Skip to main content

The Promise Ep 8 Part 2

All Content From : KBS2
Penulis : Catatan-Iza
Sinopsis Lengkap : The Promise
Sebelumnya : The Promise Eps 8 Part 1
Selanjutnya : The Promise Eps 9 Part 1




Di Baekdo, Direktur Jang sedang bicara dengan mantan besan dan menantunya.

"Pada suatu titik dimana dua rumah tangga seperti ini, kita tidak bisa membicarakan aliansi lebih jauh. Kami sudah menunjukkan sisi jelek kami, jadi kami tidak bisa berada di perahu yang sama." ucap besannya.

"Baekdo dan Daehwa menaruh banyak upaya pada aliansi ini selama hampir satu tahun. Aku minta maaf." jawab Direktur Jang.

"Itulah yang harus kita katakan. Bukankah lebih baik begitu? Jika kita menandatangani kontrak dan melakukan upacara bersama, hal ini akan menjadi lebih rumit." ucap besannya.

"Begitukah?" tanya Direktur Jang.

"Kita sudah bicara bisnis saat ini. Lihatlah ini." jawab besannya, lalu memberikan amplop putih tebal padanya.


"Karena Se Jin adalah orang yang bertanggung jawab, aku rasa alasan untuk perceraian juga terserahnya. Kami diserang oleh kejutan dari tempat kami duduk dan mereka melihat kami tampak buruk sekarang. Kami akan resmi mengajukan klaim untuk tunjangan dan kompensasi kerusakan atas pencemaran nama baik. Ini adalah hati dari seorang ayah." ucap besannya.

"Apa kau merasakan hal yang sama?" tanya Direktur Jang pada menantunya.

Sang menantu mengiyakan.

"Sejin membuat alasan untuk perceraian dan kau setuju bahwa dia adalah pasangan hidup yang memegang tanggung jawab?" tanya Direktur Jang.

"Itu benar." jawab menantunya.

"Kami telah menyampaikan pesan kami, jadi kami akan pergi sekarang." ucap besannya.


Direktur Jang pun menyuruh besannya mendengarkan sesuatu terlebih dahulu sebelum mereka pergi.

Direktur Jang lalu memutar sebuah rekaman. Terdengar lah suara dua orang wanita disana.

"Eun Jae Hak tidak normal. Dia benar-benar gila. Dia memasang alat pelacak di mobilku. Dia bahkan menamparku karena mengabaikan panggilannya sekali. Mendengar tentang pernikahannya, aku menduga dia akan membuat wanita lain menderita."

"Ketika seorang pria menanyakan arah padaku, ia menuduhku merayu pria itu dan membuatku gila."

Pria bernama Jae Hak itu pun langsung mematikan rekaman itu.


"Wae? Kau harus mendengarkannya sampai selesai. Ayahmu harus tahu persis seperti apa anaknya agar ia tidak melakukan sesuatu yang bisa mempermalukan dirinya nanti."

"Kau jauh lebih menakutkan daripada yang terlihat."

"Ini bukan aku, itu putriku. Dia jauh lebih menakutkan dari yang terlihat dan ia juga bijaksana karena ia masih sangat muda."

"Aku tidak curiga sedikit pun padanya tapi bagaimana kau tahu jika putrimu yang menakutkan itu tidak menyuap wanita ini untuk memberikan kesaksian palsu?"


"Kita lihat nanti di pengadilan. Wanita ini mengaku akan memberikan kesaksian di pengadilan juga. Putriku membutuhkan kesempatan ini untuk mendapatkan kembali reputasinya. Ini adalah hati dari seorang ayah." balas Direktur Jang.

Tuan Eun pun marah dan memukul putranya. Setelah itu keduanya beranjak pergi.


Eun Bong dan sunbae nya kena semprot atasan mereka.

"Kau sebut ini berita? Kalian mengikuti Jang Se Jin beberapa hari dan terjebak di dalam mobil tapi kalian hanya bisa datang dengan artikel beberapa baris?"

"Lee Joong Dae, kau tidak bisa mengambil satu gambar? Jika kau punya waktu untuk mencocokkan warna pakaian, kau harus mengambil beberapa gambar!"

Mendengar itu, Joong Dae pun langsung mendelik tajam pada Eun Bong.

Tak lama kemudian, ia berjanji akan mendapatkan berita soal kekasih Se Jin membuat Eun Bong langsung menginjak kakinya.


Di kamarnya, Na Yeon sedang mematut diri di kaca dengan beberapa bajunya.

Ya, ia membongkar isi lemarinya.

Semua itu lantaran Tae Joon mengajaknya berkencan.


Di kantor, Tae Joon dihubungi Direktur Jang. Sepertinya Direktur Jang mengajaknya bertemu.


Na Yeon akhirnya menemukan baju yang dirasanya pas. Tak lama, Geum Bong datang dan Na Yeon langsung meminta pendapat Geum Bong.

"Bahkan seseorang yang lari dari rumah di tahun 80 tidak akan memakai ini."

"Wae? Apa kelihatan buruk? Ini tampak tua?" tanya Na Yeon.

Geum Bong lantas memberikan Na Yeon paper bag yang dibawanya. Isinya dress berwarna hitam putih yang sangat cantik.

Geum Bong berkata, pria bernama Gil Dong yang menjadi teman kencan butanya yang memberikannya dress itu.

"Kenapa dia memberimu ini?"

"Mungkin dia ingin memberiku kesan yang baik."

"Ini tidak tampak seperti kau akan menikahinya. Apa tidak apa-apa mengambil seperti ini? Ibu akan gila jika tahu."

"Karena itulah dia lebih baik tidak tahu. Jika kau tutup mulut, semua akan baik-baik saja."

"Tapi aku tidak bisa memakainya. Aku lebih nyaman dengan pakaian ini." jawab Na Yeon.


Se Jin sendiri juga sedang mematut dirinya di kaca dengan beberapa baju.

Ia berada di butik. Lalu setelah itu, ia memborong semua baju.


Tak hanya baju, Se Jin juga membeli beberapa kosmetik.


Direktur Jang memberi Tae Joon tiket pesawat. Ia menyuruh Tae Joon pergi dalam dua minggu lagi. Sontak, Tae Joon kaget.

"Kau akan tetap pergi, jadi apa gunanya menunda? Kau dapat pergi dan menyiapkan beberapa hal dan kau akan memerlukan beberapa waktu untuk terbiasa dengan hal-hal disana."

"Baiklah." jawab Tae Joon.

"Bahkan selama kunjunganmu ke Amerika, penghasilanmu akan tetap disimpan. Perusahaan akan mengurus biaya kuliah dan biaya hidup juga."

"Kamsahamnida." jawab Tae Joon.

"Aku memeriksa informasi pribadimu dan sepertinya kau memiliki seorang ibu. Kalian tidak hidup bersama."

"Dia menikah lagi dan kami hidup terpisah." jawab Tae Joon dengan wajah sedikit tidak nyaman.

"Kalau begitu kau harus pergi tanpa ada yang membuatnya batal." ucap Direktur Jang.


Tae Joon diam saja. Direktur Jang lalu menuangkan minuman untuk Tae Joon.

"Sebagai seorang direktur, memanggil seorang pekerja baru secara pribadi, menyerahkan sebuah tiket pesawat dan mengurus jadwalmu. Ini bukan kejadian yang sangat langka. Jika seseorang yang suka gosip kebetulan melihat kita, mereka akan berpikir bahwa aku koneksimu di perusahaan."

"Aku sadar kau menginginkan sesuatu dariku."

"Jadi kita saling memahami. Itu benar. Aku punya permintaan pribadi padamu." jawab Direktur Jang.


Na Yeon sendiri menunggu Tae Joon di restoran. Tak lama kemudian, ia menerima SMS dari Tae Joon yang memintanya menunggu sekitar satu jam lagi karena ia ada urusan.


Tae Joon mengantarkan Direktur Jang pulang.

Direktur Jang menyuruh Tae Joon membawa mobilnya lantaran hari yang sudah malam.

Tapi Tae Joon menolak dan mengaku lebih nyaman naik kereta.


Setelah Direktur Jang masuk, Tae Joon menatap sekeliling rumah Direktur Jang dengan tatapan penuh arti.


Tak lama, sebuah mobil putih datang dan berhenti tepat di kediaman keluarga Jang.

Tae Joon lantas melihat Se Jin turun dari mobil putih itu. Se Jin turun dari mobil sambil bicara dengan seseorang di telepon.


Bersambung...................

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...