Thursday, March 24, 2016

Temptation Of An Angel Ep 11

Sebelumnya <<<


“Yatim piatu? Lalu, lulusan sekolah di Amerika, keluarga di Amerika, semuanya bohong? Bagaimana bisa sesuatu yang konyol seperti ini terjadi di keluarga kita!” teriak Presdir Shin.

Hyun Min pun membela Ah Ran. Ia berkata Hyun Woo yang melakukan semua itu. Presdir Shin lantas menatap tajam istrinya. Ia menyangka istrinya juga sudah mengetahui semua itu. Presdir Shin juga menyalahkan istrinya. Ia menganggap istrinya tidak becus mendidik anak sehingga kebohongan seperti itu bisa terjadi.
Nyonya Jo yang memang tidak tahu apa2 pun kaget. Ia mendekati Ah Ran dan meminta Ah Ran menyangkal semuanya. Lalu tak lama, Nyonya Jo pingsan. Hyun Ji pun langsung berlari mendekati sang ibu. Presdir Shin menyuruh Ah Ran menelpon Joo Seung.

Ah Ran berlari ke kamarnya dan menelpon Joo Seung. Ah Ran menceritakan semuanya dan meminta Joo Seung datang. Joo Seung yang masih kesal pun menolak. Ia menyuruh Ah Ran membawa Nyonya Jo ke rumah sakit. Ah Ran pun terkejut. Joo Seung lantas memutuskan teleponnya begitu saja.

Ah Ran berlari keluar dari kamarnya. Di depan kamarnya, Hyun Min sudah menunggu. Hyun Min menatap Ah Ran dingin. Ah Ran memberitahu Hyun Min tentang Joo Seung yang tidak bisa datang.
“Apa kau mencintai kakakku? Apa alasanmu menikahi kakakku? Jika kakakku menangis meninggalkan dunia ini, aku tidak akan membiarkanmu.” Ucap Hyun Min.
Ah Ran pun bingung dengan ucapan Hyun Min. Hyun Min lalu memberitahu Ah Ran kalau ibunya baik2 saja, jadi Ah Ran tidak usah cemas. Hyun Min pun beranjak pergi. Ah Ran curiga Hyun Min sudah mengetahui sesuatu tentang dirinya.
Hyun Min pergi ke mobilnya dan teringat Joo Seung yang mencium Ah Ran. Ia tidak menyangka Joo Seung bisa melakukan itu. Ia lalu bertanya2 apa Hyun Woo sudah mengetahui hubungan Ah Ran dan Joo Seung.

Hyun Min pergi menemui Yeon Jae di sauna. Yeon Jae pun heran Hyun Min datang2 langsung menanyakan pertanyaan yang aneh. Hyun Min meminta Yeon Jae memberitahunya soal selingkuhan Ah Ran. Yeon Jae pun bertanya apa yang akan dilakukan Hyun Min jika Ah Ran memiliki pria lain.
“Haruskah dia dirajam karena bertemu pria lain?” lanjut Yeon Jae.
Hyun Min yang malas meladeni Yeon Jae pun memilih pergi. Lalu tanpa sengaja Hyun Min menabrak paman dan bibi Ah Ran. Setelah meminta maaf karena sudah menabrak mereka, Hyun Min beranjak pergi. Bibi Ah Ran lalu meminta telur pada Yeon Jae. Melihat Yeon Jae, bibi Ah Ran pun terkejut.
“Sepertinya aku pernah melihatmu.” Ucap bibi Ah Ran.
“Kau bibinya Ah Ran kan? Aku Yeon Jae yang tinggal di belakang rumahmu.” Jawab Yeon Jae.
“Iya aku ingat. Kau Yeon Jae si tukang makan.” Ucap bibi Ah Ran.
“Kenapa kalian datang ke sini? Kalian tidak membeli rumah yang besar?” Tanya Yeon Jae.
“Kami keluar dua hari yang lalu.” Jawab paman Ah Ran.
“Kau sudah melihat Ah Ran kami?” Tanya bibi Ah Ran.
“Kalian bertemu Ah Ran? Gadis itu, dia jadi begitu baik setelah menikah dengan pria kaya.” jawab Yeon Jae.
Yeon Jae lalu memberitahu paman dan bibi Ah Ran kalau pria yang mereka tabrak barusan adalah adik ipar Ah Ran. Paman dan bibi Ah Ran pun terkejut.

Yeon Jae menelpon Ah Ran. Ia memberitahu Ah Ran tentang kedatangan Hyun Min. Ah Ran pun terkejut. Ah Ran lalu bertanya apa jawaban Yeon Jae. Yeon Jae bilang ia tidak mengatakan apapun. Ia hanya bilang sekalipun Ah Ran berniat menikah lagi, Hyun Min tidak berhak ikut campur. Yeon Jae juga memberitahu tentang paman dan bibi Ah Ran yang ada di sauna tempat ia bekerja. Ah Ran terkejut. Ah Ran lalu melarang Yeon Jae mengatakan apapun tentang dirinya.
“Kenapa dia ke sana? Apa dia mengetahui hubunganku dengan Joo Seung?” guman Ah Ran .
Sementara itu, di apartemennya. Joo Seung teringat permintaan terakhir sang ayah.
Flashback…
Joo Seung menemani ayahnya di rumah sakit. Dengan napas tersengal2, ayah Joo Seung memberitahu Joo Seung soal kecelakaan yang menewaskan kedua orang tua Ah Ran. Ayah Joo Seung berkaca itu bukanlah kecelakaan. Seseorang dengan sengaja menyabotase mesin pengangkut barang. Ayah Joo Seung lalu menyuruh Joo Seung mencari Ah Ran. Joo Seung mengerti dan berjanji akan mencari Ah Ran.

Joo Seung lalu memberikan air pada ayahnya. Namun tiba2 saja sang ayah tersedak. Joo Seung pun langsung pergi mengambil baju ganti untuk ayahnya. Setelah Joo Seung pergi, ayah Joo Seung menelpon seseorang. Ayah Joo Seung ingin bertemu dengan orang itu sebelum ia mati. Tanpa disadarinya, Joo Seung muncul dan mendengar semuanya. Ayah Joo Seung berkata bahwa Joo Seung masih belum tahu ibu kandungnya masih hidup. Joo Seung pun terkejut mendengarnya. Tangisnya pun keluar.
Flashback end….

Joo Seung menatap foto sang ayah dengan mata berkaca2. Jarinya menutupi foto ibunya. Sedetik kemudian, air matanya meleleh.
(So sad for you… tapi who is the real mom? Apakah Nyonya Jo?)


Jae Hee tidur lelap di kasur Hyun Woo. Hyun Woo duduk disamping Jae Hee, dan mengusap kening Jae Hee. Jae Hee pun terbangun dan terkejut mendapati dirinya tertidur di kamar Hyun Woo.
“Apa yang harus kulakukan? Aku tertidur disini. Kenapa kau tidak membangunkanku? Tidurku pasti sangat jelek kan?” ucap Jae Hee.
Hyun Woo pun mengiyakan, membuat Jae Hee panic.
“Kau tidur dengan baik.” ralat Hyun Woo.
Hyun Woo lalu menawarkan Jae Hee secangkir teh namun Jae Hee menolak. Jae Hee berkata ia harus segera pulang. Jae Hee bergegas bangkit dari kasur Hyun Woo. Ia mau pulang, namun Hyun Woo memeluk Jae Hee dari belakang.
“Di masa depan, tidak peduli bagaimana sikapku, jangan pernah meragukan perasaanku padamu. Joo Ah Ran adalah masa laluku. Tidak ada wanita lain.” Ucap Hyun Woo.
“Aku minta maaf sudah membuatmu kecewa.” Jawab Jae Hee.

Hyun Woo pun memutar tubuh Jae Hee dan tersenyum menatap gadis itu.
“Kau sangat cantik saat cemburu.” Ucap Hyun Woo, membuat Jae Hee tersenyum.
Hyun Woo pun kembali memeluk Jae Hee.
“Setelah aku mengantarmu, aku akan pergi ke villa.” Ucap Hyun Woo.
“Villa? Mau apa kau ke sana?” tanya Jae Hee.
“Aku harus segera mengumpulkan bukti keterlibatan Joo Ah Ran. Aku harus ke sana, sebelum bukti kejahatannya hilang.” Jawab Hyun Woo.

Paman dan bibi Ah Ran terus menanyakan tentang Hyun Woo pada Yeon Jae. Semula Yeon Jae tidak mau memberitahu, namun karena paman dan bibi Ah Ran mendesaknya terus, akhirnya ia memberitahu kalau Hyun Woo sudah meninggal. Paman Ah Ran pun terkejut. Yeon Jae lalu beranjak pergi untuk menghindari pertanyaan serupa. Bibi Ah Ran justru senang karena Ah Ran akan menjadi pewaris dari perusahaan besar. Mendengar nama perusahaan Ah Ran, membuat paman Ah Ran teringat siapa Presdir Shin.

Hyun Woo sudah tiba di villanya. Ia menatap villanya dengan tatapan nanar. Bayangan2 tentang pernikahannya dengan Ah Ran, saat mereka bulan madu, kecelakaan mobil itu juga saat Ah Ran membakar villanya, berputar di benaknya.
“Joo Ah Ran, sekarang kau bukan lagi istriku atau wanita dalam mimpiku. Kau hanyalah sasaran balas dendamku. Dibandingkan dengan dosa karena jatuh cinta padamu benar2 menyedihkan.” Ucap Hyun Woo.

Hyun Woo lalu dikejutkan dengan lampu yang berasal dari mobil Joo Seung. Hyun Woo pun buru2 bersembunyi. Joo Seung turun dari mobil dan hanya berdiri di luar menatap ke arah villa itu.
“Hyun Woo hyung, aku datang ke sini karena ingin mengatakan sesuatu padamu. Ah Ran adalah wanitaku mulai sekarang. Aku akan mencintainya lebih daripada yang kau lakukan, dan aku akan melindunginya. Jadi tolong bantu aku agar aku bisa melindungi Ah Ran. Jangan biarkan hatinya goyah lagi. Jika tidak, aku takut kalau aku akan membeberkan fakta tentang Ah Ran yang membunuhmu.” Ucap Joo Seung.
Medengar hal itu, dendam Hyun Woo pun semakin membara.

Sekarang Hyun Woo dalam perjalanan kembali ke Seoul. Matanya berkaca2 teringat kata2 terakhir Joo Seung. Hyun Woo lalu menyadari sesuatu setelah matanya melirik kamera CCTV di lampu jalan. Ia pun berpikir kamera CCTV dapat dijadikan bukti tentang keterlibatan Ah Ran dalam insiden kebakaran di villa.


Presdir Shin menyuruh Ah Ran bercerai dari Hyun Woo. Ah Ran pun kaget. Presdir Shin berkata mereka belum mengumumkan kematian Hyun Woo, jadi bukan hal yang aneh menceraikan suami yang sudah meninggal. Ah Ran membela diri. Ia berkata, itu kesalahannya karena sudah berbohong tentang keluarganya tapi menjadi yatim piatu bukanlah alasan untuk bercerai.
“Tidak punya etika, arrogant! Jadi berbohong soal keluargamu itu bukan kesalahan!” teriak Presdir Shin.
Presdir Shin lalu melemperkan surat perceraian itu ke wajah Ah Ran. Ah Ran terkejut.
“Kembalikan perusahaanku! Aku tidak akan membagi saham Hyun Woo untuk seorang penipu seperti dirimu!” teriak Presdir Shin.
Presdir Shin pun beranjak pergi. Ah Ran menyusulnya. Sementara itu di luar, paman dan bibi Ah Ran sedang memata2in kediaman Presdir Shin. Tak lama kemudian, Presdir Shin dan Ah Ran keluar. Paman dan bibi Ah Ran kaget saat mendengar Ah Ran memanggil Presdir Shin dengan sebutan ayah. Presdir Shin pun pergi begitu saja tanpa menghiraukan panggilan Ah Ran. Setelah Presdir Shin pergi, Ah Ran juga pergi tanpa menyadari kehadiran paman dan bibinya.
“Ada apa ini? Mungkinkah Ah Ran masuk ke dalam keluarga itu untuk mencari tahu siapa saja yang terlibat dalam kematian orang tuanya?” ucap paman Ah Ran.

Ah Ran pergi ke rumah sakit Joo Seung. Begitu melihat Hyun Min keluar bersama Jae Hee dari sana, ia pun lekas bersembunyi. Hyun Min menanyakan siapa kekasih Joo Seung. Jae Hee pun berkata tidak bisa membocorkan masalah pribadi Joo Seung.
“Lalu kenapa malam itu kau menyuruhku datang ke bar? Bukankah kau ingin memberitahuku hubungan Joo Seung dan Ah Ran?” tanya Hyun Min.
Ah Ran pun terkejut mendengarnya.
“Saat di bar, aku sudah melihatnya sendiri kalau Joo Seung dan Ah Ran adalah sepasang kekasih. Jika mereka menjalin hubungan sejak lama, apa kakakku juga tahu hal itu?” tanya Hyun Min.
Ah Ran semakin terkejut.
“Apa mungkin kecelakaan pada malam itu, bukanlah kecelakaan?” tanya Hyun Min.
“Bukankah aku sudah mengatakannya, tidak ada hal aneh yang terjadi di villa. Maafkan aku. Aku tidak bisa mengatakan apa2 lagi.” Jawab Jae Hee.
Jae Hee pun masuk ke dalam. Sementara Hyun Min terlihat kecewa dengan jawaban Jae Hee. Ah Ran sendiri syok. Ia tidak menyangka Hyun Min melihatnya berciuman dengan Joo Seung pada malam itu.

Ah Ran menghampiri Jae Hee. Ia bertanya alasan Jae Hee menyuruh Hyun Min datang ke bar malam itu. Jae Hee pun berkata ia menelpon Hyun Min karena melihat Ah Ran sedang mabuk. Ah Ran tidak percaya. Ia berkata itu karena Jae Sung.
“Itulah kenapa kau menyuruh Dokter Nam datang ke bar dan membuatku berada dalam posisi yang sulit. Apa hubunganmu dengan Presdir Ahn. Sudah berapa lama kalian saling mengenal?” tanya Ah Ran.
Tepat saat itu, Joo Seung datang. Joo Seung meminta Ah Ran berhenti.

Di ruangannya, Joo Seung bertengkar dengan Ah Ran. Joo Seung bertanya apa Jae Sung sebegitu penting untuk Ah Ran? Apa Ah Ran tidak peduli kalau harga dirinya diinjak oleh laki2 itu? Ah Ran pun marah. Ia meminta Joo Seung berhenti bersikap kekanak2an seperti itu.
“Apa kau tidak tahu situasiku sekarang! Keluarga itu sudah mengetahui kalau aku yatim piatu!” teriak Ah Ran.
“Bukankah itu bagus? Masa lalumu terbongkar, jadi tidak alasan bagimu untuk menetap di rumah itu lebih lama. Aku akan menemui Presdir Shin dan menjelaskan hubungan kita. Setelah itu, kita akan menikah.” Jawab Joo Seung.
“Apa kau sudah gila!” tanya Ah Ran.
“Aku tidak gila! Kaulau satu2nya orang yang membuatku gila! Pikirkan dengan hati2 alasanmu masuk ke dalam keluarga itu. Kau ingin mendorong keluarga itu ke dalam jurang! Menikah denganku akan membuat keluarga itu sakit dan hancur.” Ucap Joo Seung.
“Bukankah sudah kubilang aku tidak akan berhenti membenci keluarga itu?” jawab Ah Ran.
“Hyun Woo sudah mati. Orang tuamu sudah mati. Kau juga kehilangan anakmu. Apa itu belum cukup?” tanya Joo Seung.
“Kau ingin aku kembali menjadi Rosemary?”
“Tidak ada yang perlu kau cemaskan. Aku akan membuatmu bahagia sebagai wanita yang aku cintai.”
“Tunjukkan bukti kalau kau mencintaiku! Aku melakukannya sesuai dengan rencanamu. Aku menggoda dan menikahi Shin Hyun Woo. Sekarang giliranmu. Buat Suster Yoon menjadi kekasihmu.”

Joo Seung pun kaget, apa?
“Hyun Min sudah mengetahui hubungan kita. Sekarang dia curiga kecelakaan Hyun Woo ada hubungannya dengan perselingkuhan kita. Orang yang pada akhirnya akan menghancurkan rencana kita adalah Suster Yoon.”
Ah Ran lalu beranjak pergi. Joo Seung pun syok.
Seketaris Kang memberitahu Presdir Shin kalau surat perjanjian yang ditulis Hyun Woo untuk Ah Ran adalah palsu. Itu bukan sidik jari Hyun Woo. Presdir Shin pun kaget mendengarnya. Seketaris Kang bahkan memberikan hasil tesnya.
“Itulah kenapa aku berkata anakku bukanlah seseorang yang akan melakukan hal yang bodoh.” Ucap Presdir Shin.
Presdir Shin lalu menyuruh Seketaris Kang menyelidiki Ah Ran.



Julie sedikit terkejut dengan kedatangan Ah Ran ke apartemennya. Ah Ran datang untuk mengungkapkan kekecewaannya pada Julie yang memberitahu Presdir Shin tentang investasi itu. Ah Ran berkata seharusnya Julie menanyakan padanya jika ada sesuatu yang ingin diketahui Julie. Julie pun beralasan dirinya mencemaskan uangnya.
“Jika ayah mertuamu pemilik Soul Furniture, maka itu adalah hak ku memberitahukan kemana uangku pergi. Presdir Joo, kau datang sepagi ini jelas membuktikan bahwa kau marah aku memberitahu Presdir Shin tentang investasiku. Ada apa? Kenapa aku merasa kau menyembunyikan sesuatu dariku?” ucap Julie.
“Tentu saja bukan begitu. Itu hanya aku yang belum menjelaskan situasinya pada ayah mertuaku. Jadi karena kau mengatakannya pada ayah mertuaku menimbulkan beberapa kesalahpahaman. Di masa depan, tolong percayalah padaku. Kau tidak perlu mencemaskan tentang uangmu. Sampai bertemu lagi.” Jawab Ah Ran.

Ah Ran pun buru2 bangkit dari duduknya. Namun ucapan Julie menghentikan langkahnya. Julie mengatakan tentang kematian Hyun Woo. Ah Ran pun berkata meski keluarganya belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang kematian Hyun Woo, tapi Hyun Woo sudah meninggal.
“Jadi begitu. Suamiku juga sudah tidak ada. Kita memiliki takdir yang sama. Jika kau mengalami kesulitan, kau bisa datang padaku.” Jawab Julie.

Dalam perjalanan, Ah Ran ditelpon Presdir Shin. Presdir Shin memarahi Ah Ran tentang surat palsu persetujuan kepemilikan Soul milik Ah Ran. Ia sama sekali tidak menyangka Ah Ran bisa melakukan kebohongan sebesar itu. Ah Ran sendiri kaget mengetahui sidik jari Hyun Woo yang ada di surat itu ternyata palsu.

Lalu, kita diperlihatkan oleh Hyun Woo yang membalut jempolnya dengan silikon. Tak lama kemudian, Ah Ran datang. Hyun Woo pun langsung pura2 koma. Ah Ran datang membawa surat itu dan menempelkan jempol Hyun Woo di sana.

Sementara Hyun Woo harus menelan kekecewaan karena bukti CCTV keterlibatan Ah Ran dalam insiden kebakaran di villa nya sudah dihapus. Petugas berkata tidak ada jalan lain dan meminta maaf pada Hyun Woo. Hyun Woo pun kecewa dan beranjak pergi. Namun baru beberapa langkah, petugas menghentikan langkahnya. Petugas memberikan bukti lain.
“Kami memiliki surat tilang mobil ini. Pemiliknya belum membayar denda.” Ucap si petugas.
“Jika aku membayar dendanya, bisakah aku mendapatkan surat tilangnya?” tanya Hyun Woo.

Hyun Woo beranjak meninggalkan kantor CCTV dengan wajah dingin dan penuh dendam.
“Sekarang aku sudah memiliki bukti kalau Joo Ah Ran hanya pergi ke Soul setelah insiden kebakaran. Tunggulah sebentar lagi, bu. Aku akan membersihkan namamu dari tuduhan yang ditimpakan Joo Ah Ran padamu.” Batin Hyun Woo.

Ah Ran ada di sebuah kafe bersama paman dan bibinya. Ia kesal karena paman dan bibinya berani muncul lagi di hadapannya. Paman Ah Ran bertanya apa Ah Ran tahu siapa Presdir Shin. Ah Ran pura2 tidak tahu. Bibi Ah Ran pun mengungkit masa lalu. Ia berkata seandainya Presdir Shin membawa orang tua Ah Ran ke rumah sakit lebih cepat, orang tua Ah Ran tidak mungkin meninggal.
“Tidak akan meninggal? Bukankah mereka bilang orang tuaku meninggal di lokasi kecelakaan?” tanya Ah Ran kaget.
“Orang2 di pabrik berkata mereka ingin memanggil ambulance tapi Presdir Shin melarangnya karena itu akan menjatuhkan image perusahaan.” Jawab paman Ah Ran.

Bibi Ah Ran ikut2an bicara. Ia berkata Presdir Shin membiarkan orang tua Ah Ran mati karena tidak ingin membayar uang ganti rugi. Paman Ah Ran membenarkannya. Ah Ran pun marah.
“Jadi itulah kenapa kalian mengambil uang ganti rugi dan membeli rumah untuk diri kalian sendiri?”
“Apa maksudmu? Uang jaminan social ayahmu tidak cukup untuk menutupi biaya pemakaman. Jadi kau mengira kami mengambil uang ganti rugi itu untuk hidup enak? Jadi begitu rupanya? Itulah kenapa kau sangat membenci kami.” Jawab bibi Ah Ran.
“Jika bukan, bagaimana bisa pengangguran seperti kalian membeli sebuah rumah?” tuduh Ah Ran.
“Apa maksudmu? Kami ini penipu jadi tentu saja kami bisa mendapatkannya dengan menipu.” Jawab paman Ah Ran.
“Itu benar. Itulah alasannya kenapa kami diusir setahun yang lalu.” Ucap bibi Ah Ran.
“Lalu ayah mertuaku tidak membawa mereka ke rumah sakit dan membiarkan orang tuaku mati?” tanya Ah Ran syok.
“Jika keluarga suamimu tahu siapa dirimu, apa mereka akan menerimamu? Terlebih setelah anak mereka meninggal.” Ucap bibi Ah Ran.

Paman Ah Ran pun mengajak istrinya pergi. Namun saat bangkit dari duduknya, paman Ah Ran merasakan sakit di pinggangnya. Ia pun mengeluh pinggangnya sakit karena setiap hari tidur di sauna. Mereka sengaja melakukan hal itu agar Ah Ran membelikan mereka rumah. Mereka lalu beranjak pergi meninggalkan Ah Ran yang terlihat sangat marah. Ya, dendam Ah Ran pada Presdir Shin semakin membara.
Ah Ran meninggalkan kafe dengan wajah terluka dan penuh kebencian. Ia pun teringat masa kecilnya, saat dirinya memohon agar Presdir Shin menyelamatkan orang tuanya, namun Presdir Shin mengabaikannya.
“Shin Woo Sub, aku tidak akan pernah mundur! Harga karena telah membunuh orang tuaku, aku akan membuatmu membayarnya berkali2 lipat.” ucapnya dengan mata berkaca dan penuh kebencian.
Ah Ran lalu menelpon ke kantor Jae Sung. Namun Jae Sung tidak ada di tempat. Seketaris Jae Sung berkata, Jae Sung sedang berada di Dojo.

Ah Ran menemui Hyun Woo yang sedang latihan bela diri. Ah Ran meminta Hyun Woo menemui Presdir Shin. Hyun Woo bertanya alasannya. Ah Ran meminta Hyun Woo menolak bekerja sama dengan Soul. Ah Ran berkata sebagai gantinya, ia orang yang akan memasok barang2 untuk Hyun Woo.
“Jadi kau ingin aku membantumu melepaskan dirimu dari ayah mertuamu? Lalu apa untungnya buatku?” jawab Hyun Woo.
“Apa yang kau inginkan?” tanya Ah Ran.
“Gunakan pedang ini dan pukul kepalaku. Jika kau mau melakukannya, aku akan melakukan keinginanmu. Tapi jika aku yang menang, kau harus melakukan keinginanku.” Jawab Hyun Woo.

Ah Ran pun menerima tantangan Hyun Woo. Mereka mulai bertarung. Namun Ah Ran gagal mengalahkan Hyun Woo. Ia terjatuh akibat pukulan Hyun Woo. Ah Ran pun melepas topengnya dan menghela napas kesal. Hyun Woo pun mendekati Ah Ran. Ia bertanya apa Ah Ran sudah menyerah dan mau melakukan keinginannya.
“Apa yang kau inginkan?” tanya Ah Ran.
“Akhiri hubunganmu dengan Dokter Nam.” Jawab Hyun Woo.
Ah Ran pun terkejut mendengarnya.
“Aku tidak tahan melihatmu seperti itu. Orang itu akan mematahkan sayapmu.” Ucap Hyun Woo lagi.
“Itu keputusanku siapa pria yang aku inginkan.” Jawab Ah Ran.
“Jika kau mendengarkanku, aku akan membantumu.” Ucap Hyun Woo.
Ah Ran pun tertegun mendengarnya. Hyun Woo lalu berkata lagi.
“Aku telah membuat rencana untuk bertemu dengan pembeli untuk hotelku. Aku berpikir untuk memindahkan bisnis hotel dan resortku ke China. Ada peluang besar di sana.”
“Lalu bisakah kau membawaku juga? Aku juga ingin melihat aksimu.” Pinta Ah Ran.

Mereka semua bertemu di sebuah restoran. Ah Ran duduk di meja lain. Ah Ran menatap kagum Hyun Woo yang sedang membahas rencananya masuk ke pasar China bersama orang2 itu. Saat orang2 itu hendak pergi, Ah Ran pun menghampiri mereka dan memberikan catalog Soul. Hyun Woo pun mengenalkan Ah Ran pada kliennya. Ia juga berkata sangat menyukai produk2 Soul.

Joo Seung menemui seseorang di sebuah restoran. Siapa? Ah Ran? Bukan, tapi Hyun Min. Hyun Min menatap Joo Seung dengan wajah marah.
“Apa hubunganmu dengan Hyunsoo-nim kami? Aku melihat kalian di bar kemarin! Kenapa kau melakukan itu?” tanya Hyun Min marah.
“Kenapa aku tidak boleh melakukannya? Jika Hyun Woo masih hidup, aku pantas mati. Tapi Hyungsoo-nim sendirian sekarang. Apa kau menginginkan Hyungsoo-nim hidup sendirian dalam kenangan Hyun Woo selamanya?” jawab Joo Seung.

Hyun Min kecewa mendengarnya. Hyun Min lalu menanyakan wanita yang di hotel bersama Joo Seung saat itu, apa dia Ah Ran. Joo Seung tidak menjawab pertanyaan Hyun Min. Ia malah mengajak Hyun Min bicara dengan Presdir Shin dan Hyun Ji. Hyum Min yang sudah tidak bisa lagi menahan emosinya akhirnya menyiram Joo Seung dengan segelas air.
“Mulai sekarang kau dan aku adalah orang asing! Bahkan meskipun kau mati di tempat tidurmu, jangan pernah menghubungiku!” teriak Hyun Min.
Hyun Min pun beranjak pergi. Joo Seung kembali ke ruangannya. Ia teringat kata2 Hyun Woo malam itu di bar. Hyun Woo berkata Ah Ran terlihat sangat kesepian dan meminta Joo Seung menjaga Ah Ran. Wajah Joo Seung pun berubah kesal.

Hyun Woo dan Julie sedang di perjalanan. Julie berkata mulai hari ini ia akan menyerang Ah Ran menggunakan SM Furniture. Setelah itu ia akan bertindak sebagai pahlawan di depan Ah Ran. Hyun Woo pun melirik Julie dan menyeringai.
“Karena ayahku sudah tahu keberadaanmu, kita dapat berpartisipasi secara langsung dalam manajemen Soul Furniture.” Jawab Hyun Woo.
“Jika dia tidak bisa mengembalikan uangku, tentu saja aku akan mengambil alih kendali sebagai pemegang saham terbesar. Wanita yang menyedihkan.” Ucap Julie.
Joo Seung kembali apartemennya. Begitu masuk, ia berpikir sejenak lalu menelpon Jae Hee. Ia menyuruh Jae Hee mengantarkan dokumennya yang tertinggal di rumah sakit. Ia berkata memerlukan dokumen itu untuk seminar besok. Ia juga minta maaf karena telah membuat Jae Hee yang sedang sakit menjadi repot. Usai menelpon Jae Hee, Joo Seung pun tersenyum licik.
Jae Hee tiba di apartemen Joo Seung tanpa menyadari sesuatu yang busuk. Wajah Jae Hee terlihat pucat. Setelah mengantar dokumen itu, Jae Hee ingin pergi. Namun Joo Seung menahannya. Joo Seung beralasan ia ada janji dengan seseorang tapi kemejanya kusut semua. Ia meminta Jae Hee membantunya.

Jae Hee sedang merapikan pakaian Joo Seung. Wajah Jae Hee terlihat semakin pucat. Joo Seung lalu mendekati Jae Hee. Ia memaksa Jae Hee istirahat karena suhu badan Jae Hee sangat panas. Awalnya, Jae Hee menolak dengan tegas. Namun Joo Seung memaksa. Jae Hee pun akhirnya berbaring di kasur Joo Seung. Joo Seung berkata sudah menyuntikkan obat penenang untuk Jae Hee, sehingga Jae Hee bisa tidur dengan lelap. Joo Seung juga menyuruh Jae Hee mematikan ponsel. Perlahan2, Jae Hee pun jatuh tertidur.

Presdir Shin mengamuk lagi pada istrinya. Ia baru saja mengetahui jika sang istri meminjam uang dengan menjadikan rumah mereka sebagai jaminannya dan memberikan uang itu pada Ah Ran.
“Yeobo, aku minta maaf. Tapi menantu kita…”
“Jangan gunakan menantu kita sebagai alasan! Apa kau berencana menghancurkan semua asetku? Kau ingin melihat Shin Woo Sub berakhir di jalanan!”
“Saat itu, tidak ada jalan lain. Aku tidak ingin kau berada dalam situasi yang sulit. Aku benar2 ceroboh waktu itu. Maafkan aku, yeobo.”

Presdir Shin pun semakin marah. Ia meminta istrinya mengembalikan status rumah mereka seperti semula meski harus meminjam uang pada rentenir. Presdir Shin pun kembali marah2 saat bertemu Ah Ran. Ah Ran beralasan ia menggunakan uang itu untuk keperluan Soul Furniture. Presdir Shin semakin marah. Ah Ran pun stress dibuatnya.

Joo Seung duduk disamping Jae Hee yang tertidur lelap. Ia menatap Jae Hee sebentar, lalu tersenyum licik dan menelpon Jae Sung.
“Ini Nam Joo Seung. Aku tidak ingin Presdir Ahn salah paham, itulah alasanku menghubungimu. Pacarmu sekarang tidur di kasurku. Dia tidak mau bangun meskipun aku berusaha keras membangunkannya. Apa yang harus kulakukan?” ucap Joo Seung.

Mendengar hal itu, Hyun Woo yang sedang bersama Julie pun panic. Ia langsung pergi begitu saja meninggalkan Julie.

Hyun Woo akhirnya tiba di apartemen Joo Seung. Ia bergegas masuk dengan wajah cemas.
“Jae Hee-ya, apa kau baik2 saja. Jika seseorang berani menyentuhmu, aku akan membunuhnya!” teriak Hyun Woo.

Joo Seung kembali duduk di samping Jae Hee dengan kemeja terbuka. Ia melepaskan infuse Jae Hee dan menyimpannya di laci. Joo Seung lalu teringat kata2 terakhir Ah Ran.
“Jadikan Suster Yoon wanitamu.  Jika kau tidak mendorongnya ke sisimu, tidak akan ada masa depan untuk kita.” Ucap Ah Ran.

Joo Seung lalu berniat melepaskan baju Jae Hee. Namun tangannya terhenti sebelum ia menyentuh kancing baju Jae Hee. Ya, ia tak bisa melakukannya. Tepat saat itu, Hyun Woo datang dengan penuh kemarahan. Ia pun terkejut melihat Jae Hee yang tidur pulas di kasur Joo Seung. Joo Seung tersenyum licik. Ia bersikap seolah2 telah melakukan sesuatu pada Jae Hee.
“Sepertinya pacarmu terlihat kesepian. Kau seharusnya menjaga dengan baik pacarmu.” Ucap Joo Seung mengulangi kata2 Hyun Woo di bar saat itu.

Hyun Woo yang sudah tidak bisa menahan amarahnya, meninju Joo Seung.
“Kenapa kau begitu marah?” tanya Joo Seung.
“Aku memukulmu bukan karena aku marah, tapi karena kau melakukan perbuatan tercela. Inikah yang kau lakukan sebagai dokter yang menyelamatkan hidup seseorang?” jawab Hyun Woo.
Kata2 Hyun Woo membuat Joo Seung marah.
“Wanita yang menyedihkan. Aku akhirnya mengetahui kenapa Presdir Joo meninggalkanmu.” Ucap Hyun Woo.
Joo Seung pun tertegun mendengarnya. Tepat saat itu, Jae Hee terbangun dan bingung melihat ada Hyun Woo di sana. Hyun Woo pun mengajak Jae Hee pergi. Sedangkan Joo Seung masih membisu di tempatnya.

Hyun Woo mengajak Jae Hee ke sebuah restoran. Hanya ada mereka berdua di restoran itu. Lalu tiba2, restoran itu menjadi gelap dan lampu hanya menerangi meja mereka. Hyun Woo menggenggam erat tangan Jae Hee.
“Aku tidak bisa menjamin berapa banyak waktu yang kubutuhkan. Aku ingin melindungimu. Tapi kau mungkin berada dalam bahaya. Kau mungkin juga menangis. Karena itulah, apakah kau masih bersedia menungguku? Masihkah kau tetap berada di sisiku.” Ucap Hyun Woo.

“Apa kau sedang melamarku sekarang?” tanya Jae Hee sambil tersenyum haru.
“Aku tahu tidak seharusnya aku mengatakan ini. Tapi aku benar2 membutuhkanmu. Aku tidak tahu berapa banyak kesulitan yang sudah menunggu. Namun wajahku, kulitku sudah bukan milikku. Aku juga tidak tahu ketika diriku tergelincir dalam koma selamanya, aku masih ingin tumbuh tua bersamamu.” Jawab Hyun Woo.
“Jangan pikirkan masa lalu…” ucap Jae Hee yang sudah mulai menangis haru, “… pikirkan waktu dimana kita akan menghabiskan waktu bersama di masa depan. Juga waktu saat kau akan bertemu dengan keluarga yang sangat kau cintai. Aku akan menggunakan seluruh hidupku untuk mencintaimu.”

Mata Hyun Woo pun berkaca2. Ia mengatai Jae Hee bodoh karena mencintai pria seperti dirinya.
“Aku tidak memiliki mimpi lain, jadi aku merasa kesepian tanpa Ahjussi. Aku selalu merasa menjadi yang paling beruntung dan anak yang dicintai. Sekarang giliranku menjadi mimpi Ahjussi. Tidak peduli seberapa kerasnya, aku akan berusaha sampai akhir.” Jawab Jae Hee.

Jae Hee lalu mencium pipi Hyun Woo. Setelah itu, Hyun Woo mengecup bibir Jae Hee.

Ah Ran menemui Nyonya Jo yang sedang menyiapkan teh. Dengan wajah sedih, Ah Ran memeluk Nyonya Jo dan memohon agar Nyonya Jo tidak meninggalkannya. Ah Ran berkata ia takut sendirian. Nyonya Jo pun menatap Ah Ran dan menggenggam tangan Ah Ran.

“Siapa yang akan meninggalkanmu? Kau adalah orang yang sangat dicintai Hyun Woo jadi bagaimana mungkin aku bisa membencimu?” ucap Nyonya Jo.
Mendengar kata2 Nyonya Jo, Ah Ran menangis.
“Itu bukan kesalahanmu kalau dirimu seorang yatim piatu. Selalu mencintai Hyun Woo dan bekerja keras untuk perusahaan. Ayah mertuamu pasti akan memaafkanmu nanti.” Ucap Nyonya Jo.

Presdir Shin yang mendengar kata2 Nyonya Jo mengamuk. Ia melemparkan piring ke arah Ah Ran dan Nyonya Jo. Untung saja, Ah Ran dan Nyonya Jo lekas menghindar. Ah Ran dan Nyonya Jo tampak syok. Hyun Min dan Hyun Ji bahkan langsung datang begitu mendengar amukan ayahnya.
“Memaafkannya? Kau ingin menghancurkan keluarga ini?” teriak Presdir Shin.
“Ada apa, ayah?” tanya Hyun Ji.
“Seorang ibu yang sudah menyebabkan kematian anaknya dan menantu yang sudah merampas perusahaan ayah mertuanya, apa kalian berdua bahagia! Keluar dari rumah ini sekarang!” teriak Presdir Shin.

Presdir Shin terus berteriak2 sehingga penyakitnya kumat. Hyun Min dan Hyun Ji langsung memegangi sang ayah. Sementara Ah Ran menatap Presdir Shin dengan tajam dan Nyonya Jo terlihat syok. Hyun Min dan Hyun Ji lalu membawa ayah mereka masuk ke dalam. Nyonya Jo pun terduduk lemas. Melihat itu, Ah Ran langsung mendekati Nyonya Jo.
“Ayah mertuamu bersikap seperti itu karena dia sangat merindukan Hyun Woo.” Ucap Nyonya Jo.
Raut wajah Ah Ran pun seketika berubah sedih. Why?

Sementara itu, Hyun Woo dan Jae Hee bersepeda di taman. Keduanya terlihat bahagia. Setelah itu mereka berjalan2 di pinggir danau. Jae Hee melihat seekor anjing dan memanggil anjing itu. Anjing itu mendekat. Jae Hee lalu mengambil sebuah keranjang yang ada di mulut anjing itu. Ada sepasang cincin di sana. Jae Hee pun terkejut.

“Jae Hee sangat beruntung hari ini.” Ucap Hyun Woo lalu memasangkan cincin itu ke jari Jae Hee.
Hyun Woo juga memberikan setangkai mawar pada Jae Hee.
“Ahjussi…” ucap Jae Hee terharu.

Hyun Woo kemudian memakai cincinnya. Ia lantas mendekatkan cincin itu ke cincin Jae Hee dan mengatakan I love you. Keduanya terlihat bahagia. Hyun Woo lalu mencium kening Jae Hee.

Ah Ran mencoba merayu keluarga Shin dengan menyiapkan makanan untuk mereka. Namun keluarga Shin tidak ingin memakannya. Ah Ran juga membawakan koran untuk Presdir Shin. Namun Presdir Shin lagi menolaknya dan masuk ke kamarnya tanpa bicara sedikit pun pada Ah Ran. Ah Ran juga merayu Hyun Min dan Hyun Ji tapi sikap mereka juga sama.

Ah Ran pun kesal dan menelpon Hyun Woo. Ia berkata akan memutuskan hubungannya dengan Joo Seung asalkan Hyun Woo mau membantunya.
“Ahn Jae Sung, jadi kau benar2 tertarik padaku dan menggunakan Suster Yoon sebagai umpan untuk memanasiku?” ucap Ah Ran sambil tersenyum.



Sementara itu Hyun Woo yang sudah kembali ke apartemennya terlihat marah karena Joo Seung berani bermain2 dengan Jae Hee.

“Bersiaplah, aku akan membuatmu membayarnya dengan harga menyiksa.” Ucap Hyun Woo penuh dendam.
Presdir keluar dari rumahnya sendirian. Ia hendak pergi. Tak lama kemudian, Ah Ran keluar menyusul Presdir Shin. Ia menyerahkan surat persetujuan mengirimkan produk mereka ke resort milik Jae Sung. Ah Ran meminta Presdir Shin yang mengelolanya. Selain itu, Ah Ran juga memberitahu Presdir Shin tentang rencana pertemuannya dengan Jae Sung saat makan siang.
“Tapi aku cemas. Jika aku tidak ada, kontrak tidak akan berlaku. Dia mau menandatangani kontak karena percaya padaku.” Ucap Ah Ran.
“Jangan sombong. Tidak akan terjadi apa2 pada perusahaan meskipun kau keluar.” Jawab Presdir Shin ketus.
“Kau bisa menyuruhku keluar kapan saja, tapi sekarang kita harus meningkatkan pendapatan Soul Furniture yang masih dalam utang.” Ucap Ah Ran membuat Presdir Shin makin kesal.

Ah Ran menemui Hyun Woo di sebuah kafe. Ia menunjukkan surat kontrak rumah sakit Joo Seung. Hyun Woo pun melihat surat kontrak itu dan bertanya bisakah surat itu berada dalam pengawasannya.
“Jumlah pinjamannya sangat besar.” Ucap Hyun Woo.
“Presdir Ahn dapat mengawasinya sesuai keinginan Presdir Ahn. Aku menggunakan rumah mertuaku sebagai jaminan. Setelah itu ditangani, pinjaman bank harus dilunasi terlebih dahulu.” Jawab Ah Ran.
“Benarkah?” tanya Hyun Woo sambil tersenyum sinis.
“Dia menggunakan rumahku sebagai jaminan untuk rumah sakit Joo Seung.” Batin Hyun Woo.
Ah Ran lalu memberikan Hyun Woo sebuah syal sebagai hadiah atas kerja keras Hyun Woo. Ah Ran bahkan memakaikan syal itu ke leher Hyun Woo. Hyun Woo hanya tersenyum sinis menatap Ah Ran. Ponsel Ah Ran lalu berdering. Seketika wajah Ah Ran berubah kesal. Ah Ran pun memberitahu Hyun Woo kalau itu telepon dari Joo Seung.
Ah Ran mengajak Joo Seung bertemu di sebuah kafe. Diam2, Hyun Woo mendengarkan pembicaraan mereka.

Hyun Woo akhirnya bertemu dengan ayahnya di sebuah kafe. Hyun Woo menatap sang ayah dalam2.  Presdir Shin yang tidak menyadari sosok di depannya adalah Hyun Woo bercerita jika Soul didirikan oleh Hyun Woo dan ia menyediakan dukungan dana. Sedangkan Ah Ran adalah orang yang tidak punya otoritas apapun di Soul.
“Aku sudah tahu semua itu, tapi aku bekerja dengan Joo Ah Ran.” Jawab Hyun Woo.
“Itu artinya jika Joo Ah Ran keluar, kau akan membatalkan kontrak ini?” tanya Presdir Shin.
“Itu benar. Aku berharap situasi kita tidak akan menjadi rumit.” Jawab Hyun Woo.
Hyun Woo pun kembali menatap ayahnya dalam2.
“Ayah, tolong berikan aku waktu. Sebelum aku menemukan bukti kejahatan Joo Ah Ran, aku harus tetap mendekati wanita itu. Jika kita menempuh jalur hukum untuk menghukumnya maka kita akan menderita terlalu banyak.” Batin Hyun Woo.
Mereka lalu makan siang bersama. Hyun Woo pun terharu saat Presdir Shin menyentuh tangannya ketika ia memberikan daftar menu pada Presdir Shin. Lalu tiba2, perhatian Presdir Shin teralih pada Joo Seung. Rupanya kafe itu adalah kafe tempat Joo Seung dan Ah Ran akan bertemu.

Joo Seung terkejut ketika Ah Ran memutuskannya. Ah Ran berkata kalau dirinya sudah tidak lagi mencintai Joo Seung. Namun Joo Seung tidak peduli. Ia ingin tetap menikahi Ah Ran meski Ah Ran tidak mencintainya. Ah Ran pun berkata kalau ia hanya tertarik pada pria yang mempercayai dirinya. Ia tidak tertarik pada pria yang sudah tahu kelemahannya.
Mendengar hal itu, Joo Seung marah. Joo Seung pun sudah bisa menebak kalau semua itu karena Jae Sung. Ah Ran pun tidak menyangkalnya. Ah Ran bahkan berkata kemarahan Joo Seung itu mengingatkannya pada Hyun Woo. Ah Ran lalu bangkit dari duduknya dan hendak pergi. Namun langkahnya terhenti begitu melihat Presdir Shin muncul di hadapannya.
Presdir Shin menyidang Joo Seung dan Ah Ran di rumahnya. Ia menanyakan kebenaran atas apa yang ia dengar di restoran tadi. Joo Seung pun berlutut dan mengaku dirinya mencintai Ah Ran. Nyonya Jo terkejut. Namun Ah Ran menyangkalnya. Joo Seung bahkan berkata akan menikahi Ah Ran. Ah Ran pun terkejut.

Bersambung ke episode 12

No comments:

Post a Comment