Dibebaskan hidup2?” tanya Se Ryung.
“Ya.” jawab Myun.

Se Ryun pun tersenyum lega. “Ini melegakan. Sungguh melegakan. Aku pikir sesuatu yang buruk akan terjadi padanya…” Se Ryung menghapus tangisnya. “… terima kasih. Hatiku benar2 lega.”
Se Ryung pun beranjak pergi. Namun kata2 Myun menghentikan langkahnya. Se Ryung pun berbalik. Myun memberitahu kalau Seung Yoo dibebaskan hari ini. Se Ryung tersenyum pahit, kemudian beranjak pergi.

Myun jalan kembali ke kantor. Jong tanya siapa wanita itu. Myun bilang bukan siapa2 dan mengajak Jong menemui Seung Yoo. Jong cengar cengir. Myun beranjak pergi. 

Myung Hoe cs berpesta bersama para gisaeng dan membagi2kan uang dari Pangeran Sooyang. Myung Hoe memuji kerja keras anak buahnya. Saat salah satu anak buahnya memberikan uang padanya, ia menolak. Ia berkata uang akan datang dengan sendirinya jika memiliki kekuasaan.
Pangeran Sooyang, Kwon Ram, Shin Suk Joo dan Pangeran Onyeong juga tengah berpesta. 
  

“Sekarang Kim Jong Seo sudah mengundurkan diri. Aku seperti merasa gigi yang sakit telah dicabut.” Ucap Pangeran Onyeong sambil tertawa.
“Sekarang yang tersisa di istana siapa lagi kalau bukan Pangeran Sooyang.” Ucap Kwon Ram.
“Maka dari itu, kita harus menunjukkan kekuatan Pangeran Sooyang dalam pemilihan calon Pangeran Pendamping.” Ucap Pangeran Onyeong.
“Tanpa Penasehat Kim, Baginda Raja tidak ada apa2nya.” Ucap Kwon Ram.
“Bum Ong (calon besan), kau benar2 memberikan bantuan besar. Jika saya bisa mendapatkan putra anda, saya tidak akan takut pada apapun.” Ucap Pangeran Sooyang.
“Sebagai ayah dari anak itu, saya minta pernikahan anak kita segera dilangsungkan.” Ucap Shin Shuk Joo.
“Tentu saja. Saya tidak mau kehilangan anda.” Ucap Pangeran Sooyang.

Kim Jong Seo ingin menemui Raja. Tapi Raja menolak ditemui. Kasim pun serba salah. Kasim akhirnya masuk ke dalam. Raja tampak kurang sehat. Untuk duduk saja ia sebegitu sulitnya. Kim Jong Seo pun berkata pengunduran dirinya untuk membuat Pangeran Sooyang lengah. Ia juga berkata akan membangun kekuatan untuk melindungi Putra Mahkota. Ia meminta Raja mempercayainya. Raja masih tetap diam di ruangannya. Kim Jong Seo pun berkata akan meninggalkan Raja sekarang dan meminta Raja menjaga kesehatan.

Seung Kyu menjemput adiknya di tahanan. Sang adik bertanya, bagaimana caranya ia bisa bebas.
Seung Kyun pun menjawab, “Kulihat kau masih punya energy untuk penasaran.”
“Bagaimana dengan ayah?” tanya Seung Yoo.
“Kau masih punya keberanian menanyakan ayah?” jawab Seung Kyu.
“Jadi aku dibebaskan karena ayah?” tanya Seung Yoo.
“Bukan hanya memohon pada Sooyang untuk membebaskanmu, dia juga mengajukan pengunduran diri pada Yang Mulia. Tidak ada yang bisa menandingi penghinaan itu. Jadi diam lah dan ikuti aku.” jawab Seung Kyu.
Seung Yoo pun lemas. Ia tak menyangka akan begini kejadiannya.

Seung Yoo berjalan mengikuti kakaknya. Dari balik pohon, Se Ryung mengamati Seung Yoo. Ia pun teringat kata2 Seung Yoo.
“Setelah kita menikah, mereka akan memiliki banyak waktu untuk berkuda bersama. Jadi berjanjilah kalau anda tidak akan pergi meninggalkan istana karena diluar sangat berbahaya.” Ucap Seung Yoo.
Ia lalu teringat kata2 ayahnya kemarin.
“Kau tidak boleh bertemu Kim Seung Yoo lagi.” Pinta Sooyang.
Ia kemudian teringat kebersamaannya dengan Seung Yoo.
“Aku akan melakukan apapun asal dia selamat.” Batin Se Ryung.
Se Ryung pun beranjak pergi dengan menahan kesedihannya.
“Dia adalah pria pertama yang ingin kunikahi.” Batinnya lagi.

Seung Kyu membawa adiknya pulang. Kim Jong Seo sudah menunggunya bersama Lady Ryu dan Ah Gong. Begitu tiba di rumah, Seung Yoo langsung berlutut pada ayahnya. Kim Jong Seo menyuruh Seung Yoo berdiri. Seung Yoo menahan tangisnya. Ia benar2 merasa bersalah pada ayahnya. Lady Ryu dan Ah Gong juga sedih melihat Seung Yoo.

Seung Yoo dan sang ayah bicara berdua. Sang ayah berkata bagaimana bisa seorang pria berlutut hanya karena masalah kecil?
Seung Yoo : Bagaimana bisa ayah menahan penghinaan seperti ini?
Kim Jong Seo : Kau pikir aku seorang pria yang akan mundur hanya karena anakku? Jangan mudah berlutut pada seseorang. Aku sudah melakukannya di depan Sooyang. Kelak, kau akan menggantikanku melawan orang2 Sooyang.
Seung Yoo : Ayah.
Kim Jong Seo : Terus menerus memikirkan masa lalu, itu bukan sikap seorang pria. Pergilah ke tempat yang jauh dan kembali lah setelah pikiranmu tenang.

Malamnya, Myun dan Jong mendatangi kediaman Seung Yoo. Seung Kyu melarang mereka masuk. Myun dan Jong tidak mengerti. Myun tanya ada apa.
Seung Kyu : Apa kau tidak tahu ayahmu mengajukan petisi pada Raja untuk mengeksekusi Seung Yoo?
Myun dan Jong kaget.
Seung Kyu : Bagaimana bisa ayahmu memilih berada di sisi orang seperti Sooyang? Jangan pernah datang ke sini lagi.
Seung Kyu pun menyuruh pelayan menutup pintu.
Myun dan Jong sama2 kaget. 
Jong : Apa maksudnya? Ayahmu ingin Seung Yoo mati?
Myun : Aku pergi dulu.

Myun : Apa itu benar, ayah? Ayah ingin Seung Yoo mati?
Shuk Joo : Benar.
Myun : Seung Yoo….. dia sahabatku.
Shuk Joo : Tapi sebelum ia menjadi temanmu, ia adalah putra Kim Jong Seo. Aku harus memilih antara Kim Jong Seo dan Pangeran Sooyang. Ini takdir yang tidak bisa dihindari.
Myun : Jadi… ayah memilih Pangeran Sooyang?
Shuk Joo : Aku akan… menaikkan Pangeran Sooyang ke posisi yang lebih tinggi. Dan kau juga akan menikmatinya. Aku sudah memutuskan menerima lamaran dari Pangeran Sooyang. Pernikahan akan segera dilaksanakan. 

Myun emosi. Ia beranjak keluar dan melampiaskan emosinya dengan bermain pedang. Myun lalu teringat kata2 ayahnya, bahwa sang ayah sudah menerima lamaran Pangeran Sooyang. Ia pun kembali memainkan pedangnya. Ia lalu teringat bagaimana khawatirnya Se Ryung pada Seung Yoo. Myun pun akhirnya membuang pedangnya dan beranjak pergi.

Pagi2 sekali Seung Yoo sudah bersiap2 untuk pergi. Ia mengenakan baju biasa dan membawa buntalan. Sesampainya di depan kamar ayahnya, ia berhenti dan memberi hormat.
Seung Yoo : Aku akan segera kembali dan melindungimu, ayah.
Seung Yoo pun beranjak pergi Kim Jong Seo membuka jendela kamarnya dan memandangi kepergian Seung Yoo.

Di luar, Seung Yoo mondar mandir. Ia cemas memikirkan Se Ryung. Kemudian Myun datang.
Myun : Apa kau baik2 saja?
Seung Yoo : Aku tidak punya pilihan, tapi aku baik2 saja.
Myun : Kemana kau akan pergi?
Seung Yoo : Seperti keinginanku. Kemana pun aku mau… aku akan pergi tanpa berpamitan pada Jong. Jika dia bicara tentang teman yang tidak setia atau apa saja, berikan saja dia anggur.
Myun tersenyum geli dan berkata, baiklah. Myun lalu menghela napas dan berkata, “Padamu… ayahku….”
“Sudahlah. Kita2 pura saja tidak melihat dunia yang memusingkan ayah kita.” Jawab Seung Yoo.
Myun pun tersenyum lega.

“Myun, bisakah kau membantuku mencari seseorang?” tanya Seung Yoo.
“Siapa?” tanya Myun.
“Gadis itu… gadis yang kau lihat waktu itu.” jawab Seung Yoo.
“Gadis itu, maksudmu…”
“Dia bukan Putri.” Seung Yoo memotong kata2 Myun.
Myun biasa aja. Melihat reaksi Myun, Seung Yoo berkata lagi, “Kau bahkan tidak terkejut. Kudengar dia dayang istana. Aku tidak tahu yang lain tentangnya. Setelah dia datang menemuiku di penjara dan dia ditarik keluar, aku tidak tahu keberadaannya.”
“Setelah mengalami hal yang menyakitkan, kau masih ingin menemuinya?” tanya Myun.
“Selama dia baik2 saja, itu sudah cukup bagiku.” Jawab Seung Yoo.

Tiba saatnya bagi Raja Munjong memutuskan siapa yang akan menjadi Pangeran Pendamping. Pangeran Sooyang meminta kakaknya untuk memilih Jong dari keluarga Jung Chung Gyeong. Alasannya adalah karena keluarga Jung sangat terhormat dan lebih sebanding dengan keluarga Raja dibandingkan dengan calon lainnya.
Raja : Jika Suyang merasa seperti itu, apa artinya perasaanku. Lakukanlah.

Eun Geum melapor pada Putri Kyung Hee soal siapa Pangeran Pendamping. Namun Putri tak tertarik mendengarnya. Berbeda dengan Jong yang sangat senang dirinya terpilih sebagai Pangeran Pendamping.

“Apa kau senang terpilih menjadi Pangeran Pendamping?” tanya Profesor Kepala.
“Sekarang murid yang tidak berguna ini akan menjadi kepala keluarga. Ibuku yang sedang sakit pasti senang mendengar berita ini.” jawab Jong.
“Ini bukan sesuatu yang bisa kau banggakan. Posisi Pangeran Pendamping tidak akan mudah dipikul. Mereka bahkan mengirim Seung Yoo ke penjara. Mereka mencoba mendorongmu ke setiap arah yang mereka inginkan. “ ucap Profesir Kepala.
“Aku tahu. Meskipun aku tidak sehebat Seung Yoo, aku janji akan melindungi Putri dan Putra Mahkota.” Jawab Jong.

Raja bicara berdua dengan Putri Kyung Hee. Raja sedih karena Putri akan menikah tanpa sosok ibu. Putri minta agar ayahnya tidak mencemaskan hal itu. Ia meyakinkan ayahnya kalau dirinya akan baik2 saja. Sang ayah berkata lagi, kalau dirinya yang seorang raja tidak mampu melakukan apapun untuk Putri. Putri pun meyakinkan ayahnya kalau dirinya akan hidup bahagia setelah menikah.
Raja lega, putriku sudah tumbuh dewasa.
Putri Kyung Hee hanya tersenyum.
“Pernikahanmu akan dilaksanakan di dalam istana.” Ucap Raja.
“Tapi ayah, pernikahan Putri biasanya diadakan di luar istana, bukan di istana.” Jawab Putri.
“Aku tidak akan mengikuti adat itu kali ini. Karena rasa sayangku sebagai ayah, aku berharap bisa menghadiri pernikahanmu.” Ucap Raja.

Keluarga Pangeran Sooyang sedang menuju istana. Pangeran Sooyang dan putranya mengendarai kuda. Di belakang mereka, ada 3 tandu yang membawa Se Ryung, Se Jeong dan Lady Yoon. Se Ryung tampak sedih. Lady Yoon menyuruh Se Ryung menemani Putri. Se Ryung sebenarnya enggan tapi ia tak bisa menolak.

Myun menjemput Jong. Ia tersenyum melihat barisan pasukan pengawal di depan rumah Jong. Jong keluar dari rumah sambil memapah ibunya. Myun membungkuk, memberi hormat pada ibu Jong.
Jong merentangkan tangannya. Ia tanya, “Bagaimana? Apa aku terlihat seperti Pangeran Pendamping?”
Myun tersenyum lebar (OMG! GANTENG BANGET……… ).
“Baju bagus bisa membuat seorang pria terlihat keren.” Ucap Myun.
“Aku merasa terhormat karena Hu Haeng-ku adalah petugas Hanseong.” Jawab Jong.
Jong lalu menghela napas, kemudian berkata, “Kalau saja Seung Yoo ada di sini bersama kita, aku akan lebih bahagia.”
“Ayo berangkat.” Ajak Myun.

Putri Kyung Hee juga tengah bersiap dibantu dayang2nya. Para dayang membersihkan dan merias wajah Putri. Akan tetapi, Putri tampak murung. Tak ada sinar kebahagiaan di wajahnya sama sekali. Saat melihat baju pengantinnya, ia kesal. Matanya berkaca2. Dayang lalu mengumumkan kedatangan Se Ryung.
Putri kesal, suruh dia masuk!

Putri yang sudah mengenakan baju pengantin lengkap menemui Se Ryung. Se Ryung membungkuk, memberi hormat pada Putri. Tapi Putri Kyung Hee malah menamparnya. Se Ryung jelas kaget.
“Apa kau di sini untuk mencari hiburan! Aku tanya apa kau di sini untuk mentertawakanku! Ini kan yang kau inginkan! Kau pasti menginginkan ini lebih dari siapapun agar aku tidak menikah dengan Kim Seung Yoo. Apa rencanamu sekarang? Apa kau berencana menemui Kim Seung Yoo lagi?” ucap Putri marah.

“Yang Mulia!” jawab Se Ryung dengan menahan tangisnya.
“Berhentilah bermimpi!  Ayahmu dan ayahnya sekarang adalah musuh yang tidak bisa hidup bersama di bawah langit yang sama. Bukan hanya itu. Kau telah menghancurkan kehidupan seorang pria dan hidupku. Tapi kau masih berani muncul di sini? Kau benar2 tidak tahu malu.” Ucap Putri.
“Saya datang untuk mengucapkan selamat atas pernikahan anda.” Jawab Se Ryung dengan tangis hampir keluar.
“Mengucapkan selamat padaku?” tanya Putri yang juga ingin menangis. “Apa menurutmu aku bahagia menerima ucapan selamat itu?”
“Jika Yang Mulia menikah, Yang Mulia pasti akan menjadi pengantin paling cantik di dunia. Saya sering memikirkan ini. Karena Yang Mulia Ratu tidak ada di sini, maka saya akan membantu anda. Anda adalah pengantin paling cantik yang pernah saya lihat. Bahkan jika saya meminta maaf, akan sulit bagi anda untuk memaafkan saya. Jadi saya akan pergi sekarang. Saya akan selalu mendoakan anda, meski saya tidak bisa lagi melihat anda.” Jawab Se Ryung.
Se Ryung pun beranjak pergi. Tangis Putri pun pecah.

Rombongan pengantin memasuki istana. Se Ryung jalan keluar dan berpapasan dengan Myun. Myun melihat Se Ryung, tapi Se Ryung tidak. Myun pun memutuskan mengejar Se Ryung. Se Ryung menangis di balik pilar. Ia lalu beranjak pergi. Tapi saat melihat Myun, ia berbalik untuk menghapus air matanya.
“Apa anda baik2 saja?” tanya Myun cemas.
“Ya.” jawab Se Ryung.

“Saya bersikap kasar pada anda terakhir kali. Waktu itu, saya sangat mencemaskan sahabat saya. Saya terlalu keras pada anda.” Ucap Myun.
“Tidak apa2. Orang itu…. seharusnya dia menyalahkanku kan?” tanya Se Ryung.
Myun tertegun. Ia teringat kata2 Seung Yoo. Seung Yoo bilang, mengetahui Se Ryung baik2 saja, itu sudah cukup baginya dan ia tak akan pernah menemui Se Ryung lagi.
“Tidak apa2 jika kau tidak mau menjawabku. Bagaimana pun, bagi Yang Mulia Putri dan dia… walaupun bukan keinginanku, aku sudah menyebabkan kehancuran besar.” Jawab Se Ryung.
“Apa terjadi sesuatu?” tanya Myun.
“Tidak. Suatu hari, aku juga…. akan menikah seperti Putri.” Jawab Se Ryung.
Myun lantas teringat tawaran pernikahan dari Pangeran Sooyang.
“Kau tidak ingin menikah?” tanya Myun.
“Ini hal yang tidak bisa dihindari. Keluarga sudah membahas soal ini.” jawab Se Ryung.
Myun terlihat sedih.
Se Ryung lalu tersenyum dan berkata, “Sekarang aku lega. Aku merasa seperti bertemu teman baik. Terima kasih. Upacara akan segera dimulai. Kita harus segera ke sana.”

Upacara pernikahan dimulai. Jong memasuki lokasi upacara. Semua bangsawan tersenyum. Pihak Kim Jong Seo tersenyum muram. Pihak Pangeran Sooyang tersenyum puas. Putri diantar masuk ke lokasi pernikahan. Ia melihat ayahnya, kemudian tersenyum. Sang ayah juga tersenyum. Senyum prihatin.
Saat melihat calon istrinya, Jong tersenyum. Tapi kemudian ia teringat dengan perempuan yang ada di dalam tandu. Perempuan itu Putri Kyung Hee. Sedangkan Putri Kyung Hee sebal melihat calon suaminya. Ia lalu teringat sosok Jong yang dipukuli lintah darat. Jong tampak senang. Tapi tidak dengan Putri. Putri tidak percaya orang seperti Jong akan menjadi suaminya. Mereka lalu saling memberi hormat.



Raja menuangkan arak. Tapi tangannya gemetaran saat memegang teko. Kasim terlihat gelisah. Sedang Pangeran Sooyang, Menteri Onyeong dan Kwon Ram menatapnya dengan tatapan aneh. Arak pun dihidangkan untuk kedua mempelai. Keduanya minum arak. Setelah minum arak, Putri menoleh pada ayahnya. Ia menatap sang ayah dengan tatapan sedih.
Raja memaksakan diri untuk tersenyum. Saat kedua pengantin berjalan menjauh, Raja muntah darah.
Semua teriak, “Yang Mulia!”
Putri pun menoleh. Dan ia teriak, AYAH!!

Di sebuah desa, Seung Yoo berdiri merenung. Kemudian pelayan datang membawakan sebuah surat. Surat itu dari Seung Kyu. Seung Kyu memberitahu kalau Raja sedang sakit dan meminta Seung Yoo kembali untuk membantu ayah mereka. Setelah membaca surat itu, Seung Yoo langsung pergi dengan kudanya.

Pangeran Sooyang, Putra Mahkota, Putri Kyung Hee dan Jong menunggui Raja yang belum sadarkan diri.
Pangeran Sooyang : Baginda Raja akan segera sadar. Sampai saat itu tiba, tolong anggaplah pamanmu ini sebagai ayahmu.
Putra Mahkota : Ya, paman.

Putri Kyung Hee menatap tajam Pangeran Sooyang.
Pangeran Sooyang : Meskipun pernikahannya sudah selesai, tapi sepertinya kepergianmu dari istana akan tertunda. Tapi jangan bersedih. Kita akan sama2 mendukung Putra dan Putri Mahkota.
Jong : Ya, Pangeran Sooyang.
Putri Kyung Hee menahan amarahnya.

Se Ryung dan ibunya berdoa di kuil untuk kesehatan Raja. Selesai berdoa, mereka keluar dan mencari biksu kepala. Tapi yang ada hanya dua Biksu kecil. Lady Yoon pun bertanya kemana Biksu kepala.
Biksu kecil 1 : Dia istirahat di kamarnya.
Lady Yoon : Beraninya kau bicara seperti itu terhadap orang yang lebih tua. Ckckkckckc, kudengar biksu kepala sakit keras. Jadi dia tidak bisa mengajari anak2 ini. Se Ryung, tetaplah di sini.
Se Ryung : Ya, ibu.
Lady Yoon : Yeo Ri, bawakan bubur. Aku akan pergi melihat biksu kepala.
Yeo Ri pun bergegas pergi untuk mengambil bubur. Dua biksu kecil itu terus menatap Se Ryung. Se Ryung pun tanya kenapa mereka menatapnya seperti itu.
Biksu kecil 2 : Kenapa kau bisa cantik sekali?
Se Ryung pun tersenyum mendengarnya.
Biksu kecil 1 : Jangan percaya kata2nya. Dia seperti itu karena mengharapkan sesuatu darimu.
Biksi kecil 2 : Bisakah kau mengajak kami ke pasar? Akan lebih bagus lagi jika kau membelikan kami makanan.

Se Ryung pun mengajak biksu kecil 2 pergi. Ia bahkan menggandeng tangan biksu kecil 2. Biksu kecil 1 protes kenapa dia tidak diajak. Ia pun akhirnya menyusul temannya dan Se Ryung. Yeo Ro datang dan tanya Se Ryung mau kemana. Tapi Se Ryung dan kedua biksu kecil it uterus beranjak pergi.
Seung Yoo memacu kudanya menuju kota.

Se Ryung membelikan biksu kecil itu makanan. Kedua biksu itu kemudian berlari menuju keramaian. Se Ryung mengikutinya. Ternyata ada permainan ayunan lagi. Se Ryung pun teringat saat ia bermain ayunan bersama Seung Yoo. 

Seung Yoo tiba di keramaian. Ia turun dari kudanya dan mengikat kudanya.
Seung Yoo kemudian jalan ke arah ayunan. Ia terus berjalan hingga akhirnya melewati Se Ryung. Keduanya sama2 tak menyadari kehadiran masing2. Se Ryung kemudian pergi mencari biksu kecil dua.

Seung Yoo melihat permainan ayunan itu. Ia teringat ketika bersama Se Ryung.
Seung Yoo kemudian kembali ke kudanya. Biksu kecil dua berjalan ke arah Seung Yoo. Se Ryung datang dan menggandeng biksu kecil dua pergi. Seung Yoo kaget melihat Se Ryung. Se Ryung pun kaget melihat Seung Yoo.

BERSAMBUNG

No comments:

Post a Comment