Friday, December 7, 2018

The Promise Ep 10

Sebelumnya...


Se Jin akhirnya setuju untuk pergi. Kyung Wan berkata, sudah menyiapkan semuanya untuk Se Jin di Boston. Ia menyuruh Se Jin memikirkan tentang sekolah dan kursus bahasa selama setahun.

Tapi Se Jin takut tak bisa melakukan semuanya dengan baik di tempat baru sendirian.

"Ayah berjanji untuk membantumu mendapatkan awal yang baru." jawa Kyung Wan.

Se Jin pun penasaran apa yang sudah dipersiapkan sang ayah untuknya.

Tak lama kemudian, Se Jin pun pamit dan mengaku harus berkemas-kemas tapi Kyung Wan mengajaknya makan siang dulu. Kyung Wan juga berkata, ingin memperkenalkan Se Jin pada seseorang.


Sementara itu, Na Yeon sedang menatap hasil USGnya. Na Yeon lalu berkata pada calon bayinya

"Jangan salah paham. Ini bukan karena aku tidak senang melihatmu. Hanya... ini begitu tiba-tiba. Jadi aku sedikit terkejut. Jangan khawatir. Aku yakin ayahmu akan senang juga."


Tae Jon kemudian datang. Ia terkejut Na Yeon tiba-tiba mengunjunginya di kantor.

Mereka bicara di lobby Baekdo. Na Yeon ingin memberitahu Tae Joon soal kehamilannya tapi mengingat Tae Joon yang akan pergi ke Amerika, ia pun bingung bagaimana caranya memberitahu Tae Joon. Melihat ekspresi Na Yeon, Tae Joon salah paham. Ia fikir, itu karena ibunya sudah merengek pada Na Yeon ingin tinggal di rumah yang disewakan Na Yeon untuknya.

Na Yeon pun membela Man Jung. Ia berkata, Man Jung tetaplah ibu Tae Joon apapun yang terjadi.

"Apa kau kemari untuk membicarakan ini?" tanya Tae Joon.


"Bukan itu. Begini, sebenarnya...." tepat saat Na Yeon ingin memberitahukan kehamilannya, ponsel Tae Joon berdering. Habis menerima telepon itu, Tae Joon langsung pergi.

Na Yeon pun menghela napas menatap kepergian Tae Joon. Tak lama kemudian, ia mendapat telepon dari Man Jung.


Tae Joon masuk ke ruangan Kyung Wan. Ternyata Kyung Wan lah yang tadi menghubunginya.

Se Jin langsung berdiri begitu melihat Tae Joon. Tae Joon kaget melihat Se Jin.

Se Jin lalu menatap ke arah ayahnya dan sang ayah tersenyum melihatnya.


Na Yeon langsung menemui ibunya Tae Joon.

Man Jung memegang tangan Na Yeon dan mengucapkan terima kasih lantaran Na Yeon sudah membantu biaya kuliah Tae Joon.

Ia juga berkata, jika bukan karena Na Yeon, Tae Joon tidak mungkin bisa kuliah.

Tapi ujung-ujungnya, dia merengek minta diizinkan tinggal di rumah itu selama Tae Joon di Amerika nanti.

Na Yeon pun mengizinkannya. Na Yeon juga mengatakan, akan menjaga rumah itu sampai Tae Joon kembali dari Amerika.

Sontak Man Jung senang. Ia bahkan sampai berniat membuatkan Na Yeon sup pangsit, tapi Na Yeon melarang dan berkata akan membuatkan sup pansit untuknya.


Tapi saat membuka tutup panci dan mencium sesuatu di dalam panci, Na Yeon mual lagi dan langsung ke kamar mandi.

Melihat itu, Man Jung pun berlari ke depan pintu kamar mandi.

"Kau sakit? Kau punya obat pencernaan?" tanya Man Jung sambil memeriksa dompet Na Yeon.

Sambil mengumpati Na Yeon, ia pun mengambil beberapa uang Na Yeon.

Saat hendak mengembalikan dompet Na Yeon ke dalam tas, ia tak sengaja menjatuhkan tas Na Yeon hingga selurus isi tas berserakan di lantai. Saat tengah membereskan barang-barang Na Yeon itulah ia melihat foto USG Na Yeon.


Sontak, Man Jung langsung masuk ke kamar mandi dan menanyakan itu pada Na Yeon.


Man Jung lalu menarik Na Yeon keluar. Dan ia kesal saat tahu Na Yeon ingin mempertahankan bayi itu.

"Kau harusnya punya anak saat kau mampu. Kau ingin membuat panti asuhan negara meluap?"

"Ibu, bagaimana bisa kau bicara seperti itu?"

"Kau memberitahu Tae Joon?"

"Belum tapi aku berencana memberitahunya."

Mendengar itu, Man Jung pun marah dan melarang Na Yeon memberitahu Tae Joon jika Na Yeon bersikeras membesarkan bayi itu.

Man Jung lantas meminta Na Yeon tidak menghalangi jalan Tae Joon menuju kesuksesan.


"Bagaimana itu bisa menghalangi Tae Joon?"

"Jika kau memberitahunya kau hamil, dia tidak akan pergi ke Amerika! Dia pasti akan memilih menikahimu dulu!"

"Tapi Tae Joon ayah bayi ini."

"Kau pikir aku mengatakan ini tanpa alasan! Jangan membebani seseorang yang jalan hidupnya masih panjang! Setelah dia berada di sana, kau baru boleh memberitahunya! jawab Man Jung.

Na Yeon pun berkaca-kaca mendengarnya.


Di kamarnya, Se Jin sedang menatap tiket penerbangannya sambil senyum-senyum.

"Kang Tae Joon, kuharap aku bisa bekerja sama denganmu." ucapnya.


Di ruangannya, Kyung Wan sedang melihat foto-foto Tae Joon dan Na Yeon.


Na Yeon berjalan menuju rumahnya dengan wajah menunduk.

Langkahnya kemudian berhenti saat melihat Tae Joon berdiri di depan rumahnya.

Tae Joon pun langsung menghampiri Na Yeon. Namun saat melihat tangis Na Yeon, Tae Joon marah dan yakin jika ibunya sudah mengatakan sesuatu yang melukai perasaan Na Yeon. Tae Joon pun berniat melabrak ibunya tapi Na Yeon memeluknya dengan erat dan mengaku tidak bisa membiarkan Tae Joon pergi.

"Na Yeon-ah, masih belum terlambat. Aku tidak akan pergi jika kau melarangku. Aku lebih suka kau melarangku pergi. Bilang saja, kau tidak bisa melihatku sukses sendirian. Ini terlalu tidak adil bagimu. Bilang kau merasa bersalah."


Na Yeon lantas menghapus tangisnya dan menatap Tae Joon.

Ia lalu meletakkan tangannya di dada Tae Joon dan berkata, setengah diri Tae Joon adalah miliknya dan begitu juga sebaliknya.

Na Yeon juga menyuruh Tae Joon ke Amerika agar Tae Joon sukses dan bisa menebus penderitaan mereka berdua.


Tae Joon lalu membawa Na Yeon ke gereja.

Di sana, ia menyematkan cincin ke jari Na Yeon.

Setelah itu, gantian Na Yeon menyematkan cincin yang sama ke jari Tae Joon.

Tae Joon lalu berjanji, akan menjadikan Na Yeon sebagai istrinya dan tidak akan berpaling dari Na Yeon dan hanya akan mencintai Na Yeon.

Na Yeon pun juga menjanjikan hal yang sama, bahwa dia hanya akan mencintai Tae Joon.

Keduanya lantas sama-sama tersenyum. Tae Joon lalu mencium Na Yeon dan memeluk Na Yeon.


Tae Joon mulai naik pesawat. Saat menemukan Se Jin yang juga sudah duduk di kursi pesawat, ia menghela napas kesal.

Sementara Se Jin nampak senang melihat Tae Joon.


Di luar bandara, Na Yeon berkaca-kaca. Tak lama kemudian, Yoo Kyung tiba-tiba datang dan berdiri disampingnya.

Mereka saling bertatapan, sebelum akhirnya pergi ke arah yang berlawanan.

5 tahun kemudian....

Na Yeon melajukan motornya dan berhenti di depan sebuah pasar.

Ia lalu berlari ke pesar dan membeli beberapa hidangan laut.


Setelah itu, kita melihat Na Yeon tengah mengolah cumi dan kepiting yang dibelinya tadi menjadi beberapa hidangan di sebuah apartemen mewah.

Usai memasak, ia menatap semua hidangannya di atas meja.

Tak lama kemudian, pemilik apartemen datang dengan napas terengah-engah dan terkejut melihat semua hidangan sudah tersusun rapi di atas meja. Ia tak percaya Na Yeon memasak semua hidangan sendirian. Na Yeon hanya tersenyum mendengarnya.


Mal Sook tampak sibuk melayani pelanggan di restorannya.

Tak lama kemudian, empat orang pengunjung datang dan Mal Sook pun meminta maaf karena ayam mereka sudah habis.

Si pelanggan merasa kecewa karena selalu kehabisan ayam Mal Sook. Mal Sook pun berjanji akan membuat ayam goreng lebih banyak.


Hingga akhirnya, restoran pun tutup dan Mal Sook langsung duduk istirahat.

Mal Sook lantas berencana menutup restorannya besok karena besok Tae Joon akan pulang dari Amerika. Ia berniat memasakkan Tae Joon sesuatu tapi kemudian ia meralat ucapannya dan merasa tidak perlu menyiapkan apapun untuk Tae Joon. Ia kesal karena Tae Joon tidak sedikit pun berkunjung ke Korea selama 5 tahun itu.


Man Jung asyik menarik dengan seorang pria di klub.

Hingga akhirnya, ia berhenti dan kabur begitu saja begitu seorang wanita datang dan meneriakinya.


Wanita itu mengejar Man Jung hingga ke pasar.

Bersamaan dengan itu, Na Yeon juga berlari ke tengah pasar karena mendengar tentang Man Jung.

Wanita itu menjambak Man Jung. Ia marah karena Man Jung berusaha menggoda suaminya. Ternyata pria yang berjoget dengan Man Jung di klub tadi adalah suami si wanita itu.

Tak lama Na Yeon datang dan memisahkan keduanya. Na Yeon terkejut saat mendengar Man Jung pergi ke klub dengan suami wanita itu.

"Ibu, kau benar pergi ke klub dengan pemilik toko?" tanya Na Yeon.


Dituduh seperti itu, Man Jung tidak terima dan kembali menghajar wanita itu. Wanita itu lalu menjambak dan mendorong Man Jung.

Man Jung pun mengamuk menyadari rambutnya ditarik. Ia ingin berkelahi lagi tapi Na Yeon menahannya.

Man Jung yang kesal pun berusaha melepaskan dirinya dari Na Yeon dengan menggigit tangan Na Yeon.

Tepat saat itu, Mal Sook datang dan langsung marah tahu tangan anaknya digigit. Mal Sook yang kesal bahkan melemparkan belanjaannya ke arah Man Jung tapi Man Jung malah mengatai Mal Sook bodoh membuat Mal Sook makin panas dan ingin menghajar Man Jung.

Na Yeon memeluk ibunya dan buru-buru membawa ibunya pergi.


Kyung Wan dan Yoo Kyung buru-buru ke rumah sakit. Pasalnya, Pimpinan Park masuk rumah sakit. Saat melihat Young Sook tengah ber-make up, Yoo Kyung sontak marah.

Young Sook pun menjelaskan, ia ber-make up lantaran Pimpinan Park yang memintanya.

"Dia bilang aku terlihat seperti janda yang suaminya sudah meninggal."

Young Sook lalu menjelaskan, kalau tadi pagi Pimpinan Park masih baik-baik saja tapi tekanan darah Pimpinan Park langsung naik siang harinya dan tak lama Pimpinan Park pingsan.

Suster kemudian keluar dan mereka langsung masuk ke dalam.


Di dalam, dokter menjelaskan kondisi Pimpinan Park yang intinya kurang baik.

Young Sook pun meminta dokter melalukan yang terbaik untuk suaminya.


Setelah dokter pergi, Yoo Kyung kembali mengajak Young Sook ribut. Ia kesal melihat Young Sook yang terlalu mengkhawatirkan ayahnya. Ia juga menanyakan keberadaan Hwi Kyung yang tidak ada di sana saat ayahnya jatuh sakit.

Young Sook pun berkata, Hwi Kyung lah yang paling cemas dengan kondisi Pimpinan.

Tapi Yoo Kyung tetap saja mengoceh yang bikin kepala Young Sook makin panas.

Kyung Wan mencoba menghentikan Yoo Kyung. Yoo Kyung yang kesal pun beranjak pergi.


Kyung Wan menghampiri Yoo Kyung yang berdiri diluar.

Sambil menangis, Yoo Kyung mengaku hatinya sakit melihat ayahnya terbaring seperti itu.

"Orang kotor itu, memilih temanku sebagai istrinya setelah ibuku meninggal. Aku pikir, aku akan senang melihatnya mati tapi kenapa aku merasa aneh?"


Kyung Wan pun memegang tangan Yoo Kyung dan berkata, itu karena Yoo Kyung anak yang baik.

Kyung Wan lantas bertanya, apa Yoo Kyung akan ikut dengannya pulang.

"Ani, aku mau salon dulu karena Se Jin kita akan pulang."

"Se Jin bukan anak kecil lagi."

"Ini karena aku sudah lama tidak melihatnya."

Mereka lalu beranjak pergi.


Tepat setelah mereka pergi, Eun Bong muncul di belakang mereka sambil membicarakan kondisi Pimpinan Park dan Se Jin di telepon dengan seseorang.


Mal Sook masuk ke rumah sambil mengumpat soal Man Jung yang pergi dengan pria beristri. Tapi Na Yeon malah membahas belanjaan sang ibu yang amat banyak. Mal Sook pun berkata, itu karena Na Yeon memintanya memasak sesuatu untuk Tae Joon.

Na Yeon pun senang mendengarnya dan berterima kasih pada sang ibu.

"Aigoo, si Tae Joon itu, dia tidak bilang pada kita bekerja di tempat musuh kita dan dia juga tidak pulang selama 5 tahun." sewot Mal Sook.

Mal Sook lalu menyuruh Na Yeon membeli kue beras untuk Tae Joon.

Na Yeon teringat sesuatu dan langsung pergi.


Man Jung lagi makan sambil bicara dengan Tae Joon di telepon. Tae Joon menanyakan Na Yeon. Man Jung pun meminta Tae Joon fokus saja pada pekerjaan. Tak lama kemudian, teleponnya mati membuat Man Jung kesal karena Tae Joon memutuskan panggilannya begitu saja.


Sementara itu, Na Yeon pergi ke sekolah putrinya.

"Sae Byeol-ah!" panggil Na Yeon.

"Eomma!" jawab Sae Byeol.

Na Yeon lantas menggendong Sae Byeol.

"Apa kau mematuhi semua perintah gurumu?" tanya Na Yeon.

Sae Byeol mengangguk. Mereka lantas saling tersenyum satu sama lain.


Bersambung...........

Next Epi : Na Yeon dan Hwi Kyung ketemu di bandara gaes. Sementara Tae Joon berduaan dengan Se Jin di hotel.

Ya, Tae Joon sudah berpaling dari Na Yeon.

No comments:

Post a Comment