Sebelumnya <<<
Hae Gang sedang berselfie ria di sebuah taman. Sepasang kekasih tampak bermesraan di belakangnya dan beranjak pergi. Hae Gang langsung mengambil foto pasangan kekasih itu dan pergi mengikuti mereka. Pasangan kekasih itu lalu duduk di tangga taman dan kembali bermesraan. Hae Gang kesal melihatnya. Hae Gang lalu mengambil ponselnya, kemudian duduk tak jauh dari pasangan itu dan pura2 berselfie ria. Pasangan kekasih itu tidak sadar ada yang mengambil gambar mereka dan terus bermesraan. Hae Gang pun semakin kesal dan terus mengarahkan kamera ponselnya pada mereka.
Nyonya Kim pergi ke rumah abu Hae Gang. Kesedihan menghiasi wajahnya. Ia teringat saat Hae Gang pamit mau ke China. Air mata Nyonya Kim pun menetes. Ia benar2 terpukul dengan kematian Hae Gang.
Hae Gang sedang berselfie ria di sebuah taman. Sepasang kekasih tampak bermesraan di belakangnya dan beranjak pergi. Hae Gang langsung mengambil foto pasangan kekasih itu dan pergi mengikuti mereka. Pasangan kekasih itu lalu duduk di tangga taman dan kembali bermesraan. Hae Gang kesal melihatnya. Hae Gang lalu mengambil ponselnya, kemudian duduk tak jauh dari pasangan itu dan pura2 berselfie ria. Pasangan kekasih itu tidak sadar ada yang mengambil gambar mereka dan terus bermesraan. Hae Gang pun semakin kesal dan terus mengarahkan kamera ponselnya pada mereka.
Kesempatan
buat Hae Gang. Ia langsung mendekati wanita itu begitu kekasih wanita itu
pergi. Hae Gang memuji gaya wanita itu dan meminta izin mengambil gambar wanita
itu. Wanita itu mengizinkan dan mulai memasang gaya tanpa curiga sedikit pun.
Hae Gang lalu memuji kalung yang dikenakan wanita itu dan menanyakan berapa
harganya. Hae Gang terkejut mendengarnya. Hae Gang kemudian menanyakan harga
jam tangan wanita itu. Ia pun kembali terkejut mendengar harganya.
āPacarmu
pasti punya banyak uang.ā Ucap Hae Gang kesal.
Wanita
itu mengiyakan.
āPakaianmu,
apa pacarmu membelikannya juga?ā tanya Hae Gang lagi.
Wanita
itu mengangguk. Hae Gang kesal dan memaki pria itu dengan kata bajingan. Wanita
itu terkejut, bajingan? Hae Gang mengeles dengan mengatakan kalau ia tak
mendapatkan apapun dari pacarnya.
āAku
harus memberikanmu ganjaran. Minumlah selagi dingin.ā Ucap Hae Gang sambil
memberikan sebotol coca cola yang sebelumnya sudah dikocok2nya. Wanita itu berterima
kasih. Hae Gang pun beranjak pergi. Begitu wanita itu membuka tutup kalengnya,
minuman bersoda itu pun langsung meluncur keluar mengenai wajahnya.
Hae Gang
tersenyum puas melihatnya. Namun kekasih wanita itu menghadang jalan Hae Gang,
serta menatap tajam Hae Gang. Pria itu hendak membalas Hae Gang, tapi sebelum
itu terjadi Hae Gang menendang kakinya dan kabur. Hae Gang terus berlari dan
berlari, hingga ia tiba di motornya. Hae Gang buru2 menaiki motornya dan
melajukan motornya. Pria itu kesal karena gagal menangkap Hae Gang.
Hae Gang
melajukan motornya dengan tenang. Saat tiba di lampu merah, ia dihadang oleh
dua mobil. Hae Gang menatap heran ke mobil itu. Pria tadi turun dari salah satu
mobil. Hae Gang terkejut melihatnya dan berusaha kabur, tapi telat karena pria
itu keburu mencengkram kerah bajunya. Pria itu bertanya, siapa Hae Gang? Apa
istrinya yang menyuruh Hae Gang mengambil fotonya? Hae Gang menggelengkan
kepalanya. Pria itu memukul kepala Hae Gang.
āLepaskan
aku!ā teriak Hae Gang. Hae Gang lalu berteriak ada polisi saat melihat polisi
pengantur lalu lintas di depannya. Tapi apa yang terjadi? Pria itu malah
memanggil polisi itu.
Kini Hae
Gang dan pria itu ada di kantor polisi. Pria itu melihat ponsel Hae Gang dan
menemukan foto2 pria itu bersama selingkuhannya di ponsel Hae Gang. Polisi itu
pun berkata, kau penguntit atau apa? Kau melakukannya bukan hanya hari ini.
Siapa namamu? Tapi Hae Gang diam saja, membuat polisi itu kesal dan kembali
bertanya siapa nama Hae Gang. Hae Gang pun akhirnya menjawab, Dokgo Yong Gi.
Polisi
itu tertawa, lalu berkata, baiklah Nona Dokgo Yong Gi. Kenapa kau mengambil
fotonya?
Tapi Hae
Gang diam saja. Pria itu menatap kesal Hae Gang dan menyuruh polisi memasukkan
Hae Gang ke sel.
āKatakan
sesuatu Nona Dokgo Yong Gi. Entah itu penjelasan atau alasan, kau harus
mengatakan sesuatu agar aku bisa memprosesnya sebagai hukuman atau peringatan.ā
Ucap polisi itu.
Tapi Hae
Gang tetap diam saja. Polisi itu kesal bukan main. Hae Gang tetap menutup
mulutnya. Sampai akhirnya, Baek Seok datang. Baek Seok memberikan kartu namanya
pada polisi. Setelah itu Baek Seok menyuruh Hae Gang meminum obat. Polisi dan
pria itu terkejut. Pada polisi dan pria itu, Baek Seok menjelaskan kalau Hae
Gang gila. Hahahahaha....
āIni
obatnya. Dan ini air, untuk diminum. Bukan untuk disembur.ā Ucap Baek Seok pada
Hae Gang.
Hae Gang
menurut dan menelan obatnya. Baek Seok tersenyum dan mengatakan Hae Gang
melakukannya dengan baik. Baek Seok juga mengelap mulut Hae Gang yang basah
oleh air dengan tissue. Pria itu semakin heran. Baek Seok kemudian meminta
ponsel Hae Gang dari polisi. Baek Seok pun memeriksa ponsel Hae Gang.
āAstaga.
Dia mengambil foto lagi. Dia pasti menyukaimu.ā Ucap Baek Seok pada pria itu.
Pria itu
cengo.
āJika
dia menyukai sesuatu, sekali pun itu lalat atau kecoa, dia mengikutinya kemana2
dan mengambil fotonya.ā Ucap Baek Seok lagi.
Pria itu
mengangguk2, lalu menatap Hae Gang. Hae Gang menatap jahil pria itu, kemudian bangkit
dan berteriak kalau dirinya tidak menyukai komunisme dan Korea Selatan adalah
republik demokrasi. Hahahahah,, Hae Gang mengerjai polisi dan pria itu.
Sekarang
Hae Gang dan Baek Seok duduk di taman sambil menikmati ice cream.
āBajingan
itu, tunggu saja aku akan membuatnya menderita.ā Rutuk Hae Gang.
āBajingan
itu seluruh asetnya sudah berada di bawah nama istrinya.ā Jawab Baek Seok.
ā:Kita
bisa menemukan aset2 tersembunyi.ā Ucap Hae Gang.
āDia
membelikannya kalung dan jam tangan.ā Jawab Baek Seok.
āTampaknya
dia membelinya dengan uang tunai lantaran tidak mempunyai kartu kredit. Dia
menghabiskan 30 juta won. Jadi dia pasti menyembunyikan sesuatu di suatu
tempat.ā Ucap Hae Gang.
āBerapa
banyak hutangnya pada karyawan?ā tanya Baek Seok.
ā15 juta
won per orang jadi totalnya 45 juta won. Dasar bajingan. Dia membelikan gadis
itu jam tangan seharga 20 juta won. Tapi dia tidak membayar karyawannya? Karena
siapa mereka kini berada di jalanan? Haruskah kuberitahukan istrinya saja kalau
dia berselingkuh?ā sewot Hae Gang.
Tapi
Baek Seok malah tersenyum melihat kesewotan Hae Gang. Hae Gang menatap Baek
Seok dan bertanya kenapa? Baek Seok berkata kalau sekarang Hae Gang terlihat
seperti Yong Gi yang ia kenal.
āKenapa?
Aku bahkan tak ingat Yong Gi yang kau kenal.Aku hanya berusaha menjadi Yong Ki
yang kau ingat. Seperti berusaha mengerjakan potongan 10.000 puzzle. Aku tidak
tahu harus melakukan apa. Aku tidak tahu apa yang akan muncul setelah menaruh
seluruh potongan 10.000 itu bersama2, jadi aku takut. Bagaimana kalau aku orang
yang mengerikan? Bagaimana kalau aku diselimuti darah?ā ucap Hae Gang sedih.
āYang
penting bagimu dan diriku adalah dirimu yang sekarang. Kau yang ada di
hadapanku saat ini. Dan kau yang kucintai.ā Ucap Baek Seok.
Baek
Seok lalu mengajak Hae Gang pergi mencari motor Hae Gang. Hae Gang terkejut
saat Baek Seok menggenggam tangannya. Tapi kemudian mereka tersenyum dan
beranjak pergi. Sementara itu di kediaman Presdir Choi, Nyonya Hong melihat2
sebuah ruangan kosong. Ia lalu masuk ke sebuah kamar kosong, diikuti oleh Jin
Ri.
āCepat
datang. Ibumu sangat kesepian.ā Ucap Nyonya Hong.
āBukankah
Jin Eon bilang dia akan tinggal denganmu.ā Ucap Jin Ri membuat Nyonya Hong
kaget.
Nyonya
Hong pun marah, kau mengagetkanku!
āTak ada
yang lebih menakutkan setelah kematian adik ipar akibat kecelakaan di China.
Cerita akan lain jika adik ipar kembali dari kematian.ā Ucap Jin Ri.
āKenapa
kau membicarakan orang yang sudah meninggal lagi? Kau lupa bahwa kita tidak
boleh membicarakannya? Kita sudah putuskan bersama2 bahwa takkan pernah
membicarakannya lagi.ā Jawab Nyonya Hong.
āItu
lantaran aku khawatir karena Jin Eon kembali. Dia akan pingsan kalau tahu
istrinya meninggal.ā Ucap Jin Ri.
āSiapa
istrinya? Mereka sudah lama bercerai.ā Jawab Nyonya Hong.
āBaiklah,
mantan istri. Puas?ā ucap Jin Ri.
āUcapkan
satu kata saja pada Jin Eon dan kita berdua akan mati. Aku tak main2. Jika kau
mengganggu putraku, maka aku...ā
āAku
takkan berkata apapun. Ayah dan menantumu baru saja mengatasi rasa syok.ā Ucap
Jin Ri.
āTolonglah
Jin Ri. Jin Eon tak boleh tau kalau Hae Gang meninggal.ā Pinta Nyonya Hong. Jin
Ri pun mengangguk.
Sementara
di kamarnya, Tae Seok sedang melamun. Ia merasa menyesal untuk kematian Hae
Gang. Tae Seok lalu teringat saat memeriksa mobil Hae Gang. Ia menemukan
dokumen perceraian Hae Gang dan Jin Eon, serta koper Hae Gang yang di dalamnya
berisi foto Jin Eon, Hae Gang dan Eun Seol. Tak Seok terduduk lemas. Ia tidak
menyangka kalau yang dibunuhnya adalah Hae Gang, bukan Yong Gi.
Kembali
ke masa sekarang, dimana Tae Seok tidak menyadari ada Jin Ri di belakangnya.
Jin Ri diam2 berjalan ke arah Tae Seok dan mengintip berkas perjalanan Yong Gi
dari China ke Korea yang dilihat Tae Seok.
āDokgo
Yong Gi?ā gumam Jin Ri, membuat Tae Seok melonjak kaget.
āBukankah
Dokgo Yong Gi si pengungkap masalah Pudoxin?ā ucap Jin Ri lagi lalu merampas
berkas itu dan melihatnya.
āKudengar
dia menghilang tanpa jejak. Jadi dia diam2 meninggalkan negara ini. Jika ini
September 2011, 4 tahun sudah berlalu. Kau masih mencarinya? Kenapa? Apa yang
akan kau lakukan setelah menemukannya?ā ucap Jin Ri.
āTutup
mulutmu. Bisakah kau tutup mulutmu!ā bentak Tae Seok, lalu merebut kembali
berkas itu.
āYeobo...ā
ucap Jin Ri kaget karena Tae Seok membentaknya.
Nyonya Kim pergi ke rumah abu Hae Gang. Kesedihan menghiasi wajahnya. Ia teringat saat Hae Gang pamit mau ke China. Air mata Nyonya Kim pun menetes. Ia benar2 terpukul dengan kematian Hae Gang.
Sementara
itu, adik2 Baek Seok tampak sedang belajar. Salah seorang dari mereka bertanya,
apa yang akan terjadi jika Yong Gi tidak mendapatkan ingatannya kembali? Apa
itu artinya Baek Seok tak bisa menikahi Yong Gi?
Bocah
yang lain menjawab apa hubungan daya ingat dengan pernikahan? Tidak bisa kah
mereka menikah saja?
Bocah
yang satu lagi menyahut, kalau mereka menikah bagaimana kalau keluarga Yong Gi
Noona yang asli datang? Bagaimana kalau Noona sudah memiliki suami dan anak?
Bocah
perempuan tadi pun berkata jadi itu sebabnya Yong Gi Eonni terus menolak
lamaran Baek Seok Oppa?
Pembicaraan
anak2 itu pun berhenti tatkala Hae Gang datang. Hae Gang memarahi mereka yang
bukannya belajar tapi malah mengobrol. Anak2 itu pun kembali belajar. Hae Gang
lalu duduk dibelakang anak2 itu, dan mengelap rambut bocah lainnya yang baru
saja selesai mandi. Tak lama, Baek Seok pun datang. Diam2 Baek Seok mencium
pipi Hae Gang. Hae Gang tersenyum karena mengira Jun Hee yang menciumnya. Namun
saat menyadari Baek Seok yg menciumnya, ia marah.
Malam
pun tiba... mereka sedang menyantap makan malam bersama. Seorang anak perempuan
bertanya, kenapa Baek Ji Eonni belum pulang? Anak laki2 di sebelahnya menjawab
karena Baek Ji merupakan pelajar SMA. Hae Gang lalu berjanji akan membelikan
anak2 itu daging steik jika mereka mendapatkan nilai sempurna di ujian
semester.
āYa!
Noona, tidak semua orang berotak pintar. Di rumah ini yang pintar hanya Baek
Seok Oppa dan Seol Ri Eonni.ā Ucap anak laki2 yang tadi.
Mendengar
nama Seol Ri, Tuan Baek dan Baek Seok langsung diam. Sedangkan Hae Gang
bertanya, siapa itu Seol Ri? Anak perempuan yang tadi menegur si anak laki2
karena membicarakan Seol Ri depan ayah mereka. Tuan Baek pun menyuruh anak2
makan, lalu beranjak pergi. Hae Gang heran melihatnya.
Selesai
makan malam, Hae Gang menyisirkan rambut salah satu anak perempuan. Hae Gang
lalu menanyakan Seol Ri pada anak perempuan itu. Anak perempuan itu berkata,
Seol Ri pergi ke Amerika bersama seorang pria. Hae Gang terkejut. Anak itu lalu
mengambil sebuah buku dan menunjukkannya pada Hae Gang. Ada foto Seol Ri
disana.
āBaek
Seok Oppa bilang Seol Ri Eonni mencintai
pria yang tidak boleh dicintai. Dalam hati ayah dan Oppa tertancap peluru yang
sangat besar.ā Ucap anak perempuan itu.
āPria
yang tak boleh dicintai?ā tanya Hae Gang bingung.
āKau tak
boleh bicara soal Seol Ri Eonni di depan ayah atau pun Oppa. Hati mereka bisa
meledak. Kau mengerti kan?ā ucap anak perempuan itu.
Hae Gang
tersenyum dan mengangguk, lalu kembali menatap foto Seol Ri.
Dalam
tidurnya, Hae Gang bermimpi buruk. Ia berteriak, Jangan! Jangan! Baek Seok yang
duduk di depan kamar Hae Gang, segera masuk ke kamar Hae Gang dan menenangkan
Hae Gang. Baek Seok menepuk2 pundak Hae Gang. Hae Gang pun kembali tenang.
Flashback,
saat Hae Gang lompat ke sungai. Jin Eon melompat ke sungai untuk menyelamatkan
Hae GangāFlashback end.
Hae Gang
berteriak dalam tidurnya. Ternyata itulah yang muncul di mimpi Hae Gang. Baek
Seok memeluk Hae Gang dengan erat. Tak lama, Hae Gang terbangun. Keringat
membasahi sekujur tubuh Hae Gang. Baek Seok menghapus air mata Hae Gang. Hae
Gang berkata lirih, selalu saja mimpi yang sama.
āSeseorang
menabrakku dari belakang. Bukan aku, tapi seorang gadis meninggal. Dan di
sungai yang dalam, seorang laki2 mencariku. Kupikir aku yang membunuh anak itu.
Jadi pria itu berusaha membunuhku. Dia berusaha membunuhku dalam air.ā Ucap Hae
Gang sambil menangis.
āBerapa
kali harus kuberitahu. Tak peduli berapa kali kuperiksa di setiap kantor
polisi, tidak ada kecelakaan seperti itu.ā Jawab Baek Seok.
āAnak
itu, anak perempuan itu. Bagaimana kalau dia meninggal karena diriku?ā tanya
Hae Gang lirih.
āTidak
ada kecelakaan yang melibatkan anak perempuan.ā Jawab Baek Seok.
āLalu
siapa pria itu? Dia rajin muncul dalam mimpiku setiap malam. Pria yang
menderita itu.ā Ucap Hae Gang.
āAku
cemburu. Belum pernah aku masuk dalam mimpimu, tapi dia mengamuk melalui mimpi
selama 1460 hari. Apakah pria itu yang jahat atau kau yang jahat? Jika kau
merasa menyesal, maka biarkan aku tidur disini sekarang.ā Ucap Baek Seok lalu tidur
memeluk Hae Gang.
Baek
Seok lalu bangkit dan pergi meninggalkan Hae Gang sendiri. Hae Gang berkaca2
memikirkan mimpinya.
Presdir
Choi keluar dari kamarnya. Begitu menutup pintu kamarnya, ia mendapati Tae Seok
yang baru saja turun dari tangga. Presdir Choi menatap kesal Tae Seok, lalu
pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun. Tae Seok menatap kesal ayah
mertuanya itu, lalu pergi menyusul ayah mertuanya.
Mereka
sarapan bersama. Saat Nyonya Hong mengatakan tentang Jin Eon dan Seol Ri yang
akan kembali Jumat depan, Presdir Choi terkejut. Nyonya Hong heran dan bertanya
kenapa Presdir Choi begitu terkejut? Presdir Choi sepertinya merasa bersalah
pada Hae Gang. Tae Seok lalu berkata kalau Jin Eon harus menikah sekarang
karena telah menyelesaikan studinya. Nyonya Hong membalas perkataan Tae Seok
dengan mengatakan kalau Jin Eon harus sesegera mungkin menikahi Seol Ri.
āJika
kau ingin menikahkan mereka, maka kau harus melakukannya cepat2. Kalau dia
tahu, maka pernikahan ini akan batal. Seberapa bersalah yang akan dirasakannya?
Dia akan merasa bersalah karena kematian Hae Gang. Jika mereka tidak bercerai,
maka Hae Gang tidak akan pergi ke China. Dan jika dia tidak pergi ke China, dia
tidak akan mengalami kecelakaan seperti itu.ā Ucap Jin Ri.
Nyonya
Hong mendengus kesal mendengar perkataan Jin Ri. Sementara Presdir Choi merasa
bersalah.
āAku
akan menyuruh mereka tinggal di rumah tamu saat mereka kembali. Rumahnya masih
dalam perbaikan.ā Ucap Nyonya Hong.
āTidak
boleh!ā larang Presdir Choi.
Nyonya
Hong kaget. Presdir Choi lalu pergi dari meja makan tanpa mengatakan sesuatu
lagi.
Di ruangannya, Presdir Choi melihat pena yang dia berikan pada Hae Gang. Ia teringat kata2nya pada Hae Gang, kalau ia akan menelantarkan Hae Gang jika Hae Gang menelantarkannya. Presdir Choi berkata Jin Eon tak bisa menjalankan perusahaan sendiri. Ia bisa menjalannya jika bersama dengan Hae Gang. Presdir Choi lalu melihat paspor Hae Gang.
Di ruangannya, Presdir Choi melihat pena yang dia berikan pada Hae Gang. Ia teringat kata2nya pada Hae Gang, kalau ia akan menelantarkan Hae Gang jika Hae Gang menelantarkannya. Presdir Choi berkata Jin Eon tak bisa menjalankan perusahaan sendiri. Ia bisa menjalannya jika bersama dengan Hae Gang. Presdir Choi lalu melihat paspor Hae Gang.
Flashback...
Tae Seok
berlutut dan berkata Yong Gi masuk ke dalam mobil yang berbeda. Jadi yang
meninggal adalah Hae Gang. Tae Seok memohon agar Presdir Choi tidak memberitahu
siapapun tentang tewasnya Hae Gang. Tidak pada Nyonya Hong dan juga Jin Ri.
Presdir Choi syok. Tae Seok lalu berkata melakukan itu, berusaha menyingkirkan
Yong Gi demi Presdir Choi.
āSiapa
dia?ā tanya Presdir Choi.
āDia
adalah putri Dokgo Ji Hoon.ā Jawab Tae Seok.
Presdir
Choi terkejut.
āDirektur
Do meninggal di China. Kita hanya membutuhkan jasadnya. Aku akan menyiapkan
pemakamannya.ā Ucap Tae Seok lagi.
Presdir
Choi tampak terpukul.
Flashback
end....
Presdir
Choi masih terpukul dengan tewasnya Hae Gang. Tae Seok lalu masuk menghampiri
ayahnya. Tae Seok berkata akan aman jika Presdir Choi menyingkirkan paspor Hae
Gang. Presdir Choi menatap kesal Tae Seok. Tae Seok berkata kalau Presdir Choi
tidak boleh bereaksi seperti itu. Mereka bisa mengecoh orang lain, tapi tidak
dengan Jin Eon. Jin Eon tidak akan tinggal diam kalau tau kematian Hae Gang,
jadi Jin Eon tidak boleh tahu kematian Hae Gang.
Hae Gang
sudah rapi dan bersiap pergi. Tepat saat itu, Baek Ji pulang. Hae Gang pun
memarahi Baek Ji. Baek Ji tidak terima dan mendorong Hae Gang. Setelah
mendorong Hae Gang, Baek Ji beranjak pergi dari rumah. Hae Gang mengejar Baek
Ji dan mengomeli Baek Ji yang memakai riasan lagi. Baek Ji berkata dengan jutek
kalau ia juga merokok dan minum alkohol. Hae Gang semakin kesal. Baek Ji
meminta Hae Gang tidak usah mencampuri urusannya. Setelah mengatakan itu, Baek
Ji pun pergi.
Bel
rumah Nyonya Kim berbunyi. Nyonya Kim terkejut melihat Nyonya Hong yang datang.
Nyonya Kim membukakan pintu untuk Nyonya Hong. Nyonya Kim tampak kesal. Nyonya
Hong berkata ia datang karena mendengar adiknya Tae Seok tinggal di sana. Nyonya
Kim menyewakan rumahnya untuk adik Tae Seok.
āAku
cemas kalau kau tinggal sendiri. Bagus sekali ada seorang dokter di rumah ini.ā Ucap Nyonya Hong.
Nyonya
Kim geram, lalu mengirim SMS ke ponsel Nyonya Hong.
Katakan saja apa yang mau
katakan, lalu pergilah.
āOh
baiklah. Kudengar kau tak bisa bicara karena syok. Kau masih belum bisa bicara?ā
ucap Nyonya Hong.
Nyonya
Kim mengirimi SMS Nyonya Hong lagi.
Berhenti bersikap bodoh dan
katakan apa yang mau kau katakan!
āBodoh?
Apakah itu yang ingin kau katakan setelah 4 tahun kita tidak bertemu? Baiklah
akan langsung kukatakan. Jin Eon pulang ke Korea.ā Ucap Nyonya Hong.
Nyonya
Kim terkejut.
āDia tidak
tahu apa2. Dia pikir Hae Gang sehat2 saja di China. Jangan beritahukan dia.
Sekalipun kau bertemu dia, jangan beritahu dia kalau Hae Gang sudah meninggal.
Orang2 yang hidup harus menjalani hidup. Setelah kematian Eun Seol, dia menjalani
hidup seperti di neraka. Terlalu kejam baginya jika ia melalui hal itu sekali
lagi.ā Pinta Nyonya Hong.
Nyonya
Kim menatap tajam Nyonya Hong.
āAku
tidak berhak mengatakan hal ini, dan aku tahu tak seharusnya aku melakukannya.
Tapi aku ingin melindungi putraku. Tolong lindungi dia, Gyu Nam. Jika kau
melakukannya, maka aku akan melakukan apapun untukmu. Aku akan jadi pembantumu
jika kau menyuruh aku melakukannya. Dan aku akan berpura2 mati jika kau
menyuruhku mati.ā Ucap Nyonya Hong.
Nyonya
Kim terluka dengan kata2 Nyonya Hong, tapi ia menuruti permintaan Nyonya Hong.
Nyonya Kim lalu berdiri dan menyuruh Nyonya Hong pergi. Begitu Nyonya Hong
keluar, Nyonya Kim melemparinya dengan kacang merah. Nyonya Hong terkejut dan
bergegas keluar.
Hae Gang
ada bandara. Ia sedang menunggu kedatangan pria itu. Saat Hae Gang berjalan
ditengah2 kerumunan orang yang menunggu di pintu kedatanga sambil mengarahkan
kamera ponselnya ke arah pintu kedatangan, ia melihat Jin Eon. Namun bukan Jin
Eon yang menarik perhatiannya, tapi Hyun Woo dengan tulisan2 yang dibuatnya.
Aku telah menunggumu. Selama
ribuan hari. Aku telah merindukanmu. Aku rindu padamu. Aku tak pernah
melupakanmu. Aku masih mencintaimu.
Hyun Woo
lalu merentangkan kedua tangannya. Dan Jin Eon memeluknya erat. Hae Gang
terkejut, apakah itu laki2? (Hahahahahahaha)
Hae Gang lalu beranjak pergi. Jin Eon tak menyadari keberadaan Hae Gang.
Hae Gang lalu beranjak pergi. Jin Eon tak menyadari keberadaan Hae Gang.
āAku
hampir jatuh cinta padamu.ā Ucap Jin Eon.
āJangan
takut. Ayo kita coba dari awal.ā Jawab Hyun Woo.
āSudah
terlambat.ā Ucap Jin Eon.
āApakah
aku tidak cukup baik?ā tanya Hyun Woo sedih.
āAda saat2
ketika kau dimabuk cinta.ā Jawab Jin Eon.
āItu
cinta bodoh.ā Ucap Hyun Woo.
āCinta
yang menyesakkan.ā Jawab Jin Eon.
āCinta,
hal itu...ā
āHentikan.ā
Ucap Jin Eon. Mereka lalu tertawa geli. (kalau gue jijik)
Sementara
Hae Gang dengan mobilnya masih membuntuti pria itu. Kini ia ada di hotel. Ia
melihat pria itu masuk ke hotel bersama selingkuhannya. Hae Gang berencana
mengambil gambar pria itu. Namun tiba2, Baek Seok menelponnya. Hae Gang
mendengus kesal saat Baek Seok mengingatkannya kalau ia harus datang ke
pengadilan. Hae Gang pun berkata akan segera ke sana, lalu memutus telponnya
begitu saja.
Baek
Seok ada di pengadilan.
āJumlah uang yang di dapat oleh penggugat sehari dengan mengumpulkan kertas bekas selama dua belas jam hanyalah 8.900 won. Tapi dia tidak menggunakan uangnya. Dia tidak makan dan tetap berhemat. Dalam 5 tahun, ia bisa menabung sebanyak 249 won. Ini adalah seluruh tabungan penggugat, Tuan Lee Geum Bok. Karena penipuan pada seseorang yang mengaku sebagai Jaksa Agung, dia kehilangan seluruh uangnya. Terdakwa Um Dong Eun menerima uangnya. Ketika tabungan hidup penggugat dicuri, aku mendapatkan catatan kartu dan bank mu. KUHP Pasal 760 Ayat 3 menyatakan bahwa mereka yang menyebabka kejahatan, langsung maupun tidak langsung sebagai kaki tangan, harus memberikan kompensasi pada korban. Terdakwa membuka rekening atas namanya, maka membantu dalang penipuan.ā Ucap Baek Seok.
āJumlah uang yang di dapat oleh penggugat sehari dengan mengumpulkan kertas bekas selama dua belas jam hanyalah 8.900 won. Tapi dia tidak menggunakan uangnya. Dia tidak makan dan tetap berhemat. Dalam 5 tahun, ia bisa menabung sebanyak 249 won. Ini adalah seluruh tabungan penggugat, Tuan Lee Geum Bok. Karena penipuan pada seseorang yang mengaku sebagai Jaksa Agung, dia kehilangan seluruh uangnya. Terdakwa Um Dong Eun menerima uangnya. Ketika tabungan hidup penggugat dicuri, aku mendapatkan catatan kartu dan bank mu. KUHP Pasal 760 Ayat 3 menyatakan bahwa mereka yang menyebabka kejahatan, langsung maupun tidak langsung sebagai kaki tangan, harus memberikan kompensasi pada korban. Terdakwa membuka rekening atas namanya, maka membantu dalang penipuan.ā Ucap Baek Seok.
Hae Gang
yang baru datang tersenyum menatap Baek Seok. Namun tiba2, ia merasakan sesuatu
saat melihat gedung pengadilan.
Terlihat
seorang pria muda yang duduk sambil membaca sebuah buku di teras Nyonya Kim.
Lalu tak lama, Nyonya Kim keluar dan berjalan ke arah pintu pagar. Seorang
kurir mengantarkan sesuatu. Nyonya Kim mengambilnya lalu kembali ke dalam. Tak
lama setelah Nyonya Kim kembali ke dalam, ponsel pria itu berbunyi. Pria itu
pun beranjak ke dalam. Di dalam, Nyonya Kim sedang memunguti kacang merah yang
berserakan di lantai.
āSudah
jam tujuh.ā Kata pria itu ke Nyonya Kim.
Nyonya
Kim menunjuk ke arah meja makan. Pria itu duduk di meja makan dan makan.
Sementara Nyonya Kim duduk melamun di ruang tengah.
Sekembalinya
ke kantor, Baek Seok mengajak Hae Gang berkencan. Hae Gang menolak dan berkata
ia harus pergi ke sekolah Baek Ji. Wali Kelas Baek Ji menelponnya, memberitahu
kalau Baek Ji sudah tidak masuk sekolah beberapa minggu. Hae Gang juga
mengatakan kalau Baek Ji sering pergi ke klub. Baek Seok pun bingung karena
dulu Baek Ji tidak seperti itu. Hae Gang berkata akan mencari Baek Seok ke
seluruh klub yang ada di Seoul dan meminta Baek Seok fokus pada persidangan Lee
Geum Bok saja. Baek Seok lantas mengajak Hae Gang jalan2.
Jin Eon
dan Hyun Woo berada di keramaian, seperti pasar tradisional gitu. Hae Gang dan
Baek Seok juga ada di sana. Namun tiba2, langkah Hae Gang terhenti. Begitu pula
Jin Eon yang berdiri di belakang Hae Gang. Hae Gang diam terpaku, begitu pula
Jin Eon. Lalu, Hae Gang dan Jin Eon sama2 pergi karena mereka mendengarkan
sebuah lagu. Hmmm.. sepertinya itu lagu favorit mereka. Baek Seok mengikuti Hae
Gang. Dan Hyun Woo mengikuti Jin Eon.
Mereka berhenti di depan sebuah konser. Jin Eon berdiri tak jauh dari
Hae Gang berdiri. Mereka hanya dipisahkan oleh Baek Seok. Sayangnya, Hyun Woo
tidak melihat Hae Gang.
Hae Gang
dan Jin Eon sama2 terpaku mendengarkan alunan musik itu.
Baek Ji
juga berada di sana. Ia bersama teman2nya. Kedua temannya menyuruh Baek Ji
mengambil dompet pria berbaju merah yang tak lain Hyun Woo. Baek Ji ragu
melakukannya, tapi temannya itu marah dan menyuruh Baek Ji kembali ke sekolah.
Baek Ji yang tidak mau kembali ke sekolah pun bersedia melakukan itu.
Dengan
takut2, Baek Ji mencoba mengambil dompet Hyun Woo. Tapi sayangnya tidak
berhasil. Akhirnya sasaran Baek Ji pun berpindah pada Jin Eon. Jin Eon yang
terpaku mendengar musik tak sadar dompetnya diambil.
Mata Hae
Gang berkaca2. Baek Seok bingung melihat Hae Gang.
Hyun Woo
dan Jin Eon kini ada di klub. Hyun Woo
bertanya musik apa yang tadi itu? Jin Eon menjawab, Howl Moving Castle.
āAh,
kartun itu. Dan Eun Seol...?ā tanya Hyun Woo.
āMungkin
menontonnya 100 kali.ā Jawab Jin Eon.
(Ternyata itu musik kesukaannya Eun Seol toh).
(Ternyata itu musik kesukaannya Eun Seol toh).
Lalu,
Seol Ri menelpon. Mereka melakukan video call. Seol Ri senang melihat Hyun Woo.
Begitu pula Hyun Woo. Hyun Woo juga memuji kecantikan Seol Ri. Senior Seol Ri
lalu datang menyerahkan sebuah berkas pada Seol Ri. Seol Ri berkata pada Hyun
Woo, sebenarnya ia masih ingin bicara dengan Hyun Woo tapi tidak bisa. Hyun Woo
lalu memberikan ponselnya pada Jin Eon. Jin Eon menyemangati Seol Ri, karena
Seol Ri akan melakukan presentasi pertamanya. Pembicaraan itu selesai karena
Seol Ri harus pergi presentasi.
Hae Gang
tengah mencari seseorang di kerumunan. Baek Seok juga kebingungan mencari
orang. Hae Gang hendak masuk ke sebuah klub. Tapi dihalangi petugas. Sementara
Baek Seok melihat dua siswi. Ia mengira itu Baek Ji, ternyata bukan. Rupanya
mereka sama2 mencari Baek Ji.
Baek Ji
di sebuah sudut, tengah menikmati hasil copetannya bersama kedua temannya. Baek
Ji jadi terpaku saat melihat foto Jin Eon dan Eun Seol di dompet Jin Eon. Hae
Gang datang. Kedua teman Baek Ji langsung kabur, tapi Baek Ji tak sempat kabur.
Hae Gang
sedang menyita semua aksesori dan peralatan make up Baek Ji. Baek Ji datang dan
marah. Baek Ji mengualiahi Hae Gang tentang ingatan Hae Gang yang hilang. Baek
Ji bertanya kenapa Hae Gang bisa begitu sombong? Padahal Hae Gang tidak ingat
apapun. Kenapa Hae Gang mengacau di rumahnya? Hae Gang pun terdiam mendengar
kuliah Baek Ji. Setelah Baek Ji setelah bicara, Hae Gang menyuruh Baek Ji
membersihkan kamar itu, lalu pergi.
Setelah
Hae Gang pergi, Baek Ji membuka tasnya dan mengambil dompet Jin Eon. Ia bingung
bagaimana cara mengembalikan dompet Jin Eon.
Jin Eon
yang baru sadar telah kehilangan dompetnya bergegas mencari dompetnya di tempat
ia mendengarkan musik tadi. Tapi ia tak menemukannya. Hyun Woo mengusulkan agar
mereka melaporkan kejadian ini pada polisi. Jin Eon setuju. Dan mereka bergegas
pergi.
Baek Ji
masih melihat foto di dompet Jin Eon. Begitu Hae Gang datang, ia langsung
menyembunyikannya. Hae Gang berkata mulai hari ini ia akan mengawasi Baek Ji.
Hae Gang lalu mengambil tempat untuk tidur. Baek Ji terlihat kesal. Hae Gang
mulai berbaring dan tidur. Sementara Baek Ji diam2 melihat foto Jin Eon dan Eun
Seol.
Keesokan
harinya, Hae Gang berada di sekitar rumah Jin Eon. Ia menemukan mobil pria itu
dan berharap akan menemukan sesuatu. Begitu pria itu keluar, Hae Gang buru2
pergi. Begitu pria itu pergi, Hae Gang langsung membuntutinya. Bersamaan dengan
itu, sebuah taksi berhenti di depan sebuah rumah. Jin Eon yang turun dari taksi
itu. Saat hendak masuk ke rumah, tiba2 Hae Gang nongol.
āAhjussi,
minggir!ā teriak Hae Gang pada Jin Eon.
Hae Gang
menabrak koper Jin Eon. Jin Eon terkejut, tapi masih belum menyadari itu Hae
Gang. Hae Gang langsung meminggirkan motornya. Sebuah bola kaca menggelinding
ke arahnya. Bola kaca itu ternyata kotak musik. Hae Gang terpaku mendengar
alunan musik yang keluar dari bola kaca itu. Ia pun turun dari motornya dan
menatap bola kaca itu. Sedangkan Jin Eon memunguti barang2nya yang berserakan
di jalanan.
Hae Gang
terpaku melihat bola kaca itu. Ia mengambilnya. Matanya berkaca2 mendengar
musik di bola kaca itu. Jin Eon mendekati Hae Gang dan meminta bola kacanya.
Namun Hae Gang diam saja dan terus menatap bola kaca itu. Beberapa detik
kemudian, Hae Gang berdiri dan menghadap Jin Eon. Jin Eon terpana menatap Hae
Gang. Sedangkan Hae Gang menatap Jin Eon berkaca2.
Comments
Post a Comment