Friday, November 9, 2018

The Promise Ep 6 Part 1

Sebelumnya...


KRIIING!! Suara jam beker berbunyi nyaring.

Seorang gadis yang tidur di lantai pun langsung mendengus kesal mendengar suara berisik jam beker.  Ia lalu menarik selimutnya ke kepala.

Sebuah tangan yang berasal dari bawah selimut di atas kasur pun mematikan jam beker. Tak lama kemudian, gadis itu bangun dan menguap lebar. Dia Lee Na Yeon.

Na Yeon lantas memakai kaus kakinya dan turun ke bawah. Tapi saat hendak berjalan menuju pintu, ia tak sengaja menginjak kaki gadis yang tidur di lantai.

"Kakiku, kakiku!" gadis yang tidur di lantai meringis kesakitan.

"Mianhae." jawab Na Yeon, lalu menarik selimut gadis itu. Gadis itu pun bangun dan memegangi kakinya.

"Kenapa kau tidak tidur di tempat tidur?" tanya Na Yeon.

Tapi kemudian, Na Yeon kaget melihat masker hitam yang menutupi wajah gadis itu.


"Kau tidur dengan wajah seperti itu?" tanya Na Yeon.

Sontak, gadis bermasker hitam itu panic dan langsung berlari keluar dari kamar.

Sebelum pergi, gadis itu melarang Na Yeon melipat selimut dan kasurnya karena ia masih mau tidur.


Na Yeon menguap lebar. Ia lalu keluar dari kamarnya sambil memakai sweaternya.

Na Yeon terus ke dapur dan terkejut melihat Nyonya Yang hampir selesai memasak.

"Kau mengerjakan semua ini? Kenapa tidak membangunkanku? Sudah kubilang untuk bekerja sama denganku tapi kenapa kau mengerjakan semuanya sendiri?" protes Na Yeon.

Tapi Nyonya Yang malah menyuruhnya kembali tidur.

"Tidurku sudah cukup." jawab Na Yeon, lalu mencium masakan Nyonya Yang.


Na Yeon lalu mencicipi masakan Nyonya Yang.

Ia pun batuk-batuk dan memegangi tenggorokannya setelah mencicipi masakan Nyonya Yang.

Sontak Nyonya Yang panic dan mengira ada yang aneh dengan masakannya.

Tapi Na Yeon bilang, rasa masakan Nyonya Yang sangat lezat sampai membuatnya merasa mau mati.

"Aigoo, kau mengagetkanku!" protes Nyonya Yang sambil memukul pelan Na Yeon.

"Tidak ada yang bisa mengalahkan rasa masakan Nyonya Yang Mal Sook." puji Na Yeon.

"Tentu saja. Ibu tidak akan menjual rasa di tangan ibu untuk semua uang di dunia." jawab Nyonya Yang.


"Ibu harus mempertimbangkannya jika itu semua uang di dunia." ucap Na Yeon.

"Begitukah?" tanya Nyonya Yang, lalu berpikir.

"Membeli rumah untukmu saat kau menikah dan mengirim Geum Bong belajar keluar negeri." ucap Nyonya Yang.

"Mengapa mengecualikan Eun Bong? Dia akan sedih mendengarnya." jawab Na Yeon.

"Anak itu selalu bicara tentang mendirikan sebuah perusahaan majalah. Bayangkan jika dia punya yang." ucap Nyonya Yang.

"Ah, matta! Dia akan datang dengan beberapa majalah yang menggali rahasia kotor orang lain." jawab Na Yeon.

Na Yeon lalu teringat Eun Bong yang meminta dibangunkan karena ada urusan pagi-pagi sekali.

Ia lantas berniat ke kamar Eun Bong tapi sang ibu bilang bahwa Eun Bong sudah pergi.

Na Yeon terkejut.

"Apa dia mendapat berita besar? Biasanya dia harus dibangunkan, tapi sekarang dia merangkak keluar sendiri." ucap Na Yeon.


Sekarang Na Yeon sedang melajukan mobilnya, menuju suatu tempat sambil menyanyikan lagu Genie nya SNSD.


Na Yeon berlari di lorong rumah susun dan mengantarkan pesanan makanan dari "Mother Table" pada pemilik rumah. Ia juga tak lupa memberikan kupon pada pelanggannya.


Setelah itu, Na Yeon pun kembali melajukan mobilnya. Ia kemudian melirik satu plastik lagi makanan yang disisakannya buat Tae Joon.


Sekarang, kita melihat Na Yeon sedang mengangkati jemuran Tae Joon.

Ia lalu masuk ke dalam dan membangunkan Tae Joon.

Tapi lantaran Tae Joon tak mau bangun, ia pun membuka gorden dan menarik selimut Tae Joon dan terkejut melihat Tae Joon yang tidur bertelanjang dada. Na Yeon pun kembali menutupi tubuh Tae Joon.

"Sudah kubilang untuk tidur menggunakan baju beberapa kali!" protes Na Yeon.

Tae Joon pun menarik Na Yeon ke bawah selimut.

Keduanya lalu saling menatap dan tersenyum.


Na Yeon kemudian menyiapkan kemeja Tae Joon yang akan dipakai Tae Joon bekerja.

Sementara Tae Joon sedang mandi.

Na Yeon menyuruh Tae Joon bergegas dan berjalan melewati koran yang memuat artikel perceraian Se Jin.


Se Jin dan suaminya keluar dari gedung pengadilan dan langsung diserbu wartawan.

Wartawan ingin mendengar alasan Se Jin dan suaminya berpisah.

"Kalian pasti sudah bekerja keras, jadi aku harus memberi kalian hadiah. Apakah itu perselingkuhan atau ketidakadilan semuanya bersumber dari mantan suamiku." jawab Se Jin.

Se Jin lalu menyuruh wartawan bicara dengan suaminya dan beranjak pergi.

Wartawan pun langsung mengerubungi suami Se Jin tapi suami Se Jin seolah-olah mengatakan bahwa perkataan Se Jin tidak benar.


Wartawan-wartawan itu pun kembali meminta statement Se Jin.

Salah satu wartawan menanyakan kepedulian Se Jin pada Baekdo Group karena reputasi Baekdo yang ikut rusak lantaran skandal Se Jin.

"Kau sangat bekerja keras. Dari perusahaan mana kau?" tanya Se Jin.

"Majalah Perempuan Femme Fatale."

"Aku ingin tahu berapa kau dibayar untuk menggali privasi orang lain." jawab Se Jin lalu pergi.


Dua wartawan pun tak tinggal diam. Mereka bergegas mengikuti Se Jin. Si wartawan perempuan yakin, mereka akan tahu siapa selingkuhan Se Jin jika mereka mengikuti Sejin.

Bersambung ke part 2........

No comments:

Post a Comment