Thursday, November 8, 2018

The Promise Ep 5 Part 2

Sebelumnya...


Na Yeon kembali ke kamarnya. Ia melihat anting Yoo Kyung yang ditemukannya di tangan sang ibu dan bertanya-tanya bagaimana ibunya bisa memiliki anting yang sama seperti milik Yoo Kyung.

Tak lama kemudian, Yoo Kyung datang dan Na Yeon pun langsung menyembunyikan anting itu.

Melihat Na Yeon menyembunyikan sesuatu, Yoo Kyung pun menuduh Na Yeon mencuri perhiasannya dan meminta Na Yeon mengembalikan perhiasannya.

Tapi Na Yeon kekeuh mengaku tidak mencuri perhiasan itu.

Yoo Kyung lantas membuka paksa tangan Na Yeon yang menggenggam perhiasannya. Namun gagal karena genggaman Na Yeon begitu kuat.

Yoo Kyung yang kesal, akhirnya mendorong Na Yeon hingga bibir Na Yeon terluka. Tangan Na Yeon juga berdarah karena jarum anting itu.


Yoo Kyung lantas mengusir Na Yeon.

"Ibu dan anak sama saja! Menyiksa orang dengan wajah tak berdosa dan tatapan yang membuat seseorang ingin mati!" ucap Yoo Kyung.

"Apa maksudmu?" tanya Na Yeon.

"PERGILAH!" teriak Yoo Kyung.


Bersamaan dengan itu, Presdir Jang dan Se Jin datang. Mereka terkejut melihat Yoo Kyung mengusir Na Yeon.

Yoo Kyung pun menceritakan apa yang terjadi.

Presdir Jang yang tahu Na Yeon tidak bersalah, meminta Na Yeon membuka genggamannya tapi Na Yeon tidak mau dan mengatakan dirinya tidak bersalah berkali-kali.


Presdir Jang yang tidak tahan lagi, akhirnya membuka paksa genggaman Na Yeon.

Na Yeon yang tidak mau menyerahkan barang bukti 'pembunuhan' sang ibu pun menggigit tangan Presdir Jang.

Disinilah Presdir Jang marah. Tapi ia masih memberi Na Yeon kesempatan dengan meminta Na Yeon membuka genggamannya dan memohon pengampunan karena sudah mencuri.

Yoo Kyung ingin Na Yeon pergi.

Na Yeon pun berkata, akan pergi setelah Yoo Kyung mengembalikan foto ibunya.

Mendengar itu, Presdir Jang meminta penjelasan Yoo Kyung. Yoo Kyung pun tidak mengaku dan pura-pura tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Na Yeon. Ia juga pura-pura sakit.


Melihat itu, Presdir Jang pun akhirnya mengirim Na Yeon ke panti asuhan.

"Sajangnim, sajangnim!" panggil bibi. Bibi pun langsung berlari ke arah Presdir Jang dan tanpa sengaja menabrak tangan Na Yeon.

Jam tangan Na Yeon pun terlepas dan jatuh ke tanah tapi Na Yeon tidak menyadarinya.

Bibi lantas memberikan tas Na Yeon.


Setelah itu, Presdir Jang mengantarkan Na Yeon ke panti.

Bersamaan dengan itu, Hwi Gyeong hampir sampai di kediaman kakaknya.

Hwi Gyeong dan mobil Presdir Jang pun berpapasan tapi mereka tidak saling menyadari.


Hwi Gyeong datang membawa buah-buahan. Ia mengaku, buah-buahan itu dikirimkan ibunya untuk Yoo Kyung.

Se Jin keluar dari kamar ibunya dan menemui Hwi Gyeong. Ia mengaku bahwa ibunya sedang sakit.


Tak lama bibi datang membawakan buah untuk mereka. Setelah meletakkan buah di atas meja, bibi pun meninggalkan mereka.


"Paman bohong, kan? Buah-buahan ini bukan dari nenek karena nenek tahu ibu hanya akan membuangnya."

Hwi Gyeong pun mengaku bahwa ia membawakan buah itu untuk teman Se Jin.

Se Jin tahu Hwi Gyeong mencari Na Yeon, tapi ia pura-pura tidak tahu.


Hwi Gyeong pun beranjak keluar. Di halaman, ia tak sengaja menemukan jam tangan Na Yeon.


Sekarang Hwi Gyeong sudah berada di kamarnya. Ia menatap jam tangan bibi dan memikirkan kata-kata bibi tentang Na Yeon.


Presdir Jang dan Na Yeon tiba di panti asuhan. Melihat bibir Na Yeon terluka, Presdir Jang pun mengeluarkan saputangannya dan berniat membersihkan luka Na Yeon tapi Na Yeon memalingkan wajahnya.

Presdir Jang membujuk Na Yeon agar Na Yeon mau membuka genggamannya.

Tapi Na Yeon menolak. Na Yeon berkata, itu adalah bukti terakhir yang ditinggalkan ibunya sebelum meninggal.

Presdir Jang pun menyuruh Na Yeon tetap di panti asuhan sampai emosi Yoo Kyung mereda.

Ia mengaku akan datang lagi menjemput Na Yeon.

Tapi Na Yeon melarang. Na Yeon mengaku bahwa dirinya tidak akan pernah mau kembali ke rumah Presdir Jang lagi.

=Dua Bulan Kemudian=


Kepala panti asuhan memberitahu Na Yeon bahwa Na Yeon punya tamu. Ia berkata, orang itu sudah datang beberapa kali menemui Na Yeon tapi karena Na Yeon tidak mau bertemu, jadi ia mengatakan bahwa Na Yeon tidak bisa ditemui.

Siapakah dia? Presdir Jang? Aniyo...

Dia Nyonya Yang, istri si supir truk itu.

Begitu melihat Na Yeon, ia menggenggam tangan Na Yeon dan mengaku sudah berusaha keras mencari Na Yeon selama ini.

Nyonya Yang lantas mengaku, bahwa ia adalah istri dari sopir truk yang menabrak Yoon Ae.

Sontak Na Yeon kaget dan langsung melepaskan tangannya dari genggaman Nyonya Yang.

Nyonya Yang mengaku, bahwa ia sudah berusaha melupakan Na Yeon tapi rasa bersalah terus menghantuinya.

Tangisnya pecah. Ia mengaku rasa bersalah itu terus menerus menusuk dirinya, membuat dirinya tidak bisa melanjutkan hidup.


Untuk mengurangi rasa bersalahnya, ia mengajak Na Yeon tinggal bersamanya.

Tapi Na Yeon menolak dan mengaku bahwa ia baik-baik saja.

Nyonya Yoon lantas memeluk Na Yeon. Ia menangis dan terus memohon agar Na Yeon ikut dengannya.


Hujan turun dengan deras.

Beberapa wanita pun terlihat menjemput anak mereka di sekolah.

Tak lama kemudian, Tae Joon keluar. Ia pun menerobos hujan dan memayungi kepalanya dengan tas.

Tepat saat itu, seseorang datang memayunginya dengan payung kuning itu. Orang itu, siapa lagi kalau bukan Na Yeon.

Na Yeon tersenyum memandang Tae Joon.

"Kau mau pergi kemana di tengah hujan deras begini?"

Senyum Tae Joon pun merekah.

15 tahun kemudian...........


Sebuah mobil berwarna biru berhenti di depan sebuah pagar yang sempit.

Seorang wanita turun dari mobil dan masuk ke dalam pagar.

Di kap mobil itu, terpampang tulisan 'Mother Table'.


Wanita itu lantas mengambil kemeja laki-laki yang terjemur di atap.

Setelah itu ia mengambil koran di depan pintu dan masuk ke dalam rumah.

"Makananmu sudah siap!" teriak Na Yeon.

Tapi yang dipanggil diam saja.

"Dia pasti masih tidur." ucap wanita itu sambil meletakkan tumpukan kemeja dan makanan yang ia bawa ke atas meja.

Setelah itu, ia membuka gorden dan membangunkan seseorang yang masih berselimut itu.

Na Yeon menarik selimutnya dan ia terkejut melihat yang dibangunkannya tidur tanpa mengenakan baju.

"Sudah kubilang berulang kali kenakan pakaianmu saat tidur!"

Wanita itu lantas menarik seseorang di tempat tidur, tapi seseorang di tempat tidur malah menariknya ke bawah selimut.


Koran yang dibawa wanita itu pun jatuh ke lantai.

Di koran terpampang dua foto pria dan wanita dengan tulisan, "Putri Baekdo Group, Jang Se Jin bercerai dengan suaminya".

Ya, foto wanita di koran itu adalah Jang Se Jin.


Dan pria dan wanita yang kini ada di kasur adalah Tae Joon dan Na Yeon.

Tae Joon tersenyum lebar menatap Na Yeon. Begitu pun dengan Na Yeon.


Bersambung........

No comments:

Post a Comment